Dilarang
mengaku keturunan dari yang bukan keturunannya.
Kita
di larang mengaku keturunan dari yang bukan keturunannya atau qabilahnya atau
mengakui seseorang itu anaknya atau ayahnya, padahal bukan anaknya atau bukan
ayahnya yang di akuinya itu, berikut ini adalah beberapa dalil larangan
mengaku-ngaku yang bukan keturunanya atau qabilahnya (marga).
حَدَّثَنَا
عَلِيُّ بْنُ عَيَّاشٍ حَدَّثَنَا حَرِيزٌ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ
عَبْدِ اللَّهِ النَّصْرِيُّ قَالَ سَمِعْتُ وَاثِلَةَ بْنَ الْأَسْقَعِ يَقُولُ
قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَعْظَمِ الْفِرَى أَنْ
يَدَّعِيَ الرَّجُلُ إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ أَوْ يُرِيَ عَيْنَهُ مَا لَمْ تَرَ أَوْ
يَقُولُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا لَمْ يَقُلْ
Telah
bercerita kepada kami ‘Ali bin ‘Ayyasy telah bercerita kepada kami Hariz
berkata, telah bercerita kepadaku ‘Abdul Wahid bin ‘Abdullah an-Nashriy
berkata, aku mendengar Watsilah bin Al Asyfa’ berkata; Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya diantara kebohongan yang besar
adalah bila seseorang mengaku (sebagai anak) dari orang yang bukan bapaknya
atau (seseorang) mengaku kedua matanya melihat sesuatu dalam mimpi padahal
tidak bermimpi apapun atau seseorang mengatakan sesuatu atas nama Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam apa yang beliau tidak mensabdakannya”. (HR.
Bukhori No.3247)
بَاب
حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ عَنْ الْحُسَيْنِ عَنْ
عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ يَعْمَرَ أَنَّ
أَبَا الْأَسْوَدِ الدِّيلِيَّ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَيْسَ مِنْ
رَجُلٍ ادَّعَى لِغَيْرِ أَبِيهِ وَهُوَ يَعْلَمُهُ إِلَّا كَفَرَ وَمَنْ ادَّعَى
قَوْمًا لَيْسَ لَهُ فِيهِمْ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
Telah bercerita kepada kami Abu Ma’mar telah
bercerita kepada kami ‘Abdul Warits dari Al Husain dari ‘Abdullah bin Buraidah
berkata, telah bercerita kepadaku Yahya bin Ya’mar bahwa Abu Al Aswad ad-Dayliy
bercerita kepadanya dari Abu Dzarr radliallahu ‘anhu bahwa dia mendengar Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang mengaku (sebagai
anak) dari bukan bapaknya padahal dia mengetahuinya melainkan telah kafir dan
siapa yang mengaku dirinya berasal dari suatu kaum padahal dia bukan dari kaum
itu maka bersiaplah menempati tempat duduknya di neraka”. (HR. Bukhori No
.3246)
حَدَّثَنِي
عَمْرٌو النَّاقِدُ حَدَّثَنَا هُشَيْمُ بْنُ بَشِيرٍ أَخْبَرَنَا خَالِدٌ عَنْ
أَبِي عُثْمَانَ قَالَ لَمَّا ادُّعِيَ زِيَادٌ لَقِيتُ أَبَا بَكْرَةَ فَقُلْتُ
لَهُ مَا هَذَا الَّذِي صَنَعْتُمْ إِنِّي سَمِعْتُ سَعْدَ بْنَ أَبِي وَقَّاصٍ
يَقُولُا سَمِعَ أُذُنَايَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ مَنْ ادَّعَى أَبًا فِي الْإِسْلَامِ غَيْرَ أَبِيهِ
يَعْلَمُ أَنَّهُ غَيْرُ أَبِيهِ فَالْجَنَّةُ عَلَيْهِ حَرَامٌ فَقَالَ أَبُو
بَكْرَةَ وَأَنَا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ
Telah menceritakan kepada kami Amru an-Naqid
telah menceritakan kepada kami Husyaim bin Basyir telah mengabarkan kepada kami
Khalid dari Abu Utsman dia berkata, “Ketika Ziyad diklaim (sebagai bapak)
maka aku bertemu Abu Bakarah, lalu aku berkata kepadanya, ‘Apa yang kamu
perbuat! Sesungguhnya aku mendengar Sa’d bin Abu Waqqash berkata, ‘Kedua
telingaku mendengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau
bersabda: ‘Barangsiapa dalam Islam mengklaim orang lain sebagai bapaknya
padahal dia bukan bapaknya, dan dia juga mengetahui bahwa dia bukan bapaknya,
maka surga haram atasnya.’ Maka Abu Bakrah berkata, ‘Dan saya juga mendengarnya
dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam’.” (HR. Muslim No.95, 96)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ
الصَّبَّاحِ أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ
عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ
الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ خَمْسِ مِائَةِ عَامٍ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin
Shabah, telah memberitakan kepada kami Sufyan dari Abdul Karim dari Mujahid
dari Abdullah bin Amru berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda: “Barangsiapa yang mengaku-ngaku memiliki hubungan nasab kepada
selain ayahnya, maka surga menjadi haram baginya, padahal bau surga dapat
dicium sepanjang jarak perjalanan lima ratus tahun.” (HR. Ibnu Majah
No.2601)
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ
الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْوَاحِدِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ
بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ قَالَ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ وَنَحْنُ بِبَيْرُوتَ
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ أَوْ انْتَمَى إِلَى غَيْرِ مَوَالِيهِ
فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ الْمُتَتَابِعَةُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin
‘Abdurrahman Ad Dimasyqi berkata, telah menceritakan kepada kami Umar bin Abdul
Wahid dari ‘Abdurrahman bin Yazid bin Jabir ia berkata; telah menceritakan
kepadaku Sa’id bin Abu Sa’id -ketika kami sedang berada di Bairut- dari Anas
bin Malik ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda: “Barangsiapa menyandarkan dirinya kepada selain
bapaknya, atau kepada selain tuan-tuannya, maka ia akan mendapatkan laknat
Allah yang berturut-turut hingga datang hari kiamat.” (HR. Abu Daud
No.4451, 4449)
حَدَّثَنَا وَهْبٌ يَعْنِي ابْنَ جَرِيرٍ حَدَّثَنَا
شُعْبَةُ عَنِ الْحَكَمِ عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ
أَرَادَ فُلَانٌ أَنْ يُدْعَى جُنَادَةَ بْنَ أَبِي
أُمَيَّةَ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ
وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ قَدْرِ سَبْعِينَ عَامًا أَوْ مَسِيرَةِ سَبْعِينَ
عَامًا قَالَ وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ
النَّارِ
Telah menceritakan kepada kami Wahb -yaitu
Ibnu Jarir- telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Al Hakam dari Mujahid
ia berkata; seorang laki-laki ingin agar ia dipanggil dengan sebutan Junaadah
bin Abu Umayyah. Maka Abdullah bin ‘Amru berkata; Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa Salam telah bersabda: “Barangsiapa mengaku keturunan dari orang
lain yang bukan ayahnya sendiri tidak akan mendapatkan bau surga. Padahal bau
surga telah tercium pada jarak tujuh puluh tahun, atau tujuh puluh tahun
perjalanan.” Beliau bersabda; “barangsiapa berdusta mengatas namakan
diriku, hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka.” (HR. Ahmad
No.6304, 19501, 1471)
أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ عَنْ شُعْبَةَ
عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ وَعَنْ أَبِي بَكْرَةَ
قَالَ شُعْبَةُ هَذَا أَوَّلُ مَنْ رَمَى بِسَهْمٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَهَذَا تَدَلَّى
مِنْ حِصْنِ الطَّائِفِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهُمَا
حَدَّثَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ ادَّعَى
إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ غَيْرُ أَبِيهِ فَالْجَنَّةُ عَلَيْهِ
حَرَامٌ
Telah mengabarkan kepada kami Sa’id bin Amir
dari Syu’bah dari ‘Ashim dari Abu Utsman dari Sa’d bin Abu Waqqash dan dari Abu
Bakrah, Syu’bah berkata; Ini adalah orang pertama yang melepaskan anak panah fi
sabilillah sedangkan yang ini adalah orang pertama yang turun dari benteng
Tha`if untuk bergabung dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Sesungguhnya mereka berdua menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda: “Barangsiapa mengakui orang lain sebagai ayah
kandungnya, padahal ia tahu bahwa orang itu bukan ayah kandungnya, maka surga
haram atasnya.” (HR. Ad Darimi No.2736, 2417, 2418)
Website
http://shulfialaydrus.blogspot.co.id/ atau https://shulfialaydrus.wordpress.com/
Instagram : @shulfialaydrus
Instagram Majelis Nuurus Sa’aadah : @majlisnuurussaadah
Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi
Telegram : @habibshulfialaydrus
Telegram Majelis Nuurus Sa’aadah : @majlisnuurussaadah
Facebook : 
https://www.facebook.com/habibshulfialaydrus/
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau 
https://www.facebook.com/groups/160814570679672/
Donasi
atau infak atau sedekah.
Bank BRI Cab. JKT Joglo.
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5.
Penulis
: Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.
محمد
سلفى بن أبو نوار العيدروس

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *