Tata Cara Shalat Jama’ dan Qashar.

Adakalanya dalam beberapa waktu kita mengadakan perjalanan jauh, misalnya karyawisata, mengunjungi kakek dan nenek di kampung halaman atau keperluan lainnya. Terkadang kita juga mengalami coban berupa sakit sampai-sampai tidak dapat bangun, Hal itu menyebabkan kita sering menjumpai kesulitan untuk melakukan ibadah shalat. Padahal shalat merupakan kewajiban umat Islam yang tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apapun juga.

Melihat hal ini, shalat seolah merupakan suatu beban yang memberatkan. Ternyata tidaklah demikian. Islam adalah agama yang memberi kemudahan dan keringanan terhadap pemeluknya di dalam rutinitas ibadah kepada Allah swt. Hal ini menandakan kasih sayang Allah kepada umat Islam sedemikian besar dengan cara memberikan rukhsah dalam melaksanakan shalat dengan cara jamak dan qashar dengan syarat-syarat tertentu. Apa sajakah itu? Mari kita pelajari materi berikut ini.

A. Shalat Jamak.

Pengertian Shalat Jamak.

Shalat jamak adalah shalat yang digabungkan, maksudnya menggabungkan dua shalat fardhu yang dilaksanakan pada satu waktu. Misalnya menggabungkan shalat Zhuhur dan Ashar dikerjakan pada waktu Zhuhur atau pada waktu Ashar. Atau menggabungkan shalat Maghrib dan ‘Isya dikerjakan pada waktu Maghrib atau pada waktu ‘Isya. Sedangkan shalat Subuh tetap pada waktunya tidak boleh digabungkan dengan shalat lain.

Hukum mengerjakan shalat Jamak adalah mubah (boleh) bagi orang-orang yang memenuhi persyaratan.

Rasulullah saw bersabda:

عَنْ اَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ كانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلمْ اِذا رَحِلَ قَبْلَ اَنْ تَزِيْغَ الشَمْسُ اخِرَ الظُهْرِ اِلى وَقْتِ العَصْرِ ثُمَّ نَزَلَ يَجْمَعُ بَيْنَهُمَا فَاِنْ زَاغَتْ الشَمْسُ قَبْلَ اَنْ يَرْتَحِلَ صَلَّى الظُهْرَ ثُمَّ رَكِبَ (رواه البخارى ومسلم)

Artinya: dari Anas, ia berkata: Rasulullah apabila ia bepergian sebelum matahari tergelincir, maka ia mengakhirkan shalat Zhuhur sampai waktu Ashar, kemudian ia berhenti lalu menjamak antara dua shalat tersebut, tetapi apabila matahari telah tergelincir (sudah masuk waktu Zhuhur) sebelum ia pergi, maka ia melakukan shalat Zhuhur (dahulu) kemudian beliau naik kendaraan (berangkat). (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari hadis di atas dapat disimpulkan bahwa Rasulullah pernah menjamak shalat karena ada suatu sebab yaitu bepergian. Hal menunjukkan bahwa menggabungkan dua shalat diperbolehkan dalam Islam namun harus ada sebab tertentu.

Shalat jamak boleh dilaksanakan karna beberapa alasan (halangan) berikut:
1. Dalam perjalanan jauh minimal 81 km (menurut kesepakatan sebagian besar imam mazhab)
2. Perjalanan itu tidak bertujuan untuk maksiat.
3. Dalam keadaan sangat ketakutan atau khawatir misalnya perang, sakit, hujan lebat, angin topan dan bencana alam.

Shalat fardhu dalam sehari semalam yang boleh dijamak adalah pasangan shalat Zhuhur dengan Ashar dan shalat Maghrib dengan ‘Isya. Sedangkan shalat subuh tidak boleh dijamak. Demikian pula orang tidak boleh menjamak shalat Ashar dengan Maghrib.

Shalat jamak dapat dilaksanakan dengan dua cara:

1. Jamak Takdim (jamak yang didahulukan), yakni menjamak dua shalat yang dilaksanakan pada waktu yang pertama. Misalnya menjamak shalat Zhuhur dengan Ashar, dikerjakan pada waktu Zhuhur ( 4 rakaat shalat Zhuhur dan 4 rakaat shalat Ashar) atau menjamak shalat Maghrib dengan ‘Isya dilaksanakan pada waktu Maghrib (3 rakaat shalat Maghrib dan 4 rakaat shalat ‘Isya).

2. Jamak Ta’khir (jamak yang diakhirkan), yakni menjamak dua shalat yang dilaksanakan pada waktu yang kedua. Misalnya menjamak shalat Zhuhur dengan Ashar, dikerjakan pada waktu Ashar atau menjamak shalat Maghrib dengan ‘Isya dilaksanakan pada waktu ‘Isya.

Dalam melaksanakan shalat jamak takdim maka harus berniat menjamak shalat kedua pada waktu yang pertama, mendahulukan shalat pertama dan dilaksanakan berurutan, tidak diselingi perbuatan atau perkataan lain. Adapun saat melaksanakan jamak ta’khir maka harus berniat menjamak dan berurutan. Tidak disyaratkan harus mendahulukan shalat pertama. Boleh mendahulukan shalat pertama baru melakukan shalat kedua atau sebaliknya.

Praktik Shalat Jamak Takdim /Takhir.

Cara Melaksanakan Shalat Jamak Takdim.

Misalnya shalat Zhuhur dengan Ashar: shalat Zhuhur dahulu empat rakaat kemudian shalat Ashar empat rakaat, dilaksanakan pada waktu Zhuhur.

Tata caranya sebagai berikut:

1. Berniat shalat Zhuhur dengan jamak takdim. Bila dilafalkan yaitu:

اُصَلِّى فَرْضَ الظُهْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَقْدِيْمًا مَعَ العَصْرِ فَرْضًا للهِ تَعَالى

UShOLLII FARDhOZh ZhUHRI ARBA’A ROKA’AATIN JAM’AN TAQDIMAN MA’AL ‘AShRI FARDhON LILLAHI TA’ALA.

” Saya niat shalat shalat Zhuhur empat rakaat digabungkan dengan shalat Ashar dengan jamak takdim karena Allah Ta’ala”

Bisa juga niat seperti ini:

UShOLLII FARDhOZh ZhUHRI ARBA’A ROKA’AATIN MAJMUU’AN BIL AShRI (MA’MUUMAN/IMAAMAN) LILLAHI TA’ALA.

2. Takbiratul ihram
3. Shalat Zhuhur empat rakaat seperti biasa.
4. Salam.
5. Berdiri lagi dan berniat shalat yang kedua (Ashar), jika dilafalkan sebagai berikut:

اُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَقْدِيْمًا مَعَ الظُهْرِ فَرْضًا للهِ تَعَالى

USHOLLII FARDhOL ‘AShRI ARBA’A ROKA’AATIN JAM’AN TAQDIMAN MA’AZh ZhUHRI FARDhON LILLAHI TA’ALA.

“Saya niat shalat Ashar empat rakaat digabungkan dengan shalat Zhuhur dengan jamak takdim karena Allah ta’ala”.

Bisa juga niat seperti ini:

UShOLLII FARDhOL ‘AShRI ARBA’A ROKA’AATIN MAJMUU’AN BIZhUHRI (MA’MUUMAN/IMAAMAN) LILLAHI TA’ALA.

6. Takbiratul Ihram
7. Shalat Ashar empat rakaat seperti biasa.
8. Salam.

Catatan: Setelah salam pada shalat yang pertama harus langsung berdiri, tidak boleh diselingi perbuatan atau perkataan misalnya zikir, berdo’a, bercakap-cakap dan lain-lain.

Cara Melaksanakan Shalat Jamak Ta’khir.

Misalnya shalat Maghrib dengan ‘Isya: boleh shalat Maghrib dulu tiga rakaat kemudian shalat ‘Isya empat rakaat, dilaksanakan pada waktu ‘Isya.

Tata caranya sebagai berikut:

1. Berniat menjamak shalat Maghrib dengan jamak ta’khir. Bila dilafalkan yaitu:

اُصَلِى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَأخِيْرًا مَعَ العِشَاءِ فَرْضًا للهِ تََعَالَى

UShOLLII FARDhOL MAGhRIBI TsALAATSA ROKA’AATIN JAM’AN TA-KhIIRAN MA’AL ‘ISYAA’I FARDhON LILLAAHI TA’AALAA.

“Saya niat shalat shalat Maghrib tiga rakaat digabungkan dengan shalat ‘Isya dengan jamak ta’khir karena Allah Ta’ala”.

Bisa juga niat seperti ini:

UShOLLII FARDhOL ‘MAGhRIBI TsALAATsA ROKA’AATIN MAJMUU’AN BIL ‘ISYAA’I (MA’MUUMAN/IMAAMAN) LILLAHI TA’ALA.

2. Takbiratul ihram
3. Shalat Maghrib tiga rakaat seperti biasa.
4. Salam.
5. Berdiri lagi dan berniat shalat yang kedua (‘Isya), jika dilafalkan sebagai berikut:

اُصَلّى فَرْضَ العِسَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَأخِيْرًا مَعَ المَغْرِبِ فَرْضًا للهِ تََعَالَى

UShOLLII FARDhOL ‘ISYA ARBA’A ROKA’AATIN JAM’AN TA-KhIIRAN MA’AL ‘MAGhRIBI FARDhON LILLAAHI TA’AALAA.

“Saya berniat shalat ‘Isya empat rakaat digabungkan dengan shalat Maghrib dengan jamak ta’khir karena Allah Ta’ala”.

Bisa juga niat seperti ini:

UShOLLII FARDhOL ’ISYA’I ARBA’A ROKA’AATIN MAJMUU’AN BIL MAGhRIBI (MA’MUUMAN/IMAAMAN) LILLAHI TA’ALA.

6. Takbiratul Ihram
7. Shalat ‘Isya empat rakaat seperti biasa.
8. Salam.

Catatan: Ketentuan setelah salam pada shalat yang pertama sama seperti shalat jamak takdim. Untuk menghormati datangnya waktu shalat, hendaknya ketika waktu shalat pertama sudah tiba, maka orang yang akan menjamak ta’khir, sudah berniat untuk menjamak ta’khir shalatnya, walaupun shalatnya dilaksanakan pada waktu yang kedua.

B. Shalat Qashar.

Pengertian Shalat Qashar.

Shalat qashar adalah shalat yang dipendekkan (diringkas), yaitu melakukan shalat fardhu dengan cara meringkas dari empat rakaat menjadi dua rakaat. Shalat fardhu yang boleh diringkas adalah shalat yang jumlah rakaatnya ada empat yaitu Zhuhur , Ashar dan ‘Isya.

Hukum melaksanakan shalat qashar adalah mubah (diperbolehkan) jika syaratnya terpenuhi.

Allah berfirman dalam al Qur’an surat An Nisa ayat 101 :

وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الأرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُبِينًا

Dan apabila kamu beprgian di muka bumi, maka tidak mengapa kamu menqAshar shalatmu, jika kamu takut diserang orang-orang kafir, sesungguhnya orang-orang kafir itu musuh yang nyata bagimu. (QS. An Nisa (4) : 101)

Syarat Sah Shalat Qashar.

Syarat-syarat shalat qashar sama dengan syarat shalat jamak hanya ditambah persyaratan bahwa shalat yang dapat diqashar adalah shalat yang jumlah rakaatnya empat, tidak makmum pada orang yang shalat sempurna (biasa, tidak qashar).

Praktik Shalat Qashar.

Ambil contoh shalat qashar Zhuhur.

Tata caranya sebagai berikut:

1. Berniat shalat dengan cara qashar. Jika dilafalkan sebagai berikut:

اُصَلّى فَرْضَ الظُهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا للهِ تَعَالى

UShOLLII FARDhOZh ZhUHRI ROK’ATAINI QOShRON LILLAAHI TA’ALA.

Artinya: “ saya berniat shalat Zhuhur dua rakaat diqashar karena Alla Ta’ala”.

2. Takbiratul ihrom.
3. Shalat dua rakaat
4. Salam.

C. Shalat Jamak Qashar.

Pengertian Shalat Jamak Qashar.

Shalat jamak qashar adalah menggabungkan dua shalat fardhu dalam satu waktu sekaligus meringkas (qashar).

Hukum dan syaratnya sama dengan shalat jamak dan shalat qashar. Shalat jamak qashar dapat dilaksanakan secara takdim maupun ta’khir.

Umat Islam dapat melakukan shalat fardhu secara jamak, qashar maupun jamak qashar asalkan memenuhi syarat sahnya. Hal ini merupakan rukhsah (keringanan ) yang diberikan Allah agar manusia tidak meninggalkan shalat fardhu walau dalam keadaan apapun. Allah tidak menghendaki kesukaran pada hambaNya.

Praktik Shalat Jamak Qashar.

Shalat Jamak Qashar menggunakan Jamak Takdim: misalnya shalat Zhuhur dengan Ashar dikerjakan diwaktu dzhuhur. Tata caranya sebagai berikut:

1. Berniat menjamak qashar shalat Zhuhur dengan jamak takdim. Jika dilafalkan sebagai berikut:

اُصَلّى فَرْضَ الظُهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا اِلَيْهِ العَصْرُ جَمْعَ تَقْدِيْمًا للهِ تَعَالَى

UShOLLII FARDhOZh ZhUHRI ROK’ATAINI QOShRON MAJ’MUU’AN ILAIHIL ‘AShRU JAM’A TAQDIIMAN LILLAAHI TA’ALA.

“Saya berniat shalat Zhuhur dua rakaat digabungkan dengan shalat Ashar dengan jamak takdim, diqashar karena Allah Ta’ala”.

2. Takbiratul ihram.
3. Shalat Zhuhur dua rakaat (diringkas)
4. Salam.
5. Berdiri dan niat shalat Ashar, jika dilafalkan sebagai berikut:

اُصَلّى فَرْضَ العَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا اِلَِى الظُهْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمًا للهِ تَعَالَى

UShOLLII FARDhOL ‘AShRI ROK’ATAINI QOShRON MAJ’MUU’AN ILAZh ZhUHRI JAM’A TAQDIIMAN LILLAAHI TA’ALA.

“Saya berniat shalat Ashar dua rakaat digabungkan dengan shalat Zhuhur dengan jamak takdim, diqAshar karena Allah Ta’ala”.

6. Takbiratul ihram.
7. Shalat Ashar dua rakaat (diringkas)
8. Salam.

Shalat Jamak Qashar menggunakan Jamak Ta’khir: misalnya shalat Maghrib dengan ‘Isya dikerjakan diwaktu isya. Tata caranya sebagai berikut:

1. Berniat menjamak qashar shalat Maghrib dengan jamak ta’khir. Jika dilafalkan sebagai berikut:

اُصَلّى فَرْضَ المغرب ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا اِلَى العِشَاءِ جَمْعَ تَاْخِيْرًا للهِ تَعَالَى

UShOLLII FARDhOL MAGhRIBI TsALAATsA ROK’AATIN MAJ’MUU’AN ILAL ‘ISYAA’I JAM’A TA-KhIIRON LILLAAHI TA’ALA.

“Saya berniat shalat Maghrib tiga rakaat digabungkan dengan shalat isya’ dengan jamak ta’khir karena Allah Ta’ala”.

2. Takbiratul ihram.
3. Shalat Maghrib tiga rakaat seperti biasa.
4. Salam.

Berdiri dan niat shalat isya’. Jika dilafalkan sebagai berikut:

اُصَلّى فَرْضَ العِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا مَجْمُوْعًا اِلَيْهِ المَغْرِبُ جَمْعَ تَاْخِيْرًا للهِ تَعَالَى

UShOLLII FARDhOL ‘ISYA’I ROK’ATAINI QOShRON MAJ’MUU’AN ILAIHIL ‘MAGHRIBU JAM’A TA-KhIIRON LILLAAHI TA’ALA.

“Saya berniat shalat isya’ dua rakaat digabungkan dengan shalat Maghrib dengan jamak ta’khir, diqashar karena Allah Ta’ala”.

5. Takbiratul Ihram.
6. Shalat isya’ dua rakaat (diringkas)
7. Salam.

Semoga bermanfaat.

Itulah pengertian dan tata cara shalat Jamak dan Qoshor.

Berpergian yang kurang dari jarak 81 KM maka tidak boleh menjamak atau mengqoshor shalat, shalat harus tetap dikerjakan pada waktunya sedangkan bila keluar dari waktu shalat sedangkan dia tidak dalam berpergian (sesuai syarat dan ketentuan dalam menjamak dan mengqoshor shalat) dan bukan karena lupa atau tertidur maka dia berdosa dan shalat harus tetap dikerjakan yaitu dengan niat qodho’an.

Mengqodho shalat, seperti bila kita tertidur sebelum waktu Zhuhur lalu kita terbangun pada waktu shalat Ashar sedangkan kita belum mengerjakan shalat Zhuhur maka kita mengqodho shalat Zhuhur setelah mengerjakan shalat ashar.

Mengqodho shalat sama seperti mengerjakan shalat biasa tetapi cuma dikerjakan diluar waktunya dan hanya mengganti niat ada’an dengan qodho’an..

Wallahu a’lam bishawab.

(Referensi dari berbagai sumber)

Website : https://www.shulfialaydrus.com/
Youtube : https://www.youtube.com/@shulfialaydrusofficial
Channel Whatsapp Majelis Nuurus Sa’aadah :
https://whatsapp.com/channel/0029VaGk9XSInlqYXl970K32
Instagram : https://www.instagram.com/shulfialaydrus/
Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi
Telegram : https://telegram.me/habibshulfialaydrus/
Telegram Majelis Nuurus Sa’aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/
LINE : shulfialaydrus
Facebook : Muhammad Shulfi Al ‘Aydrus atau
https://www.facebook.com/shulfialaydrus/
https://www.facebook.com/habibshulfialaydrusofficial/
Facebook Fanpage : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau https://www.facebook.com/shulfialaydrusofficial/
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/

Donasi atau infak atau sedekah.
Bank BRI Cab. JKT Joglo.
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5.

Penulis dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *