Kautamaan
Makan Sahur.
1.
Makan sahur termasuk dalam meneladani Nabi SAW. Dan menghidupkan sunnah Rasul.
مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ تَوَلَّى
فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا
Barang siapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati
Allah. Dan barang siapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak
mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. (QS. An Nisaa’ (4) : 80)
Dari Anas Bin Malik ra., Rasulullah bersabda :
مَنْ أَحْيَا سُنَّتِي فَقَدْ أَحَبَّنِي وَمَنْ
أَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي الْجَنَّةِ
Barangsiapa menghidupkan sunnahku, berarti dia mencintaiku dan
barangsiapa mencintaiku, maka dia akan bersamaku di surga. (HR. At Tirmidzi
No.2602)
2.
Makan sahur mendatangkan keberkahan.
حَدَّثَنَا
عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ
بْنُ صُهَيْبٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً
Telah
menceritakan kepada kami ‘Affan telah menceritakan kepada kami Hammad bin
Salamah berkata; telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Shuhaib dari
Anas bin Malik dari Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Bersahurlah kalian karena sahur mendatangkan keberkahan” (HR. Ahmad
No.13208)
3.
Makan sahur yang membedakan puasa umat Islam dengan puasanya Ahli Kitab.
حَدَّثَنَا
عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا مُوسَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي
قَيْسٍ مَوْلَى عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ عَن عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ فَصْلًا مَا بَيْنَ
صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ
Telah
menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi Telah menceritakan kepada kami
Musa dari Bapaknya dari Abu Qais budak Amru bin Ash, dari Amru bin Ash ia
berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya yang membedakan antara puasa kita dengan puasanya Ahli Kitab
adalah makan di waktu sahur.” (HR. Ahmad No.17095, 17103)
4. Mendapatkan shalawat dari Allah dan
para Malaikat.




إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ
عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ
Allah dan para malaikat bersalawat atas
orang-orang yang bersahur. (Hadits Ibnu Umar, HR. Ibnu Hiban dan Ath Thabrani,
di dalam Shahîhut Targhîb wat Tarhîb).




السُّحُورُ أَكْلَةٌ بَرَكَةٌ فَلَا تَدَعُوهُ
وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ
وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ
Sahur adalah makanan berkah, maka jangan
kalian tinggalkan walaupun salah seorang dari kalian hanya meneguk seteguk air,
karena Allâh dan para Malaikat bersalawat atas orang-orang yang bersahur.
(Hadits Abu Sa‘id Al Khudry
, Riwayat Ibnu Abu Syaibah dan Ahmad)



Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata :
Keberkahan dalam sahur muncul dari banyak sisi, yaitu (karena) mengikuti
sunnah, menyelisihi ahli kitab, memperkuat diri dalam ibadah, menambah semangat
beraktifitas, mencegah akhlak buruk yang diakibatkan rasa lapar, menjadi
pendorong agar bersedekah kepada orang yang meminta ketika itu atau berkumpul
bersamanya dalam makan dan menjadi sebab dzikir dan doa di waktu mustajab.
(Kitab Khulâshatul Kalâm Syarh Umdah al-Ahkâm, hlm.111)
Didalam
bersahur disunnahkan untuk mengakhiri makan sahur.
حَدَّثَنَا
مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ
عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ تَسَحَّرْنَا مَعَ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ
قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالسَّحُورِ قَالَ قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً
Telah
menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami
Hisyam telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Anas dari Zaid bin Tsabit
radliallahu ‘anhu berkata: “Kami pernah makan sahur bersama Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian Beliau pergi untuk melakanakan shalat.
Aku bertanya: “Berapa antara adzan (Shubuh) dan sahur?”. Dia
menjawab: “Sebanyak ukuran bacaan lima puluh ayat”. (HR. Bukhori
No.1787 dan Muslim 1837)
Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa dalil ini
menunjukkan disunnahkannya mengakhirkan makan sahur hingga dekat dengan waktu
Shubuh. (Syarh
Shahih Muslim
, 7 : 184).



Dan masih banyak lagi dali dari manfaat dan keutamaan makan sahur,
tapi dengan itu saja sudah cukup untuk membuat kita yakin dalam mengamalkan dan
menghidupkan Sunnah Nabi Muhammad SAW dengan melakukan makan sahur ketika
hendak berpuasa.
Website : http://shulfialaydrus.blogspot.co.id/ atau https://shulfialaydrus.wordpress.com/
Instagram : @shulfialaydrus
Instagram Majelis Nuurus Sa’aadah : @majlisnuurussaadah
Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi
Telegram : @habibshulfialaydrus
Telegram Majelis Nuurus Sa’aadah : @majlisnuurussaadah
Facebook : https://www.facebook.com/habibshulfialaydrus/
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau 
https://www.facebook.com/groups/160814570679672/
Donasi atau infak atau sedekah.
Bank BRI Cab. JKT Joglo.
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5.
Penulis : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al
‘Aydrus, S.Kom.
محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *