Nasehat-nasehat Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus. 
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Orang yang suka bersholawat dan bersalam kepada Rasulullah, keluarganya, dan sahabatnya seperti orang yang sedang mengirimkan hadiah dan memberi salam kepada mereka, semakin sering kita memberi hadiah dan salam kepada mereka, maka nama kita semakin di kenal sama mereka, jika nama kita di kenal sama mereka kelak di akhirat insya Allah kita akan di cari sama mereka, terutama akan di cari oleh Baginda Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam, orang yang di kenal oleh Nabi Muhammad maka tidak akan celaka di akhirat, dan kelak akan berkumpul dengan mereka di surga. 
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Sempurnakanlah rasa syukur kita kepada Tuhan kita yaitu ALLAH dengan mengucap Alhamdulillah dan kepada hambaNya yaitu manusia dengan mengucapkan terimakasih (syukron) kepada manusia yang telah memberi  sesuatu kepada kita dan juga untuk mendoakan kebaikan (Jazakallahu Khoiron Katsiron atau yang sejenisnya) atas mereka.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Orang yang bisa menjaga dari tidak melakukan perbuatan yang subhat dan makruh, maka akan terjaga dari melakukan perbuatan yang haram.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Barangsiapa ikut menyolatkan jenazah para ulama atau menyolatkan orang yang mendapat ampunan Allah ketika wafatnya maka dia akan mendapatkan juga bagian dari ampunan Allah dan kelak bisa mendapat syafaat darinya di hari kiamat.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Hal-hal Yang Dapat Menolak Bala’ Dan Bencana.
1. Bertakwa Kepada Allah Ta’ala.
2. Dengan Keberadaannya Rasulullah.
3. Bertaubat Dan Memperbanyak Istighfar.
4. Memperbanyak Bersedekah.
5. Memperbanyak Membaca Sholawat.
6. Berdoa Kepada Allah.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Kadang kita lebih mementingkan sholat sunnah Terawih, tetapi meninggalkan sholat sunnah Qobliyyah Ba’diyyah, terutama sholat sunnah Ba’diyyah Isya 4 rakaat, karena sholat sunnah Badiyyah Isya 4 rokaat menyamai sholat sunnah di malam Lailatul Qodar, jadi tertibnya sebelum sholat sunnah Terawih kerjakanlah sholat sunnah Isyanya, syukur-syukur bisa mengerjakan Qobliyyah Ba’diyyah disiang harinya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Hal-hal Yang Dapat Mengurangi Pahala Puasa.
1. Berdusta (Berbohong).
2. Ghibah (Menggunjing/Gosip).
3. Namimah (Mengadu Domba).
4. Marah.
5. Sumpah Palsu.
6. Melihat Dengan Syahwat.
7. Berbicara Kotor Dan Kasar.
8. Berkelahi Atau Bertengkar.
9. Memfitnah.
10. Melaknat.
11. Mencaci Maki.
12. Mengejek.
13. Riya’.
14. Sum’ah.
15. Melihat Gambar-Gambar Dan Film Porno.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Salah satu amal sholeh yang paling banyak dalilnya, manfaatnya, keutamannya, dan pahalanya adalah SEDEKAH, Orang yang suka BERSEDEKAH disukai dan dekat dengan ALLAH dan RASULULLAH, dekat dengan manusia, dekat dengan surga dan jauh dari neraka. Beristiqomahlah dalam BERSEDEKAH.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Berlomba-lombalah dalam melakukan kebaikan, kalau kita tidak bisa maka minimal janganlah kita melakukan keburukan, berlomba-lombalah dalam meraih pahala, kalau kita tidak bisa maka minimal janganlah melakukan dosa, berlomba-lombalah dalam melakukan keta’atan, kalau kita tidak bisa maka minimal janganlah melakukan kemaksiatan, berlomba-lombalah dalam mengejar akhirat, kalau kita tidak bisa maka minimal janganlah melupakan taubat.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Janganlah sampai kita tidak hadir ke majelis ta’lim walaupun hanya sebulan sekali, karena ada suatu derajat atau makom (kedudukan yang tinggi) yang tidak bias di capai atau di raih oleh seseorang kecuali hanya bisa di capai dan di raih dengan hadir dan duduk di dalam majelis ta’lim.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Lupakanlah amal kebaikanmu kepada orang lain, Maka Allah akan membalasnya dengan tidak melupakanmu.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Beribadahlah kepada Allah dengan ihsan, yaitu kita beribadah dalam keadaan melihat Allah, jika kita tidak dapat melihatNya, maka yakinlah bahwa Allah melihat kita, memperhatikan kita dan mendengar semua ucapan bacaan dan dzikir kita, serta jangan alihkan pikiran dan hati kita kecuali hanya tertuju kepadaNya (Ikhlas) agar ibadah kita dapat diterima olehNya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Kalau bukan karena Nabi Muhammad, tidak akan terangkat harkat dan martabat wanita, kalau bukan karena Nabi Muhammad, tidak akan ada adab mulia, kalau bukan karena Nabi Muhammad, tidak akan ada hak asasi manusia, kalau bukan karena Nabi Muhammad, tidak akan ada toleransi antar umat beragama, kalau bukan karena Nabi Muhammad, tidak akan ada pemimpin yang adil dan bijaksana, dan kalau bukan karena Nabi Muhammad, maka tidak akan Allah ciptakan dunia dan seisinya. 
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Hidup itu tidak harus mewah, yang penting berkah, 
tidak harus kaya, yang penting lapang dada, 
tidak harus menjadi pejabat, yang penting terhormat, 
tidak harus menjadi alim, yang penting ta’lim, 
tidak harus menjadi sakti, yang penting bersama Ilahi, 
tidak harus berkaromah, yang penting istiqomah, 
tidak harus bisa, yang penting terbiasa.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Bersyukur kepada Allah merupakan suatu derajat tertinggi disisih Allah Ta’ala, rasa syukur seseorang kepada TuhanNya selain banyak mengucapkan hamdallah (Alhamdulillaah) adalah dengan banyak beribadah kepadaNya dan mempergunakan karuniaNya untuk di jalanNya. Rasulullah SAW. banyak beribadah kepada Allah Ta’ala sampai kaki beliau bengkak dikarenakan rasa syukur beliau kepada Allah Ta’ala atas karunia kenikmatan (Iman, Islam, Ma’rifat, menjadi Rasul, menjadi hamba yang paling di cintaiNya, dll) yang diberikan Allah kepadanya. 
Sudahkah kita banyak bersyukur kepadaNya?
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Siapakah yang sebaik-baiknya manusia, seromantis-romantisnya manusia, semulia mulianya manusia, sealim-alimnya manusia, sesholeh-sholehnya manusia, sesempurna-sempurnanya manusia, sesabar-sabarnya manusia, seindah-indahnya manusia, seadil-adilnya manusia, sepemurah-murahnya manusia? Dialah suri tauladan kita semua Rasulullah Sayyidina Muhammad Bin Abdullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Janganlah kita sombong terhadap apa yang kita miliki seperti harta, uang, dan jabatan, karena itu semua adalah milik Allah, mungkin saja Allah memberikan kepada kita harta yang berlimpah, uang yang banyak ataupun jabatan yang tinggi karena sebab doa orang-orang yang kita cukupi dan kita bantu dalam kehidupan mereka sehari-hari sehingga Allah masih memurahkan dan membanyakkan rizki kepada kita dan masih membuka pintu kebaikan dan pahala untuk kita sehingga kita masih bisa dapat bersedekah dan berbagi kepada mereka, karena bisa saja sewaktu-waktu Allah mengambilnya kembali dari kita atas kesembongan yang kita lakukan.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Kehidupan sesudah kematian adalah benar, siksa kubur adalah benar, nikmat kubur adalah benar, pahala dan dosa adalah benar, timbangan (perhitungan) amal baik dan buruk adalah benar, jembatan Syirotol Mustaqim adalah benar, kiamat adalah benar, syafaat adalah benar, telaga Kautsar adalah benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, keabadian dialam akhirat adalah benar, dan melihat ALLAH di surga adalah benar.  
Sudahkah kita meyakini dan mempersiapkan untuk itu semua? 
Hayu kita bertaubat dan banyak beramal sholeh dari sekarang, untuk bekal kita dikehidupan di masa yang akan datang. 
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Wahai para murid dan para sahabat, basahilah lisansetiap saat, dengan memperbanyak membaca kalimat Tahlil, Istighfar dan Sholawat, juga membaca Al Qur’an yang penuh rahmat, agar mendapat nikmat di dunia maupun di akhirat, karena cepat atau lambat, kematian pasti di dapat, tidak bisa ditunda walaupun sesaat, kepada orang sholeh maupun yang banyak maksiat, orang biasa maupun pejabat, jadi marilah kita selalu bertaubat, jika telah lalai melakukan dosa dan maksiat, agar matinya bias mendapat rahmat, dari Allah Yang Maha Menerima Taubat, sehingga bisa meninggal dalamkeadaan Husnul Khotimat.  
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Bahwasanya sudah cukup surat Al Ahzab (33) ayat 56 yang ada di dalam Al Qur’an sebagai dalil untuk kita meyakini bahwa sholawat adalah amalan yang mulia dan bagus untuk dibaca sebanyak-banyaknya dalam setiap hari, karena ALLAH memerintahkan kepada hambaNya yang beriman untuk membaca sholawat kepada Nabi, bahkan selain memerintahkan kepada hambaNya yang beriman, ALLAH pun bersholawat kepada Nabi, juga para MalaikatNya pun ikut bersholawat, dengan begitu apakah sholawat tidak termasuk mulia, bagus dan utama? jadi tergantung kita sekarang, mau termasuk golongan orang yang beriman? Maka perbanyaklah membaca sholawat kepada Nabi dalam setiap harinya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Salah satu amal sholeh yang paling banyak dalilnya, manfaatnya, keutamannya, dan pahalanya adalah SEDEKAH.Orang yang suka BERSEDEKAH disukai dan dekat dengan ALLAH dan RASULULLAH, dekat dengan manusia, dekat dengan surga dan jauh dari neraka. 
Beristiqomahlah dalam BERSEDEKAH. 
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Perbanyaklah bersholawat kepada Rasulullah, karena bersholawat termasuk berdzikir kepada Allah, karena bersholawat termasuk berdo’a kepada Allah, karena bersholawat mengikuti perintah Allah, karena bersholawat termasuk menghidupkan sunnah Rasulullah, karena bersholawat tanda cinta kita kepada Rasulullah, karena bersholawat bisa menghapus dosa dan kesalahan kita kepada Allah, karena bersholawat bias mendatangkan syafaat Rasulullah, karena bersholawat bisa membuka tabir hijab yang menghalangi doa kita sama Allah, karena bersholawat bisa mendatangkan keridhoan Allah dan Rasulullah. 
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Jika kita copas atau share ilmu atau menulis ucapan seseorang yang diambil atau ditukil dari kitab, internet ataupun media sosial maka tulislah nama orangnya atau nama kitabnya agar ilmu menjadi berkah dan manfaat, para ulama dari dulu sampai sekarang jika mereka menukil ilmu atau nasehat dari kitab atau dari perkataan seseorang, maka mereka akan menyebutkan atau menuliskan nama orangnya atau nama kitabnya beserta nama pengarang kitabnya tersebut. 
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Kita boleh membaca segala macam buku, baik buku digital maupun buku cetak, sebab buku adalah jendela atau pintunya ilmu, dengan banyak membaca maka akan semakin banyak ilmu yang kita dapat, tetapi kita juga harus berhati-hati dalam membaca buku, terutama buku-buku agama, sebab bila membaca buku agama tanpa bimbingan guru maka bisa jadi buku yang kita baca malah bisa menyesatkan aqidah kita dan merusak keimanan kita, karena mungkin yang membuat buku tersebut tidak seaqidah dengan kita atau sipengarang buku memang mempunyai tujuan untuk merusak keimanan bagi orang yang membaca bukunya. 
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Memperbanyak sholawat kepada Rasulullah SAW. adalah salah satu rasa syukur atau rasa terima kasih kita kepada Rasulullah SAW. yang telah memberikan kita petunjuk kepada jalan yang lurus dan benar (Islam) agar kita bisa mendapatkan keridhoan Allah Ta’ala, sehingga kita bisa masuk kedalam surgaNya. 
Rasulullah SAW. bersabda : 
لا يشكر الله من لا يشكر الناس
Belumlah bersyukur kepada Allah, orang yang tidak berterima kasih kepada manusia. (HR. At Tirmidzi) 
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Belum dikatakan sempurna cintanya seseorang kepada Allah dan Rasulullah SAW. sebelum orang itu mencintai Ahlul Bait Rasulullah SAW. dengan sepenuh hatinya. Rasulullah SAW. bersabda :
أَحِبُّوا اللهَ لِمَا يَغْذُوْكُمْ بِهِ مِنْ نِعَمِهِ وَأَحِبُّوْنِي لِحُبِّ اللهِ، وَأَحِبُّوا أَهْلَ بَيْتِي لِحُبِّي
Cintailah Allah atas nikmat-nikmatNya yang diberikan kepada kalian, cintailah aku karena kecintaan kalian kepada Allah, dan cintailah Ahlul Baitku (keluargaku) karena kecintaan kalian kepadaku. (HR. At Tirmidzi, Ath Thabrani dan Al Hakim)
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Biasakanlah lisan kita berdzikir kepada Allah (sebab bisa karena terbiasa, karena akhir hayat  seseorang mengikuti kebiasaanya), terutama memperbanyak dzikir Laa Ilaaha Illallaahu Muhammadur Rosuulullaah, dan memperbanyak membaca sholawat kepada Rasulullah, agar akhir hayat kita dapat mengucap kalimat Laa Ilaaha Illallaah, sehingga bisa mendapat ampunan dari Allah, mati dalam keadaan Husnul Khotimah, dimasukkan kedalam surga yang indah, dan dikumpulkan bersama Rasulullah.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Sahabat yang bisa dijadikan pegangan, yang jangan ditinggalkan, yang harus terus dipertahankan adalah sahabat yang dalam keadaan senang dan susah selalu bertahan, sahabat yang memberi support dan dorongan kepada kita dalam semua permasalahan, sahabat yang selalu menunjukan kita kepada kebaikan, bukan yang menjerumuskan kita kepada kemaksiatan, sahabat yang selalu mengingatkan kita kepada keimanan, sahabat yang selalu mengajak kita kepada ketakwaan, sahabat yang dapat memberatkan amal sholeh kita di timbangan (mizan), dan sahabat yang dapat menarik kita masuk kedalam Surga Adn, dalam keadaan mendapat keridhoan Allahul Mu’minur Rohman.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Posting dan sharelah ilmu yang bemanfaat di status dan media sosial kita, agar bisa menjadi amal jariyah di catatan buku amalan kebaikan kita, dan janganlah posting dan share amal ibadah kita, di status dan media sosial kita, agar diterima amal sholeh kita, sama Allah Yang Maha Kuasa, dan untuk mempermudah penghisaban kita, selama kita hidup didunia. 
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Jika kita berkunjung ke tempat ulama maka niatkanlah bersilaturrahmi dan berziarah berkunjung kepada Rasulullah, jika kita memandang wajah ulama maka niatkanlah agar kita dapat memandang Rasulullah baik di dunia maupun di akhirat, jika kita berjabat tangan atau mencium tangan dengan ulama maka niatkanlah agar kita bisa berjabat tangan dan mencium tangan Rasulullah, jika kita duduk dengan ulama maka niatkanlah agar kita bisa duduk dan berkumpul dengan Rasulullah, karena Rasulullah bersabda : Barangsiapa berziarah/berkunjung kepada orang alim maka dia seperti menziarahiku, barangsiapa berjabat tangan dengan orang alim maka seperti berjabat tangan denganku, barangsiapa duduk dengan orang alim, maka seperti duduk dengan aku di dunia, barangsiapa duduk dengan aku di dunia, aku dudukkan denganku di hari kiamat.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Amal sholeh dan pahala yang kita dapatkan, adalah apa-apa yang kita kerjakan atau yang kita amalkan, yang hanya mengharap keridhoan dari Tuhan, yang member makan, kepada seluruh manusia, tumbuhan dan hewan, sampai hari dibentangkannya mizan, bukan yang ada di kitab atau yang ada di pikiran, tetapi tidak pernah kita kerjakan atau kita amalkan. 
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Kalau mau ngasih sesuatu kepada Habaib atau Ustadz (Ulama) niatinnya ngasih hadiah, bilang bib atau ustadz ini ada sedikit hadiah buat antum, jangan diniatin ngasih sedekah atau infaq, kecuali buat  majelis, orang yang faqir, miskin, dll karena habaib tidak menerima zakat dan sedekah, begitu pula Ustadz yang mengajarkan ilmu kepada kita, mereka adalah orang-orang yang mulia, masa mereka dikasih sedekah, tidak pantes, tapi dikasih hadiah, karena sedekah itu dikeluarkan untuk membersihkan (kotoran) harta agar harta menjadi berkah.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Tanda cinta seseorang pada kekasihnya adalah dia akan selalu mengerjakan apa-apa yang diperintah oleh kekasihnya, dia akan menjauhkan apa-apa yang di larang dan di benci oleh kekasihnya, dia akan selalu banyak mengingat dan menyebut-nyebut nama kekasihnya, dia akan rela berkorban untuk kekasihnya, dia akan mengutamakan kekasihnya daripada yang lainnya, dan dia akan selalu rindu ingin selalu berjumpa dengan kekasihnya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Seseorang akan dikenang setelah dia tiada, oleh karenanya ukirlah kehidupan kita dengan ukiran (perjalanan hidup) yang baik, dan berusahalah untuk selalu berbuat baik, supaya bisa memberikan manfaat untuk orang banyak agar bisa menjadi baik, dengan harapan kita bisa mati dalam keadaan baik, sehingga orang-orang akan mengenang kita dengan kenangan yang baik.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Kalau silaturahmi kerumah guru tuh usahain bawain tentengan apalagi sampe di kasih amplop, siapa tahu aje tuh guru belum punya amplop buat ngamplopin gurunya, kan tuh guru jadi seneng, jadi tidak usah nyari amplop lagi, kalau kita bikin seneng guru insya Allah ilmu yang kita dapet akan berkah dan manfaat, salah satu penyebab berkah dan manfaatnya ilmu adalah membuat senang hatinya guru, dan salah satu yang membuat seneng hatinya guru adalah ketika dibawain amplop.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Kunci keberhasilan dalam berdoa dan dalam mengamalkan sesuatu agar tercapai hajat, cita-cita dan keinginan kita adalah IKHLAS,YAKIN, BERSUNGGUH-SUNGGUH, ISTIQOMAH dan BERSABAR dalam berdoa dan dalam mengamalkan suatu amalan. 
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Di dalam kubur itu gelap, sepi, sendiri, tidak ada yang menemani, kecuali ditemani oleh amal sholeh kita nanti, salah satu amal sholeh kita yang dapat menjauhi kita dari siksa kubur dan yang dapat menerangi kubur kita dengan cahaya yang sangat terang benderang di dalam kubur adalah selain membaca surat Tabarok (Al Mulk) setiap malam yaitu dengan memperbanyak membaca SHOLAWAT kepada Rasulullah. Jadi tergantung begimana kita, apakah kita mau ditemani dengan amal sholeh kita yang indah dan wangi serta kuburan kita diterangi sama Allah dengan cahaya yang sangat terang benderang? Maka perbanyaklah dari sekarang untuk membaca sholawat kepada Rasulullah.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Barangsiapa bersholawat kepada Rasulullah satu kali maka Allah akan bersholawat (memberi rahmat) kepadanya sepuluh kali, satu sholawat saja yang  diberikan Allah untuk kita sudah cukup untuk memasukkan kita kedalam surga, apalagi sampai sepuluh rahmatNya, bahkan beribu-ribu rahmatNya, karena tidaklah suatu makhluk yang dimasukkan ke dalam Surga sama Allah melainkan dengan rahmatNya. Salah satu amalan yang dapat mendatang banyak sekali rahmat Allah dan cahaya dari Allah adalah SHOLAWAT, jadi tergantung begimana kita, mau masuk surga dengan mudah? Maka perbanyak membaca SHOLAWAT.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Hal yang paling di inginkan dan ditakuti oleh para Aulia Allah adalah mereka ingin bisa berkumpul di dalam surga dengan Rasulullah SAW., karena Rasulullah penyebab di ciptakannya surga, dan hal yang paling di takuti para Aulia Allah adalah mereka takut meninggal dalam keadaan Su’ul Khotimah, karena seseorang ditentukan baik dan buruknya dari akhir hidupnya.
Ya Allah, matikanlah kami dalam keadaan Husnul Khotimah dan kumpulkanlah kami kelak di dalam surgaMu yang tertinggi bersama kekasihMu Sayyidina Muhammad SAW.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Lima hal yang dapat menjadikan seseorang bisa berkumpul dengan Rasulullah SAW. di dalam Surga, yaitu : 
1. Memeluk agamanya Rasulullah (Islam), 
2. Mencintai Rasulullah, 
3. Mencintai keluarga Rasulullah, 
4. Menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah, dan 
5. Memperbanyak membaca sholawat kepada Rasulullah.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Hal-hal yang dapat menyebabkan sholatnya seseorang tidak diterima oleh Allah Ta’ala, yaitu : 
1. Seorang Imam yang tidak disukai oleh kaumnya.
2. Seorang wanita (istri) yang mendapat marah suaminya.
3. Saudara yang saling bermusuhan.
4. Orang yang meminum khomar (arak/yang memabukkan) tanpa meninggalkannya (Taubat).
5. Orang yang mendatangi dukun/peramal.
6. Seseorang yang selalu melakukan perbuatan keji dan munkar.
7. Tidak ikhlas (Riya dan Sum’ah).
8. Tidak mengeluarkan zakat.
9. Suka makan Riba.
10. Seorang Imam atau Pemimpin yang Sombong.
11. Memakan harta yang haram.
12. Durhaka kepada orang tua.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Hidupkanlah sunnah, kerjakanlah sunnah dengan istiqomah dalam kehidupan kita sehari-hari, kalau tidak bisa karena terlalu banyak sunnah yang harus di istiqomahkan, maka minimal kerjakanlah sunnah walaupun hanya satu kali, agar kita tidak menjadi orang yang merugi, karena ada sunnah yang tidak bisa dikerjakan kecuali pada tempat-tempat atau pada waktu-waktu tertentu dalam mengerjakanya, orang yang suka mengamalkan sunnah maka dia bisa berkumpul bersama Rasulullah SAW, 
Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku, maka dia benar-benar cinta kepadaku, barangsiapa cinta kepadaku maka dia akan bersamaku di dalam surga. (HR. At tirmidzi, Hadits Hasan Gharib)
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Perbaguslah akhlak kita, jagalah tutur kata, janganlah banyak berbicara yang tidak berguna, juga pelajarilah kitab yang membahas adab-adab mulia, serta amalkan isi yang terkandung di dalamnya, agar kita bisa menggapai kemuliaan takwa, dari Allah Yang Maha Esa lagi Maha Kuasa, sehingga Allah ridho kepada kita, dan memasukkan kita ke dalam surgaNya, dengan sebab kita beradab dan berakhlak mulia, kepada Allah dan kepada hamba-hambaNya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Orang yang suka bersholawat kepada Rasulullah SAW., seperti orang yang sering memberi hadiah kepada seseorang, semakin sering orang tersebut mengirimkan hadiah, maka orang yang di kirimkan hadiah akan semakin senang dan semakin mengenalnya (dekat, akrab), jika sudah di kenal, kalau sewaktu-waktu orang yang mengirimkan hadiah mengunjungi orang tersebut, maka orang tersebut akan menyambutnya dengan rasa senang dan akan menjamunya dengan istimewa.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Tidak maukah amalan kita menjadi sia-sia, tidak ada pahalanya di sisih Allah Ta’ala, hangus hilang entah kemana, hanya capek dan lelah yang kita terima, maka janganlah kita Sum’ah dan Riya, dengan memposting kegiatan amal ibadah kita, di Facebook, Whatsapp ataupun sosial media, baik berupa foto, tulisan maupun kata-kata, untuk menunjukan kepada dunia, dan kepada teman-teman kita, maka hal tersebut bisa menyebabkan terhapusnya pahala, sehingga menjadi sia-sia lah pekerjaan amal sholeh kita.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Bila kita membuang sesuatu yang masih bisa bermanfaat seperti sisa sayuran bekas masak atau sisa makanan yang dibuang di tanah ataupun di tempat sampah, maka niatin sedekah kepada makhluk Allah yang ada di atas tanah maupun yang ada di dalam tanah, agar hal tersebut bisa menjadi amal pahala untuk kita bila ada makhluk Allah yang memanfaatkannya atau memakannya dari apa yang kita buang tadi.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Seorang yang alim ataupun wali Allah itu tidak akan mempunyai rasa dengki kepada sesama makhluk Allah, apa lagi sampai mempunyai rasa dengki kepada habaib, belum bisa dikatakan orang Alim dan bisa turun derajat kewaliannya kalau mereka mempunyai rasa dengki, karena orang Alim dan para wali Allah itu orang yang mengamalkan Al Qur’an dan Hadits, di dalam Al Qur’an dan Hadits tidak di ajarkan untuk mempunyai rasa dengki, apa lagi sampai membenci habaib, karena di dalam Al Qur’an dan Hadits ada dalilnya untuk mencintai para Ahlul Bait Rasulullah.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Bukan karena amalannya atau doanya yang tidak manjur, tidak mujarab atau tidak ampuh sehingga belum dikabulkan sama Allah hajat dan keinginan kita, tapi karena mungkin kita kurang yakin, kurang semangat, tidak bersungguh-sungguh dalam berdzikir dan berdoa kepada Allah Ta’ala dan belum benar-benar beristiqomah dalam mengamalkannya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Kita bisa menjadi kaya di antara orang-orang kaya, bila kita melihat kepada orang-orang susah yang berada dibawah kita dalam urusan dunia, bahwasanya kita masih beruntung dibandingkan mereka, tetapi kalau kita melihat ke atas kita dalam urusan dunia, maka kita tidak akan ada rasa puas atas apa yang Allah berikan kepada kita, sehingga kita akan selalu merasa kurang terus dan merasa miskin selamanya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Awali setiap aktifitas dengan Basmallah, di akhiri dengan mengucap Alhamdulillah, usahakan walaupun sedikit untuk sedekah, perbanyak membaca Istighfar dan Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billah, bila kita mempunyai urusan yang sulit ataupun susah, agar diberikan sama Allah jalan keluar yang mudah, juga bisa mendatangkan rizki dengan berkah dan melimpah, semua yang mahal bisa menjadi murah, dengan sebab kita menggantungkan hidup hanya kepada Allah.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Suka mengulang-ulang doa atau dzikir itu seperti sedang mengasah pisau atau seperti mengayuh sepeda, semakin sering di asah pisaunya atau di kayuh sepedanya maka akan semakin cepat tajam (menjadi mustajab) atau semakin cepat sampai (dikabulkan).
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Salah satu cara menghormati dan memuliakan ilmu adalah dengan cara menghormati dan memuliakan guru, sedangkan salah satu cara menghormati dan memuliakan guru adalah dengan cara menghormati dan memuliakan anak-anaknya guru dan orang-orang yang mempunyai hubungan dengan guru, terlebih utama untuk menghormati dan memuliakan para habaib, karena mereka mempunyai hubungan ke Maha Guru Sayyidina Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Aalihi WA Sallam sebagai sumber dari segala ilmu.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Tidak sedikit orang yang bisa meraih pahala jariyah melalui dunia maya, media sosial, dan tehnologi lainnya dengan sebab memposting dan menyebarkan hal-hal yang positif, baik dan bermanfaat untuk orang lain dengan di barengi niat yang ikhlah karena Allah, hanya mengharap ganjaran pahala dari Allah dalam menyampaikannya, tetapi tidak sedikit pula orang yang bisa mendapatkan ganjaran dosa jariyah melalui dunia maya, media sosial dan tekhnologi lainnya dengan sebab memposting dan menyebarkan hal-hal negatif, hoax, dan yang tidak bermanfat lainnya, oleh sebab itu berhati-hatilah dalam menyebarkan dan memposting yang kita dapat atau kita dengar, teliti dan telusurilah dahulu sumber kebenaran hal tersebut, agar kita tidak menyebarkan atau memposting hal-hal yang dapat menjadikan datangnya dosa jariyah untuk kita.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Jika kita tidak pandai berbicara, dalam berdakwah menyampaikan nasehat agama, masih bisa kita gunakan hp, komputer atau yang lainnya, dengan membuat tulisan ataupun gambar yang berisi konten nasehat agama, atau menshare ilmu atau nasehat yang sudah ada, kalau kita minim dalam ilmu agama, setelah itu kita sebarkan melalui internet dan sosial media, jika ada orang yang bertaubat ataupun yang mengamalkannya, di sebabkan telah membaca yang kita share melalui tangan kita, maka kita bisa mendapatkan pahala, tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkannya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :  Jadilah kita menjadi sebaik-baik harta untuk kedua orang tua kita, dengan selalu taat dan berbakti kepadanya, merawat dan memperhatikannya di saat mereka beranjak tua, serta mengunjungi dan menziarahi mereka, baik kepada yang masih hidup maupun yang sudah tiada, juga selalu mendoakan dan memohonkan ampunan untuknya, di mana saja mereka berada, agar mereka senang dan bahagia, di dunia maupun di alam kuburnya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Jika kita berkumpul dengan Ulama dan memandang wajah Ulama maka berhusnudzonlah kepada mereka, bahwa mereka adalah orang alim dan mereka adalah orang-orang yang dicintai Allah, serta berniatlah dalam hati kita dalam memandangnya agar Allah menjadikan kita bisa memandang wajah Mulia Sayyidina Muhammad SAW. di akhirat nanti, juga meniatkan dalam memandangnya seperti yang diniatkan para guru-guru kita, salafush sholeh dan orang-orang sholeh niatkan, serta tanamkanlah dihati kita kecintaan kepada guru kita dan kepada Ulama, karena kecintaan kita dan pandangan mata kita kepada Ulama dan kepada guru-guru kita akan menyambungkan sanad kecintaan kita dan pandangan mata kita kepada mereka, yang mereka juga akan memandang dan cinta kepada guru mereka terus bersambung sampai kesahabat Rasulullah yang mencintai dan memandang Sayyidina Muhammad SAW., sehingga dapat mengumpulkan kita bersama mereka di akhirat nanti.
Rasulullah SAW. bersabda : Seseorang akan dikumpulkan (di akhirat) bersama orang yang dicintainya. 
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Mengerjakan kebaikan dan melakukan amal sholeh itu sangatlah mudah, yang sulit itu tidak menampakkan (Riya’ dan Sum’ah) perbuatan baik dan amal sholeh sesudah melakukannya dan juga sulit dalam menjauhkan maksiat dan dosa, jadi hendaknya kita untuk berusaha sekuat tenaga untuk menjauhkan hal tersebut, agar kita bisa selamat di dunia maupun di akhiratNya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Bersedekah dan berbagilah setiap hari, walaupun hanya sesobek roti, atau sesuap nasi, untuk bekal kita di akhirat nanti, agar bisa selamat dari murka Ilahi, selamat dari adzab dikubur nanti, dan selamat dari terbakarnya oleh api, yang sangat panas sekali, oleh karena itu sering-seringlah kita untuk bersedekah dan berbagi, setiap hari, seminggu sekali, atau minimal empat puluh hari sekali, tetapi yang lebih utama dilakukan setiap hari, jangan sampai kita menyesal tiada arti, saat kita di akhirat nanti, karena kita telah mengetahui, manfaatnya bersedekah dan berbagi, yang sangat besar dan banyak sekali, tetapi kita enggan untuk melakui. 
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Sholawat, hayo kita bersholawat, perbanyak sholawat, setiap saat, terutama di malam Jum’at, dan di hari Jum’at, akan membuat kita dekat, dengan Nabi Pembawa Rahmat, di dunia maupun di akhirat, serta mendapat syafaat, dan di ampuni sama Allah dari dosa dan maksiat, pada hari kiamat, bagi orang yang banyak membaca sholawat.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Orang yang selalu mengamalkan sunnah-sunnah Nabi Muhammad SAW, beramal dengan amalan-amalan yang Nabi Muhammad SAW kerjakan, maka orang tersebut sudah kayak/seperti Nabi, cuman tidak ada Nabi lagi sesudah Nabi Muhammad SAW, derajat yang paling tinggi di sisi Allah Ta’ala adalah derajatnya para Nabi, dan yang utama adalah derajatnya Nabi Muhammad SAW, kalau kita mau mendapatkan derajat yang tinggi di sisih Allah Ta’ala, maka ikuti Nabi Muhammad SAW, hidupkan sunnah-sunnah Nabi Muhammad SAW, dan amalkan amalan-amalan yang Nabi Muhammad SAW kerjakan, karena semua perbuatan yang Nabi Muhammad SAW kerjakan sudah di ridhoi Allah Ta’ala, mengikuti semua perbuatan Nabi Muhammad SAW baik dalam ucapan, perbuatan maupun amalan dan gerak-geriknya Nabi Muhammad SAW maka bisa mendapatkan ridhonya Allah Ta’ala, orang yang mendapatkan ridhonya Allah Ta’ala pasti bisa masuk surga.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Janganlah kita berselisih dan terpecah belah akibat perbedaan pilihan, terutama seorang murid yang berselisih terhadap gurunya, janganlah membuat kecewa dan sakit hati guru kita dengan berselisih pilihan dengan guru, hendaknya kita tidak mengutarakan di hadapannya (disimpan di hati), karena hal tersebut (berselisih pilihan sehingga guru kesal) bisa membuat tidak berkahnya ilmu, bahkan bisa memutus rantai sanad keguruan dengan sebab guru marah dan tidak ridho atas kelakuannya itu sehingga memutus hubungan antara murid dan guru (tidak di anggap murid), oleh sebab itu jagalah adab kita di hadapan guru, agar ilmu kita menjadi berkah dan berfaedah.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Didiklah anak-anak dan keluarga kita dengan ilmu agama, agar mereka dapat mengenal Allah dan RasulNya, juga agar dapat mengetahui syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad Nabi yang Mulia, serta mengetahui keutamaan para ulama dan orangtuanya, sehingga mereka akan berbakti kepada kita, dan juga selalu mendoakannya, walaupun kita telah tiada, dan janganlah kita salahkan mereka, jika mereka jadi durhaka kepada kita, karena kita tidak mendidik anak-anak dan keluarga kita, dengan pendidikan agama yang di ridhoiNya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal, seseorang yang mengamalkan sesuatu amalan sebelum dia mengamalkannya dengan penuh kesabaran dan istiqomah sampai tidak di sadarinya, Allah telah memberikan keinginannya itu.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Tidak semua Habib itu Ustadz, dan tidak semua Ustadz itu Habib, seorang Habib yang Ustadz lebih utama dari pada seorang Habib yang bukan Ustadz, dan seorang Habib yang bukan Ustadz lebih utama dari pada seorang Ustadz yang bukan Habib.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Termasuk bagian dari rasa syukur seseorang kepada Allah Ta’ala yaitu tidak menyisakan makanan atau nasi sebutirpun ketika ia sedang makan.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Jika urusan dunia menghimpitmu, ketakutan menghantuimu, hutang mencekikmu, penyakit menyiksamu, orang-orang yang dicintai mengkhianatimu, kejahatan orang hasut atau tukang sihir menggebukmu, masa depan dan karir membuat gelisah dirimu, gagal dalam asmara atau jodoh belum kunjung datang, belum punya keturunan, ujian hidup bertubi-tubi menyerangmu, maka perbanyaklah membaca HAUQALAH yaitu LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAAH, bacalah sebanyak-banyaknya dalam setiap harinya, atau tidak kurang dari seratus kali dalam setiap hari, sebab kalimat itu sebagai Kanzun Min Kunuzil Jannah (pembendaharaan dari surga), memiliki keutamaan yang agung dan menjadi amalan utama para Wali Quthb dan para pengamal Thariqah Shufiyyah.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Kita di ajarkan oleh guru kita untuk selalu berbuat baik, tidak boleh sombong, tidak takkabur, tidak menghina, tidak membenci, tidak mencela, tidak menggunjing, tidak melaknat, tidak memfitnah, tidak berbohong, tidak menjelekkan orang lain, selalu berhusnuzhon, berakhlak yang baik, terpuji dan mulia.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Barangsiapa yang membaca sebanyak-banyaknya dalam setiap harinya dan seratus kali setelah selesai sholat lima waktu dengan istiqomah dalam mengamalkan dzikir ini :
يَا عَلَّامَ الْغُيُوْبِ يَا عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ 
YAA ‘ALLAAMAL GhUYUUB(I) YAA ‘AALIMAL GhOIBI WASy SyAHAADA(TI/H).
Yang Maha Mengetahui Segala Hal Yang Ghaib (Yang Tidak Diketahui), Yang Maha Mengetahui Perkara Ghaib Dan Yang Nyata.
Maka insyaAllah Allah akan memberikan kemudahan dalam menghafal, mudah faham, cepat menguasai ilmu, kasyaf dan makrifat kepada Allah Ta’ala.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
MENYESAL adalah ruhnya dari TAUBAT, seperti halnya NIAT IKHLAS KARENA ALLAH sebagai ruhnya dari suatu amal yang dapat diterima ALLAH.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Kalimat yang di cintai Allah, yang dipilihkan Allah untuk para MalaikatNya berdzikir dan disukai untuk dibaca hambaNya adalah SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Jika rumah kita kebakaran dan di dalamnya ada keluarga kita yang kita cintai (ibu, bapak, suami, istri, anak, kakek, nenek, adik dan kakak), pasti kita akan menolongnya agar tidak terbakar oleh api, walaupun mereka sedang tidur, maka kita akan bangunkan, bahkan kita akan seret mereka agar bangun untuk menyelamatkan mereka agar tidak terbakar oleh api, tetapi mengapa kita membiarkan keluarga kita untuk masuk kedalam API NERAKA, dengan membiarkan mereka tidak melakukan sholat dan membiarkan mereka melakukan maksiat dan dosa?!
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Janganlah kita suka berbohong dan berbuat dosa dan maksiat lainnya, apalagi di bulan Ramadhan, dosanya bisa berlipat-lipat, sama halnya pahala di lipat gandakan di bulan Ramadhan, begitupula dosa, orang yang suka berbohong kemungkinan akan bisa terus melakukan kebohongan, karena akan berbohong terus menerus untuk menutupi kebohongannya itu!
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Ilmu yang bersanad itu ilmu yang di ambil dari sumbernya yaitu dari guru yang mengambil ilmu dari gurunya secara langsung/ta’lim atau melalui surat atau media elektronik (telpon, sms, email, FB, WA, dll) secara dinamis, atau melalui video streaming secara live/langsung, bukan secara statis atau secara siaran ulang. Media elektronik, Internet atau media sosial itu hanya sebagai sarana untuk mempermudah seorang berhubungan, seperti antara murid dengan gurunya atau sebaliknya untuk menginformasikan atau mencari tahu tentang segala hal antara mereka secara interaktif, bukan sebagai sumber ilmu. Wallahu a’lam bish showwab.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Pintunya agar memiliki ilmu yang banyak dan memiliki wawasan yang luas adalah suka MEMBACA berbagai macam buku dan tulisan, dan MENDENGARKAN berbagai macam ilmu yang diberikan oleh para ulama, para guru dan para cendikiawan.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Iman itu kadang naik dan kadang turun, jika sedang naik maka semangat untuk melakukan ibadah, jika sedang turun maka males-malesan untuk melakukakan amal sholeh, untuk itu kita perlu menjaga dan membangkitkan iman kita agar bisa naik terus, minimal tidak turun, agar iman terus menaik maka sering-seringlah kita mendengarkan nasehat para ulama atau membaca kitab-kitab agama, sering-sering bergaul dengan para ulama, Aulia Allah dan orang-orang sholeh, sering-sering duduk di majelis ta’lim dan dzikir, sering-sering baca Al Qur’an dengan maknanya, sering-sering baca manaqib atau biografi para Nabi, para Rasul dan para Aulia Allah, dan sering-sering ingat mati, dengan melakukan hal tersebut maka bisa membuat iman kita makin bertambah.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
  بِسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
BISMILLAAHILLADzII LAA YADhURRU MA’AS MIHI SyAI’UN FIL ARDhI WA LAA FIS SAMAA-I  WA HUWAS SAMII’UL ‘ALIIM(U).
Dengan nama Allah, dengan menyebut nama-Nya tidak akan berbahaya sesuatu yang ada di bumi maupun yang ada di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Barangsiapa yang membaca doa tersebut di atas sebanyak tiga kali sehabis sholat Subuh dan sehabis sholat Maghrib, juga membacanya sebanyak tiga kali ketika akan berpergian, menaiki kendaraan di darat, di laut ataupun di udara, di dalam keadaan ketakutan atau dalam keadaan perang, dan ketika sebelum makan dan minum, maka Allah akan melindungi dan memberikan keselamatan dari segala sesuatu yang dapat membahayakan atas dirinya, seperti mati mendadak, keracunan, terkena bencana mendadak, dan dari segala macam bahaya lainnya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Diam adalah emas, orang yang bisa menjaga lisannya dari tidak berbicara hal-hal yang tidak berguna maka dia akan selamat, selamat di dunia maupun selamat di akhirat, sebab lisan itu lebih tajam dari pada pedang, bila digunakan dengan baik maka akan mendatangkan kebaikan bagi penggunanya, tetapi jika digunakan untuk kejahatan atau keburukan maka bisa mencelakakan dirinya. Oleh sebab itu berfikirlah sebelum berbicara,  
Rasululllah SAW. bersabda : Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Jika kita disuruh bayar 100 juta untuk bisa masuk surga, maka kita akan banting tulang siang dan malam untuk mencari uang sebanyak itu agar kita bisa masuk surga, tetapi mengapa kita masih melalaikan SHOLAT LIMA WAKTU, bahkan sampai meninggalkannya, padahal kita ingin masuk Surga?!
Sungguh salah satu kunci Surga adalah Bertakwa Kepada Allah dimana saja kita berada dan mengerjakan SHOLAT FARDHU LIMA WAKTU.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Tidak semua yang bermarga itu Dzuriyyatur Rosul, tetapi setiap Dzuriyyatur Rosul pasti bermarga, dan setiap Dzuriyyatur Rasul mendapat kekhususan untuk kita cintai berdasarkan nas (dalil), Dzuriyyatur Rasul di Indonesia di panggil dengan panggilan HABIB, HABIBAH, SAYYID, SAYYIDAH, SYARIF dan SYARIFAH karena mereka orang yang di cintai dan dimuliakan, jika ada seorang yang mengaku habib tetapi tidak ada marganya atau ada disebutkan marganya tetapi bukan marga dari salah satu marga Dzuriyyatur Rasul maka dia bukan Habib dari Dzuriyyatur Rasul yang mendapat kekhususan itu. Wallahu a’lam bish showwab.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Janganlah kita membeda-bedakan antara kita punya guru dengan guru yang lain, atau berfanatik buta hanya dengan satu guru, sehingga kita saling menghujat dan saling membenci karena perbedaan pendapat, tetapi carilah guru sebanyak-banyaknya, agar kita mempunyai ilmu yang banyak dan memiliki wawasan yang luas,  diriwayatkan Imam Malik memiliki 900 guru, yang terdiri dari 300 dari Tabi’in, dan 600 dari Tabi’in-tabi’in. Sudahkah kita mempunyai guru?  Ulama mengatakan, orang yang belajar ilmu tanpa guru maka gurunya adalah syaitan.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Berdakwah itu mengajak orang yang non Islam, menjadi seorang Muslim, mengajak orang yang suka maksiat, menjadi orang yang suka bertaubat, mengajak orang yang suka mengerjakan perbuatan hina, menjadi orang yang suka mengerjakan perbuatan mulia, mengajak orang yang suka mengerjakan bid’ah, menjadi orang yang suka menghidupkan sunnah, mengajak orang yang jauh dari majelis ta’lim, menjadi orang yang alim, mengajak orang yang suka membenci dan suka mencaci maki, menjadi orang yang selalu menghargai, menghormati dan mencintai, dan mengajak orang yang jauh dari Ilaah, menjadi orang yang dekat kepada Allah.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Bulan Ramadhan bulan yang penuh dengan berkah, ampunan dan rahmat, yang memuliakan bulan tersebut akan selamat kelak di akhirat, beribadat di bulan itu pahalanya bisa berlipat-lipat, perbanyaklah membaca Al Qur’an, istighfar dan sholawat, juga kerjakan sholat malam dan keluarkan zakat, jangan lewatkan waktu yang terbuang walaupun sesaat, untuk selalu taat kepada ALLAH Yang Maha Melihat, agar hidup di dunia mendapat nikmat, dan di akhirat mendapat rahmat, serta masuk surga bersama Nabi Muhammad pemberi syafaat.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Lebih baik berkata atas nama diri sendiri atau berkata atas nama ulama daripada berkata atas nama Rasulullah (Hadits) yang belum kita ketahui asal usul hadits tersebut (Shoheh, Hasan, Muttawatir, Dhoif ataupun hadits palsu). Karena kita di larang menyebarkan hadits palsu, yang mengatas namakan Rasulullah, padahal bukan dari Rasulullah, Rasulullah saw. bersabda : “Barangsiapa yang berkata atas namaku sesuatu yang tidak pernah aku katakan, maka siapkan tempatnya di neraka”. (HR. Bukhoriy dan Ahmad).
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Pelajari dan bacalah Al Qur’an secara baik dan benar dengan memperhatikan tajwid dan makhroj hurufnya, bersucilah sebelum membaca, menyentuh atau memegangnya, bacalah dengan penuh pengagungan dan adab-adabnya, serta amalkanlah isi yang terkandung di dalamnya, agar bisa mendapatkan manfaat dan syafaatnya, karena tidak sedikit yang mendapat laknatnya, karena membacanya tidak memperdulikan itu semua. 
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Selalu beristiqomahlah dalam menjalankan ketaatan kepada Allah Ta’ala, dan beristiqomahlah dalam menjauhi kemaksiatan dan dosa, dan jadikanlah kematian sebagai nasehat yang utama, yang selalu mengingatkan kita, agar kita bisa selalu beramal sholeh dalam mengamalkan ilmu agama, sehingga bisa menjadi manfaat ilmu yang kita dapatkan dari para guru-guru kita.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Jika kita sudah kembali kepada Allah dengan bertaubat dan memohon ampun dengan penuh penyesalan kepada Allah atas dosa dan kesalahan kita, maka janganlah kita kembali berbuat dosa lagi dan janganlah menceritakan atau member tahu aib, kesalahan dan dosa kita kepada orang lain seperti halnya memasang foto kita yang sedang tidak berhijab, foto-foto yang mengumbar aurat dan foto-foto maksiat lainnya sehingga menjadikan dosa yang berkesinambungan (dosa jariyah) sampai hari kiamat dan beristiqomahlah dalam ta’at dan dalam meninggalkan maksiat, agar kita selamat di akhirat.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Di akhirat nanti Allah tidak akan menghisab, menghitung dan melihat seberapa ganteng atau cantik wajah dan rupanya kita, seberapa kaya harta yang di raih oleh kita, seberapa hebat kedudukan dan pangkatnya kita, seberapa banyak amalan yang di punya oleh kita, seberapa banyak kitab yang di miliki kita, seberapa banyak hafalan yang di hafal oleh kita, tetapi Allah akan menghisab, menghitung dan melihat seberapa banyak amal sholeh yang di kerjakan oleh kita selama di dunia dengan penuh keikhlasan karenaNya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Jika kita makan, minum, mengambil, dan memberi maka gunakanlah dengan tangan kanan kita, jangan menggunakan tangan kiri kita, Rasulullah bersabda : Sesungguhnya syaitan jika makan, minum, mengambil dan memberi dengan menggunakan tangan kirinya. Serta makan dan minumlah dengan duduk, karena makan dan minum dengan berdiri tidak baik buat kesehatan. Makan dan minum dengan duduk termasuk sunnah  Rasulullah SAW. 
Jadi orang yang makan, minum, mengambil dan memberi dengan tangan kiri adalah?
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Hati-hatilah bila ingin menyebarkan berita atau ilmu atau nasehat dari media sosial, internet, atau media lainnya, telitilah kebenarannya dahulu sebelum menyebarkan, karena orang yang menyebarkan berita bohong atau hoax atau yang sudah kadaluarsa yang sebetulnya berita tersebut tidak benar, maka dia akan mendapatkan dosa sebanyak orang yang ikut mengamalkan, menyebarkan atau mengajarkanya tanpa mengurangi dosa orang tersebut dan sebaliknya barangsiapa menyebarkan atau mengajarkan kebaikan dan orang lain mengikutinya maka dia akan mendapatkan pahala sebanyak orang yang mengamalkan, mengajarkan atau yang menyebarkannya tanpa mengurangi pahala orang tersebut.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Mencari ilmu itu seperti berburu binatang, kalau habis dapet binatang buruannya tetapi tidak di ikat atau dikandangi maka bisa lari, begitu pula dengan berburu ilmu, kalau ilmu yang didapat tidak ditulis atau dihafal, bila hafalannya hilang maka hilang juga ilmunya karena tidak adanya catatan ilmu tersebut, dan bila tidak dihafal maka kita tidak bisa memberikan keterangan atau hujah pada orang yang membutuhkannya, karena tidak ada yang bisa dibaca dan yang dihafalnya, sudah begitu sewaktu-waktu ilmu tersebut dapat diwariskan kepada anak, cucu ataupun siapa saja yang menginginkannya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Orang berilmu atau alim dalam agama belum tentu selalu baik, benar dan tidak melakukan kesalahan dan dosa, tetapi orang yang berilmu atau alim dalam agama bila dia melakukan hal yang tidak baik, kesalahan maupun dosa, maka dia akan segera meminta maaf atas kesalahannya, memohon ampun dan bertobat kepada-Nya atas dosa-dosanya yang ia lakukan!
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Ilmu itu mahal (tidak bisa dinilai dengan uang berapapun), mencari ilmu itu perlu pengorbanan waktu dan biaya, tidak sedikit waktu dan biaya yang dikeluarkan dalam mencari ilmu, baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat, oleh karenanya hargailah ilmu yang engkau dapat (dengan cara diamalkan dan disimpan). Juga mulyakan dan hargailah orang-orang yang memiliki ilmu, terutama orang-orang yang mengajarkanmu walaupun hanya mengajarkan satu ilmu untukmu, terutama ilmu-ilmu yang dapat mengantarkanmu menuju akhirat dengan selamat!
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Kita masuk surga bukan karena amal ibadah kita tapi karena rahmat-Nya Allah semata, amal ibadah kita adalah untuk menentukan tingkatan kita disurga nanti dan diamal kebaikan kita itulah terselip rahmat-Nya Allah Ta’ala. Kita masuk neraka bukan karena amal perbuatan buruk kita tapi karena murka-Nya Allah Ta’ala, amal perbuatan dosa kita adalah untuk menentukan tingkatan kita didalam neraka, dan diamal perbuatan dosa kita itulah bisa jadi terselip murka-Nya Allah Ta’ala!
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Perbanyaklah bersodaqoh, karena bersodaqoh dengan ikhlas dan tersembunyi (tanpa diketahui dan riya’) dapat mempermudah terkabulnya do’a, memperbanyak rizqi, menjauhkan bala’, mempermudah urusan, dekat sama Allah, dekat sama manusia, dekat dengan surga dan ilmunya orang-orang khusus dalam mencapai sesuatu tujuan, sedangkan sedekah yang paling afdhol dan utama adalah yang dikeluarkan pada bulan Ramadhan.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Muslim dan muslimah sejati tidak akan pernah bosan untuk mendengar, mencari, membaca, mengajarkan, menasehati, mengerjakan, memberi tahu dalam hal menuntut ilmu (Agama Islam) dan beramar Ma’ruf Nahi Munkar!
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Duduknya kita sesaat di majelis ta’lim maka itu lebih baik dari pada membebaskan 1000 budak, mengerjakan sholat sunnah 1000 roka’at, menjenguk 1000 orang sakit, mengantarkan 1000 jenazah, bersedekah 1000 kuda dijalan Allah, diampuni dosa-dosanya, dari setiap langkahnya di hitung ibadah, bila mati saat itu maka mati dalam keadaan syahid dan surgalah tempat kembalinya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Barangsiapa yang cinta pada Ulama, duduk bersama mereka, belajar dengan mereka, membantu mereka, memuliakan mereka, jika mereka bukan Ulama dan bukan menjadi Ulama maka Allah akan jadikan keturunannya ada yang menjadi Ulama!
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Wahai sahabat dan murid-muridku! Janganlah kalian memberi nasihat melainkan engkau telah mengerjakanya dan terus akan mengerjakannya, karena tiadalah seorang alim yang bertambah ilmunya, tetapi tidak bertambah petunjuknya (amalnya) maka tiadalah ia bertambah melainkan jauh dari Allah dan orang alim yang tidak mengamalkan ilmunya, melainkan Allah akan mencabut ruhnya tanpa syahadat dan memanggilnya dengan pemanggil dari langit: “Hai orang yang berdosa, merugilah kamu di dunia dan di akhirat”.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Orang yang berbuat salah atau menyakiti orang lain, seperti kita memantek paku ditembok atau pohon setiap kita melakukan kesalahan, dan mencabutnya bila kita memohon maaf padanya, maka walaupun paku sudah dicabut dari pohon atau tembok tersebut maka masih akan ada bekasnya walaupun paku sudah dicabut, begitu pula bila kita membuat sakit hati orang lain walaupun sudah dimaafkan tetapi masih akan ada bekasnya dihati. Maka jagalah adab kita dalam bergaul dan jagalah lisan kita dalam berbicara agar kita bisa terjaga dari menyakiti orang lain dan menjadi orang yang beruntung.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Jauhilah maksiat, karena bisa menjadikan rezeki seret, hidup melarat, penyakit sering kumat, membuat malas beribadat, bagi orang yang sering berbuat maksiat, juga akan masuk neraka yang sangat dahsyat, yang apinya berwarna hitam pekat, yang panasnya lebih dari 70.000 derajat, maka segeralah kita bertaubat, jangan ditunda-tunda sampai sekarat, agar kita bisa selamat, dari perhitungan amal nanti diakhirat, sehingga kita bisa masuk surga dengan rahmat, dari Allah Yang Maha Kuat lagi Maha Penerima Taubat!
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Hidup di dunia hanya sementara, hidup di akhirat abadi selamanya, jangan lupakan sholat 5 waktu walau sesibuk apa saja, banyak bershalawat kepada Rasulullah saww. Nabi yang mulya, juga bertakwa kepada Allah dimana saja kita berada, agar kita selamat dari siksa api neraka, dan akan masuk ke surga Jannatul Ma’wa!
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Subhaanallaahi wabihamdihi, kalimat yang dapat membersihkan hati, ringan di ucapkan berat ditimbangan nanti, dicintai Allahu Robbi Yang Maha Suci, juga dapat menghapuskan dosa yang dipertanggung jawabkan nanti, jika dibaca setiap harinya seratus kali, serta membuat bidadari tersenyum berseri, sungguh beruntung hamba yang selalu berdzikir ini, akan mendapatkan surga kekal dan abadi, dan dapat memandang wajah Ilahi.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Sedekah, harta menjadi berkah, membuat uang bertambah dan melimpah, jauh dari bala’ dan wabah, dapat memadamkan murkanya Allah, bisa menjadikan meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, mendapatkan maghfiroh dan rohmah, akan masuk kedalam surga yang indah, dan diberikan beberapa bidadari yang cantik merekah dan memerah, atas anugrah dari Allah untuk orang yang sering bersedekah!
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Wahai pemuda, pemudi dan orang tua, istiqomahlah dalam mengerjakan ta’at kepada ALLAH Ta’ala, bersabarlah dalam menjauhi maksiat dan dosa, karena lebih baik kita menderita di dunia yang sementara, daripada sengsara di akhirat yang abadi selamanya, akibat perbuatan dosa-dosa kita, yang selalu mengejar dunia, maka kita akan disiksa dengan api neraka, tidak ada amalan yang lebih bagus dan utama, untuk menyelamatkan kita dari siksa api neraka, kecuali mengikuti syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad utusan-Nya, serta menghidupkan sunnah-sunnahnya, banyak bersholawat kepadanya, mencintai sahabatnya, keluarganya, dan para ulamanya, juga sering-seringlah duduk dimajelis ta’lim dan dzikir yang diridhoi-Nya, maka hidup akan bahagia, di dunia maupun di akhirat-Nya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Apalah artinya nasehat, kalau bukan sebagai obat, untuk membersihkan hati yang berkarat, tetapi akhlak masih bejat, selalu berbuat maksiat, mengikuti hawa nafsu yang sesat, selalu mengumbar aurat, tidak mengerjakan sholat, apalagi tidak mengeluarkan zakat, sama halnya dengan monyet, yang hidup tanpa syariat.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Kita hidup hanya sementara, hanya amallah yang dapat menghantarkan kita kesurga, yang dapat menjauhkan dari api neraka, yang dapat menerangi di alam kubur kita, juga bisa mengangkat derajat yang tinggi dan mulia, akan dekat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka tidak akan kecewa selama-lamanya, bagi mereka yang selalu mengamalkan sunnah-sunnah Nabi Muhammad kekasih-Nya, dan kekasih kita semua.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Jagalah hati, tidak saling menyakiti, mendengki, membuat iri, tidak mudah emosi, tidak pamer diri, tidak menebar fitnah sana sini, tidak mudah terprovokasi, tidak mencuri, apalagi korupsi, saling menghargai, mengasihi, dan memberi, juga banyak bersholawat kepada Nabi, berdzikir setiap sore dan pagi, itulah ciri tanda bagi orang yang mengetahui dan mengerti, untuk bisa selalu dekat kepada Ilahi Allahu Robbi!
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Astaghfirullaaha, kalimat pertama yang harus kita baca agar kita dapat kembali kepada Allah Yang Maha Esa Lagi Maha Kuasa, kalimat yang dapat membersihkan kesalahan dan dosa, kalimat yang bila kita membacanya membuat kita tenang dan bahagia, kalimat yang dapat menghilangkan kesusahan-kesusahan didunia, kalimat yang dapat mengabulkan semua hajat-hajat kita, kalimat yang bila kita banyak membacanya maka diakhirat akan membawa kabar gembira untuk orang yang selalu melazimkannya, kalimat yang nantinya membuat Allah ridha padanya dan memasukan mereka kesurga-Nya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Sungguh amat merugi dan menyesal kelak diakirat nanti seseorang, dimana didunia ini mereka tidak banyak beramal sholeh dan mengetahui keutamaan duduk-duduk bersama alim ulama dan duduk bersama orang-orang yang dicintai Allah dan Rasul-Nya didunia, serta keutamaan hadir dimajelis ta’lim dan dzikir tetapi mereka enggan mendatanginya!
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Bertakwalah dimana saja kalian berada, jagalah lisan atau ucapan bila ingin berbicara, karena lisan atau ucapan dijaga dengan dua gerbang yaitu gigi dan bibir karena dia sungguh sangat berbahaya, ucapan yang tidak baik kepada seseorang dapat membuat sakit hati kepada orang lain, ucapan atau lidah dapat mengantarkan kita masuk kesurga atau keneraka, tergantung kita menggunakannya, apakah digunakan buat berdzikir, berdakwah, membaca Al Qur’an, shalawatan, berkata baik, dll atau buat menghujat, memaki, berbohong, menipu, menggibah, namimah, dll. Oleh karena itu berfikirlah sebelum berbicara dan jagalah lisan kita!
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Janganlah kalian berlaku dzolim terhadap orang lain, dengan mendo’akan (sumpah serapah) keburukan atau kejelekan kepada orang yang telah mendzolimi diri kalian, tetapi memohon ampunlah kepada Allah dan berdo’alah untuk diri kalian kebaikan, karena disa’at itu (orang yang terdzolimi) adalah termasuk waktu yang mustajab dalam berdo’a, tidak adanya penghalang antara kalian dan Allah dalam berdoa (makbul), dan do’akan pula kebaikan untuk orang yang telah mendzolimi kalian, agar kalian mendapatkan kebaikan yang banyak dengan lantaran do’a kalian, dan janganlah mendo’akan keburukan kepada orang yang telah mendzolimi kalian, itu sama saja kalian termasuk orang yang dzolim, karena dengan sebab do’a keburukan yang kalian panjatkan atasnya (orang yang dzolim) membuat orang yang dzolim tersebut menjadi celaka atas do’a kalian, dan hilanglah kesempatan kalian mendapatkan kebaikan yang banyak dan do’a yang makbul untuk diri kalian untuk mendapatkan derajat yang tinggi disisi Allah Ta’ala!
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Janganlah kita menggunjing atau menyebarkan aib orang lain, karena bisa jadi dosanya lebih banyak atau besar dari orang yang telah (digunjing atau dibuka aibnya) berbuat dosa tersebut, nanti juga diakhirat bila kita mati sebelum bertaubat kita akan disuruh makan bangkai orang yang telah digunjingnya atau dibuka aibnya, dan dosa orang yang menggunjing atau membuka aib orang lain belum bisa diterima sama Allah taubatnya sebelum orang yang menggunjing atau membuka aib orang lain itu meminta maaf kepada orang yang teleh dibuka aibnya atau digunjing sehingga ia memaafkannya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Maafkanlah kesalahan orang lain, maka ALLAH akan memaafkan kesalahan diri kita, tutuplah aib orang lain, maka ALLAH akan menutupi aib-aib kita, selalu berbuat baiklah kepada orang lain, maka ALLAH akan selalu berbuat baik kepada kita dan tolonglah orang lain yang dalam kesusahan dan yang perlu bantuan, maka ALLAH akan menolong dan membantu kita bila kita dalam kesusahan.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Sholatlah sebelum kita disholatkan, bertaubatlah sebelum ruh keluar dari raga, bersedekahlah sebelum sedekah tidak ada yang mau menerima, berbaktilah kepada kedua orang tua sebelum kehilangan keduanya, berbuat ta’atlah kepada ALLAH sebelum disibukkan oleh dunia, berdzikirlah sebelum lisan sulit berbicara, hidupkanlah sunnah sebelum terjadinya banyak fitnah dan bid’ah, dan berbuat amal sholehlah sebelum datang hari perhitungan.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Akhlak mulia dan sopan santun merupakan kunci utama dalam kehidupan, karena dengan akhlak mulia semua orang akan menerima kita dengan baik, orang pintar tapi akhlaknya buruk tetap saja dipandang buruk, namun orang yang kurang pintar dengan akhlak yang baik dan mulia maka akan dianggap yang terbaik.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Menaruh dunia jangan ditaruh dihati, tetapi ditaruh ditangan, yang suatu-waktu hilang, maka hati kita tidak ikut hilang, tidak terbawa pikiran, menjadikan guncangan iman!
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Seutama-utama ibadah adalah mengerjakan sholat,
Seutama-utama membaca adalah membaca Al Qur’an,
Seutama-utama Al Qur’an adalah Bismillaahir Rohmaanir Rohiim,
Seutama-utama dzikir adalah Laa Ilaaha Illallaahu Muhammadur Rasuulullaah,
Seutama-utama do’a adalah Alhamdulillah,
Seutama-utama bulan adalah bulan Ramadhan,
Seutama-utama hari adalah hari Jum’at,
Seutama-utama malam adalah malam Lailatul Qodar,
Seutama-utama para Nabi dan Rasul adalah Nabi Muhammad saww.,
Seutama-utama umat adalah umat Nabi Muhammad saww.,
Seutama-utama tempat adalah masjid,
Seutama-utama masjid adalah Masjidil Haram,
Seutama-utama bangunan adalah Ka’bah,
Seutama-utama amalan adalah yang dikerjakan dengan istiqomah walaupun sedikit,
Seutama-utama sedekah adalah yang dikeluarkan untuk dijalan Allah,
Seutama-utama manusia adalah yang akhlaknya paling baik,
Seutama-utama waktu adalah yang digunakan untuk ta’at kepada Allah.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Salah satu tanda dan ciri serta amalan orang yang mencintai Nabi Muhammad saww. dan Nabi Muhammad saww. juga mengenali dan cinta kepada mereka adalah mereka yang suka dan gemar untuk selalu membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saww.!
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Aturlah waktu kalian dengan sebaik-baiknya agar kalian dapat mengamalkan dan menjalani semua ajaran dan amalan (dzikir-dzikir dan doa) yang kalian terima dan pelajari dari guru-guru kalian dengan penuh kesabaran dan istiqomah agar kalian mendapatkan keberuntungan didunia khususnya diakhirat!
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Janganlah kalian jemu dan bosan dalam memohon ampun dan bertobat kepada Allah setiap kali melakukan kesalahan dan dosa kepada-Nya, memohon ampun dan bertobatlah kepada Allah terus menerus sampai kalian bosan melakukan maksiat dan dosa kepada-Nya!
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Istiqomahlah dalam mengerjakan sholat,
Istiqomahlah dalam ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya,
Istiqomahlah dalam menuntut ilmu agama,
Istiqomahlah dalam mengajar,
Istiqomahlah dalam menjauhi maksiat,
Istiqomahlah dalam amar ma’ruf,
Istiqomahlah dalam nahi munkar,
Istiqomahlah dalam mencari yang halal,
Istiqomahlah dalam berbakti kepada kedua orang tua,
Istiqomahlah dalam berbakti kepada suami,
Istiqomahlah dalam berdoa,
Istiqomahlah dalam berdzikir,
Istiqomahlah dalam bershalawat kepada Nabi Muhammad saww.,
Istiqomahlah dalam mencintai keluarga Nabi Muhammad saww, para ulama dan para sholihin,
Istiqomahlah dalam menegakkan yang hak,
Istiqomahlah dalam berdakwah,
Istiqomahlah dalam berbuat kebaikan, dan
Istiqomahlah dalam menghidupkan sunnah Nabimu Muhammad saww..
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Orang yang pandai, pintar, cerdas dan beruntung adalah orang yang selalu ingat mati, selalu memperbaiki hubungannya dengan ALLAH dan selalu beramal sholeh untuk membekali dirinya di kehidupan yang abadi!
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Guru kami mengajarkan kami untuk tidak membenci, tidak menghina, dan tidak menggunjing, kami di ajarkan untuk berakhlak baik, terpuji dan mulia!
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Kalau mau sedekah jangan nunggu banyak, tetapi dengan sedekah akan menjadi banyak, harta yang disedekahkan akan bertambah, terus bertambah dan makin bertambah banyak!
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Beristiqomahlah selalu dalam keta’atan kepada Allah dan dalam beramal sholeh kepada-Nya dan jangan pernah untuk berhenti beristiqomah walaupun kita masih banyak berbuat maksiat dan dosa, karena bisa jadi suatu saat perbuatan maksiat dan dosa kita itu adalah yang terakhir kita kerjakan, dengan begitu kita tetap masih selalu beristiqomah.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Jalinlah persahabatan dengan Rasulullah SAW. dengan banyak membaca sholawat kepada beliau, orang yang paling dekat dengan beliau adalah orang yang paling banyak membaca sholawat kepada beliau, orang yang dekat dengan beliau, maka akan dekat dengan Allah, orang yang dekat dengan Allah dipastikan kelak tidak akan disentuh oleh api neraka.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Barangsiapa yang memperbaiki hubungannya dengan ALLAH, maka ALLAH akan memperbaiki hubungannya dengan manusia dan akan mencukupi kebutuhan dunia dan akhiratnya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Jika kalian ingin mengetahui kedudukan kalian disisi ALLAH, maka lihatlah seberapa banyak dan sukakah kalian mengerjakan kewajiban-Nya, kesunnahan Rosul-Nya, menjauhi larangan-Nya dan meninggalkan hal-hal yang dibenci oleh-Nya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Jika kalian tidak dapat banyak berbuat kebajikan dan amal sholeh, minimal janganlah kalian berbuat maksiat dan dosa kepada ALLAH Ta’ala.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Cirinya Ahlus Sunnah Wal Jama’ah itu gampang dikenalinnya, mereka itu orang yang suka Maulid, Tahlilan, Ziarah Kubur, Ratiban, Sholawatan dan Tawasulan.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Berhusnuzhonlah (berprasangka baik dan berpikiran positif) kalian kepada siapapun, karena jika kita salah dalam berhusnuzhon tidak akan mengotori hati, tetapi jika benar dalam berhusnuzhon tidak akan membuat kita rugi dan sesak hati.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Huruf yang kalian tulis itu akan tetap ada sebagai saksi walaupun kalian sudah mati, maka tulislah dengan tanganmu hal-hal yang kamu lihat baik dan bermanfaat untuk dirimu dan untuk orang lain.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Ambillah ilmu walaupun sedikit yang kita dapet, dengan mengumpulkan yang sedikit, maka lama-lama bisa menjadi bukit!
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Ilmu itu untuk di amalkan, bukan untuk diperdebatkan, bukan tugas kita memperdebatkan ilmu, mengatakan ini haram, itu halal, ini dilarang, itu diperbolehkan, dll itu semua tugasnya para Mujtahid, kita hanya Muqollid, tugas kita hanya mengamalkan ilmu yang sudah ada dalilnya dari guru-guru kita dan bertaqlid (mengikuti) kepada seorang Mujtahid.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Para kekasih Allah tidak pernah meniggalkan untuk bangun malam walaupun hanya untuk sekedar sholat sunnah dua roka’at.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Segala sesuatu amal tergantung niat, niat itu adalah ruhnya dari sebuah amal, seseorang akan diganjar sama ALLAH dari apa yang diniatkannya, niatnya seorang mukmin lebih baik dari pada amalnya, semakin banyak niat yang baik dalam beramal maka akan semakin banyak pahala dan kebaikan yang didapatnya, niat yang paling utama dalam suatu amal adalah mengharap ridho ALLAH, jika tidak bisa banyak berniat maka niatkanlah dalam suatu amal itu seperti apa yang diniatkan salafush sholeh dan orang-orang sholeh niatkan, maka dengan begitu kalian akan mendapatkan apa-apa yang mereka niatkan dalam suatu amal tersebut.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Dijaman sekarang kita dapat dengan mudah untuk mencari dan mendapatkan ilmu, baik dengan membaca dari buku-buku, terjemahan, internet, serta media sosial, tetapi kita tidak bisa mendapatkan keberkahannya, keberkahan dari suatu ilmu itu adalah dengan cara mengambil langsung ilmu tersebut dari pada sumbernya (guru), seorang yang tidak mempunyai guru dipastikan gurunya syaitan, karena orang yang belajar hanya dari buku dan internet tanpa adanya guru maka bila ada kesalahan maka dia tidak akan tahu dan tidak akan ada yang dapat menegur serta membetulkannya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Kecintaanmu kepada sesuatu hal akan menyibukkanmu kepada hal tersebut, cintailah ALLAH dan Rasul-Nya dengan sebenar-benarnya cinta, karena kecintaanmu kepadanya akan membawa kebahagiaan untukmu di dunia maupun di akhirat dan dapat mengumpulkanmu dengan mereka, orang yang mengaku cinta kepada ALLAH dan Rasul-Nya maka ia akan menjaga dirinya dari tidak mengerjakan hal yang dilarang dan akan selalu berusaha untuk berdzikir setiap waktunya, juga akan selalu berbuat kebaikan dan amal sholeh serta menghidupkan sunnah-sunnah Nabi Muhammad saww.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Janganlah kalian meremehkan dosa-dosa kecil, karena dari situlah bersemi cabang-cabang dosa besar, dosa kecil yang dikerjakan terus-menerus akan menjadi dosa besar, dan bukan namanya menjadi dosa besar lagi bila seseorang sering memohon ampun kepada ALLAH dan bertaubat kepada-Nya. Tiada satupun dosa yang tidak diampuni sama ALLAH bagi mereka yang ingin bertaubat dan memohon ampun kepada ALLAH, Sesungguhnya ALLAH Yang Maha Pengampun, Maha Pemaaf, Penerima Taubat Lagi Maha Penyayang.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Andaikan orang mati bisa balik lagi ke dunia untuk beramal sesaat, niscaya mereka akan hadir ke majelis ta’lim dan dzikir karena begitu besarnya pahala yang di dapat di akhirat.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Sedekah dengan harta yang haram untuk membersihkan atau mensucikan harta kita sama halnya mencuci najis dengan air seni atau air yang najis, maka hal itu tidak dapat mensucikan dan tidak dapat membersihkan najis tersebut, Jadi carilah harta atau rizki yang halal baik hartanya maupun cara mendapatkannya, karena mencari yang halal wajib bagi setiap muslim dan muslimat dan kelak itu semua akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Sedekah adalah memberikan sesuatu kepada seseorang yang membutuhkan maupun yang tidak membutuhkan tanpa syarat-syarat tertentu untuk bisa menerimanya, sedangkan memberikan sesuatu kepada seseorang yang membutuhkan maupun yang tidak membutuhkan dengan syarat-syarat tertentu untuk bisa menerimanya dan baru bisa mendapatkannya bila syaratnya terpenuhi makanhal tersebut di namakan upah.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Berdo’a yang bagus itu di lakukan sehabis sholat lima waktu, saat sedang bersujud, saat sedang berpuasa dan di waktu tengah malam, bukan di tulis di status media sosial, karena ALLAH dekat dengan hamba-Nya yang mendekatkan diri pada-Nya terutama mendekat kepada-Nya di waktu tersebut, maka berdo’alah pada waktu dan sa’at itu.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Hati adalah cerminan dari seseorang, bila hatinya baik maka akan membuat perilakunya baik, begitupula sebaliknya, bila hatinya kotor maka akan membuat perilakunya tidak baik.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Membaca kisah-kisah atau biografi atau manaqib dari para Nabi, Ulama, Aulia Allah atau para sholihin itu selain bisa menambah pengetahuan yang bisa kita dapat dan kita ikuti suri tauladan mereka semasa hidupnya, juga dapat mendatangkan rahmat bagi pembacanya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Mintalah do’a kepada siapapun yang kalian temui, walaupun kepada seorang pengemis, karena engkau tidak akan tahu dari lisan siapa do’a akan dikabulkan, dan mintalah kepada ALLAH agar ALLAH memberikan kepada kalian kebaikan dan keberkahan di dunia maupun di akhirat, karena kebaikan dan keberkahan adalah sumber dari semua keberuntungan dan kesuksesan.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Janganlah kita ikut-ikutan sesuatu yang belum kita ketahui baik atau buruknya suatu perbuatan, serta tinggalkan sesuatu yang meragukan kita, dan tinggalkan apa-apa yang bisa melalaikan kita dari ta’at kepada Allah dan RasulNya, maka kita akan selamat dari perbuatan maksiat dan dosa yang kita ketahui maupun yang belum kita ketahui.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Kecintaan dan kerinduan kita kepada Rasulullah menjadikan Rasulullah sangat cinta dan rindu kepada kita, karena Rasulullah sangat mengenali umatnya satu-persatu yang cinta dan rindu kepada beliau, dibandingkan seorang ibu terhadap anaknya, dan tanda cintanya seseorang kepada Rasulullah adalah mereka yang suka mengamalkan sunnah-sunnahnya dan banyak bersholawat kepadanya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Apabila banyaknya urusan, kebutuhan dan keinginan kita yang kita inginkan belum tercapai dan terselesaikan dikarenakan kita tidak sempat untuk meminta kepada Allah satu persatu karena begitu banyaknya, maka perbanyaklah membaca istighfar, karena dengan memperbanyak istighfar Allah akan mempermudah mengabulkan semua niat dan hajat kita satu persatu yang kita butuhkan dan kita inginkan dan Allah akan mempermudah menyelesaikan semua urusan kita.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Perbanyaklah membaca ISTIGHFAR dan SHOLAWAT karena kedua dzikir tersebut adalah sebaik-baik dzikir yang dapat menolong kesulitan kita di masa kini dan di akhirat nanti.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Barangsiapa berbuat baik kepada ahlul bait Nabi SAW. dan orang tersebut belum bisa membalasnya maka Nabi SAW. lah yang akan membalasnya nanti di hari kiamat.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Berwudhulah dengan benar, mengerjakan sholat dengan benar, dengan membaca bacaan yang benar, sholat dengan tidak terburu-buru (membaca tasbih dalam ruku’ dan sujud dengan penuh pujian kepada ALLAH) bangun saat dalam ruku’ dan sujud karena disaat itulah kita sedang memuji ALLAH, maka bila sholat kita bagus, benar dan tepat waktu, niscaya sholat kita akan menjaga dan mensyafa’ati kita di hari kiamat.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Alfaqir tidak bangga kepada seorang murid yang banyak memiliki ilmu, kuat hafalannya tetapi sedikit pengamalan ilmunya, jelek adab dan prilaku akhlaknya, akan tetapi alfaqir bangga kepada seorang murid yang sedikit memiliki ilmu, kurang kuat hafalannya, tetapi banyak pengamalan ilmunya, bagus adab dan prilaku akhlaknya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Sebaik-baik harta simpanan milik kita adalah :
1. Memiliki anak yang sholeh dan sholehah yang selalu mendoakan orang tuanya baik masih ada maupun sudah tiada.
2. Memiliki ilmu yang bermanfaat dan selalu diamalkannya.
3. Memiliki harta yang selalu disedekahkannya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Kunci keberuntungan dan kemudahan di dalam kehidupan adalah bertakwa kepada ALLAH di mana saja kita berada dan memperbanyak memohon ampun dan bertaubat kepada Allah dengan memperbanyak membaca istighfar dan memperbanyak sedekah baik lapang maupun susah.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Pancinglah rizki kita agar menjadi lebih banyak dengan banyak mengeluarkan sedekah.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Idolakanlah Nabi Muhammad saw. dan para guru-guru kalian yang mengajarkan agama kepada kalian, karena kelak para guru dapat memberikan syafa’at kepada muridnya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Perbuatan wajib adalah modalnya, perbuatan sunnah adalah untungnya, jika ingin beruntung maka perbanyaklah mengerjakan yang sunnah setelah mengerjakan yang wajib.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Enam pandangan yang mendapat pahala dari ALLAH :
1. Memandang Al Qur’an.
2. Memandang Ka’bah.
3. Memandang kedua orangtuanya dengan penuh kecintaan dan kasih sayang.
4. Memandang alim ulama’.
5. Memandang istrinya atau suaminya dengan penuh kasih sayang.
6. Memandang lautan.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Hal-hal yang dapat menghanguskan pahala amal ibadah :
1. Syirik.
2. Murtad (Keluar dari agama Islam).
3. Mengungkit-ngungkit sedekah dan menyakiti perasaan penerima.
4. Mendatangi dukun dan tukang ramal.
5. Akhlak yang buruk.
6. Hasad (dengki).
7. Riya’.
8. Sum’ah.
9. Memelihara anjing untuk tujuan selain anjing penjaga gembalaan, kebun, dan buruan.
10. Berzina.
11. Meminum khomar.
12. Istri yang durhaka kepada suami.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Lima hal ini dapat menjadikan seseorang beruntung di dunia maupun di akhirat :
1. Mencintai ALLAH dan Rasul-Nya.
2. Selalu hadir di majelis ta’lim dan dzikir.
3. Banyak bersholawat kepada Rasulullah saww..
4. Banyak memohon ampun dan bertaubat kepada ALLAH.
5. Berkumpul dengan orang-orang sholeh dan Aulia ALLAH.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Lima belas hal ini termasuk dosa besar yang hasus dihindari :
1. Mempersekutukan ALLAH (Syirik).
2. Membunuh diri yang diharamkan ALLAH kecuali dengan hak.
3. Meninggalkan Sholat 5 waktu.
4. Sihir.
5. Durhaka kepada orangtua.
6. Meminum khomar.
7. Makan harta riba.
8. Makan harta anak yatim.
9. Lari dari peperangan.
10. Memfitnah.
11. Berzina.
12. Sumpah palsu.
13. Zholim.
14. Mengadu domba.
15. Sombong.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Lima hal ini dapat memudahkan datangnya rizki :
1. Bertakwa kepada ALLAH.
2. Banyak bersedekah.
3. Banyak membaca Istighfar.
4. Bersilaturrahmi.
5. Banyak bersyukur kepada ALLAH.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Dunia Bagaikan Nyamuk, Yang Bila Engkau Incar Maka Ia Akan Menjauh Dan Bila Engkau Diam Maka Ia Yang akan Menghampirimu.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Empat hal ini dapat mengangkat derajat seseorang disisi ALLAH :
1. Banyak membaca Istighfar.
2. Bersedekah baik lapang maupun susah.
3. Menahan marah.
4. Selalu memaafkan.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Berkah itu adalah bertambah-tambahnya kebaikan, manfaat dan pahala.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Orang yang beramal dengan amalan yang mulia, mengikuti jejak langkah orang-orang yang mulia dan memuliakan orang-orang yang mulia, maka dia termasuk dari golongan yang di muliakan Allah dan Rasul-Nya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Hati itu seperti tanaman, tanaman akan layu dan mati bila tidak di sirami, di pupuki, dan di obati, begitu pula hati, hati akan layu dan mati bila lebih dari empat puluh hari tidak di nasehati dan tidak di pakai berdzikir untuk mengingat Ilahi.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Janganlah kita menghapus dan menghanguskan amal sholeh kita sendiri dengan sebab kita berbangga atas perbuatan amal kita dan dengan sebab memberitahu (Riya’) amal kita kepada orang lain, sehingga kita hanya mendapatkan pujian dan lelah didunia tetapi hakikatnya kita tidak mendapatkan apa-apa di akhirat kelak atas perbuatan kita itu, cukuplah hanya ALLAH yang mengetahui dan hanya kepada-Nya dan untuk-Nya kita beramal dan hanya kepada-Nya kita mengharap balasan atas amal sholeh kita, sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui atas segala sesuatu yang tersembunyi dan atas semua amal perbuatan kita.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Selalu berbuat baiklah kita kepada siapapun, karena tidak ada kebaikan yang sia-sia, jika kebaikan kita kepada orang lain tidak memberikan manfaat dan membuatnya baik untuknya, maka kebaikan itu akan mendatangkan pahala dan kebaikan untuk kita, tidaklah seseorang melakukan kebaikan melainkan akan mendatangkan kebaikan untuknya dengan kebaikan yang lebih baik dari kebaikan yang telah di lakukannya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Jika kita menginginkan mati dalam keadaan husnul khotimah maka selalu berbuat baiklah kita kepada siapapun dan selalu berhusnudzonlah kepada Allah dan kepada setiap makhluk yang di ciptakan-Nya dan sering-seringlah berdoa kepada Allah meminta mati dalam keadaan husnul khotimah.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Jika kita ingin anak-anak kita selalu berbakti dan selalu mendoakan kita, maka mulailah dari sekarang kita untuk selalu berbakti dan selalu mendoakan kedua orang tua kita, maka insya Allah kelak anak-anak kita akan selalu berbakti dan selalu mendoakan kita.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Orang yang tidak mengerjakan sholat karena menganggap remeh sholat dan menganggap sholat tidak penting atas dirinya maka seperti Iblis yang menolak di perintahkan Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam as. tetapi Iblis menolaknya.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Jika kita menerima ijazah zikir, wirid, doa, atau amalan dari guru kita atau dari siapaun, maka amalkanlah sesuai apa yang sudah di kasih atau di ijazahkan, jangan di tambah atau di kurangi, kalau memang belum jelas tata caranya maka barulah tanyakan kepada si pemberi ijazah, karena dzikir, do’a atau amalan yang sudah di tentukan bacaan atau jumlahnya bagaikan anak kunci pada suatu pintu, maka bila di tambah atau di kurangkan dari bacaan atau jumlahnya, maka seperti anak kunci yang di kurangkan atau di tambah gigi atau bentuk kuncinya, maka kunci tersebut tidak dapat untuk membuka pintu itu.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Sembilan hal berikut ini adalah sebaik-baik manusia, yaitu :
1. Yang paling baik dan bagus akhlaknya,
2. Yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkan Al Qur’an,
3. Yang panjang umurnya banyak amal sholehnya,
4. Yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,
5, Yang paling baik terhadap keluarganya,
6. Yang paling baik dalam membayar hutangnya,
7. Yang memberikan makanan,
8. Yang tidak mengganggu dan tidak menyakiti manusia dengan tangan dan lisannya,
9. Yang memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Lima waktu tidur yang dimakruhkan :
1. Tidur sesudah makan (Tidak baik untuk kesehatan).
2. Tidur sepanjang hari (Dapat mematikan hati, menimbulkan kemalasan, dan gangguan kesehatan tubuh).
3. Tidur sesudah sholat Subuh dan awal pagi (Menyebabkan kefakiran).
4. Tidur di waktu Ashar (Menyebabkan melemahnya akal / gila).
5. Tidur di waktu Maghrib sebelum sholat Isya’ (Kurang di sukai Rasulullah saww).
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Kunci-kunci yang dapat membuka pintu surga :
1. Memperbanyak membaca
لآ اِلَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ
LAA ILAAHA ILLALLAAHU MUHAMMADUR RASUULULLAH.
2. Memperbanyak membaca
لَا حَوْلَ وَ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAAH.
3. Memperbanyak membaca
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM.
4. Mengerjakan sholat lima waktu dan memperbanyak sholat sunnah.
5. Berjihad di jalan Allah.
6. Berpuasa di bulan Ramadhan dan memperbanyak puasa sunnah.
7. Sering bersedekah baik lapang maupun susah.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Perbanyaklah membaca LAA ILAAHA ILLALLAAH, karena kalimat itu dzikir yang paling utama yang dibaca oleh Rasulullah dan para Nabi-nabi terdahulu, sebagai penggugur dosa, pemberat timbangan amal pahala, puncaknya iman, kunci bagi sebuah surga, dan sebagai bentengnya Allah, orang yang masuk kedalam benteng Allah maka dia aman dari murka, siksa dan adzabnya Allah.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Jika kita ingin mengamalkan suatu amalan maka amalkanlah amalan tersebut minimal selama 40 hari, jika belum terlihat hasilnya dalam waktu 40 hari maka kerjakanlah 40 hari berikutnya dan terus lakukan hal yang sama seperti itu dengan penuh kesabaran dan istiqomah, karena kesabaran dan keistiqomahan kita dalam mengerjakan suatu amalan tersebut lebih di senangi Allah dari pada pencapaian dari apa yang kita inginkan.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Barangsiapa membaca dengan istiqomah setiap habis sholat subuh dan maghrib sebanyak tujuh kali surat At Taubah ayat 128-129 maka ALLAH akan panjangkan umurnya, tidak akan dimatikan pada hari itu, dimudahkan semua urusannya, diberikan kemudahan, diberikan rizki yang tidak disangka-sangka, serta mempermudah terkabulnya doa dan bila ALLAH menakdirkannya mati maka ALLAH akan melupakan untuk membaca ayat tersebut di hari itu.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Seandainya kita mengetahui keutamaan ilmu agama dan duduk di majelis ta’lim untuk mendapatkan ilmu tersebut untuk beramal sholeh dengan baik dan benar yang bisa menyelamatkan kita di akhirat yang abadi selamanya dan menyelamatkan kita dari api neraka, maka kita akan rela membayar berapapun agar kita bisa mendapatkan ilmu tersebut sebagaimana kita rela membayar untuk mendapatkan ilmu dunia yang sementara.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata :
Hal-hal yang dapat menggembirakan di akhirat bagi pengamalnya :
1. Memperbanyak membaca AL QUR’AN.
2. Memperbanyak membaca
لآ اِلَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله
LAA ILAAHA ILLALLAAHU MUHAMMADUR RASUULULLAH.
3. Memperbanyak membaca SHOLAWAT.
4. Memperbanyak membaca
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِه
SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI.
5. Memperbanyak membaca ISTIGHFAR.
6. Memperbanyak SEDEKAH baik lapang maupun susah.
7. Memperbanyak SHOLAT sunnah.
8. Memperbanyak PUASA sunnah.
9. Memperbanyak mengingat kematian.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Jauhillah dari membicarakan perbuatan buruk dan aib orang lain, karena jika hal tersebut benar yang kita bicarakan maka kita telah menggibahnya, tetapi jika hal tersebut tidak benar maka kita telah berbohong dan memfitnahnya.
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.  (QS. Al Hujuraat (49) : 12)  
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Janganlah kita meremehkan perbuatan baik sekecil apapun walau hanya sekedar menyingkirkan duri atau paku di jalan atau hanya sekedar memberi makan dan minum kepada hewan, siapa tahu perbuatan tersebutlah yang menyebabkan Allah ridho sehingga memasukannya kedalam Surga, dan janganlah kita menganggap ringan dosa sekecil apapun walau hanya sekedar berbohong, siapa tahu perbuatan tersebutlah yang menyebabkan Allah murka sehingga memasukannya kedalam Neraka.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Apa-apa yang di tulis sama halnya dengan yang di ucapkan, segala hal yang di larang untuk di ucapkan (ghibah, fitnah, caci maki, dll) di larang juga untuk di tulis. Memberi salam hukumnya sunnah (di anjurkan), sedangkan menjawab salam hukumnya wajib, memberi salam dengan tulisan tetap wajib di jawab, tetapi tidak wajib untuk di tulis kembali.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Jika tidak ada lagi guru yang bisa kita jadikan guru (karena tidak dapat di percaya, tidak sealiran, dll) maka perbanyaklah membaca sholawat kepada Rasulullah, karena sholawat bisa menjadi guru bagi orang yang tidak mempunyai guru (sudah tidak ada lagi yang bisa di jadikan guru, dengan sholawat, Allah yang akan membimbing kita dengan caraNya, mungkin mimpi ketemu Rasulullah dengan banyak sholawat sehingga Rasulullah yang akan mengajarkan kita).
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Jaman now gampang untuk dapet pahala, cukup ambil hp, terus pasang niat berdakwah, dengan niat mengharap ridho Allah, hanya mengharap ganjaran pahala dari Allah, dan niat berdakwah seperti yang di niatkan para guru-guru kita, salafush sholeh dan orang-orang sholeh niatkan dalam berdakwah, terus kita sebarin deh di media sosial nasehat-nasehat dari guru kita, baik berupa tulisan maupun berupa gambar ataupun undangan majelis, maka kita bisa dapet pahala juga jika ada yang mengamalkannya atau yang dateng ke majelis itu!
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Sering bersedekah rezeki makin berkah, 
memperbanyak istighfar rezeki makin lancar,  memperbanyak syukur rezeki makin ngucur,  memperbanyak sholawat rezeki makin berlipat-lipat,  memperbanyak Waqiah rezeki makin bertambah,  memperbanyak Subhaanallaah rezeki makin MasyaAllah,  mengerjakan sholat dhuha rezeki datang dengan tiba-tiba,  selalu bertakwa rezeki datang tak disangka-sangka.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Janganlah kita iri dan dengki kepada siapapun, kecuali kepada dua orang berikut ini, yaitu kepada orang yang di beri harta sama Allah yang harta tersebut di pergunakan di jalanNya dan selalu di sedekahkannya dan kepada orang yang di beri ilmu sama Allah yang ilmu tersebut selalu di amalkannya. Seandainya orang mati di bangkitkan kembali untuk beramal sesaat di dunia maka mereka akan mencari harta untuk di sedekahkannya, atau akan mencari ilmu agar dapat di amalkannya, karena begitu besar manfaat dan pahala yang di dapat di sana.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Mengapa orang yang menyebarkan sholawat atau mengajak orang untuk bersholawat kepada Rasulullah bisa menjadikan orang tersebut menjadi yang paling dekat kepada  Rasulullah? 
Karena tidaklah seseorang yang menyebarkan atau mengajak orang lain untuk bersholawat melainkan dia akan mendapatkan pahala sholawat orang-orang yang bersholawat karena ajakannya. Rasulullah SAW. bersabda : Orang yang paling dekat kepadaku di hari kiamat adalah yang paling banyak bersholawat kepadaku.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Tidak ada yang lebih utama dan lebih bermanfaat dari pada majelis ilmu, karena di dalam mejelis ilmu kita bisa mengenal Allah, mengenal Rasulullah, mengetahui adab-adab, mengetahui antara yang hak dan yang bathil, antara yang halal dan yang haram, dan bisa menjadikan seseorang dapat beramal sholeh dengan baik dan benar.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Bergurulah kepada habaib, bila kita tidak dapat, maka bergurulah kepada guru yang berguru kepada habaib, kalau kita tidak menemukan, maka bergurulah kepada guru yang mencintai habaib, yang mengajak cinta kepada mereka dan janganlah kita berguru kepada selain itu, maka kita bisa celaka!
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Tujuh hal yang dapat menguatkan keimanan kita :  1. Menjalankan Rukun Islam. 2. Mencintai Allah, Rasulullah Dan Ahlul Bait Rasulullah. 3. Mengikuti Akhlaknya Rasulullah. 4. Menghidupkan Sunnah Rasulullah. 5. Menghadiri Majelis Ta’lim Dan Dzikir. 6. Berkumpul Dengan Alim Ulama Dan Orang-Orang Sholeh. 7. Mengingat Mati.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Sembilan hal berikut ini adalah sebaik-baik manusia, yaitu :  1. Yang paling baik dan bagus akhlaknya,  2. Yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkan Al Qur’an,  3. Yang panjang umurnya banyak amal sholehnya,  4. Yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,  5, Yang paling baik terhadap keluarganya,  6. Yang paling baik dalam membayar hutangnya,  7. Yang memberikan makanan,  8. Yang tidak mengganggu dan tidak menyakiti manusia dengan tangan dan lisannya,  9. Yang memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Hal-hal berikut ini adalah perbuatan dosa yang di lakukan oleh lisan, hendaknya untuk kita jauhkan : 
1. Berbohong / berdusta.
2. Sumpah palsu. 
3. Mengingkari janji. 
4. Menggunjing / ghibah. 
5. Namimah / mengadu domba. 
6. Memfitnah. 
7. Melaknat. 
8. Mendoakan jelek kepada makhluk lain.
9. Memuji diri sendiri. 
10. Berdebat dan berbantah.
11. Berkata keji, jorok dan caci maki.
12. Menyebarkan rahasia.
13. Mengejek.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Jangan malu disebut Raja Share Tautan, Jangan risau disebut  Pejuang FB, Tak perlu berkecil hati disebut Aktivis Medsos, Karena umat Islam butuh orang yang mau peduli dengan urusan agamanya, meski lewat sebuah gambar dan tulisan.
Habib Muhammad Shulfi Bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Seorang guru tetaplah guru bagi muridnya walaupun sudah tidak berguru padanya, seorang murid bisa menjadi apa saja, bahkan bisa menjadi guru yang lebih hebat dan lebih alim dari pada gurunya, tetapi hanya seorang murid yang berakhlak, beretika dan beradablah yang akan tetap selalu menghormati dan menghargai jasa gurunya di mana saja dan kapan saja hingga akhir dunia.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Orang yang masuk surga itu yang punya hubungan dengan Rasulullah (Ahlul Bait  Rasulullah, Sahabat Rasulullah, orang yang berguru yang gurunya tersebut berguru pada gurunya yang terus bersambung sampai Rasulullah dan orang-orang yang punya cinta dengan Rasulullah).
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Hanya orang-orang kafir, musyrik dan munafiklah yang membenci (tidak suka)  kepada orang-orang yang menegakkan syariat agama dan melarang dalam kemunkaran.
Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : 
Kebersihan adalah sebagian dari pada iman, membuang sampah pada tempatnya termasuk menjaga kebersihan, orang yang tidak menjaga kebersihan dengan membuang sampah bukan pada tempatnya bahwasanya dia sedang tidak beriman, kalau dirinya mengaku orang yang beriman maka tidak akan membuang sampah sembarangan walaupun sampah tersebut berbentuk bungkus permen kecil!
Website : http://www.shulfialaydrus.com/ atau https://shulfialaydrus.wordpress.com/  
Instagram : http://www,instagram.com/shulfialaydrus/  
Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi
Telegram : https://telegram.me/habibshulfialaydrus/
Telegram Majelis Nuurus Sa’aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/   
LINE : shulfialaydrus
Facebook : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau http://www.facebook.com/habibshulfialaydrus/ 
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/  
Donasi atau infak atau sedekah. 
Bank BRI Cab. JKT Joglo. 
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5. 
Penulis dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom. 
محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *