Categories
Uncategorized

Dialog Syeikh Sa’id Ramadhan Al Buthi & Syeikh Al Bani.

Dialog Syeikh Sa’id Ramadhan Al Buthi & Syeikh Al Bani.
Ada
sebuah perdebatan yang menarik tentang ijtihad dan taqlid, antara Syaikh
Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi, seorang ulama Ahlussunnah wal Jama’ah di
Syria, bersama Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, seorang tokoh Wahhabi
dari Yordania.
Syaikh
al-Buthi bertanya: “Bagaimana cara Anda memahami hukum-hukum Allah, apakah Anda
mengambilnya secara langsung dari al-Qur’an dan Sunnah, atau melalui hasil
ijtihad para imam-imam mujtahid?”
Al-Albani
menjawab: “Aku membandingkan antara pendapat semua imam mujtahid serta
dalil-dalil mereka lalu aku ambil yang paling dekat terhadap al-Qur’an dan
Sunnah.”
Syaikh
al-Buthi bertanya: “Seandainya Anda punya uang 5000 Lira. Uang itu Anda simpan
selama enam bulan. Kemudian uang itu Anda belikan barang untuk diperdagangkan,
maka sejak kapan barang itu Anda keluarkan zakatnya. Apakah setelah enam bulan
berikutnya, atau menunggu setahun lagi?”
Al-Albani
menjawab: “Maksud pertanyaannya, kamu menetapkan bahwa harta dagang itu ada
zakatnya?”
Syaikh
al-Buthi berkata: “Saya hanya bertanya. Yang saya inginkan, Anda menjawab
dengan cara Anda sendiri. Di sini kami sediakan kitab-kitab tafsir, hadits dan
fiqih, silahkan Anda telaah.”
Al-Albani
menjawab: “Hai saudaraku, ini masalah agama. Bukan persoalan mudah yang bisa
dijawab dengan seenaknya. Kami masih perlu mengkaji dan meneliti. Kami datang
ke sini untuk membahas masalah lain”.
Mendengar
jawaban tersebut, Syaikh al-Buthi beralih pada pertanyaan lain: “Baik kalau
memang begitu. Sekarang saya bertanya, apakah setiap Muslim harus atau wajib
membandingkan dan meneliti dalil-dalil para imam mujtahid, kemudian mengambil
pendapat yang paling sesuai dengan al-Qur’an dan Sunnah?”
Al-Albani
menjawab: “Ya.”
Syaikh
al-Buthi bertanya: “Maksud jawaban Anda, semua orang memiliki kemampuan
berijtihad seperti yang dimiliki oleh para imam madzhab? Bahkan kemampuan semua
orang lebih sempurna dan melebihi kemampuan ijtihad para imam madzhab. Karena
secara logika, seseorang yang mampu menghakimi pendapat-pendapat para imam madzhab
dengan barometer al-Qur’an dan Sunnah, jelas ia lebih alim dari mereka.”
Al-Albani
menjawab: “Sebenarnya manusia itu terbagi menjadi tiga, yaitu muqallid (orang
yang taklid), muttabi’ (orang yang mengikuti) dan mujtahid. Orang yang mampu
membandingkan madzhab-madzhab yang ada dan memilih yang lebih dekat pada
al-Qur’an adalah muttabi’. Jadi muttabi’ itu derajat tengah, antara taklid dan
ijtihad.”
Syaikh
al-Buthi bertanya: “Apa kewajiban muqallid?”
Al-Albani
menjawab: “Ia wajib mengikuti para mujtahid yang bisa diikutinya.”
Syaikh
al-Buthi bertanya: “Apakah ia berdosa kalau seumpama mengikuti seorang mujtahid
saja dan tidak pernah berpindah ke mujtahid lain?”
Al-Albani
menjawab: “Ya, ia berdosa dan haram hukumnya.”
Syaikh
al-Buthi bertanya: “Apa dalil yang mengharamkannya?”
Al-Albani
menjawab: “Dalilnya, ia mewajibkan pada dirinya, sesuatu yang tidak diwajibkan
Allah padanya.”
Syaikh
al-Buthi bertanya: “Dalam membaca al-Qur’an, Anda mengikuti qira’ahnya siapa di
antara qira’ah yang tujuh?”
Al-Albani
menjawab: “Qira’ah Hafsh.”
Al-Buthi
bertanya: “Apakah Anda hanya mengikuti qira’ah Hafsh saja? Atau setiap hari,
Anda mengikuti qira’ah yang berbeda-beda?”
Al-Albani
menjawab: “Tidak. Saya hanya mengikuti qira’ah Hafsh saja.”
Syaikh
al-Buthi bertanya: “Mengapa Anda hanya mengikuti qira’ah Hafsh saja, padahal
Allah subhanahu wata’ala tidak mewajibkan Anda mengikuti qira’ah Hafsh.
Kewajiban Anda justru membaca al-Qur’an sesuai riwayat yang datang dari Nabi
Saw. secara mutawatir.”
Al-Albani
menjawab: “Saya tidak sempat mempelajari qira’ah-qira’ah yang lain. Saya
kesulitan membaca al-Qur’an dengan selain qira’ah Hafsh.”
Syaikh
al-Buthi berkata: “Orang yang mempelajari fiqih madzhab asy-Syafi’i, juga tidak
sempat mempelajari madzhab-madzhab yang lain. Ia juga tidak mudah memahami
hukum-hukum agamanya kecuali mempelajari fiqihnya Imam asy-Syafi’i. Apabila
Anda mengharuskannya mengetahui semua ijtihad para imam, maka Anda sendiri
harus pula mempelajari semua qira’ah, sehingga Anda membaca al-Qur’an dengan semua
qira’ah itu. Kalau Anda beralasan tidak mampu melakukannya, maka Anda harus
menerima alasan ketidakmampuan muqallid dalam masalah ini. Bagaimanapun, kami
sekarang bertanya kepada Anda, dari mana Anda berpendapat bahwa seorang
muqallid harus berpindah-pindah dari satu madzhab ke madzhab lain, padahal
Allah tidak mewajibkannya. Maksudnya sebagaimana ia tidak wajib menetap pada
satu madzhab saja, ia juga tidak wajib berpindah-pindah terus dari satu madzhab
ke madzhab lain?”
Al-Albani
menjawab: “Sebenarnya yang diharamkan bagi muqallid itu menetapi satu madzhab
dengan keyakinan bahwa Allah memerintahkan demikian.”
Syaikh
al-Buthi berkata: “Jawaban Anda ini persoalan lain. Dan memang benar demikian.
Akan tetapi, pertanyaan saya, apakah seorang muqallid itu berdosa jika menetapi
satu mujtahid saja, padahal ia tahu bahwa Allah tidak mewajibkan demikian?”
Al-Albani
menjawab: “Tidak berdosa.”
Syaikh
al-Buthi berkata: “Tetapi isi buku yang Anda ajarkan, berbeda dengan yang Anda
katakan. Dalam buku tersebut disebutkan, menetapi satu madzhab saja itu
hukumnya haram. Bahkan dalam bagian lain buku tersebut, orang yang menetapi
satu madzhab saja itu dihukumi kafir.”
Menjawab
pertanyaan tersebut, al-Albani kebingungan menjawabnya.
Demikianlah
dialog panjang antara Syaikh al-Buthi dengan al-Albani, yang didokumentasikan
dalam kitab beliau al-Lamadzhabiyyah Akhthar Bid’ah Tuhaddid asy-Syari’at
al-Islamiyyah. Tentu saja mengikuti madzhab para ulama salaf, lebih
menenteramkan bagi kaum Muslimin. Keilmuan, ketulusan dan keshalehan ulama
salaf jelas diyakini melebihi orang-orang sesudah mereka.
Website
: http://shulfialaydrus.blogspot.co.id/ atau
https://shulfialaydrus.wordpress.com/
Instagram
: @shulfialaydrus
Instagram
Majelis Nuurus Sa’aadah : @majlisnuurussaadah
Twitter
: @shulfialaydrus dan @shulfi   
Telegram
: @habibshulfialaydrus
Telegram
Majelis Nuurus Sa’aadah : @majlisnuurussaadah
Facebook
: https://www.facebook.com/habibshulfialaydrus/
Group
Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau
https://www.facebook.com/groups/160814570679672/
Donasi
atau infak atau sedekah.
Bank
BRI Cab. JKT Joglo.
Atas
Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek
: 0396-01-011361-50-5.
Penulis
Ulang : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.
محمد
سلفى بن أبو نوار العيدروس

Categories
Uncategorized

KEUTAMAAN BULAN RAJAB.

KEUTAMAAN BULAN RAJAB.

Bulan Rajab merupakan salah satu diantara empat
bulan yang dimuliakan oleh Allah Swt, yang disebut dengan “Asyhurul
Hurum,” Sebagaimana tersebutkan dalam Al-Qur’an :

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ
اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ
مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah
ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit
dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus,.” (QS. At-Taubah :
36)

Tiga bulan berurutan, yaitu Dzulqoidah, Dzulhijjah
dan Muharrom dan yang satu berpisah yaitu bulan Rajab.

Dari Abu Bakrah radhiallahu
anhu dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:
السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ
شَهْرًا , مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ , ثَلاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ : ذُو الْقَعْدَةِ
وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ , وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى
وَشَعْبَانَ
Artinya : Setahun itu ada
dua belas bulan, diantaranya (ada) empat bulan Haram, tiga (bulan) berurutan,
Dzulqaidah, Dzulhijjah dan Muharam serta Rajab Mudhar yang terdapat di antara
(bulan) Jumadi Tsani dan Sya’ban. (HR. Bukhari dan Muslim)

Bulan Rajab dikenal dengan sebutan Al-Ashom, yaitu
bulan yang tuli karena tak terdengarnya suara peperangan didalamnya, Bulan
Rajam karena didalamnya Allah telah merajam musuh-musuhNya dan para syaiton,
sehingga mereka tak dapat mengganggu para aulia dan solihin. Bulan Rajab juga
dikenal sebagai bulan Ashab, yakni bulan kucuran rahmat bagi hamba-hamba Allah
yang bertaubat didalamnya dan limpahan cahaya-cahaya qabulnya bagi seluruh
alam.

Kata Rajab terdiri dari 3 huruf, Ra’, Jim dan Ba’,
masing-masing berarti : Rahmatullah, Jirmil abdi dan Birullah Ta’aalaa, yang
seolah-olah dikatakan : “Hai hamba-Ku, Kujadilan dosa-dosa dan kebaikanmu
diliput dengan rahmat-Ku, maka tiada tetap dosa-dosamu berkat kemulian bulan
Rajab”. (Majalisul Anwar).

Dikatakan pula bahwa setelah Rajab habis (hitungan
bulannya), maka ia naik kelangit lalu Allah Swt. berfirman : “Hai
bulan-Ku, apakah mereka mencintai dan memuliakanmu? Maka diamlah Rajab, hingga
ditanya dua tiga kali, kemudian jawabnya : “Ya Tuhan, Engkaulah yang
pandai merahasiakan segala cacad dan cela, dan Engkau pula yang menyuruh
makhluk-Mu supaya merahasiakannya pada orang lain. Itulah sebabnya Rasul-Mu
menyebutku “pekak”, aku semata hanya mendengar kebaktian mereka,
ketaatan, dan kebaikan mereka, lain tidak”.

Selanjutnya Allah berfirman : “Engkau bulan-Ku
yang pandai menyimpan cacad dan pekak, hamba-hambaKu yang ber’aib, Aku terima
mereka berikut aib/cacadnya berkat kehormatanmu seperti halnya aku terima kamu
berikut aib/cacadmu. Aku mengampuni mereka sebab menyesali dosa mereka satu
kali dalam bulan Rajab, dan dalam bulan itu pula, Aku tiada mencatat
kemaksiatan mereka”. (Misyakatul Anwar).




رجب شهر الله وشعبان شهري ورمضان شهر أمتي
Nabi Saww. bersabda : “Bahwa Rajab itu bulan Allah, Sya’ban bulanKu
dan Ramadhan adalah Bulan Ummat-Ku”.

Hadis ini disebutkan dalam kita Al-Jami’ karya Imam
Suyuti. Para ulama menerangkan maksud hadis ini. Rajab adalah bulan untuk
memperbanyak Istigfar, Sya’ban adalah bulan untuk memperbanyak Sholawat kepada
Rasulullah Saww, dan Ramadhan adalah bulan memperbanyak bacaan Al-Qur’an.


خمس ليال لا ترد فيهن الدعوة: أول ليلة من رجب، و ليلة
النصف من شعبان، وليلة الجمعة، و ليلة الفطر، و ليلة النحر

Sabda Nabi Saww. :
“Ada 5 malam yang tidak akan ditolak do’a
setiap hamba didalamnya:
 
1. Malam pertama bulan Rajab
2. Malam Nishfu Sya’ban (malam pertengahan atau
malam ke-15 bulan Sya’ban)

3. Malam Jum’at
4. Malam Hari Raya Idul Fitri
5. Malam Hari Raya Idul Adha (Qurban)”
(HR. Ibnu Asakir)

Nabi Saww. bersabda : “Siapa menyambut
kehadiran malam pertama bulan Rajab, dengan aktifitas keagamaan, seperti shalat
malam, baca Qur’an, dzikir dan lain-lain, maka ia berjiwa hidup, sekalipun
umumnya manusia mati hatinya, dan Allah mencurahkan kebaikan dari (fikiran)
bawah kepalanya, ia bersih dari dosa seperti baru lahir dari kandungan ibunya,
dan ia diizinkan mensyafaati 70.000 ahli berdosa yang seharusnya
dineraka”. (Demikian dikutip dari kitab Lubil Al-Albab karya Maulana Tajul
‘Arifin/A’rajiyah)

من
صلى المغرب في أول ليلة من رجب ثم صلى بعدها عشرين ركعة ، يقرأ في كل ركعة بفاتحة
الكتاب ، وقل هو الله أحد مرة ، ويسلم فيهن عشر تسليمات ، أ تدرون ما ثوابه ؟
……قال : حفظه الله في نفسه وأهله وماله وولده ، وأجير من عذاب القبر ،وجاز على
الصراط كالبرق بغير حساب ولا عذاب


Barangsiapa yang sholat
Maghrib di awal malam bulan Rajab kemudian sholat dua puluh rakaat setelahnya,
membaca pada setiap rakaatnya surat al-Fatihah dan qul huwallohu ahad satu kali
serta mengucapkan salam sebanyak sepuluh kali salam (setiap dua roka’at salam),
tahukah kalian apakah ganjarannya?”… Beliau bersabda : “Allah akan menjaga
dirinya, keluarganya, hartanya dan anaknya, dibebaskannya dari adzab kubur dan
dibiarkan berjalan di atas titian bagaikan kilat tanpa hisab dan tanpa
adzab.

Disebutkan dalam kita Al-Jami’ karya Imam Suyuti,
diriwayatkan dari Ibnu Asakir dari Abi Umamah ra., Berkata Wahab bin Munabbih
ra.: “Aku membaca dalam kitab Allah yang diturunkan sebelum Al-Qur’an
bertuliskan, bahwa barang siapa yang beristighfar dibulan Rajab dipagi dan sore
hari dengan mengangkat kedua tangannya seraya berkata : “Robbighfirlii
Warhamnii Watub Alayya 70x, maka kulitnya tak akan disentuh oleh api
neraka”. (Diringkas dari kitab Tuhfatul Ikhwan)

Nabi Saww. bersabda : “Camkanlah, bahwasanya
Rajab adalah bulan Allah yang pekak, siapapun puasa satu hari pada bulan itu,
penuh keyakinan dan keikhlasan, maka dapat dipastikan keridhoan Allah yang
besar padanya, dan siapa puasa 2 hari, maka seluruh penduduk langit dan bumi
tidak sanggup mensifati besarnya karunia Allah yang diberikn kepadanya, dan
siapa yang puasa 3 hari, maka ia diselamatkan dari malapetaka di dunia dan
siksa diakhirat, juga terbebas dari penyakit gila, kusta dan sejenisnya serta
dari ancaman Dajjal, siapa yang puasa 7 hari, maka tertutuplah baginya 7 pintu
neraka jahanam, siapa yang puasa 8 hari maka terbuka baginya 8 pintu sorga,
siapa yang puasa 10 hari, maka segala permohonannya dikabulkan oleh Allah Swt.
dan siapa puasa setengah bulan, maka diampuni dosa-dosa yang terdahulu, dan
amal jahatnya diganti dengan amal baiknya dan siapa menambah puasanya maka
Allah juga menambah pahalanya”. (Zubdah)

Ibnu Abbas ra. berkata : “Puasa di awal bulan
Rajab dapat menghapus dosa (kafarat) selama 3 tahun, dihari kedua menjadi
kafarat selama 2 tahun, dihari ketiga menjadi kafarat selama 1 tahun, kemudian
di setiap hari sesudah itu menjadi kafarat selama 1 bulan”. (HR. Abu
Muhammad Al-Khalali, Dimuat dalam kitab Jami’Ush-Shaghir)

Abu Hurairah ra. berkata : “Bahwasanya Nabi
Saww. diluar bulan Ramadhan tidak puasa kecuali bulan Rajab dan bulan
Sya’ban”.

إن في
الجنة نهراً يقال له رجب ماؤه أشد بياضاً من اللبن وأحلى من العسل من صام يوماً من
رجب سقاه الله من ذلك النهر


Sesungguhnya di dalam surga
ada sungai yang disebut dengan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan
lebih manis daripada madu. Barangsiapa yang berpuasa sehari dibulan Rajab,
Alloh akan memberinya minum dari sungai tersebut
.” (HR. Al
Baihaqiy)

Do’a dan Dzikir yang baik untuk dibaca : 

رَبِّ غْفِرْلِى وَارْحَمْنِى وَتُبْ عَلَيَّ

ROBBIGhFIRLII WARHAMNII WATUB ‘ALAYYA 70x, dibaca
sehabis Subuh dan Maghrib selama bulan Rajab dengan mengangkat kedua tangannya
seperti sedang berdoa.


سُبْحَانَ اللهُ الحَيُّ
الْقَيُّوْمُ




SUBHAANALLAAHIL HAYYIL-QOYYUUM 100x, dibaca dari tanggal 1-10 Rajab.

سُبْحَانَ اللهِ الاَحَدِ
الصَّمَدْ




SUBHAANALLAAHIL AHADISh-ShOMAD 100x, dibaca dari tanggal 11-20 Rajab.

سُبْحَانَ اللهُ الرَّؤُوْفُ



SUBHAANALLAAHIR-ROUFIR-RAHIIM 100x, dibaca dari tanggal 21-30 Rajab. 



احمد رسول الله محمد رسول
الله

Barang siapa membaca : AHMADU RASUULULLAH
MUHAMMADUR RASUULULLAH 35X, Dibaca pada saat khutbah di hari Jum’at Akhir bulan
Rojab, maka dimudahkan rizqinya dan dicukupi segala kebutuhanya (Qaul Ulama’).
Membaca LAA ILAAHA ILLALLAAH 1000x setiap
harinya selama di bulan Rajab.
Diriwayatkan,

ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ( ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺁﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ) ﺍَﻧَّﻪُ
ﻗَﺎﻝَ :ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَﻓِﻲ ﺭَﺟَﺐَ (ﻻ ﺍﻟﻪ ﺍﻻ ﺍﻟﻠﻪ) ﺍَﻟْﻒُ ﻣَﺮَّﺓٍ

ﻛَﺘَﺐَ ﺍﻟﻠﻪ ﻟَﻪُ ﻣِﺎﺋَﺔُ ﺍَﻟْﻒٍﺣَﺴَﻨَﺔٍ ﻭَﺑُﻨِﻲَ ﺍﻟﻠﻪ
ﻟَﻪُ ﻣِﺎﺋَﺔُ ﻣَﺪِﻳْﻨَﺔٍ ﻓﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ




Artinya :Dari Nabi SAW
sesungguhnya ia bersabda : Barangsiapa yang membaca dibulan Rajab LAA ILAAHA
ILLALLAH seribu kali maka niscaya Allah mencatat baginya seribu kebaikan dan
membangun seribu kota di dalam surga.

Niyat puasa selama dibulan rajab : 

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ لِحُرْمَةِ شَهْرِ رَجَبَ سُنّةً للهِ تَعَالى

NAWAITU ShOUMAGODIN LIHURMATI SyAHRI RAJABA
SUNNATAN LILLAAHI TA’ALA.
Artinya : “Aku Niat Puasa esok hari karena menghormati bulan Rajab
Sunnat Karena Allah Ta’ala”.




 اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان



ALLAAHUMMA BAARIK LANAA FII RAJABA WA SYA’BAANA WA BALLIGNAA ROMADHOONA.
Ya Allah berkahilah kami di dalam bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan
sampaikanlah kami ke bulan Ramadhon.
Dalam suatu riwayat disebutkan: Barangsiapa
yang tidak mampu berpuasa, maka hendaknya membaca tasbih 100 kali setiap hari,
agar memperoleh pahala puasa di dalamnya. Tasbihnya sebagai berikut:

سبحَان الاله الجليل، سبحان من لا
ينبغي التَّسبيح إلاّ له، سبحان اْلأعزِّ الاكرم، سبحان من لبس العزَّ وهو له
اَهلٌ

SUBHAANAL ILAAHIL JALIIL, SUBHAANA MAN LAA YANBAGhIT
TASBIIHU ILLAA LAHU, SUBHAANAL A’AZZIL AKROM, SUBHAANA MAN LABISAL ‘IZZA WA
HUWA LAHU AHLUN.

Artinya: Mahasuci Tuhan Yang
Maha Agung, Mahasuci yang tak layak ditasbih kecuali Dia, Mahasuci Yang Maha
Agung dan Maha Mulia, Mahasuci Yang Memakai pakaian keagungan dan hanya Dia
yang layak memilikinya.

Sebagian besar amalan di bulan Rajab dalilnya lemah atau dhoif, tetapi
di dalam Mazhab Syafi’I hadits dhoif boleh dipakai dalam beramal.
Wallahu a’lam bishowab.
Website : http://shulfialaydrus.blogspot.co.id/ atau
https://shulfialaydrus.wordpress.com/
Instagram : @shulfialaydrus
Instagram Majelis Nuurus Sa’aadah : @majlisnuurussaadah
Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi   
Telegram : @habibshulfialaydrus
Telegram Majelis Nuurus Sa’aadah : @majlisnuurussaadah
Facebook : https://www.facebook.com/habibshulfialaydrus/
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau
https://www.facebook.com/groups/160814570679672/
Donasi atau infak atau sedekah.
Bank BRI Cab. JKT Joglo.
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5.
Penulis dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Categories
Uncategorized

Do’a Mubarok.

Do’a
Mubarok.

* Barangsiapa membaca
do’a Mubarok seumur hidup sekali atau setahun sekali atau sebulan sekali atau
setiap hari Jum’at sekali atau setiap hari sekali, maka Allah SWT akan
membukakan pintu surga.
* Pahala orang yang
membaca do’a Mubarok adalah tanpa batas (tanpa bias dihitung).
* Akan dilindungi oleh
malaikat yang menunggu pintu neraka (tidak masuk neraka).

* Akan dilindungi ketika berjalan di jembatan Shiratal
Mustaqim (Jembatan penyeberangan ke surga).
* Membuat keteguhan hati
dan kekuatan iman
* Mempermudah menjawab
pertanyaan di dalam kubur.
* Orang yang membacanya
akan dilindungi dari bahaya di dunia maupun di akirat.
* dan Allah akan
mengampuni segala dosa-dosanya.
Inilah
do’anya.
لاَ
اِلَهَ اِلَّا اللهُ اِيْمَانًا بِاللهِ
لاَ
اِلَهَ اِلَّا اللهُ يَقِيْنًا بِاللهِ
لاَ
اِلَهَ اِلَّا اللهُ اَمَنْتُ بِاللهِ
لاَ
اِلَهَ اِلَّا اللهُ اَمَانَةً بِاللهِ
لاَ
اِلَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ
لاَ
اِلَهَ اِلَّا اللهُ اِيْمَانًا وَ تَصْدِيْقًا
لاَ
اِلَهَ اِلَّا اللهُ تَلَطُّفًا وَ رِزْقًا
لاَ
اِلَهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ
الْحَقُّ الْمُبِيْنَ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْنِ
وَصَلَّى
اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَسَلَّمَ
LAA
ILLAAHA ILLALLAAHU IMAANAN BILLAAH(I),
LAA
ILLAAHA ILLALLAAHU YAQIINAN BILLAAH(I),
LAA
ILLAAHA ILLALLAAHU AMANTU BILLAAH(I),
LAA
ILLAAHA ILLALLAAHU AMAANATAN BILLAAH(I),
LAA
ILLAAHA ILLALLAAHU MUHAMMADUR ROSUULULLAAHI ShALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM(A),
LAA
ILLAAHA ILLALLAAHU IMAANAN WA TAShDIIQON,
LAA
ILLAAHA ILLALLAAHU TALAThThUFAN WA RIZQON,
LAA
ILLAAHA ILLALLAAHUL MALIKUL HAQQUL MUBIIN(U)
MUHAMMADUROSUULULLAHI
ShODIQUL WA’DIL AMIIN(I).
WA
ShOLLALLAHU ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALIHI WA ShOHBIHI WA
SALLAM(A).
Tiada
Tuhan selain Allah, Iman dengan Allah,
Tiada
Tuhan selain Allah, Yaqin dengan Allah,
Tiada
Tuhan selain Allah, Aman dengan Allah,
Tiada
Tuhan selain Allah, Beramanat dengan Allah,
Tiada
Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad utusan Allah, Semoga Allah melimpahkan rahmat
dan keselamatan padanya,
Tiada
Tuhan selain Allah, Mengimani dan membenarkan,
Tiada
Tuhan selain Allah, Memberi keramahan dan rezeki,
Tiada
Tuhan selain Allah, Yang Menguasai Kebenaran dan Yang Menjelaskan,
Nabi
Muhammad utusan Allah yang menepati janji lagi dapat dipercaya,
Dan
semoga Allah melimpahkan rahmat atas penghulu kita Nabi Muhammad dan Keluarga
dan Sahabatnya.
Alfaqir
(Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus) ijazahkan do’a Mubarok tersebut
di atas bagi siapa saja yang mau mengamalkannya, do’a tersebut dibaca setiap
habis sholat lima waktu satu kali, atau minimal dibaca setiap pagi (habis
Subuh) dan sore (habis Maghrib).
Website : http://shulfialaydrus.blogspot.co.id/ atau
https://shulfialaydrus.wordpress.com/
Instagram : @shulfialaydrus
Instagram Majelis Nuurus Sa’aadah : @majlisnuurussaadah
Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi   
Telegram : @habibshulfialaydrus
Telegram Majelis Nuurus Sa’aadah : @majlisnuurussaadah
Pin BBM : D45BD3BE
Pin BBM Channel Majelis Ta’lim Nuurus Sa’aadah :
C003BF865
Facebook : https://www.facebook.com/habibshulfialaydrus/
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau
https://www.facebook.com/groups/160814570679672/
Donasi atau infak atau sedekah.
Bank BRI Cab. JKT Joglo.
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5.
Penulis
dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Categories
Uncategorized

Do’a 360 keutamaan.

Do’a
360 keutamaan.
 
الدعاء
المعروف ب360 فضيلة
روي
عن رسول الله (صلى الله عليه واله وسلم) مضمون الحديث انه قال: من قرأ الدعاء في أي
وقت فكأنه حج 360 حجة وختم 360 ختمه وأعتق 360 عبدا وتصدقب 360 دينار وفرج عن 360 مغموما
وبمجرد أن قال رسول الله (صلى الله عليه واله وسلم) الحديث نزل  جبرائيل (عليه السلام) وقال: يا رسولالله أي عبد
من عبيد الله سبحانه و تعالى أو أي أحد من أمتك يا محمد قرأ الدعاء ولو مرة واحدة في
العمر بحرمتي وجلالي ضمنت له سبعة أشياء
:  
1.  رفعت عنه الفقر  
2.  أمنته من سؤال منكر و
نكير
  
3. أمررته على الصراط  
4. حفظته من موت الفجأة  
5. حرمت عليه دخول النار  
6. حفظته من ضغطة القبر  
7.  حفظته من غضب السلطان
الجائر والظالم

صدق
رسول الله صلى الله عليه واله وسلم
  
الدعاء  
لا
إله إلا الله الجليل الجبار،
لا
إله إلا اله الواحد القهار،
لا
إله إلا الله العزيز الغفار،
لا
إله إلا الله الكريم الستار،
لا
إله إلا الله الكبير المتعال،
لا
إله إلا الله وحده لا شريك له, إلهاً واحداً, رباً وشاهداً, أحداً وصمداً, ونحن له
مسلمون،
لا
إله إلا الله وحده لا شريك له, إلهاً واحداً, رباً وشاهداً, أحداً وصمداً, ونحن له
عابدون،
لا
إله إلا الله وحده لا شريك له, إلهاً واحداً, رباً وشاهداً, أحداً وصمداً, ونحن له
قانتون،
لا
إله إلا الله وحده لا شريك له, إلهاً واحداً, رباً وشاهداً, أحداً وصمداً, ونحن له
صابرون،
لا
إله إلا الله محمد رسول الله، علي ولي الله،
اللهم
إليك وجهت وجهي، وإليك فوضت أمري، وعليك توكلت يا أرحم الراحمين
Do’a
yang terkenal dengan 360 Keutamaan. 
Diceritakan
dari Rasulullah saww. bahwa barangsiapa membaca do’a ini kapan saja maka keutamaanya
menyamai 360x hajian, 360x khotaman Al Qur’an, memerdekakan 360 budak,
bersedekah 360 dinar, menghilangkan kesusahan 360 orang, dan Nabi saww.
bersabda : turunlah  Malaikat  Jibril 
as. dia berkata wahai Rasulullah siapapun dari hamba-hamba Allah
swt.  atau siapapun dari salahsatu umatmu
membaca do’a ini sekali seumur hidup maka demi keagunganku, kebesaranku aku
tanggung dia dari tujuh perkara :
1.
Dijauhkan dari kefaqiran,
2.
Diselamatkan dari pertanyaan Mungkar dan Nakir,
3.
Diloloskan dari Siroth,
4.
Selamat dari mati mendadak,
5.
Diharamkan atas api neraka,
6.
Aman dari siksa kubur,
7.
Selamat dari kejahatan penguasa kejam dan dholim. 
Ini
do’anya: 
لاَ
إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْجَلِيْلُ الْجَبَّارُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْوَاحِدُ
الْقَهَّارُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَزِيْزُ الْغَفَارُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
الْكَرِيْمُ السَّتَّارُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْكَبِيْرُ الْمُتَعَالُ، لاَ إِلَهَ
إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ إِلَهًا وَاحِدًا رَبًا وَشَاهِدًا أَحَدًا
وَصَمَدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُوْنَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ
لَهُ إِلَهًا وَاحِدًا رَبًا وَشَاهِدًا أَحَدًا وَصَمَدًا وَنَحْنُ لَهُ عَابِدُوْنَ،
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ إِلَهًا وَاحِدًا رَبًا وَشَاهِدًا
أَحَدًا وَصَمَدًا وَنَحْنُ لَهُ قَانِتُوْنَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ لَهُ إِلَهًا وَاحِدًا رَبًا وَشَاهِدًا أَحَدًا وَصَمَدًا وَنَحْنُ لَهُ
صَابِرُوْنَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ، عَلِيٌّ وَلِيُّ الله،
اللهم إِلَيْكَ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ وإِلَيْكَ فَوَّضْتُ أَمْرِي وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ
يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن
LAA
ILAAHA ILLALLAAHUL JALIILUL 
JABBAAR(U), 
LAA
ILAAHA ILLALLAAHUL WAAHIDUL QOHHAAR(U), 
LAA
ILAAHA ILLALLAAHUL ‘AZIIZUL GhOFFAAR(U),
LAA
ILAAHA ILLALLAAHUL KARIIMUS SATTAAR(U), 
LAA
ILAAHA ILLALLAAHUL KABIIRUL MUTA’AAL(U), 
LAA
ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SyARIIKA LAH(U), ILAHAN WAAHIDAN, ROBBAN WA
SyAAHIDAN, AHADAN WA ShOMADAN, WA NAHNU LAHU MUSLIMUUN(A).
LAA
ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SyARIIKA LAH(U), ILAHAN WAAHIDAN, ROBBAN WA
SyAAHIDAN, AHADAN WA ShOMADAN, WA NAHNU LAHU ‘AABIDUUN(A).
LAA
ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SyARIIKA LAH(U), ILAHAN WAAHIDAN, ROBBAN WA
SyAAHIDAN, AHADAN WA ShOMADAN, WA NAHNU LAHU QOONITUUN(A).
LAA
ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SyARIIKA LAH(U), ILAHAN WAAHIDAN, ROBBAN WA
SyAAHIDAN, AHADAN WA ShOMADAN, WA NAHNU LAHU ShOOBIRUUN(A).
LAA
ILAAHA ILLALLAAHU MUHAMMADUR ROSUULULLAH(I), ALIY WALIYULLAH. 
ALLAHUMMA
ILAIKA WAJJAHTU WAJHIYA, WA ILAIKA FAWWADhTU AMRII , WA ‘ALAIKA
TAWAKKALTU, 
YAA
ARHAMAR  RAAHIMIIN(A).
Tidak
ada Tuhan selain Allah Yang Dia Maha Luhur (Mempunyai Kebesaran) Lagi Maha
Perkasa, 
Tidak
ada Tuhan selain Allah Yang Dia Maha Esa Lagi Maha Gagah, 
Tidak
ada Tuhan selain Allah Yang Dia Maha Mulia (berwibawa) Lagi Maha
Pengampun, 
Tidak
ada Tuhan selain Allah Yang Dia Maha Dermawan Lagi Maha Menutupi
(Aib-aib,dll), 
Tidak
ada Tuhan selain Allah Yang Dia Maha Besar Lagi Maha Tinggi, 
Tidak
ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya, Tuhan Yang Esa,
Tuhan Yang Menyaksikan, Yang Tunggal (Esa) Yang tempat bergantung semua
makhluk, dan kami bagiMu orang-orang muslim.
Tidak
ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya, Tuhan Yang Esa,
Tuhan Yang Menyaksikan, Yang Tunggal (Esa) Yang tempat bergantung semua
makhluk, dan kami bagiMu orang-orang ahli ibadah, 
Tidak
ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya, Tuhan Yang Esa,
Tuhan Yang Menyaksikan, Yang Tunggal (Esa) Yang tempat bergantung semua
makhluk, dan kami bagiMu orang-orang yang ta’at.
Tidak
ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya, Tuhan Yang Esa,
Tuhan Yang Menyaksikan, Yang Tunggal (Esa) Yang tempat bergantung semua
makhluk, dan kami bagiMu orang-orang yang bersabar, 
Tidak
ada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad utusan Allah, Ali Wali Allah.
Ya
Allah, kepadaMu aku menghadapkan wajahku (diriku), dan kepadaMu aku pasrahkan
perkaraku, dan kepadaMu aku bertawakal.
Wahai
Yang Maha Pengasih Lagi Penyayang.
Silahkan
di amalkan, alfaqir (Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus) ijazahkan
do’a 360 keutamaan tersebut, do’a ini dibaca setiap habis sholat 5 waktu
sebanyak 1x atau dibaca sehabis sholat Subuh 1x dan sehabis sholat Maghrib 1x. 
 
Website
: http://shulfialaydrus.blogspot.co.id/ atau
https://shulfialaydrus.wordpress.com/
Instagram
: @shulfialaydrus
Instagram
Majelis Nuurus Sa’aadah : @majlisnuurussaadah
Twitter
: @shulfialaydrus dan @shulfi
Telegram
: @habibshulfialaydrus
Telegram
Majelis Nuurus Sa’aadah : @majlisnuurussaadah
Pin
BBM : D45BD3BE
Facebook
: Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus
Group
Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau
https://www.facebook.com/gsayyiroups/160814570679672/
Donasi
atau infak atau sedekah. 
Bank
BRI Cab. JKT Joglo. 
Atas
Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek
: 0396-01-011361-50-5. 
Penulis
dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom. 
محمد
سلفى بن أبو نوار العيدروس

Categories
Uncategorized

85 Tingkatan Wali menurut Kitab Salaf.

85 Tingkatan Wali menurut
Kitab Salaf.


فَائِدَةٌ فِى تَعْرِيْفِ
اْلقُطْبِ

أَخْبَرَ الشَّيْخُ الصَّالِحُ
اْلوَرَعُ الزَّاهِدُ الْمُحَقِّقُ الْمُدَقِّقُ شَمْسُ الدِّيْنِ بْنُ كَتِيْلَةُ
رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى وَنَفَعَ بِهِ آمِيْنَ قَالَ : كُنْتُ يَوْمًا جَالِسًا
بَيْنَ يَدِي سَيِّدِي فَخَطَرَ بَبًّالِيْ أَنْ أَسْأَلَهُ عَنِ اْلقُطْبِ
فَقُلْتُ لَهُ : يَاسَيِّدِي مَا مَعْنَى اْلقُطْبُ ؟

( Faedah ) mengenai definisi Wali Qutub
telah memberitahukan seorang guru yang sholih,
wara` , Zuhud, seorang penyelidik, seorang yang teliti yakni Syekh Syamsuddin
bin Katilah Rahimahullaahu Ta’ala menceritakan: “ suatu hari Saya sedang duduk
di hadapan guruku, lalu terlintas untuk menanyakan tentang Wali Quthub. “Apa
makna Quthub itu wahai tuanku?”

فَقَالَ لِيْ : اْلأَقْطَابُ
كَثِيْرَةٌ ، فَإِنَّ كُلَّ مُقَدَّمِ قَوْمٍ هُوَ قُطْبُهُمْ وَأَمَّا قُطْبُ
اْلغَوْثِ اْلفَرْدِ الْجَامِعِ فَهُوَ وَاحِدٌ

Lalu beliau menjawab kepadaku, “Quthub itu
banyak. Setiap muqaddam atau pemuka sufi bisa disebut sebagai Quthub-nya.
Sedangkan al-Quthubul Ghauts al-Fard al-Jami’ itu hanya satu.


( dituqil dari mafahirul a`liyyah )

فالقطب عارف بهم جميعا ومشرف
عليهم ولم يعرفه أحد ولايتشرف عليه وهو إمام الأولياء

Wali Quthub yang A`rif ( yang mengenal Allah
Swt. ) berkumpul bersama mereka dan yang mengawasi mereka dan tidak
mengetahuinya seorangpun juga , dan tidak mendapat kemuliaan atasnya, ia ( wali
Quthub ) adalah imam para wali

( dituqil dari safinatul Qodiriyyah )

وثمّة رجل واحد هو القطب
والغوث الذى يُغيث كلّ العالم
.

Dan ada 1 orang ia adalah Wali Quthub dan Wali
Gauts yang menolong di seluruh dunia.

ومتى انتقل القطب إلى الآخرة
حل مكانه آخر من المرتبة التى قبله بالتسلسل إلى أن يحل رجل من الصلحاء والأولياء
محل أحد الأربعة
.

Dan ketika Wali Quthub pindah ke akhirat keadaan
tempatnya digantikan oleh peringkat lain yang sebelumnya dengan berurutan untuk
menempati kedudukan orang dari para Sholaha dan Auliya yang bertempat di salah
satu dari yang empat .

( dituqil dari safinatul Qodiriyyah )

Para Quthub senantiasa bicara dengan Akal Akbar
( akal yang agung ), dengan Cahaya-cahaya Ruh (Ruhul Anwar), dengan Pena yang
luhur (Al-Qalamul A’la), dengan Kesucian yang sangat indah (Al-Qudsul Al-Abha),
dengan Asma yang Agung (Ismul A’dzam), dengan Kibritul Ahmar (ibarat Berlian Merah),
dengan Yaqut yang mememancarkan cahaya ruhani, dengan Asma’-asma, huruf-huruf
dan lingkaran-lingkaran Asma huruf. Dia ( Para Quthub )bicara dengan cahaya
matahati di atas rahasia terdalam di lubuk rahasianya. Ia seorang yang alim
dengan pengetahuan lahiriah dan batiniyah dengan kedalaman makna yang dahsyat,
baik dalam tafsir, hadits, fiqih, ushul, bahasa, hikmah dan etika. Sebuah
ilustrasi yang digambarkan pada Sulthanul Auliya Syeikhul Quthub Abul Hasan
Asy-Syadzily – semoga Allah senantiasa meridhoi .

والغوث عبارة عن رجل عظيم وسيد
كريم تحتاج إليه الناس عند الاضطرار فى تبيين ماخفى من العلوم المهمة والأسرار ،
ويطلب منه الدعاء لأنه مستجاب الدعاء لو أقسم على الله لأبرقسمه مثل أويس القرنى
فى زمن رسول الله صلعم ، ولايكون القطب قطبا حتى تجتمع فيه هذه الصفات التى اجتمعت
فى هؤلاء الجماعة الذين تقدم ذكرهم انتهى من مناقب سيدي شمس الدين الحنفى

Wali Ghauts, yaitu seorang tokoh besar ( agung )
dan tuan mulia, di mana seluruh ummat manusia sangat membutuhkan
pertolongannya, terutama untuk menjelaskan rahasia hakikat-hakikat Ilahiyah.
Mereka juga memohon doa kepada al-Ghauts, sebab al-Ghauts sangat diijabahi
doanya. Jika ia bersumpah langsung terjadi sumpahnya, seperti Uwais al-Qarni di
zaman Rasul SAW. Dan seorang Qutub tidak bisa disebut Quthub manakala tidak memiliki
sifat dan predikat integral dari para Wali.

Demikian pendapat dari kitab manaqib Sayyidi
Syamsuddin Al-Hanafi…

( dituqil dari mafahirul a`liyyah )

والواحد هو الغوث واسمه
عبدالله وإذ مات الغوث حلّ محله أحد العمدة الأربعة ثمّ يحل محل العمدة واحد من
الأخيار ، وهكذا يحل واحد من النجباء محل واحد من الأخيار ويحل محل أحد النقباء
الذى يحل محله واحد من الناس

Dan berjumlah 1 orang yaitu Wali Gauts, namanya
adalah Abdullah, dan jika Wali Gauts wafat maka kedudukannya digantikan oleh 1
orang dari Wali U`mdah yang berjumlah 4 orang kemudian kedudukan Wali U`mdah
digantikan oleh 1 orang dari Wali Akhyar demikian pula kedudukan 1 orang dari
Wali Nujaba menggantikan 1 orang dari Wali Akhyar dan kedudukan Wali Nuqoba
digantikan oleh 1 orang dari manusia.

( dituqil dari safinatul Qodiriyyah )

قُطْبُ اْلغَوْثِ اْلفَرْدِ
الْجَامِعِ

1. Qutubul Ghautsil Fardil Jaami`i ( 1 abad 1
Orang )

Wali yang paripurna. Bertugas memimpin para wali
diseluruh alam. Jumlahnya tiap masa hanya 1 orang, bila ia wafat, ia akan
digantikan oleh wali Imaamaan / Aimmah.

ويقول فى مرآة الأسرار : إنّ
طبقات الصّوفيّة سبعة الطالبون والمريدون والسالكون والسّائرون والطائرون
والواصلون وسابعهم القطب الذى قلبه على قلب سيّدنا محمّد صلعم وهو وارث العلم
اللّدني من النبي صلعم بين الناس وهو صاحب لطيفة الحقّ الصحيحة ما عداالنبى الأمّى

Dia ( Syaikh Abdul Qodir Jailani ra. )
mengatakan dalam kitab Miratil Asror : Sesungguhnya tingkatan-tingkatan
kewalian itu ada 7 tingkat diantaranya :

Thoolibun

Muriidun

Saalikun

Saairun

Thooirun

Waashilun

Dan ke 7 dari mereka yaitu Wali Qutub yang
hatinya menempati Hati Nabi Muhammad saw. Dan ia ( wali Quthub ) merupakan
pewaris ilmu laduni dari Nabi Saw. diantara manusia, dan ia ( wali Quthub )
yang memiliki lathifah ilahiyyah yang benar yang telah berlari kepada Hati Nabi
yang Ummi Saw.

والطالب هو صاحب قوىّ مزكيّة
للطيفته الخفية الجسميّة

والمريد هو صاحب قوىّ للطيفته
النفسيّة

والسالك هو من يكون صاحب قوىّ
مزكيّة للطيفة القلبيّة

والسائر هو الذى يكون صاحب
قوىّ مزكيّة للطيفة السّرّيّة

والطائر هو الذى وصل إلى
للطيفة الروحيّة

والواصل هو الشحص الذى اصبحت
قواه اللطيفة مزكّاّة على لطيفة الحقّ

Thoolib adalah yang memiliki kekuasaan
menyucikan bagi lathifah Jasad yang tersembunyi

muriid adalah yang memiliki kekuasaan lathifah
Nafsu

Saalik adalah orang yang memiliki kekuasaan
menyucikan bagi lathifah Hati

Saair adalah orang memiliki kekuasaan menyucikan
bagi lathifah Rasa

Thooir adalah orang yang sampai kepada lathifah
Ruh

Wasil adalah orang yang menjadi kan kekuatan
lathifahnya menyucikan terhadap lathifah ilahiyyah.

ويقولون : إنّ رجال الله هم الأقطاب
والغوث والإمامان اللذان هما وزيرا القطب والأوتاد والأبدل والأخيار والأبرر
والنقباء والنجباء والعمدة والمكتومون والأفراد أي المحبوبون

Mereka ( Para Hukama ) mengatakan: Sesungguhnya
Para Wali Allah yaitu Wali Qutub, Wali Gauts, Wali Dua Imam, yang keduanya Wali
Imamaim merupakan pelayan Wali Qutub, Wali Autad, Wali Abdal, Wali Akhyar, Wali
Abrar, Wali Nuqoba, Wali Nujaba, Wali U`mdah, Wali Maktumun, dan Wali Afrad ia
disebut pula Wali Mahbubun.

( dituqil dari safinatul Qodiriyyah )

الإِمَامَانِ

2. Imaamani / Imaamain / Aimmah ( 1 Abad 2 orang
)

Wali yang menjadi dua imam

وأما الإمامان فهما شخصان
أحدهما عن يمين القطب والآخر عن شماله فالذي عن يمينه ينظر فى الملكوت وهو أعلى من
صاحبه ، والذى عن شماله ينظر فى الملك ، وصاحب اليمين هو الذي يخلف القطب ، ولهما
أربعة أعمال باطنة وأربعة ظاهرة
:

Adapun Wali Dua Imam (Imamani), yaitu dua
pribadi ( 2 orang ) , salah satu ada di sisi kanan Quthub dan sisi lain ada di
sisi kirinya. Yang ada di sisi kanan senantiasa memandang alam Malakut (alam
batin) — dan derajatnya lebih luhur ketimbang kawannya yang di sisi kiri –,
sedangkan yang di sisi kiri senantiasa memandang ke alam jagad semesta (malak).
Sosok di kanan Quthub adalah Badal dari Quthub. Namun masing-masing memiliki
empat amaliyah Batin, dan empat amaliyah Lahir.

فأما الظاهرة ، فالزهد والورع
والأمر بالمعروف والنهي عن المنكر

Yang bersifat Lahiriyah adalah: Zuhud, Wara’,
Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar.

وأما الباطنة فالصدق والإخلاص
والحياء والمراقبة

Sedangkan yang bersifat Batiniyah: Sidiq (
Kejujuran hati) , Ikhlas, Mememlihara Malu dan Muraqabah.

وقال القاشاني فى اصطلاحات
الصوفية
:

Syaikh Al-Qosyani dalam istilah kitab
kewaliannya Berkata :

الإمامان هما الشخصان اللذان
أحدهما عن يمين القطب ونظره فى الملكوت

Wali Imam adalah dua orang, satu di sebelah
kanan Qutub dan dan senantiasa memandang alam malakut ( alam malaikat )

والآخر عن يساره ونظره فى
الملك،

, dan yang lainnya ( satu lagi ) di sisi kiri (
wali Qutub ) –, sedangkan yang di sisi kiri senantiasa memandang ke alam jagad
semesta (malak).

وهو أعلى من صاحبه وهو الذى
يخلف القطب ،

dan derajatnya lebih luhur ketimbang kawannya
yang di sisi kanan, Sosok di kiri Quthub adalah Badal dari Quthub

قلت وبينه وبين ما قبله مغايرة
فليتأمل

Syaikh Al-Qosyani berkata, diantara dirinya (
yang sebelah kiri ) dan antara sesuatu yang sebelumnya ( sebelah kanan )
memiliki perbedaan dalam perenungan

( dituqil dari mafahirul a`liyyah )

Al Imamani bentuk isim tasniyyah ( bentuk ganda
) berasal dari kata tunggal Al- imam yang mempunyai arti pemimpin begitu juga
Al Aimmah berasal dari kata tunggal imam yang mempunyai arti pemimpin.

Wali Imaaman merupakan Pembantu Wali Qutubul
Ghautsil Fardil Jaami`i. Jumlahnya ada 2 orang. Bila Wali Qutubul Ghautsil
Fardil Jaami`i wafat, maka salah 1 seorang wali Aimmah akan menggantikan
posisinya.

Gelar Wali Aimmah :
1) Abdul Rabbi عَبْدُ
الرَّبِّ

bertugas menyaksikan alam ghaib
2) Abdul Malik عَبْدُ
الْمَالِكِ

bertugas menyaksikan alam malaikat

الأَوْتَادُ

3. Autad ( 1 Abad 4 Orang di 4 penjuru Mata
Angin )

Wali paku jagat

ثمّ الأوتاد وهم عبارة عن
أربعة رجال منازلهم منازل الأربعة أركان من العالم شرقا وغربا وجنوبا وشمالا ومقام
كل واحد منهم تلك ولهم ثمانية أعمال أربعة ظاهرة وأربعة باطنة ،

Kemudian Wali Autad mereka berjumlah 4 orang
tempat mereka mempunyai 4 penjuru tiang -tiang, mulai dari penjuru alam timur,
barat, selatan dan utara dan maqom setiap satu dari mereka itu, Mereka memiliki
8 amaliyah: 4 lagi bersifat lahiriyah, dan 4 bersifat batiniyah

فالظاهرة :كثرة الصيام ، وقيال
الليل والناس نيام ، وكثرة الإيثار ، والإستغفار بالأسحار

Maka yang bersifat lahiriyah: 1) Banyak Puasa,
2) Banyak Shalat Malam, 3) Banyak Pengutamaan ( lebih mengutamakan yang wajib
kemudian yang sunnah ) dan 4) memohon ampun sebelum fajar.

وأما الباطنة : فالتوكل
والتفويض والثقة والتسليم ولهم واحد منهم هو قطبهم

Adapun yang bersifat Bathiniyah : 1) Tawakkal,
2) Tafwidh , 3) Dapat dipercaya ( amanah) dan 4) taslim.dan kepercayaan,
pengiriman, dan dari mereka ada salah satu imam ( pemukanya), dan ia disebut
sebagai Quthub-nya.

( dituqil dari mafahirul a`liyyah )

وثمّة أربعون آخرون هم الأوتاد
الذين مدار استحكام العالم بهم . كما الطناب بالوتد . وثلاثة آخرون يقال لهم
النقباء أي نقباء هذه الأمّة
.

Dan ada 40 orang lainnya mereka adalah Wali
Autad yang gigih mereka diatas dunia. Sebagai tali pasak. Dan tiga orang
lainnya disebut bagi mereka adalah Wali Nuqoba artinya panglima umat ini

( dituqil dari safinatul Qodiriyyah )

Al Autad berasal dari kata tunggal Al Watad yang
mempunyai arti pasak/ tiang. Yang memperoleh pangkat Al Autad hanya ada empat
orang saja setiap masanya. Mereka tinggal di utara, di timur, di barat dan di
selatan bumi, mereka bagaikan penjaga di setiap pelusuk bumi.

Jumlahnya selalu 4 ( empat ) setiap masa. Masing
– masing menguasai 4 mata angin yg berpusat di Ka’bah Mekkah.

dalam maqam Autad kadang terdapat wali wanita.
gelar autad :
1. Abdul Hayyi عَبْدُ
الْحَيِّ

2. Abdul Alim عَبْدُ
الْعَالِيْمِ

3.Abdul Qadir عَبْدُ
الْقَادِرِ

4. Abdul Murid عَبْدُ
الْمُرِيْدِ

الأَبْدَالُ

4. Abdal ( 1 Abad 7 Orang tidak akan bertambah
& berkurang Apabila ada wali Abdal yg Wafat Alloh menggantikannya dengan
mengangkat Wali abdal Yg Lain ( Abdal=Pengganti ) Wali Abdal juga ada yang
Waliyahnya ( Wanita ).

وأما الأبدال فهم سبعة رجال ،
أهل كمال واستقامة واعتدال ، قد تخلصوا من الوهم والخيال ولهم أربعة أعمال باطنة
وأربعة ظاهرة ،

Adapun Wali Abdal berjumlah 7 orang. Mereka
disebut sebagai kalangan paripurna, istiqamah dan memelihara keseimbangan
kehambaan. Mereka telah lepas dari imajinasi dan khayalan, dan Mereka memiliki
8 amaliyah: 4 bersifat batiniyah, dan 4 lagi bersifat lahiriyah

فأما الظاهرة فالصمت والسهر
والجوع والعزلة

Adapun yang bersifat lahiriyah: 1) Diam, 2)
Terjaga dari tidur, 3) Lapar dan 4) ‘Uzlah.

ولكل من هذه الأربعة ظاهر
وباطن

Dari masing-masing empat amaliyah lahiriyah ini
juga terbagi menjadi empat pula:

Lahiriyah dan sekaligus Batiniyah:

أما الصمت فظاهره ترك الكلام
بغير ذكر الله تعالى

Pertama, diam, secara lahiriyah diam dari
bicara, kecuali hanya berdzikir kepada Allah Ta’ala.

وأما باطنه فصمت الضمير عن
جميع التفاصيل والأخبار

Sedangkan Batinnya, adalah diam batinnya dari
seluruh rincian keragaman dan berita-berita batin.

وأما السهر فظاهره عدم النوم
وباطنه عدم الغفلة

Kedua, terjaga dari tidur secara lahiriyah,
batinnya terjaga dari kealpaan dari dzikrullah.

وأما الجوع فعلى قسمين : جوع
الأبرار لكمال السلوك وجوع المقربين لموائد الأنس

Ketiga, lapar, terbagi dua. Laparnya kalangan
Abrar, karena kesempurnaan penempuhan menuju Allah, dan laparnya kalangan
Muqarrabun karena penuh dengan hidangan anugerah sukacita Ilahiyah (uns).

وأما العزلة فظارها ترك
المخالطة بالناس وباطنها ترك الأنس بهم
:

Keempat, ‘uzlah, secara lahiriyah tidak berada
di tengah keramaian, secara batiniyah meninggalkan rasa suka cita bersama
banyak orang, karena suka cita hanya bersama Allah.

وللأبدال أربعة أعمال باطنة
وهي التجريد والتفريد والجمع والتوحيد

Amaliyah Batiniyah kalangan Abdal, juga ada
empat prinsipal: 1) Tajrid (hanya semata bersama Allah), 2) Tafrid (yang ada
hanya Allah), 3) Al-Jam’u (berada dalam Kesatuan Allah, 3) Tauhid.

ومن خواص الأبدال من سافر من
القوم من موضعه وترك جسدا على صورته فذاك هو البدل لاغير، والبدل على قلب إبراهيم
عليه السلام ،

Salah satu keistimewaan-keistimewaan wali abdal
dalam perjalanan qoum dari tempatnya dan meninggalkan jasad dalam bentuk-Nya
maka dari itu ia sebagai abdal tanpa kecuali

وهؤلاء الأبدال لهم إمام مقدم
عليهم يأخذون عنه ويقتدون به ، وهو قطبهم لأنه مقدمهم ،

Wali abdal ini ada imam dan pemukanya, dan ia
disebut sebagai Quthub-nya.

karena sesungguhnya ia sebagai muqoddam
abdal-Nya.

وقيل الأبدال أربعون وسبعة هم
الأخيار وكل منهم لهم إمام منهم هو قطبهم ،

Dikatakan bahwa wali abdal itu jumlahnya 47
orang mereka disebut juga wali akhyar dan setiap dari mereka ada imam dan
pemukanya, dan ia disebut sebagai Quthub-nya.

( dituqil dari mafahirul a`liyyah )

وأورد فى مجمع السلوك : أنّ
الأولياء أربعون رجلا هم الأبدال وأربعون هم النقباء وأربعون هم النجباء وأربعون
هم الأوتاد وسبعة هم الأمناء وثلاثة هم الخلفاء

Dikutip di dalam kitab Majmu`us Suluk : bahwa
para wali berjumlah 40 orang mereka disebut Wali Abdaal , dan 40 orang disebut
wali Nuqoba, 40 orang disebut wali Nujaba, 40 orang disebut wali Autad, 7 orang
disebut wali Umana dan 3 orang disebut wali Khulafa.

( dituqil dari safinatul Qodiriyyah )

Al Abdal berasal dari kata Badal yang mempunyai
arti menggantikan. Yang memperoleh pangkat Al Abdal itu hanya ada tujuh orang
dalam setiap masanya. Setiap wali Abdal ditugaskan oleh Allah swt untuk menjaga
suatu wilayah di bumi ini. Dikatakan di bumi ini mempunyai tujuh daerah. Setiap
daerah dijaga oleh seorang wali Abdal. Jika wali Abdal itu meninggalkan
tempatnya, maka ia akan digantikan oleh yang lain.

Ada seorang yang bernama Abdul Majid Bin Salamah
pernah bertanya pada seorang wali Abdal yang bernama Muaz Bin Asyrash, amalan
apa yang dikerjakannya sampai ia menjadi wali Abdal? Jawab Muaz Bin Asyrash:
“Para wali Abdal mendapatkan derajat tersebut dengan empat kebiasaan, yaitu
sering lapar, gemar beribadah di malam hari, suka diam dan mengasingkan diri”.

Wali Abdal ( Pengganti) ini apabila salah satu
anggotanya ada yang wafat, maka para wali / al Ghauts akan menunjuk
penggantinya.

Jumlahnya selalu 7 orang setiap masa dan mereka
menguasai 7 iklim.

النُّجَبَاءُ

5. Nujaba’ ( 1 Abad 8 Orang )

Wali yang dermawan

ثُمَّ النُّجَبَاءُ
أَرْبَعُوْنَ وَقِيْلَ سَبْعُوْنَ وَهُمْ مَشْغُوْلُوْنَ بِحَمْلِ أَثْقَلِ
الْخَلْقِ فَلَا يَنْظُرُوْنَ إِلَّا فِى حَقِّ اْلغَيْرِ ، وَلَهُمْ ثَمَانِيَةُ
أَعْمَالٍ. أَرْبَعَةٌ بَاطِنَةٌ ،وَ أَرْبَعَةٌ ظَاهِرَةٌ ،

Sedangkan Wali Nujaba’ jumlahnya 40 Wali. Ada
yang mengatakan 70 Wali. Tugas mereka adalah memikul beban-beban kesulitan
manusia. Karena itu yang diperjuangkan adalah hak orang lain (bukan dirinya
sendiri). Mereka memiliki 8 amaliyah: 4 bersifat batiniyah, dan 4 lagi bersifat
lahiriyah:

فالظاهرة : الفتوة والتواضع
والأدب وكثرة العبادة ،

Yang bersifat lahiriyah adalah 1) Futuwwah
(peduli sepenuhnya pada hak orang lain), 2) Tawadlu’, 3) Menjaga Adab (dengan
Allah dan sesama) dan 4) Ibadah secara maksimal.

وأما الباطنة فالصبر والرضا
والشكر والحياء وهم أهل مكارم الأخلاق

Sedangkan secara Batiniyah, 1) Sabar, 2) Ridla,
3) Syukur), 4) Malu. Dan meraka di sebut juga wali yang mulia akhlaqnya.

والنجباء : هم المشغولون بحبل
أثقال الخلق وهم أربعون اهـ

Dan Nujaba mereka disibukan dengan tali
beban-beban makhluk jumlah Wali Nujaba 40 orang

( dituqil dari mafahirul a`liyyah )

ويقول أيضا فى كشف اللغات :
النجباء أربعون رجلا من رجال الغيب القائمون بإصلاح أعمال الناس . ويتحملون مشاكل
الناس ويتصرفون فى أعمالهم ويقول فى شرح الفصوص : النجباء سبعة رجال يقال لهم رجال
الغيب والنقباء ثلاثمائة ويقال لهم الأبرار وأقل مراتب الأولياء هي مرتبة النقباء

Dia ( Syaikh Abdul Qodir Jailani ra. ) juga
mengatakan dalam Kitab kasyful Lughoh : bahwa Wali Nujaba berjumlah 40 orang
dari golongan Wali Rijalil Ghoib yang menyelenggarakan dengan amal-amal manusia
dan menanggung masalah manusia serta mereka bertindak dalam amal-amal mereka ,
dan ia ( Syaikh Abdul Qodir Jailani ra. ) mengatakan di dalam kitab syarohul
Fushush : bahwa Wali Nujaba berjumlah 7 orang dan disebut juga mereka Wali
Rijalul Ghoib , Wali Nuqoba berjumlah 300 orang disebut juga mereka Wali Abrar
dan peringkat yang lebih rendah dari para wali adalah pangkat wali Nuqoba.

( dituqil dari safinatul Qodiriyyah )

وثمّة سبعون آخرون يقال لهم
النجباء ، وهؤلاء فى المغرب وأربعون آخرون هم الأبدال ومقرّهم فى الشام ،

Dan ada 70 orang yang lain disebut bagi mereka
Wali Nujaba, dan orang-orang ini tinggal di Maroko dan 40 orang lainnya adalah
Wali Abdal yang berpusat di Suriah,

( dituqil dari safinatul Qodiriyyah )

Wali ini hanya bisa dikenali oleh wali yg
tingkatannya lebih tinggi.

jumlahnya selalu 8 orang dan du`a mereka sangat
mustajab An Nujaba’ berasal dari kata tunggal Najib yang mempunyai arti bangsa
yang mulia. Wali Nujaba’ pada umumnya selalu disukai orang. Dimana saja mereka
mendapatkan sambutan orang ramai. Kebanyakan para wali tingkatan ini tidak
merasakan diri mereka adalah para wali Allah. Yang dapat mengetahui bahwa
mereka adalah wali Allah hanyalah seorang wali yang lebih tinggi derajatnya.
Setiap zaman jumlah mereka hanya tidak lebih dari 8 orang.

النُّقَبَاءُ

6. Nuqoba’ ( Naqib ) ( 1 Abad 12 orang Di
Wakilkan Alloh Masing2 pada tiap-tiap Bulan).

Wali yang mengetahui batinnya manusia

وَتَفْسِيْرُ ذَلِكَ أَنَّ
النُّقَبَاءَ هُمُ ثَلَثُمِائَةٌ وَهُمُ الَّذِيْنَ اِسْتَخْرَجُوْا خَبَايًّا
النُّفُوْس وَلَهُمُ عَشْرَةُ أَعْمَالٍ : أَرْبَعَةٌ ظَاهِرَةٌ وَسِتَّةٌ
بَاطِنَةٌ

Dan penjelasan tersebut : sesungguhnya bahwa
Wali Nuqaba’ itu jumlahnya 300. Mereka itu yang menggali rahasia jiwa dalam
arti mereka itu telah lepas dari reka daya nafsu, dan mereka memiliki 10
amaliyah: 4 amaliyah bersifat lahiriyah, dan 6 amaliyah bersifat bathiniyah.

فَاْلأَرْبَعَةُ الظَّاهِرَةُ
: كَثْرَةُ اْلعِبَادَةِ وَالتَّحْقِقُ بِالزُّهَّادَةَ وَالتَّجْرِدُ عَنِ
اْلإِرَادَةَ وَقُوَّةُ الْمُجَاهَدَةَ

Maka 4 `amaliyah lahiriyah itu antara lain: 1)
Ibadah yang banyak, 2) Melakukan zuhud hakiki, 3) Menekan hasrat diri, 4)
Mujahadah dengan maksimal.

وَأَمَّا ْالبَاطِنَةُ فَهِيَ
التَّوْبَةُ وَاْلإِنَابَةُ وَالْمُحَاسَبَةُ وَالتَّفَكُّرُ وَاْلإِعْتِصَامُ
وَالرِّيَاضَةُ فَهَذِهِ الثَّلَثُمِائَةٌ لَهُمْ إِمَامٌ مِنْهُمْ يَأْخُذُوْنَ
عَنْهُ وَيَقْتَدُوْنَ بِهِ فَهُوَ قُبْطُهُمْ

Sedangkan `amaliyah batinnya: 1) Taubat, 2)
Inabah, 3) Muhasabah, 4) Tafakkur, 5) Merakit dalam Allah, 6) Riyadlah. Di
antara 300 Wali ini ada imam dan pemukanya, dan ia disebut sebagai Quthub-nya.

وفى اصطلاحات شيخ الإسلام
زكريا الأنصاري : النقباء هم الذين استخرجوا خبايا النفوس وهم ثلثمائة

Dalam istilah Syaikh al-Islam Zakaria Al-Anshar
ra.: Wali Nuqoba adalah orang-orang yang telah menemukan rahasia jiwa, dan
mereka ( wali Nuqoba ) berjumlah 300 orang

( dituqil dari mafahirul a`liyyah )

والنقباء ثلاثمائة شخص واسم
كلّ منهم على

والنجباء سبعون واسم كلّ واحد
منهم حسن

والأخيار سبعة واسم كل منهم
حسين

والعمدة أربعة واسم كلّ منهم
محمّد

Dan Wali Nuqoba berjumlah 300 orang dan nama
masing-masing dari mereka yaitu A`li

Dan Wali Nujaba berjumlah 70 orang dan nama
salah satu dari mereka yaitu Hasan

Dan Wali Akhyar berjumlah 7 orang dan nama
masing-masing dari mereka yaitu Husain

Dan Wali U`mdah berjumlah 4 orang dan nama
masing-masing dari mereka yaitu Muhammad

( dituqil dari safinatul Qodiriyyah )

وأما مكان إقامة النقباء فى
أرض المغرب أي السويداء واليوم هناك من الصبح إلى الضحى وبقية اليوم ليل أما
صلاتهم فحين يصل الوقت فإنهم يرون الشمس بعد طيّ الأرض لهم فيؤدّون الصلاة لوقتها

Adapun tempat kediaman Wali Nuqoba di tanah
Magrib yakni Khurasan , pada hari ini dari mulai Shubuh sampai Dhuha dan pada
sisa malam hari itu mereka shalat ketika waktu tiba, mereka melihat matahari
sesudah bumi melipat , mereka melakukan Shalat pada waktunya.

( dituqil dari safinatul Qodiriyyah )

Jumlahnya selalu 12. mereka sangat menguasai
hukum syariat.

Jika wali Nuqaba’ melihat jejak kaki seseorang,
maka ia akan dapat mengetahui apakah jejeak tsb milik orang baik, jahat, pandai
atau bodoh.

An Nuqaba’ berasal dari kata tunggal Naqib yang
mempunyai arti ketua suatu kaum. Jumlah wali Nuqaba’ dalam setiap masanya hanya
ada dua belas orang. Wali Nuqaba’ itu diberi karamah mengerti sedalam-dalamnya
tentang hukum-hukum syariat. Dan mereka juga diberi pengetahuan tentang rahasia
yang tersembunyi di hati seseorang. Selanjutnya mereka pun mampu untuk meramal
tentang watak dan nasib seorang melalui bekas jejak kaki seseorang yang ada di
tanah. Sebenarnya hal ini tidaklah aneh. Kalau ahli jejak dari Mesir mampu
mengungkap rahasia seorang setelah melihat bekas jejaknya. Apakah Allah tidak
mampu membuka rahsia seseorang kepada seorang waliNya?

الرُّقَبَاءُ

7. Ruqooba ( 1 Abad 4 Orang)

Wali yang waspada akan firman-firman Allah

الْخَتْمُ الزَّمَانِ

8. Khotmz Zamaan ( penutup Wali Akhir zaman )( 1
Alam dunia hanya 1 orang ) Yaitu Nabi Isa A S ketika diturunkan kembali ke
dunia, Alloh Angkat menjadi Wali Khotmz Zamaan.

Al Khatamiyun berasal dari kata Khatam yang
mempunyai arti penutup atau penghabisan. Maksudnya pangkat AlKhatamiyun adalah
sebagai penutup para wali. Jumlah mereka hanya seorang. Tidak ada pangkat
kewalian umat Muhammad yang lebih tinggi dari tingkatan ini. Jenis wali ini
hanya akan ada di akhir masa,yaitu ketika Nabi Isa as.datang kembali.

الرِّجَالُ الْمَاءِ

9. Rizalul Ma’ ( 1 Abad 124 Orang )

Wali yang beribadah didalam air dan berjalan di
atas air

Wali dengan Pangkat Ini beribadahnya di dalam
Air di riwayatkan oleh Syeikh Abi Su’ud Ibni Syabil ” Pada suatu ketika aku
berada di pinggir sungai tikrit di Bagdad dan aku termenung dan terbersit dalam
hatiku “Apakah ada hamba2 Alloh yang beribadah di sungai2 atau di Lautan” Belum
sampai perkataan hatiku tiba2 dari dalam sungai muncullah seseorang yang
berkata “akulah salah satu hamba Alloh yang di tugaskan untuk beribadah di
dalam Air”, Maka akupun mengucapkan salam padanya lalu Dia pun membalas salam
aku tiba2 orang tersebut hilang dari pandanganku.

الرِّجَالُ الْغَيْبِ

10. Rizalul Ghoib ( 1 Abad 10 orang tidak
bertambah dan berkurang )

Wali yang dapat melihat rahasia alam ghaib
dengan mata hatinya

tiap2 Wali Rizalul Ghoib ada yg Wafat seketika
juga Alloh mengangkat Wali Rizalul Ghoib Yg lain, Wali Rizalul Ghoib merupakan
Wali yang di sembunyikan oleh Alloh dari penglihatannya Makhluq2 Bumi dan
Langit tiap2 wali Rizalul Ghoib tidak dapat mengetahui Wali Rizalul Ghoib yang
lainnya, Dan ada juga Wali dengan pangkat Rijalul Ghoib dari golongan Jin Mu’min,
Semua Wali Rizalul Ghoib tidak mengambil sesuatupun dari Rizqi Alam nyata ini
tetapi mereka mengambil atau menggunakan Rizqi dari Alam Ghaib.

الرِّجَالُ الشَّهَادَةِ

11. Rizalul Syahaadah /Adz-Dzohirun ( 1 Abad 18
orang )

Wali yang ahli dalam ibadah zhohir

الرِّجَالُ اْلإِمْدَادِ

12. Rizalul Imdad ( 1 Abad 3 Orang )

Wali penolong

Di antaranya pula ada yang termasuk dalam
golongan Rijalul Imdadil Ilahi Wal Kauni, yaitu mereka yang selalu mendapat
kurniaan Ilahi. Jumlah mereka tidak lebih dari tiga orang di setiap abad.
Mereka selalu mendapat pertolongan Allah untuk menolong manusia sesamanya.
Sikap mereka dikenal lemah lembut dan berhati penyayang. Mereka senantiasa
menyalurkan anugerah-anugerah Allah kepada manusia. Adanya mereka menunjukkan
berpanjangannya kasih sayang Allah kepada makhlukNya.

الرِّجَالُ الْهَيْبَةِ
وَالْجَلَالِ

13. Rizalul Haybati Wal Jalal ( 1 Abad 4 Orang )

Wali yang berwibawa dan memiliki keagungan

الرِّجَالُ الْفَتْحِ

14. Rizalul Fath ( 1 Abad 24 Orang )

Wali yang terbuka mata hatinya

Alloh mewakilkannya di tiap Sa’ah ( Jam ) Wali
Rizalul Fath tersebar di seluruh Dunia 2 Orang di Yaman, 6 orang di Negara
Barat, 4 orang di negara timur, dan sisanya di semua Jihat ( Arah Mata Angin )

ويقول فى توضيح المذاهب :

Dia ( Syaikh Abdul Qodir Jailani ra. ) berkata
dalam kitab Taudhil Madzahib:

اْلمَكْتُوْمُوْنَ

15. Wali Maktum ( para wali yang tersembunyi )

berjumlah 4.000 orang

ويقول فى توضيح المذاهب :

Dia ( Syaikh Abdul Qodir Jailani ra. ) berkata
dalam kitab Taudhil Madzahib:

المكتومون أربعة آلاف رجل
ويبقون مستورين وليسوا من أهل التصرف
.

Wali Maktum berjumlah 4.000 orang dan tetap
Masturin ( yakni tetap menjadi para wali yang tidak dikenal oleh orang-orang )
dan mereka bukan dari Ahlut Tashrif.

أما الذين هم من أهل الحل
والعقد والتصرّف وتصدر عنهم الأمور وهم كقرّبون من الله فهم ثلاثمائة
.

Adapun Ahlu Tashrif mereka itu dari Ahlul Hal
yakni orang yang berpengaruh dan bertindak dengan mereka yakni Wali Kaqorrobun
dari Allah Swt dan mereka berjumlah 300 orang.

( dituqil dari safinatul Qodiriyyah )

قُطْبُ الْخَتْمِ
الْمَكْتُوْمِ

16. Quthbul khotmil maktum( 1 Abad 1 Orang )

Wali paripurna yang disembunyikan

كَقَرَّبُوْنَ

17. Wali Kaqorrobun

berjumlah 300 orang.

الْخُلَفَاءُ

18. Wali Khulafa ( wali para pengganti )

berjumlah 3 orang

والثلاثة الذين هم الخلفاء من
الأئمة يعرفون السبعة ويعرفون الأربعين وهم البدلاء والأربعون يعرفون سائر
الأولياء من الأئمة ولا يعرفهم من الأولياء أحد فإذا نقص واحد من الأربعين أبدل
مكانه من الأولياء وكذا فى السبع والثلاث والواحد إلا أن يأتي بقيام الساعة انتهى

Dan berjumlah 3 orang yang merupakan Wali
Khulafa dari 7 Wali Aimah yang A`rif, dan 40 yang A`rif mereka adalah Wali
Budalaa dan 40 golongan para wali yang A`rif dari Wali Aimah dan tidak ada yang
mengetahui mereka dari para wali seorang pun Jika salah satu dari 40 kurang
maka ia menggantikan tempatnya dari para wali demikian juga yang berjumlah
tujuh dan tiga dan satu orang kecuali jika datang kiamat. ( dituqil dari
safinatul Qodiriyyah )

البُدَلَاءُ

19. Budala’ ( 1 Abad 12 orang )

Wali yang menjadi penggantinya ulama

Budala’ Jama’ nya ( Jama’ Sigoh Muntahal Jumu’)
dari Abdal tapi bukan Pangkat Wali Abdal

وقال أبو عثمان المغربي :
البدلاء أربعون والأمناء سبعة والخلفاء من الأئمة ثلاثة والواحد هو القطب
:

Said Abu U`tsman Al Maghriby berkata : bahwa
Wali Budala`a berjumlah 40 orang, Wali Umana berjumlah 7 orang, Wali Khulafa
dari Wali Aimah berjumlah 7 orang dan 1 orang adalah Wali Qutub .

( dituqil dari safinatul Qodiriyyah )

اْلأَخْيَارُ

20. Wali Akhyar ( para wali pilihan )

berjumlah 7 orang

وفى كشف اللغات يقول :
الأولياء عدة أقسام : ثلاثمائة منهم يقال لهم أخيار وأبرار وأربعون يقال لهم
الأبدل وأربعة يسمّون بالأوتاد وثلاثة يسمّون النقباء وواحد هو المسمّى بالقطب
انتهى

dalam Kitab kasyful Lughoh ( Syaikh Abdul Qodir
Jailani ra. ) mengatakan: bahwa para wali ada beberapa tingkatan : 300 orang
dari mereka disebut Wali Akhyar dan Wali Abrar dan 40 orang disebut dengan Wali
Abdal dan 4 orang disebut dengan Wali Autad dan 3 orang disebut dengan Wali
Nuqoba dan 1 orang disebut dengan Wali Quthub……….. berakhir

( dituqil dari safinatul Qodiriyyah )

وفى رواية خلاصة المناقب سبعة
. ويقال لهم أيضا أخيار وسيّاح ومقامهم فى مصر
.

Di dalam kitab Riwayat ringkasan Manaqib yang
ke-7 . Dikatakan bahwa Wali Akhyar juga melakukan perjalanan di muka bumi, dan
tetap tinggal di Mesir.

وقد أمرهم الحقّ سبحانه
بالسياحة لإرشاد الطالبين والعابدين
.

Sungguh telah memerintahkan mereka kepada Allah
yang Maha Haq lagi yang maha suci dengan perjalanan petunjuk untuk memandu
pemohon ( Tholibun ) dan A`bidun.

( dituqil dari safinatul Qodiriyyah )

اْلعُمْدَةُ

21. Wali Umdah ( para wali pembaiat )

berjumlah 4 orang

وثمّة خمسة رجال يقال لهم
العمدة لأنهم كالأعمدة للبناء والعالم يقوم عليهم كما يقوم المنزل على الأعمدة .
وهؤلاء فى أطراف العالم
.

Dan ada 5 orang disebut bagi mereka Wali U`mdah,
karena sesungguhnya mereka seperti tiang bagi gedung dan dunia yang berdiri
bagi mereka, sebagai mana berdirinya rumah diatas tiang. Dan orang-orang ini
tinggal di belahan dunia.

( dituqil dari safinatul Qodiriyyah )

وأما العمدة الأربعة ففى زوايا
الأرض وأمّاالغوث فمسكنه مكّة وأمّا الأخيار فهم سيّاحون دائما وأمّا النجباء
فمسكنه مصر ولايقرّون فى مكان وهذا غير صحيح

ذلك لأنّ حضرة السيد عبد
القادر الجلاني رحمه الله وكان غوثا إنّما أقام فى بغداد
.

Adapun ( tempat kediaman ) wali U`mdah di empat
penjuru bumi, dan Wali Gauts tempat kediamannya di Makkah, Wali Akhyar
melakukan perjalan (sayyâhûn) di muka bumi) selamanya, Wali Nujaba di Mesir dan
mereka tidak menetap di satu tempat maka hal ini tidak benar, karena
sesungguhnya Hadroh Sayyid Abdul Qodir Jailani menjadi Wali Gauts dan pastinya
tempat kediaman Wali Gauts di Baghdad.

هذا وتفصيل أحوال الباقى
فسيأتي فى مواضعه

Ini perincian kondisi sisanya yang akan datang
pada tempatnya

( dituqil dari safinatul Qodiriyyah )

اْلأَبْرَارُ

22. Wali Abrar ( para wali yang berbakti )

berjumlah 7 orang

وثمّة سبعة هم الأبراروهم فى
الحجاز

.

Dan Ada 7 orang mereka adalah Wali Abrar dan
mereka tinggal di Hijaz.

( dituqil dari safinatul Qodiriyyah )

اْلمَحْبُوْبُوْنَ

23. Wali Mahbubun ( para wali yang saling
mencintai )

berjumlah 7 orang

الرِّجَالُ الْمَعَارِجِ
اْلعُلَى

24. Rizalul Ma’arijil ‘Ula ( 1 Abad 7 Orang )

Wali yang terus naik derajat luhurnya

الرِّجَالُ الْعَيْنِ
التَّحْكِيْمِ وَالزَّوَائِدِ

25. Rizalun Ainit Tahkimi waz Zawaid ( 1 Abad 10
Orang )

Wali yang kuat keyakinannya dengan ilmu hikmah (
ilmu para hukama/para wali ) dan ma`rifatnya

الرِّجَالُ الْغِنَى بِاللهِ

26. Rizalul Ghina ( 1 Abad 2 Orang )

Wali yang merasa cukup
sesuai Nama Maqomnya ( Pangkatnya ) Rizalul
Ghina ” Wali ini Sangat kaya baik kaya Ilmu Agama, Kaya Ma’rifatnya kepada
Alloh maupun Kaya Harta yg di jalankan di jalan Alloh, Pangkat Wali ini juga
ada Waliahnya ( Wanita ).

الرِّجَالُ اْلإِسْتِيَاقِ

27. Rizalul Istiyaq ( 1 Abad 5 Orang )

الرِّجَالُ الْجَنَانِ وَالْعَطْفِ

28. Rizalul Janaani wal A`thfi ( 1 Abad 15 Orang
)

Wali yang ahli menjaga jiwanya dan pengasih

Ada jenis wali yang dikenal dengan nama Rijalul
Hanani Wal Athfil Illahi artinya mereka yang diberi rasa kasih sayang Allah.
Jumlah mereka hanya ada lima belas orang di setiap zamannya. Mereka selalu
bersikap kasih sayang terhadap manusia baik terhadap yang kafir maupun yang
mukmin. Mereka melihat manusia dengan pandangan kasih sayang, kerana hati
mereka dipenuhi rasa insaniyah yang penuh rahmat.

الرِّجَالُ تَحْتِ اْلأَسْفَلِ

29. Rizalut Tahtil Asfal ( 1 Abad 21 orang )

الرِّجَالُ اْلقُوَّاةِ
اْلإِلَهِيَّةِ

30. Rizalul Quwwatul Ilahiyyah (1 Abad 8 Orang )

Di antaranya pula ada wali yang dikenal dengan
nama Rijalul Quwwatul Ilahiyah artinya orang-orang yang diberi kekuatan oleh
Tuhan. Jumlah mereka hanya delapan orang saja di setiap zaman. Wali jenis ini
mempunyai keistimewaan, yaitu sangat tegas terhadap orang-orang kafir dan
terhadap orang-orang yang suka mengecilkan agama. Sedikit pun mereka tidak takut
oleh kritikan orang. Di kota Fez ada seorang yang bernama Abu Abdullah Ad
Daqqaq. Beliau dikenal sebagai seorang wali dari jenis Rijalul Quwwatul
Ilahiyah. Di antaranya pula ada jenis wali yang sifatnya keras dan tegas.
Jumlah mereka hanya ada 5 orang disetiap zaman. Meskipun watak mereka tegas,
tetapi sikap mereka lemah lembut terhadap orang-orang yang suka berbuat
kebajikan.

خَمْسَةُ الرِّجَالِ

31. Khomsatur Rizal ( 1 Abad 5 orang )

رَجُلٌ وَاحِدٌ

32. Rozulun Wahidun ( 1 Abad 1 Orang )

رَجُلٌ وَاحِدٌ مَرْكَبٌ
مُمْتَزٌّ

33. Rozulun Wahidun Markabun Mumtaz ( 1 Abad 1
Orang )

Wali dengan Maqom Rozulun Wahidun Markab ini di
lahirkan antara Manusia dan Golongan Ruhanny( Bukan Murni Manusia ), Beliau
tidak mengetahui Siapa Ayahnya dari golongan Manusia , Wali dengan Pangkat ini
Tubuhnya terdiri dari 2 jenis yg berbeda, Pangkat Wali ini ada juga yang
menyebut ” Rozulun Barzakh ” Ibunya Dari Wali Pangkat ini dari Golongan Ruhanny
Air INNALLOHA ‘ALA KULLI SAY IN QODIRUN ” Sesungguhnya Alloh S.W.T atas segala
sesuatu Kuasa.

الشَّمْسُ الشُّمُوْسِ

34. Syamsis Syumus ( 1 abad 1 orang )

Wali yang bercahaya bagaikan matahari

القُطْبَانِيَّةُ الْعُظْمَى /
قُطْبُ اْلأَعْظَمُ

35. Quthbaniyatul Uzhma ( 1 abad 1 orang )

Penghulu wali yang agung

الشَّخْصُ الْغَرِيْبِ

36. Syakhshul Ghorib ( di dunia hanya ada 1
orang )

الشَّخْصُ الْوَاحِدِ

37. Syakhshul Wahid ( 1 Abad 1 Orang )

قُطْبُ السَّقِيْطِ
الرَّفْرَفِ ابْنِ سَاقِطِ الْعَرْشِ

38. Saqit Arofrof Ibni Saqitil ‘Arsy ( 1 Abad 1
Orang )

Wali yang menerima firman dari rof-rof putra
wali yang menerima firman dari arasy

قُطْبُ السَّاقِطِ الْعَرْشِ

39. Saqitil ‘Arsy ( 1 Abad 1 Orang )

Wali yang menerima firman dari arasy

الْأَنْفَاسِ

40. Sittata Anfas ( 1 Abad 6 Orang )

Wali yang ahli menjaga nafasnya dengan dzikir
salah satu wali dari pangkat ini adalah Putranya
Raja Harun Ar-Royid yaitu Syeikh Al-’Alim Al-’Allamah Ahmad As-Sibty

الرِّجَالُ الْعَالَمِ
الْأَنْفَاسِ

41. Rizalul ‘Alamul Anfas ( 1 Abad 313 Orang )

حَوَارِىٌّ

42. Hawariyyun ( 1 Abad 1 Orang )
Wali Pembela. Jumlahnya 1 orang.
Tugasnya membela agama Allah baik dengan argumen
maupun dengan senjata. Wali Hawariyyun di beri kelebihan Oleh Alloh dalam hal
keberanian, Pedang ( Zihad) di dalam menegakkan Agama Islam Di muka bumi. Al
Hawariyun berasal dari kata tunggal Hawariy yang mempunyai arti penolong.
Jumlah wali Hawariy ini hanya ada satu orang sahaja di setiap zamannya. Jika
seorang wali Hawariy meninggal, maka kedudukannya akan diganti orang lain. Di
zaman Nabi hanya sahabat Zubair Bin Awwam saja yang mendapatkan darjat wali
Hawariy seperti yang dikatakan oleh Rasululloh: “Setiap Nabi mempunyai Hawariy.
Hawariyku adalah Zubair ibnul Awwam”. Walaupun pada waktu itu Nabi mempunyai
cukup banyak sahabat yang setia dan selalu berjuang di sisi beliau. Karena
beliau tahu hanya Zubair saja yang meraih pangkat wali Hawariy. Kelebihan
seorang wali Hawariy biasanya seorang yang berani dan pandai berhujjah.

رَجَبِىٌّ

43. . Rojabiyyun ( 1 Abad 40 Orang Yg tidak akan
bertambah & Berkurang Apabila ada salah satu Wali Rojabiyyun yg meninggal
Alloh kembali mengangkat Wali rojabiyyun yg lainnya, Dan Alloh mengangkatnya
menjadi wali Khusus di bulan Rajab dari Awal bulan sampai Akhir Bulan oleh
karena itu Namanya Rojabiyyun.

Jumlahnya selalu 40 orang. tersebar diberbagai
negara dan mereka saling mengenal satu sama lain.

Karamah mereka muncul setiap bulan RAJAB.
Konon tiap memasuki bulan rajab, badan kaum
Rajabiyyun terasa berat bagai terhimpit langit.

mereka hanya berbaring diranjang tak bergerak
& kedua mata mereka tak berkedip hingga sore hari.

Keesokan harinya hal tsb mulai berkurang. Pada
hari ketiga, mereka masih berbaring tapi sudah bisa berbicara & menyaksikan
tersingkapnya rahasia Illahi. Ar Rajbiyun berasal dari kata tunggal Rajab. Wali
Rajbiyun itu adanya hanya pada bulan Rajab saja. Mulai awal Rajab hingga akhir
bulan mereka itu ada. Selanjutnya keadaan mereka kembali biasa seperti semula.
Setiap masa, jumlah mereka hanya ada empat puluh orang sahaja. Para wali
Rajbiyun ini terbagi di berbagai wilayah. Di antara mereka ada yang saling
mengenal dan ada yang tidak saling mengenal.

Pada umumnya, di bulan Rajab, sejak awal
harinya, para wali Rajbiyun menderita sakit, sehingga mereka tidak dapat
menggerakkan anggota tubuhnya. Selama bulan Rajab, mereka senantiasa mendapat
berbagai pengetahuan secara kasyaf, kemudian mereka memberitahukannya kepada
orang lain. Anehnya penderitaan mereka hanya berlangsung di bulan Rajab.
Setelah bulan Rajab berakhir, maka kesehatan mereka kembali seperti semula.

قَلْبُ آدَمَ عَلَيْهِ
السَّلَامِ

44. Qolbu Adam A.S ( 1 Abad 300 orang )

قَلْبُ نُوْحٍ عَلَيْهِ
السَّلَامِ

45. Qolbu Nuh A.S ( 1 Abad 40 Orang )

قَلْبُ إِبْرَاهِيْمَ عَلَيْهِ
السَّلَامِ

46. Qolbu Ibrohim A.S ( 1 Abad 40 Orang )

قَلْبُ مُوْسَى عَلَيْهِ
السَّلَامِ

47. Qolbu Musa A.S ( 1 Abad 7 Orang )

قَلْبُ عِيْسَى عَلَيْهِ
السَّلَامِ

48. Qolbu Isa A.S ( 1 Abad 3 Orang )

قَلْبُ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

49. Qolbu Muhammad Saw. ( 1 Abad 1 Orang )

وعن النبي صلعم أنّه قال : فى
هذه الأمّة أربعون على خلق إبرهيم وسبعة على خلق موسى وثلاثة على خلق عيسى وواحد
على خلق محمّد عليهم السلام والصلاة فهم على مراتبهم سادات الخلق

Sebagaimana Nabi Saw. Bersabda : ” Pada Ummat
ini ada 40 orang pada hati Nabi Ibrahim as, 7 orang pada hati Nabi Musa as, 3
orang pada hati Nabi Isa as , dan 1 orang pada hati Nabi Muhammad Saw. atas
mereka tingkatan-tingkatan hati yang mulia.

( dituqil dari safinatul Qodiriyyah )

قَلْبُ جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ
السَّلَامِ

50. Qolbu Jibril A.S ( 1 Abad 5 Orang )

قَلْبُ مِيْكَائِيْلَ عَلَيْهِ
السَّلَامِ

51. Qolbu Mikail A.S ( 1 Abad 3 Orang tidak
kurang dan tidak lebih )

Alloh selau mengangkat wali lainnya Apabila ada
salah satu Dari Wali qolbu Mikail Yg Wafat )

قَلْبُ إِسْرَافِيْلَ عَلَيْهِ
السَّلَامِ

52. Qolbu Isrofil A.S ( 1 Abad 1 Orang )

إِِلَهِىٌ رُحَمَانِيٌّ

53. Ilahiyyun Ruhamaniyyun ( 1 Abad 3 Orang )

Pangkat ini menyerupai Pangkatnya Wali Abdal
Di antaranya pula ada yang termasuk dalam
golongan Ilahiyun Rahmaniyyun, yaitu manusia-manusia yang diberi rasa kasih
sayang yang luar biasa. Jumlah mereka ini hanya tiga orang di setiap masa.
Sifat mereka seperti wali-wali Abdal, meskipun mereka tidak termasuk
didalamnya. Kegemaran mereka suka mengkaji firman-firman Allah.

الرِّجَالُ اْلغَيْرَةِ

54. Rizalul Ghoiroh ( 1 Abad 5 Orang )

Wali pembela agama Allah

الرِّجَالُ الْأَخْلَاقِ

55. Rizalul Akhlaq( 1 Abad 3 Orang )

Wali yang mempunyai budi pekerti yang luhur

الرِّجَالُ السَّلَامَةِ

56. Rizalul Salamah( 1 Abad 7 Orang )

Wali penyelamat

الرِّجَالُ الْعِلْمِ

57. Rizalul Ilmi ( 1 Abad 11 Orang )

Wali yang berilmu

الرِّجَالُ الْبَسْطِ

58. Rizalul basthi ( 1 Abad 9 Orang )

Wali yang lapang dada

الرِّجَالُ الْضِّيْفَانِ

59. Rizalul dhiifaan( 1 Abad 3 Orang )

Wali yang ahli menghormati tamu

الشَّخْصُ الْجَامِعِ

60. Syakhshul Jaami`i ( 1 Abad 5 Orang )

Wali yang ahli mengumpulkan ilmu syari`ah,
thoriqoh, haqoiqoh dan ma`rifat

قُطْبُ الْعِرْفَانِ

61. Quthbul Irfan( 1 Abad 1 Orang )

Wali yang tinggi ma`rifatnya

الرِّجَالُ الْغَيْبِ
وَالشَّهَادَةِ

62. Rijalul Ghoibi wasy syahadah ( 1 Abad 28
Orang )

Wali yang tidak kelihatan dan kelihatan

الرِّجَالُ الْقُوَّةِ
وَالْعَزْمِ

63. Rijalul Quwwati wal `Azmi ( 1 Abad 17 Orang
)

Wali yang ahli meningkatkan ketaatannya kepada
Allah

الرِّجَالُ النَّفْسِ

64. Rijalun Nafsi ( 1 Abad 3 Orang )

Wali yang ahli memerangi nafsunya

الصَّلْصَلَةِ الْجَرَسِ

65. Sholsholatil Jaros ( 1 Abad 17 Orang )

Wali yang ahli menerima ilham yang suaranya
bagaikan bel

قُطْبُ الْقَاهِرِ

66. Quthbul Qoohir ( 1 Abad 1 Orang )

Wali yang menjadi paku jagat yang mengalahkan

قُطْبُ الرَّقَائِقِ

67. Quthbur Roqooiq ( 1 Abad 1 Orang )

Wali yang hatinya lunak

قُطْبُ الْخَشْيَةِ

68. Quthbul Khosyyah ( 1 Abad 1 Orang )

Wali yang penakut kepada Allah

قُطْبُ الْجِهَاتِ السِّتِّ

69. Quthbul Jihatis sitti ( 1 Abad 1 Orang )

Wali yang menetap pada enam arah

الْمُلَامَتِيَّةُ

70. Mulamatiyyah ( 1 Abad 300 Orang )

Wali yang tidak menampakkan kebaikannya dan
tidak memendam kejahatannya

الرِّجَالُ الْفُقَرَاءِ

71. Rizalul Fuqoro ( 1 Abad 4 Orang )

Wali yang mengharafkan rahmat Allah

الرِّجَالُ الصُّوْفِيَّةِ

72. Rizalush Shufiyah( 1 Abad 3 Orang )

Wali yang bersih jiwanya

الرِّجَالُ الْعُبَّادِ

73. Rizalul ibbad( 1 Abad 7 Orang )

Wali yang ahli ibadah

الرِّجَالُ الزُّهَادِ

74. Rizaluz Zuhad( 1 Abad 17 Orang )

Wali yang menjauhi dunia

الْأَفْرَادِ

75. Afrod( 1 Abad 7 Orang )

Wali yang menyendiri

قال : الأفراد هم الرجال
الخارجون عن نظر القطب

Berkata Syekh Syamsuddin bin Katilah
Rahimahullaahu Ta’ala : Wali Afrod adalah Orang-orang yang keluar dari
penglihatan wali qutub artinya Wali yang sangat spesial, di luar pandangan
dunia Quthub.

( dituqil dari safinatul Qodiriyyah )

الْأُمَنَاءِ

76. Umana( 1 Abad 13 Orang )

Wali kepercayaan Allah

الأمناء : وهم الملامتية ، وهم
الذين لم يظهر مما فى بواطنهم أثر علي ظواهرهم وتلامذتهم فى مقامات أهل الفتوة

Wali Umana Mereka adalah kalangan Malamatiyah,
yaitu orang-orang yang tidak menunjukkan dunia batinnya ( mereka yang
menyembunyikan dunia batinnya ) dan tidak tampak sama sekali di dunia
lahiriyahnya. Biasanya kaum Umana’ memiliki pengikut Ahlul Futuwwah, yaitu
mereka yang sangat peduli pada kemanusiaan.

( dituqil dari safinatul Qodiriyyah )

الرِّجَالُ اْلقُرَّاءِ

77. Rizalul Qurro ( 1 Abad 7 Orang )

Wali yang selalu membaca Al-Qur`an

الرِّجَالُ الْأَحْبَابِ

78. Rizalul Ahbab ( 1 Abad 3 Orang )

Wali yang menjadi kekasih Allah

الرِّجَالُ اْلأَجِلَّاءِ

79. Rizalul Ajilla( 1 Abad 3 Orang )

Wali yang tinggi pangkatnya

الرِّجَالُ الْمُحَدِثِيْنَ

80. Rizalul Muhaditsin( 1 Abad 5 Orang )

Wali yang ahli hadits

السُّمَرَاءِ

81. Sumaro( 1 Abad 17 Orang )

Wali yang ahli bangun malam bermunajat kepada
Allah

الرِّجَالُ اْلوَرَثَةَ
الظَّالِمِ لِنَفْسِهِ مِنْكُمْ وَالْمَقْتَصِدِ وَالسَّابِقِ بِالْخَيْرَاتِ

82. Rizalul warotsatazh Zholimi Linnafsih( 1 Abad
4 Orang )

Wali yang mewarisi para wali yang selalu zholim
kepada dirinya serta menuju dan berlomba kepada kebaikan

اْلأَبْطَالُ

83. Abthol( 1 Abad 27 Orang )

Wali pahlawan

الْأَطْفَالُ

84. Athfal( 1 Abad 4 Orang )

Wali yang bertingkah seperti anak kecil

الدَّاخِلُ الْحِجَابِ

85. Dakhilul Hizab ( 1 Abad 4 Orang )

Wali yang berada dalam hijab Allah
Wali dengan Pangkat Dakhilul Hizab sesuai nama
Pangkatnya , Wali ini tidak dapat di ketahui Kewaliannya oleh para wali yg lain
sekalipun sekelas Qutbil Aqtob Seperti Syeikh Abdul Qodir Jailani, Karena Wali
ini ada di dalam Hizab nya Alloh, Namanya tidak tertera di Lauhil Mahfudz
sebagai barisan para Aulia, Namun Nur Ilahiyyahnya dapat terlihat oleh para
Aulia Seperti di riwayatkan dalam kitab Nitajul Arwah bahwa suatu ketika Syeikh
Abdul Qodir Jailani Melaksanakan Towaf di Baitulloh Mekkah Mukarromah tiba2
Syeikh melihat seorang wanita dengan Nur Ilahiyyahnya yang begitu terang
benderang sehingga Syeikh Abdul qodir Al-Jailani Mukasyafah ke Lauhil Mahfudz dilihat
di lauhil mahfudz nama Wanita ini tidak ada di barisan para Wali2 Alloh, Lalu
Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani bermunajat kepada Alloh untuk mengetahui siapa
Wanita ini dan apa yang menjadi Amalnya sehingga Nur Ilahiyyahnya terpancar
begitu dahsyat , Kemudian Alloh memerintahkan Malaikat Jibril A.S untuk
memberitahukan kepada Syeikh bahwa wanita tersebut adalah seorang Waliyyah
dengan Maqom/ Pangkat Dakhilul Hizab ” Berada di Dalam Hizabnya Alloh “, Kisah
ini mengisyaratkan kepada kita semua agar senantiasa Ber Husnudzon ( Berbaik
Sangka ) kepada semua Makhluq nya Alloh, Sebetulnya Masih ada lagi Maqom2 Para
Aulia yang tidak diketahui oleh kita, Karena Alloh S.W.T menurunkan para Aulia
di bumi ini dalam 1 Abad 124000 Orang, yang mempunyai tugasnya Masing2 sesuai
Pangkatnya atau Maqomnya.

Wallohu A`lam.

Website
: http://shulfialaydrus.blogspot.co.id/ atau
https://shulfialaydrus.wordpress.com/
Instagram
: @shulfialaydrus
Instagram
Majelis Nuurus Sa’aadah : @majlisnuurussaadah
Twitter
: @shulfialaydrus dan @shulfi   
Telegram
: @habibshulfialaydrus
Telegram
Majelis Nuurus Sa’aadah : @majlisnuurussaadah
Facebook
: https://www.facebook.com/habibshulfialaydrus/
Group
Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau
https://www.facebook.com/groups/160814570679672/
Donasi
atau infak atau sedekah.
Bank
BRI Cab. JKT Joglo.
Atas
Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek
: 0396-01-011361-50-5.
Penulis
ulang : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.
محمد
سلفى بن أبو نوار العيدروس

Categories
Uncategorized

Najiskah Bulu kucing ?

Najiskah
Bulu kucing ?
Dalam
berbagai literatur fiqih dijelaskan bahwa bagian tubuh yang terpotong dari
hewan yang masih hidup, maka status suci dan najisnya persis seperti bangkai
dari hewan tersebut. Dalam arti, ketika bangkai dari hewan tersebut dihukumi
suci, maka potongan tubuh tersebut dihukumi suci, misalnya potongan tubuh dari
ikan dan belalang. Sebaliknya, jika potongan tubuh berasal dari hewan yang
bangkainya dihukumi najis, maka potongan tubuh dari hewan tersebut dihukumi
najis, seperti pada hewan selain ikan dan belalang. Ketentuan hukum demikian
berdasarkan salah satu hadits:
   مَا قُطِعَ مِنْ حَيٍّ
فَهُوَ مَيِّتٌ
  
“Sesuatu
yang terpisah dari hewan yang hidup, maka statusnya seperti halnya dalam
keadaan (menjadi) bangkai” (HR Hakim).  
Namun
ketentuan hukum di atas, dikecualikan ketika bagian tubuh yang terpotong adalah
rambut atau bulu dari hewan. Status rambut atau bulu yang terputus dari bagian
hewan tidak langsung dihukumi sama seperti bangkai dari hewan tersebut, tapi
terdapat perincian: jika bulu yang rontok berasal dari hewan yang halal untuk
dimakan maka dihukumi suci. Seperti bulu yang rontok dari ayam, kambing, sapi,
dan hewan-hewan lain yang dagingnya halal dikonsumsi. Sedangkan jika bulu yang
rontok berasal dari hewan-hewan yang tidak halal dimakan dagingnya maka bulu
tersebut dihukumi najis. Seperti bulu yang rontok pada hewan tikus, anjing,
keledai, atau hewan-hewan lain yang dagingnya haram dimakan.  
Lalu
bagaimana dengan bulu kucing yang rontok? Bukankah kucing merupakan salah satu
hewan yang haram untuk dimakan?  
Dalam
hal ini, para ulama tetap mengkategorikan bulu yang rontok dari kucing  sebagai benda yang najis. Meski demikian,
najis tersebut dihukumi ma’fu (ditoleransi, dimaafkan) ketika dalam jumlah
sedikit. Ditoleransi pula dalam jumlah banyak, khusus bagi orang-orang yang
sering berinteraksi dengan kucing dan sulit menghindari rontokan buli kucing,
misal bagi dokter hewan dan petugas salon kucing yang kesehariannya selalu
berinteraksi dengan kucing. Ketentuan hukum ini seperti yang teringkas dalam
kitab Hasyiyah al-Baijuri ala Ibni Qasim al-Ghazi:
    (وما قطع من) حيوان
(حي فهو ميت الا الشعر) اى المقطوع من حيوان مأكول وفى بعض النسخ الا الشعور المنتفع
بها فى المفارش والملابس وغيرها (قوله المقطوع من حيوان مأكول) اى كالمعز مالم يكن
على قطعة لحم تقصد او على عضو ابين من حيوان مأكول والا فهو نجس تبعا لذلك وخرج بالمأكول
غيره كالحمار والهرة فشعره نجس لكن يعفى عن قليله بل وعن كثيره فى حق من ابتلى به كالقصاصين
  
“Sesuatu
yang terputus dari hewan yang hidup, maka dihukumi sebagai bangkai, kecuali
rambut yang terputus dari hewan yang halal dimakan. Dalam sebagian kitab
lainnya tertulis ‘kecuali rambut yang diolah menjadi permadani, pakaian, dan
lainnya.’  
Rambut
yang terputus dari hewan yang halal dimakan ini seperti bulu pada kambing.
Kesucian rambut ini selama tidak berada pada potongan daging yang sengaja
dipotong, atau berada pada anggota tubuh yang terpotong dari hewan yang halal
dimakan. Jika rambut berada dalam dua keadaan tersebut maka dihukumi najis,
sebab mengikut pada status anggota tubuh yang terpotong itu. Dikecualikan
dengan redaksi ‘hewan yang halal dimakan’ yakni rambut atau bulu hewan yang
tidak halal dimakan, seperti keledai dan kucing. Maka bulu dari hewan tersebut
dihukumi najis. Namun najis ini dihukumi ma’fu ketika dalam jumlah sedikit, bahkan
dalam jumlah banyak bagi orang yang sering dibuat kesulitan dengan bulu
tersebut, seperti bagi para tukang pemotong bulu” (Syekh Ibrahim al-Baijuri,
Hasyiyah al-Baijuri ala Ibni Qasim al-Ghazi, juz 2, hal. 290).   
Salah
satu hal yang ditimbulkan dari status najis ma’fu pada bulu yang rontok dari
kucing adalah ketika bulu kucing ini mengenai air yang kurang dari dua kullah,
maka air tersebut tidak dihukumi najis dan tetap dapat dibuat untuk bersuci.
Hal ini seperti dijelaskan dalam kitab Fath al-Wahab:
   (و لا بملاقاة نجس لا يدركه طرف) أي بصر لقلته كنقطة بول (و) لا
بملاقاة (نحو ذلك) كقليل من شعر نجس
  
“Air
tidak najis sebab bertemu dengan najis yang tidak dapat dijangkau oleh mata,
karena sangat kecilnya najis tersebut, seperti setetes urin. Dan juga dengan
bertemu najis yang lain, seperti terkena bulu najis yang sedikit” (Syekh
Zakariya al-Anshari, Fath al-Wahab, juz 1, hal. 28)  
Sedangkan
hal yang menjadi tolak ukur dalam membatasi sedikit banyaknya jumlah bulu yang
rontok dari kucing adalah ‘urf (penilaian masyarakat secara umum). Jika
orang-orang menyebut bulu kucing yang telah rontok dianggap masih sedikit,
seperti dua atau tiga bulu, maka dihukumi najis tersebut ma’fu. Sedangkan
ketika mereka menganggap bulu yang rontok banyak, maka dihukumi najis yang
tidak dima’fu, kecuali bagi orang-orang yang sulit menghindarinya.  
Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa rontokan bulu kucing merupakan najis yang
ditoleransi (ma’fu) selama masih dalam jumlah yang sedikit, dan najis yang
tidak ditoleransi ketika dalam jumlah banyak, kecuali bagi orang yang sering
dibuat kesulitan dengan banyaknya bulu rontok yang bertebaran di
sekitarnya.  
Oleh
sebab itu, memelihara kucing memang diperbolehkan. Namun sebaiknya kita tidak
teledor dalam menjaga kesucian pakaian dan tubuh kita karena banyaknya bulu
kucing yang rontok dan mengenai pakaian dan tubuh kita. Hal ini dimaksudkan
agar segala ibadah yang kita lakukan benar-benar terhindar dari perkara-perkara
najis yang disebabkan oleh keteledoran diri kita sendiri. Wallahu a’lam.    
Oleh
: Ustadz M. Ali Zainal Abidin, Pengajar di Pondok Pesantren An Nuriyah,
Kaliwining, Jember.
Website
:
http://shulfialaydrus.blogspot.co.id/
atau
https://shulfialaydrus.wordpress.com/
Instagram
: @shulfialaydrus
Twitter
: @shulfialaydrus dan @shulfi
Telegram
: @shulfialaydrus          
Telegram
Majelis Nuurus Sa’aadah :
https://telegram.me/habibshulfialaydrus
LINE
: shulfialaydrus
Facebook
: Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus
Group
Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau
https://www.facebook.com/gsayyiroups/160814570679672/
Donasi atau infak atau
sedekah.
Bank BRI Cab. JKT Joglo.
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5.
           
Penulis
ulang : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Categories
Uncategorized

Air Liur dan Ingus apakah najis?

Air Liur dan Ingus apakah
najis?

Manusia memiliki berbagai macam cairan yang keluar dari
tubuhnya. Salah satu cairan yang dihukumi najis oleh syara’ adalah segala hal
yang keluar dari salah satu dua jalan keluar pencernaan yakni qubul (jalan
depan, kelamin) dan dubur (jalan belakang, anus). Segala cairan yang berasal
dari dua jalan ini maka dihukumi najis, baik perkara yang keluar adalah normal,
ataupun tidak normal, seperti darah, nanah dan cairan lainnya.
Namun demikian dikecualikan satu cairan yang
keluar dari jalan depan yang tetap dihukumi suci oleh mayoritas ulama yaitu
cairan mani. Meski menurut Imam Malik, mani tetap dihukumi sama seperti
cairan-cairan lain yang keluar dari jalan depan alias berstatus najis.
Sedangkan beberapa cairan lain yang keluar
dari tubuh manusia memiliki beberapa klasifikasi hukum yang berbeda, salah
satunya tentang status hukum air liur yang keluar dari mulut dan ingus yang
keluar dari hidung.
Para ulama merinci status dari kedua cairan
ini. Air liur secara umum dihukumi suci, kecuali ketika air liur berasal dari
dalam perut, maka air liur dihukumi najis. Salah satu ciri-ciri air liur
berasal dari dalam perut yang menjadikannya najis adalah ketika air liur
berwarna kuning dan berbau agak busuk (bacin), tidak seperti keadaan air liur
biasanya yang cenderung bening tanpa disertai bau yang bacin.
Sedangkan status ingus memiliki perincian
hukum yang sama dengan air liur, yakni ketika ingus berasal dari dalam perut
maka dihukumi najis. Sedangkan ketika berasal dari kepala atau pangkal
tenggorokan maka dihukumi suci. Perincian hukum ini dijelaskan dalam beberapa
kitab mazhab Syafi’iyah, salah satunya seperti yang tercantum dalam kitab
Mughni al-Muhtaj:
  والبلغم الصاعد من المعدة نجس بخلاف النازل من الرأس أو من أقصى
الحلق والصدر فإنه طاهر والماء السائل من النائم إن كان من المعدة كأن خرج منتنا بصفرة
فنجس لا إن كان من غيرها أو شك في أنها منها أو لا فإنه طاهر
“Ingus yang naik dari perut (baca:
pencernaan) dihukumi najis. Berbeda ketika ingus yang berasal dari kepala atau
dari ujung tenggorokan maka ingus tersebut dihukumi suci. Sedangkan air liur
yang mengalir dari mulut orang yang sedang tidur, ada perincian hukum soal ini.
Jika berasal dari perut, seperti keluar dengan bau yang bacin dengan warna kuning
maka dihukumi najis. Dan dihukumi tidak najis jika berasal dari selain perut.
Sedangkan ketika ragu-ragu apakah air liur yang keluar berasal dari perut atau
bukan, maka air liur tersebut dihukumi suci.” (Syekh Khatib as-Syirbini, Mughni
al-Muhtaj, juz 1, hal. 79)
Pembatasan cakupan hukum “air liur dari mulut
orang yang sedang tidur” dalam referensi di atas tidaklah bersifat penentuan
secara khusus hanya dalam keadaan tidur, namun juga bisa dianalogikan
(di-qiyas-kan) dalam keadaan-keadaan yang lain. Pengkhususan keadaan tidur
dalam referensi tersebut disebabkan umumnya air liur yang najis dengan
ciri-ciri yang dijelaskan di atas, biasa ditemukan pada orang yang sedang
tidur.
Namun ketika air liur bercampur dengan darah,
misalnya terkena darah dari gusi, maka status air liur menjadi najis, karena
darah gusi adalah najis, dan ketika air liur bercampur dengan darah gusi atau
darah yang lain maka hukumnya berubah menjadi najis. 
Sedangkan ketika seseorang mendapatkan cobaan
berupa keluarnya darah dari gusinya secara terus-menerus, sehingga
mengakibatkan air liur nyaris selalu bercampur dengan darah gusi, maka dalam
keadaan demikian status darah yang keluar dari gusi dihukumi najis yang ma’fu
(ditoleransi), sehingga air liur meski bercampur dengan darah gusi tetap
dihukumi suci. Ketentuan ini seperti yang dijelaskan dalam kitab Nihayah
al-Muhtaj:
 ولو ابتلي شخص بالقيء عفي عنه منه في الثوب وغيره كدم البراغيث
ـ (قوله: بالقيء عفي عنه) ومثله بالأولى لو ابتلي بدم اللثة والمراد بالابتلاء به أن
يكثر وجوده بحيث يقل خلوه منه
“Jika seseorang diberi cobaan berupa muntah
(secara terus menerus), maka muntahan dihukumi najis yang di ma’fu ketika
berada di pakaian atau benda lainnya seperti halnya ditoleransinya (ma’fu)
darah nyamuk.” “Seperti halnya muntah dalam hal di-ma’fu-nya najis, hal yang
sama (secara qiyas aulawi) juga berlaku ketika seseorang diberi cobaan berupa
keluarnya darah gusi. Yang dimaksud dengan ‘diberi cobaan dengan darah gusi’
adalah keluarnya darah secara terus-menerus, sekiranya jarang sekali ditemukan
(air liur) yang tidak bercampur dengan darah gusi” (Syihabuddin Ar-Ramli,
Nihayah al-Muhtaj, juz 2, hal.  284)
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
secara umum status air liur dan ingus adalah suci, kecuali dua cairan ini
merupakan cairan yang keluar berasal dari dalam perut, seperti yang biasa
terjadi pada orang yang sedang tidur, maka status dua cairan tersebut berubah
menjadi najis. Kesucian air liur juga berubah menjadi najis ketika bercampur
dengan darah gusi, ketika memang darah gusi ini bukan merupakan hal yang sering
terjadi pada seseorang, sedangkan ketika seseorang sering keluar darah gusinya,
maka air liur tetap di hukumi suci. Wallahu a’lam.
Oleh : Ustadz Ali Zainal Abidin.
Website
:
http://shulfialaydrus.blogspot.co.id/
atau
https://shulfialaydrus.wordpress.com/
Instagram
: @shulfialaydrus
Twitter
: @shulfialaydrus dan @shulfi
Telegram
: @shulfialaydrus          
Telegram
Majelis Nuurus Sa’aadah :
https://telegram.me/habibshulfialaydrus
LINE
: shulfialaydrus
Facebook
: Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus
Group
Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau
https://www.facebook.com/gsayyiroups/160814570679672/
Donasi atau infak atau
sedekah.
Bank BRI Cab. JKT Joglo.
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5.
           
Penulis
ulang : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Categories
Uncategorized

Amalan Agar Di Ampuni Dosa.

Amalan
Agar Di Ampuni Dosa.
حديث
مرفوع ،  حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ
، وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ ، قَالا : حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ
مَرْزُوقٍ ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ ، عَنْ أَبَانَ بْنِ أَبِي عَيَّاشٍ
، عَنِ الْحَكَمِ بْنِ حَيَّانَ الْمُحَارِبِيِّ ، عَنْ أَبَانَ الْمُحَارِبِيِّ
وَكَانَ مِنَ الْوَفْدِ الَّذِينَ وَفَدُوا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ عَبْدِ الْقَيْسِ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَقُولُ إِذَا أَصْبَحَ : الْحَمْدُ
لِلَّهِ ، رَبِّي ، لا أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا ، وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ
، إِلا ظَلَّ يُغْفَرُ لَهُ ذُنُوبُهُ حَتَّى يُمْسِيَ ، وَإِنْ قَالَهَا إِذَا
أَمْسَى بَاتَ يُغْفَرُ لَهُ ذُنُوبُهُ حَتَّى يُصْبِحَ
Hadits
Marfu.
Telah
menceritakan kepadaku Muhammad bin Bisyri, Ibrohim bin Muhammad, berkata :
telah menceritakan kepada kami Ibrohim bin Marzuq, telah menceritakan kepada
kami Sa’id bin ‘Amir, dari Aban bin Abi ‘Ayyasy, dari Al Hakim bin Hayan Al
Muharibiy, dari bapaknya Al Muharibiy, dari utusan yang mendatangi Rasulullah
dari Abdullah bin Qois, bahwa Rasulullah SAW. berkata : Tiada dari seorang
Muslim (Islam) mengucapkan di waktu pagi :
الْحَمْدُ
لِلَّهِ ، رَبِّي ، لا أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا ، وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ
ALHAMDULILLAH(I),
ROBBII, LAA USyRIKU BIHI SyAI-AN, WA ASyHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH.
Segala
puji bagi Allah, Tuhanku, Tidak aku menyekutukan (Syirik) denganNya dari
sesuatu, dan aku bersaksi bahwasanya Tiada Tuhan selain Allah.
Kecuali
di ampuni dosa-dosa dan kesalahannya hingga sore hari, dan jika membaca pada
sore hari di ampuni dosa-dosa dan kesalahannya hingga pagi hari.
(Kitab
Ath Thobaqotul Kabir Ibn Sa’ad – Muhammad bin Sa’ad Az Zahirii, Kitab Kasyful
Astar – Nuruddin ‘Ali bin Abi Bakr Al Haitsami, Kitab Amal Al Yaum Wal Laylah –
Aḥmad ibn Muḥammad Ibn As Sunnii)
Silahkan
di amalkan, alfaqir (Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus) ijazahkan
bagi siapa saja yang mau mengamalkannya, amalan tersebut di baca setiap pagi
(habis sholat Subuh) dan sore (habis sholat Maghrib) sebanyak tiga kali, dan
hendaknya pada bacaan yang ketiga untuk menambah kalimat : Wa Asyhadu Anna
Muhammadar Rasuulullaah.
Website
:
http://shulfialaydrus.blogspot.co.id/
atau
https://shulfialaydrus.wordpress.com/
Instagram
: @shulfialaydrus
Twitter
: @shulfialaydrus dan @shulfi
Telegram
: @shulfialaydrus          
Telegram
Majelis Nuurus Sa’aadah :
https://telegram.me/habibshulfialaydrus
LINE
: shulfialaydrus
Facebook
: Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus
Group
Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau
https://www.facebook.com/gsayyiroups/160814570679672/
Donasi atau infak atau
sedekah.
Bank BRI Cab. JKT Joglo.
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5.
           
Penulis
dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Categories
Uncategorized

Hal-hal yang dapat menghanguskan pahala amal ibadah.

Hal-hal yang dapat menghanguskan pahala amal
ibadah.

1. Syirik Besar.
Kesyirikan besar dengan
berbagai jenisnya merupakan bentuk kezaliman besar dan penghinaan terhadap
Allah ta’ala, sebab ia adalah menyamakan antara derajat Allah dan makhluk-Nya,
karenanya balasan yang setimpal dengannya adalah terhapusnya semua pahala amalan
kebaikan, serta tak akan diampuni oleh-Nya bila mati dalam keadaan berbuat
syirik dan belum bertaubat darinya.
Sebagaimana dalam ayat :
 وَلَوْ أَشْرَكُوا
لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Seandainya mereka
menyekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka
kerjakan. (QS. Al An’aam (6) : 88).
2. Murtad (Keluar Dari Agama
Islam).
Barangsiapa yang keluar dari
islam/murtad, maka semua pahala amalan yang ia kerjakan sebelumnya terhapus dan
tak bernilai apa-apa dihadapan Allah ta’ala, dan diakhirat ia akan dijerumuskan
dalam neraka selama-lamanya.
Sebagai mana dalam ayat :
 وَمَنْ يَرْتَدِدْ
مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ
أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ
فِيهَا خَالِدُونَ
Barangsiapa di antara kalian
yang murtad dari agamanya kemudian mati dalam keadaan kafir maka mereka itulah
orang-orang yang terhapus amalannya di dunia dan akhirat. Dan mereka itulah
penghuni neraka. Mereka kekal berada di dalamnya. (QS. Al Baqarah (2) : 217)
3. Al-Mann
(Mengungkit-ngungkit Sedekah), dan Al-Adzaa (Menyakiti Perasaan Penerima).
Tatkala Bersedekah, Maka
Pahala Sedekahnya Terhapus. Mengungkit-ngungkit sedekah dan pemberian yang
diserahkan pada sipenerima misalnya dengan menyatakan bahwa “aku telah
memberimu sedekah, maka berbuat baiklah padaku”, adalah suatu dosa dan bisa
menghapus pahala amalan sedekah tersebut. Ini juga sama halnya dengan
memberikan sedekah tapi dengan cara yang membuat sipenerima tersakiti dan
terhina, seperti bersedekah dengan penuh sombong, sambil mengejek, ataupun
menceritakan perihal sedekah ini pada orang yang membuat sipenerima malu dan
tersakiti.
Sebagaimana dalam ayat :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آَمَنُوا لَا تُبْطِلُواصَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَى
Hai orang-orang beriman,
janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan
menyakiti (perasaan si penerima). (QS. Al Baqarah (2) : 264)
4. Akhlak
yang buruk.
Nabi Muhammad saw.
bersabda :

وَ إنّ سُوءَالخُلُقِ
يُفسِدُ العَمَلَ كَماَ يُفسِدُ الخَلُّ العَسَلَ




Dan sesungguhnya akhlak
tercela merusak amal sholeh sebagaimana cuka merusak madu. (HR Thabrani)
5. Hasad (dengki).
Dengki adalah salah satu penyakit hati. Ciri
dengki atau hasad adalah perasaan tidak suka ketika orang lain mendapatkan
kebaikan dan berusaha dengan segala cara agar kebaikan tersebut berpindah
kepadanya. Dengki ini bisa menyebabkan semua kebaikan yang dilakukan sia-sia
dan tidak mendapat pahala sedikit pun.
Nabi Muhammad saw.
bersabda :

إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ، فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ
الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ
Hati-hatilah (hindarilah)
oleh kalian hasad (dengki), karena hasad bisa memakan kebaikan sebagaimana api
melalap kayu bakar.
(HR Abu
Dawud)
6. Riya’ (Beramal dalam
perbuatan agar dipuji) dan Sum’ah (Menceritakan amalan baiknya agar dipuji).
Riya’ atau Sum’ah ini pasti
akan menghapus amalan yang dilakukan atau diceritakan dengan tujuan agar dipuji
dan disanjung oleh orang yang melihat atau mendengarnya.
Dalam hadis qudsi Allah
Ta’ala berfirman :
 أَنَا أَغْنَى
الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِى غَيْرِى
تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ
Aku paling tidak butuh pada
sekutu-sekutu, barangsiapa yang beramal sebuah amal kemudian dia
menyekutukan-Ku di dalamnya maka Aku tinggalkan dia dan syiriknya. (HR. Muslim)




7. Memelihara Anjing Untuk
Tujuan Selain Anjing Penjaga Gembalaan, Kebun, dan Buruan.
Nabi Muhammad saw. bersabda
:
 من أمسك كلبا فإنه
ينقص كل يوم من عمله قيراط إلا كلب حرث أو ماشية
Barangsiapa memelihara
anjing, maka amalan sholehnya akan berkurang setiap harinya sebesar satu qiroth
(satu qiroth adalah sebesar gunung uhud), selain anjing untuk menjaga tanaman
atau hewan ternak. (HR. Bukhari dan Muslim)
Itulah beberapa hal yang bisa
menghanguskan pahala amal sholeh kita.
Website
:
http://shulfialaydrus.blogspot.co.id/ atau
https://shulfialaydrus.wordpress.com/
Instagram
: @shulfialaydrus
Twitter
: @shulfialaydrus dan @shulfi
Telegram
: @shulfialaydrus
Telegram
Majelis Nuurus Sa’aadah :
https://telegram.me/habibshulfialaydrus
LINE
: shulfialaydrus         
Facebook
: Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus
Group
Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau
https://www.facebook.com/groups/160814570679672/
           
Donasi atau infak atau
sedekah.
Bank BRI Cab. JKT Joglo.
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5.
           
Penulis
: Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Categories
Uncategorized

Hal-hal yang dapat memperpanjang umur.

Hal-hal
yang dapat memperpanjang umur.
Memiliki
umur yang panjang dan berkah sangat di inginkan bagi orang-orang yang ahli ibadah,
karena memiliki umur yang panjang digunakan dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala
adalah termasuk orang yang disabdakan Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam At
Tirmidzi, Rasulullah bersabda :
خير
الناس من طال عمره وحسن عمله وشر الناس من طال عمره وساء عمله
Sebaik-baik
manusia adalah orang yang panjang umurnya dan bagus amal perbuatannya, dan
sejelek-jelek manusia adalah orang yang panjang umurnya namun buruk amal
perbuatannya. (HR. At Tirmidzi)
Agar
umur kita panjang dan berkah selain menjaga kesehatan dengan berolahraga secara
rutin dan teratur, selalu berpikiran positif, makan dan minum yang bergizi
(sehat) dengan tidak berlebihan (secukupnya), tidur yang cukup dan tidak
mempunyai rasa iri dan dengki kepada orang lain, maka hendaknya kita juga
mengamalkan amalan-amalan yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW. dan orang-orang
sholeh, berikut ini beberapa amalan agar dipanjangkan umur dalam
keberkahan.
1.
Selalu berbuat baik.
Rasulullah
SAW. bersabda :
لَا
يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ
Tidak
ada yang dapat menolak takdir ketentuan Allah selain doa, dan TIDAK ADA YANG
DAPAT MENAMBAH UMUR SESEORANG SELAIN PERBUATAN BAIK. (HR At Tirmidzi).
2.
Silaturrahmi.
Rasulullah
SAW. bersabda :
سَرَّهُ
أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Barang
siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan DIPANJANGKAN UMURNYA, maka hendaklah
ia menyambung tali SILATURAHMI. (HR. Bukhori dan Muslim).
3.
Bersedekah.
Rasulullah
SAW. bersabda :
الصدقة
ترد البلاء وتزيد في العمر
SEDEKAH
dapat menghilangkan bala’ dan MENAMBAH UMUR.
4.
Berbakti kepada orangtua.
Dari
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
:
مَنْ
أَحَبَّ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِي عُمْرِهِ وَأَنْ يُزَادَ لَهُ فِي رِزْقِهِ فَلْيَبَرَّ
وَالِدَيْهِ وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Siapa
yang suka untuk DIPANJANGKAN UMUR dan ditambahkan rizki, maka BERBAKTILAH PADA
ORANG TUA dan sambunglah tali silaturahmi (dengan kerabat). (HR. Ahmad)
5.
membaca doa.
Orang
yang suka membaca doa meminta panjang umur dalam keberkahan maka insya Allah
akan dipanjangkan umurnya sama Allah, karena tidak ada yang dapat merubah
taqdir kecuali dengan doa,
Rasulullah
SAW. bersabda :
لَا
يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ
Tidak
ada yang dapat menolak takdir ketentuan Allah selain doa, dan tidak ada yang
dapat menambah umur seseorang selain perbuatan baik. (HR At Tirmidzi).
Berikut
ini beberapa amalan dan doa agar diberikan panjang umur sama Allah yang bisa
kita amalkan. 
6.
Membaca surat At Taubah ayat 128-129 sebanyak 3x atau 7x setiap habis sholat
Subuh dan sehabis sholat Maghrib.
Dalam
Kitab Mujarrabat Ad Dairabi Al Kabir, karya Syeikh Ahmad Dairabi, halaman 42,
cetakan Mathba’ah Musthafa Muhammad, Mesir, diterangkan:
)وَمِنْ خَوَاصِّ) هَاتَيْنِ الْآيَتَيْنِ أَعنِيْ لَقَدْ جَاءَكُمْ
رَسُوْلٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ اِلَى آخِرِ السُّوْرَةِ أَنَّ مَنْ قَرَأَهُمَا فِيْ يَوْمٍ
لَمْ يَمُتْ فِيْ ذَلِكَ الْيَوْمِ كَمَا رُوِيَ عَنْهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Diantara
khasiat dua ayat ini maksudnya (Surat At Taubah ayat 128-129), bahwasanya
barang siapa membacanya pada satu hari maka dia tidak akan mati pada hari
tersebut, sebagaimana diriwayatkan dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam :
وَفِيْ
رِوَايَةٍ لَمْ يُقْتَلْ وَلَمْ يُضْرَبْ بِحَدِيْدَةٍ وَإِنْ قَرَأَهَا فِيْ لَيْلَةٍ
فَلَهُ مِثْلُ ذَلِكَ ذَكَرَ هَذَا الْحَدِيْثَ بَعْضُ الصَّالِحِيْنَ
Dalam
satu riwayat, dia tidak akan dibunuh, dan tidak akan dipukul dengan besi. Jika
dia membacanya di malam hari maka sebagaimana yang disebutkan diatas (maksudnya
dia tidak akan mati di malam hari tersebut). Hadits ini dituturkan oleh ba’dhush
shalihin.
Ini
surat At Taubah (9) ayat 128-129.
لَقَدْ
جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ
بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لا إِلَهَ
إِلا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
LAQOD
JAA-AKUM ROSUULU(N/M) MIN ANFUSIKUM ‘AZIIZUN ‘ALAIHI MAA ‘ANITTUM HARIIShUN
‘ALAIKUM BIL MU-MINIINA RO-UUFU(N/R) ROHIIM(UN), FAIN TAWALLAUU FAQUL
HASBIYALLAHU LAA ILAAHA ILLA HUWA ‘ALAIHI TAWAKKALTU WA HUWA ROBBUL ‘ARSyIL
‘AZhIIM(I).
Sesungguhnya
telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya
penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat
belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling
(dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain
Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy
yang agung”. (QS. At Taubah (9) : 128-129)
7.
Doa ini dibaca sehabis sholat lima waktu, atau di tempat-tempat dan waktu-waktu
yang mustajab.
اللَّهُمَّ
أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي وَأطِلْ حَيَاتِي عَلَى
طَاعَتِكَ، وَأحْسِنْ عَمَلِي وَاغْفِرْ لِي
ALLAHUMMA
AKTsIR MAALII, WA WALADII, WA BAARIK LII FIIMAA A’ThOITANII WA AThIL HAYAATII
‘ALAA ThOO’ATIK(A), WA AHSIN ‘AMALII WAGhFIR LII.
Ya
Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri.
Panjangkanlah (umur) hidupku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku
serta ampunilah dosa-dosaku.
8.
Doa ini dibaca sehabis sholat lima waktu, atau di tempat-tempat dan waktu-waktu
yang mustajab.
اللّهُمَّ
اِنَّا نَسْأَلُكَ طُوْلَ الْعُمُرِ بِالطَّاعَةِ وَاخْتِمْ لَنَا بِالْأَعْمَالِ الصَّلِحَةِ
ALLAAHUMMA
INNAA NAS-ALUKA
ThUULAL ‘UMURI BIThThOO‘ATI WAKhTIM LANAA BIL A’MAALISh ShOOLIHA(TI/H).
Ya
Allah, kami mohon kepada-Mu umur yang panjang, umur yang selalu digunakan untuk
taat kepada-Mu, dan akhirilah umur kami dengan perbuatan yang baik.
9.
Doa ini dibaca sehabis sholat lima waktu, atau di tempat-tempat dan waktu-waktu
yang mustajab.
للّٰهُمَّ
طَوِّلْ عُمُوْرَنَا وَصَحِّحْ أَجْسَادَنَا وَنَوِّرْ قُلُوْبَنَا وَثَبِّتْ إِيْمَانَنَا
وَأَحْسِنْ أَعْمَالَنَا وَوَسِّعْ أَرْزَقَنَا وَإِلَى الخَيْرِ قَرِّبْنَا وَعَنِ
الشَّرِّ اَبْعِدْنَا وَاقْضِ حَوَائِجَنَا فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ
ALLAAHUMMA
ThOWWIL UMUURONAA WA ShAHHIH AJSAADANAA WA NAWWIR QULUUBANAA WA SABBIT
IIMAANANAA WA AHSIN A’MAALANAA WA WASSI’ ARZAQONAA WA ILAL KhOIRI QARRIBNAA WA
‘ANISy SyARRI AB’IDNAA. WAQDhI HAWAAIJANAA FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKhIROTI
INNAKA ‘ALAA KULLI SyAI-IN QODIIR.
Ya
Allah panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad (badan) kami, terangilah hati kami,
tetapkanlah (kuatkan) iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami,
dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkan kami daripada keburukan. Kabulkanlah
segala kebutuhan kami dalam agama, dunia, dan akhirat. Sesungguhnya Engkau Maha
Kuasa atas segala sesuatu.
Kita bisa mengambil salah satu doa di atas (Nomer 7 – 9) untuk kita baca secara istiqomah atau bisa pula membaca ketiga-tiganya.
Itulah beberapa amalan dan doa agar Allah
memanjangkan umur kita dalam kebaikan,
Semoga Allah memanjangkan umur kita dalam
keadaan ta’at kepadaNya dan kepada RasulNya dan semoga Allah mematikan kita
dalam keadaan Husnul Khotimah, Aamiin.
Silahkan di amalkan, alfaqir (Habib Muhammad
Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus) ijazahkan bagi siapa saja yang mau
mengamalkannya.
Website : http://shulfialaydrus.blogspot.co.id/ atau
https://shulfialaydrus.wordpress.com/
Instagram : @shulfialaydrus
Instagram Majelis Nuurus Sa’aadah : @majlisnuurussaadah
Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi   
Telegram : @habibshulfialaydrus                 
Telegram Majelis Nuurus Sa’aadah : @majlisnuurussaadah
Facebook : https://www.facebook.com/habibshulfialaydrus/
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau
https://www.facebook.com/groups/160814570679672/
Donasi atau infak atau sedekah.
Bank BRI Cab. JKT Joglo.
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5.
Penulis
dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس