Amal-amal
Berbonus (Di Bangun) Rumah di Surga.
1. Membangun masjid karena Allah.
Dari
Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu ‘Anhu, berkata: Aku mendengar Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ
بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا بَنَى اللَّه لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّة
“Siapa yang membangun satu masjid untuk Allah maka Allah akan
membangunkan untuknya satu rumah di surga.” (Muttafaq ‘alaih)
2. Membaca surat Al Ikhlas sepuluh kali.
Dari
hadits Mu’adz bin Anas Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam bersabda:
مَنْ
قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ حَتَّى يَخْتِمَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ بَنَى
اللَّهُ لَهُ قَصْرًا فِي الْجَنَّةِ
“Siapa yang membaca Qul Huwallaahu Ahad (Surat Al-Ikhlash)
sampai menghatamkannya sebanyak sepuluh kali niscaya Allah bangunkan untuknya
istana di surga.” (HR Ahmad dari Mu’adz bin Anas Al Juhani)
3. Memuji Allah dan beristirja’ saat diuji dengan kematian anak.
Dari
Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu ‘Anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam bersabda:
إِذَا
مَاتَ وَلَدُ الْعَبْدِ قَالَ اللَّهُ لِمَلَائِكَتِهِ قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي
فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ فَيَقُولُونَ نَعَمْ
فَيَقُولُ مَاذَا قَالَ عَبْدِي فَيَقُولُونَ حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ فَيَقُولُ
اللَّهُ ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْدِ
“Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, Allah berfirman
kepada MalaikatNya, “Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?” Mereka
berkata, “Benar.” Allah berfirman, “kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?”
Mereka menjawab, “Benar.” Allah berfirman, “Apa yang diucapkan oleh hamba-Ku?”
Mereka berkata, “Ia memuji-Mu dan mengucapkan istirja’ (Innaa Lilaahi Wa Innaa
Ilaihi Raaji’uun).” Allah berfirman, “Bangunkan untuk hamba-Ku rumah di surga
dan namai ia Rumah Pujian.” (HR. Al-Tirmidzi dan beliau menghasankannya)
4.
Membaca doa masuk pasar.
Dari
Umar bin al-Khathab Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
bersabda:
مَنْ
دَخَلَ السُّوقَ فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ
لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ
بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ
أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ
أَلْفِ دَرَجَةٍ وَبَنَى لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Barangsiapa masuk pasar lalu ia mengucapkan, “LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SyARIIKALAHU,
LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU, YUHYII, WAYUMIITU, WAHUWA HAYYUN LAA YAMUUTU,
BIYADIHIL KhOIRU, WAHUWA ‘ALAA KULLI SyAI-IN QADIIR
” niscaya Allah
menuliskan baginya sejuta kebaikan, menghapuskan darinya sejuta kejelekan,
mengangkat derajatnya hingga sejuta derajat, dan membangunkan untuknya rumah di
surga”.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Al-Hakim)
5. Menutup celah barisan shaf shalat.
Dari
‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ
سَدَّ فُرْجَةً بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتاً فِي الْجَنَّةِ وَ رَفَعَهُ بِهَا
دَرَجَةً
“Siapa menutup celah (pada barisan shalat) niscaya Allah
bangunkan untuknya rumah di surga dan mengangkat derajatnya dengan perbuatannya
itu.” (HR. Al-Muhamili dalam Amaalinya)
6.
Menjaga shalat-shalat sunah rawatib dua belas rakaat.
Dari
Ummu Habibab Radhiyallahu ‘Anha, berkata: Aku Mendengar Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ
صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ
بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ
“Siapa yang shalat 12 rakaat dalam sehari semalam niscaya
dibangunkan untuknya rumah di surga.” (HR. Muslim)
Shalat
12 raka’at itu adalah empat rakaat sebelum Dzuhur & dua rakaat sesudahnya,
dua raka’at sesudah maghrib, dua rakaat setelah ‘Isya, dan dua rakaat sebelum
Shubuh sebagaimana yang terdapat dalam hadits ‘Aisyah dalam Sunan At Tirmidzi
dan Ibnu Majah)
7. Mengerjakan shalat dhuha dua belas rakaat.
وقال
صلى الله عليه وسلم: {مَنْ صَلَّى الضُّحَى ثِنَتيْ عَشرةَ رَكْعَةً إيمانا
واحْتِسَابا كَتَبَ الله لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ
أَلْفِ سَيِّئَةٍ ورَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ وَبَنى الله لَهُ بَيْتا في
الجَنَّةِ وَغَفَرَ الله لَهُ ذُنُوبَه كُلَّها
Nabi
Muhammad saww. bersabda : “Barangsiapa mengerjakan shalat dhuha sebanyak
duabelas roka’at dengan iman dan mengharapkan pahala, maka Allah Ta’ala
menetapkan baginya sejuta kebaikan, menghapus daripadanya sejuta kejelekan,
mengangkat baginay sejuta derajat, dan Allah membangunkan baginya sebuah rumah
disurga dan Allah mengampuni dosa-dosa orang itu seluruhnya.”. (Kitab Lubabul
Hadits – Al Imam Al Hafidh Jalaluddin Abdurrahman bin Abi Bakar As Suyuthiy)
8.
Iman, islam, hijrah dan berjihad fi sabilillah.
Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
أَنَا
زَعِيمٌ وَالزَّعِيمُ الْحَمِيلُ لِمَنْ آمَنَ بِي وَأَسْلَمَ وَهَاجَرَ بِبَيْتٍ
فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ وَأَنَا زَعِيمٌ لِمَنْ
آمَنَ بِي وَأَسْلَمَ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ
الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى غُرَفِ
الْجَنَّةِ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَلَمْ يَدَعْ لِلْخَيْرِ مَطْلَبًا وَلَا مِنْ
الشَّرِّ مَهْرَبًا يَمُوتُ
حَيْثُ
شَاءَ أَنْ يَمُوتَ
“Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk islam dan
berhijrah dengan sebuah rumah di pinggir surga, di tengah surga, dan surga yang
paling tinggi. Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk Islam dan
berjihad dengan rumah di pinggir surga, di tengah surga dan di surga yang
paling tinggi. Barangsiapa yang melakukan itu, ia tidak membiarkan satupun kebaikan,
dan lari dari semua keburukan, ia meninggal, di mana saja Dia kehendaki untuk
meninggal.” (HR. Al Nasai, Ibnu Hibban dan Al Hakim)
9. Menghindari debat walaupun dalam posisi yang benar.
10. Meninggalkan dusta dalam becanda.
11. Berakhlak mulia.
Dari
Abu Umamah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam bersabda:
أَنَا
زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ
مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِى وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ
مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِى أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَه
“Aku menjamin sebuah rumah di pinggir jannah (surga) bagi siapa
saja yang meninggalkan perdebatan berkepanjangan meskipun ia dalam posisi yang
benar, juga sebuah rumah di tengah jannah bagi siapa saja yang meninggalkan
berbohong walaupun ia sedang bercanda, serta sebuah rumah di puncak jannah bagi
siapa saja yang berakhlak mulia.”(HR. Abu D awud, At Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
12.
Berziarah Kekubur Orang Alim.

وعن علي بن أبي طالب أنه قال:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَنْ زَارَ عَالِما أيْ فِي قَبْرِهِ ثُمَّ
قَرَأَ عِنْدَهُ آيةً مِنْ كِتَابِ الله أعْطَاهُ الله تَعَالَى بِعَدَدِ
خطَوَاتِهِ قُصُورا فِي الجَنَّةِ وَكَانَ لَهُ بِكُلِّ حَرْفٍ قَرَأَهُ عَلَى
قَبْرِهِ قَصْرٌ في الجَنَّةِ مِنْ ذَهَبٍ»، كذا في رياض الصالحين

Dari Ali bin Abu Thalib ra. bahwasanya ia
berkata : Rasulullah saww. bersabda : “Orang yang mengunjungi kubur orang alim,
lalu ia membacakan ayat-ayat dari kitab Allah, maka Allah Ta’ala menjadikan
padanya setiap langkahnya satu gedung disurga, ia juga memperoleh pahala setiap
huruf yang dibacanya atas kuburnya itu satu gedung di surga dari emas.”
Demikian disebutkan dalam Riyadhus Sholihin. (Kitab Tanqihul Qaul – Asy Syeikh
Muhammad Nawawi bin Umar Al Banteniy)

Maksudnya kita menziarahi orang alim (berilmu
agama khususnya) dan para Wali Allah yang telah meninggal dunia lalu kita
membacakan ayat-ayat suci Al ‘Qur’an, Tahlil dan dzikir, dll yang pahalanya
dihadiahkan kepada orang alim atau Wali Allah tersebut maka mendapatkan manfaat
seperti hadits tersebut diatas.

Website
: http://shulfialaydrus.blogspot.co.id/ atau https://shulfialaydrus.wordpress.com/
Instagram
: @shulfialaydrus
Instagram
Majelis Nuurus Sa’aadah : @majlisnuurussaadah
Twitter
: @shulfialaydrus dan @shulfi   
Telegram
: @habibshulfialaydrus
Telegram
Majelis Nuurus Sa’aadah : @majlisnuurussaadah
Pin
BBM : D45BD3BE       
Pin
BBM Channel Majelis Ta’lim Nuurus Sa’aadah : C003BF865
Facebook
: https://www.facebook.com/habibshulfialaydrus/
Group
Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau
https://www.facebook.com/groups/160814570679672/
Donasi
atau infak atau sedekah.
Bank
BRI Cab. JKT Joglo.
Atas
Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek
: 0396-01-011361-50-5.
Penulis
dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.
محمد
سلفى بن أبو نوار العيدروس

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *