Kitab Lubabul Hadits Bab 26.

ﻓﻲ ﺍﻟﺘﺸﺪﻳﺪ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺰﻧﻰ

Beratnya Dosa Atas Berzina

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﺍﻟﺰِّﻧَﻰ ﻳُﻮﺭِﺙُ ﺍﻟﻔَﻘْﺮَ

Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Zina itu mewariskan (menyebabkan) kefaqiran (miskin).

ﻭﻗﺎﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ : ﺯِﻧَﻰ ﺍﻟﻌﻴﻨﻴﻦ ﺍﻟﻨَّﻈَﺮُ

Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Zina kedua mata itu memandang.

ﻭﻗﺎﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ : ﺍﻟﻨَّﻈَﺮُ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﺍﻷَﺟْﻨَﺒِﻴَّﺎﺕِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻜَﺒَﺎﺋِﺮِ

Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Memandang wanita lain itu sebagian dari dosa besar.

ﻭﻗﺎﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ : ﺯِﻧَﻰ ﺍﻟﺮِّﺟْﻠَﻴْﻦِ ﺍﻟﻤَﺸْﻲُ ﻭَﺯِﻧَﻰ ﺍﻟﻴَﺪَﻳْﻦِ ﺍﻟﺒَﻄْﺶُ ﻭَﺯِﻧَﻰ ﺍﻟﻌَﻴْﻨَﻴْﻦِ ﺍﻟﻨَّﻈَﺮُ

Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Zina kedua kaki itu berjalan (ketempat maksiat), zina kedua tangan itu menampar (memukul tanpa dibenarkan syariat) dan zina kedua mata itu memandang (memandang aurat, dll).

ﻭﻗﺎﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ : ﺯَﻧْﻴَﺔٌ ﻭﺍﺣِﺪَﺓٌ ﺗُﺤْﺒِﻂُ ﻋَﻤَﻞَ ﺳَﺒْﻌِﻴﻦَ ﺳَﻨَﺔً

Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Satu kali berzina itu menghapus amalan tujuh puluh tahun.

ﻭﻗﺎﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ :  ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﺫَﻧْﺐٍ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟﺸِّﺮْﻙِ َﻋْﻈُﻢ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠﻪ ﻣِﻦْ ﻧُﻄْﻔَﺔٍ ﻭَﺿَﻌَﻬﺎ ﺭَﺟُﻞٌ ﻓِﻲ ﺭَﺣِﻢٍ ﻻ ﻳَﺤﻞُّ ﻟَﻪُ

Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada dosa yang lebih besar setelah syirik menurut Allah SWT daripada sperma yang diletakkan seorang laki-laki pada rahim yang tidak halal baginya.

ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ :  ﺇﻥَّ ﻷَﻫْﻞِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﺻَﻴْﺤَﺔٌ ﻣِﻦْ ﻧَﺘَﻦِ ﺭَﻳﺢِ ﻓَﺮْﺝِ ﺍﻟﺰَّﺍﻧِﻲ

Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Sesungguhnya bagi ahli neraka itu menjerit-jerit (teriak) karena tidak tahan dengan bau busuknya farji (kemaluan) orang yang berzina (mati yang tidak bertaubat dari zinanya).

ﻭﻗﺎﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ : ﺍﻟﻐﻨِﻲ ﻭﺍﻟﺰِّﻧﻰ ﻻ ﻳَﺠْﺘﻤﻌﺎﻥِ

Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Kaya dan zina itu tidak dapat bersatu.

Penjelasan : Orang yang suka berzina maka tidak akan menjadi kaya, sebab suka berzina akan mewariskan kefaqiran, jadi zina tidak dapat bersatu.

ﻭﻗﺎﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ :  ﺗَﺮْﻙُ ﺍﻟﺰِّﻧﻰ ﻳُﻮﺭِﺙُ ﺍﻟﻐَﻨَﻰ

Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Meninggalkan zina itu menyebabkan kaya (kecukupan karena rizkinya membawa berkah.

Penjelasan : Orang yang bertaubat dari zina, dan menjaga dari hal-hal yang dapat menjadikan zina, baik matanya, kakinya, tangannya, kemaluannya, maka hal tersebut bisa menjadikan rizkinya berkah dan kecukupan bahkan bisa menjadi kaya.

ﻭﻗﺎﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ :  ﻣَﻦْ ﺯَﻧَﻰ ﺯُﻧِﻲَ ﺑِﻪِ ﻭَﻟَﻮْ ﺑﺤﻴﻄﺎﻥِ ﺩَﺍرِه

Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Barangsiapa berzina maka dia akan dizinahi walaupun dalam tembok rumahnya.

ﻭﻗﺎﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ :  ﻣَﻦْ ﺯَﻧَﻰ ﺑﺎﻣﺮﺃﺓٍ ﻓَﺘَﺢَ ﺍﻟﻠﻪ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻓﻲ ﻗَﺒﺮِﻩِ ﺛﻤﺎﻧﻴﺔ ﺃﺑْﻮﺍﺏٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻳَﺨْﺮُﺝِ ﻣِﻦْ ﺗِﻠْﻚَ ﺍﻷﺑﻮﺍﺏِ ﻋَﻘَﺎﺭِﺏُ ﻭَﺣَﻴَّﺎﺕٌ ﺇﻟﻰ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ

Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Barangsiapa berzina dengan seorang wanita (dan belum bertaubat matinya) maka Allah membuka delapan pintu neraka yang keluar dari pintu tersebut kalajengking dan ular hingga hari kiamat.

(Kitab Lubabul Hadits – Al Imam Al Hafizh Jalaluddin Abdrurrahman bin Abi Bakar As Suyuthiy, Bab Beratnya Dosa Atas Berzina, Halaman 62, Penerbit Darul Kutub Al Islamiyyah)

Website : https://www.shulfialaydrus.com/
Youtube : https://www.youtube.com/@shulfialaydrusofficial
Instagram : https://www.instagram.com/shulfialaydrus/
Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi
Telegram : https://telegram.me/habibshulfialaydrus/
Telegram Majelis Nuurus Sa’aadah : https://telegram.me/majlisnuurussaadah/
LINE : shulfialaydrus
Facebook : Muhammad Shulfi Al ‘Aydrus atau
https://www.facebook.com/shulfialaydrus/
https://www.facebook.com/habibshulfialaydrusofficial/
Facebook Fanpage : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus atau https://www.facebook.com/shulfialaydrusofficial/
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/

Donasi atau infak atau sedekah.
Bank BRI Cab. JKT Joglo.
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5.

Penulis dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *