Laknat
dari Allah bagi orang-orang LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) dan
bagi pendukungnya yang tidak mau bertaubat.
Rasulullah
saww. bersabda:
أَرْبَعَةٌ يُصْبِحُونَ
فِي غَضِبِ اللَّهِ ويُمْسُونَ فِي سَخِطَ اللَّهِ”، قَالَ أَبُوْ هُرَيْرَةَ :
“وَمَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ
بِالنِّسَاءِ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ، وَالَّذِي يَأْتِي
الْبَهِيمَةَ، وَالَّذِي يَأْتِي الرِّجَالَ
Ada empat golongan yang di
pagi hari mereka berada dalam kemarahan
AllahSubhaanahu wa ta’ala dan di sore hari mereka berada dalam
kemurkaan-Nya.
Abu Hurairah berkata:
Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?
Beliau menjawab: Para lelaki yang menyerupai wanita, para wanita yang
menyerupai lelaki, orang yang menyetubuhi binatang, dan lelaki yang menyetubuhi
lelaki. (HR. Ath Thabrani dan Al Baihaqi)
Rasulullah saww. bersabda:
لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ
قَوْمِ لُوطٍ لَعَنَ اللَّهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ لَعَنَ اللَّهُ مَنْ
عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ
Allah melaknat orang-orang yang
mengerjakan perbuatan kaum Luth. Allah melaknat orang-orang yang mengerjakan
perbuatan kaum Luth. Allah melaknat orang-orang yang mengerjakan perbuatan kaum
Luth. (HR. Ahmad dan An Nasa’i)
Dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ
عَلَى أُمَّتِى عَمَلُ قَوْمِ لُوطٍ

Sesungguhnya yang paling aku takuti (menimpa)
umatku adalah perbuatan kaum Luth. (HR Ibnu Majah : 2563, 1457, Tirmidzi
berkata : Hadits ini hasan Gharib, Hakim berkata, Hadits shahih isnad)

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى
رَجُلٍ أَتَى رَجُلاً أَوْ امْرَأَةً فِيْ الدُبُرِ

Allah tidak mau melihat kepada laki-laki yang
menyetubuhi laki-laki atau menyetubuhi wanita pada duburnya. (HR Tirmidzi :
1166, Nasa’i : 1456 dan Ibnu Hibban : 1456 dalam Shahihnya. Keterangan : hadits
ini mencakup pula wanita kepada wanita)

Dilarang
tolong menolong dalam kemaksiatan.
Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى
الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Dan jangan tolong-menolong
dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah,
sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya
.
(QS. Al Maa-idah (5) : 2)
Ayat ini menunjukkan bahwa terlarang
saling tolong menolong dalam maksiat.
Dalam hadits juga disebutkan, Rasulullah
saww. bersabda:
وَمَنْ سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ
سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ
بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَىْءٌ
Barangsiapa yang memberi
petunjuk pada kejelekan, maka ia akan mendapatkan dosa dari perbuatan jelek
tersebut dan juga dosa dari orang yang mengamalkannya setelah itu tanpa
mengurangi dosa mereka sedikit pun juga
.
(HR. Muslim No. 1017)
Website
: http://shulfialaydrus.blogspot.co.id/ atau
https://shulfialaydrus.wordpress.com/
Instagram
: @shulfialaydrus
Instagram
Majelis Nuurus Sa’aadah : @majlisnuurussaadah
Twitter
: @shulfialaydrus dan @shulfi   
Telegram
: @habibshulfialaydrus
Telegram
Majelis Nuurus Sa’aadah : @majlisnuurussaadah
Facebook
: https://www.facebook.com/habibshulfialaydrus/
Group
Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau
https://www.facebook.com/groups/160814570679672/
Donasi
atau infak atau sedekah.
Bank
BRI Cab. JKT Joglo.
Atas
Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek
: 0396-01-011361-50-5.
Penulis
: Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus.
محمد
سلفى بن أبو نوار العيدروس

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *