Adab dan Tata Cara Ziarah Kubur.

Adab dan Tata Cara Ziarah Kubur.
1. Meluruskan niat.
Sebagaimana Imam Qurthubi di dalam tafsirnya menyatakan:
“Hendaknya ketika berziarah, seseorang berniat untuk menggapai keridhaan Allah, memperbaiki hati yang rusak atau memberikan manfaat kepada mayit dengan membacakan Al Quran atau berdoa di makamnya.” (Abu `Abdillah Muhammad bin Ahmad Al-Anshari Al-Qurthubi, Al-Jami’u Li Ahkamil Quran, juz 20, Darul Ihyait Turatsil `Arabi, hal 171.)
2. Kehadiran hati.
Untuk dapat memetik hikmah dari ziarah, yaitu memetik pelajaran yang dapat melunakkan hati yang kasar sehingga kekerasan hati seseorang dapat luluh dan menitiskan air mata sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Majah ra. bahwa Sayidina Utsman bin `Affan menangis sehingga jenggotnya basah jika berdiri di depan sebuah makam.
3. Mempunyai wudhu.
Seseorang yang akan berziarah hendaknya suci dari hadats kecil dan hadats besar dan najis. Karena ketika berziarah dianjurkan untuk berdoa, dan doa dalam keadaan suci akan mudah diijabah Allah SWT.
4. Mengucapkan salam.
Ketika memasuki area pekuburan hendaknya mengucapkan salam secara umum: 

السَّلامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ القُبُورِ مِنَ المُسْلِمِينَ وَالمُؤمِنينَ أَنْتُمْ لَنَا سَلَفٌ وَنَحْنُ لَكُمْ تُبَعٌ وَإِنَّا إنْ شَاءَ الله بِكُمْ لاحِقُونَ

As Salaamu ‘alaikum yaa ahlal qubuuri minal muslimiina wal mu’miniina antum lanaa salafun wanahnu lakum taba’un wa innaa insyaa’allaahu bikum laa hiquuna.

Kesejahteraan atas kalian, wahai penghuni kubur dari golongan yang beriman dan beragama Islam, dan kami insya Alloh juga akan menyusul kalian telah mendahului kami dan kami akan mengikuti kalian. (HR. Muslim)
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ الْقُبُورِ يَغْفِرُ اللَّهُ لَنَا وَلَكُمْ أَنْتُمْ سَلَفُنَا وَنَحْنُ بِالْأَثَرِ
Assalamu’alaikum yaa ahlal quburi, yaghfirullaahu lanaa wa lakum antum salafnaa wa nahnu bil atsari”
Artinya: “Salam sejahtera bagi kalian wahai penghuni kubur, semoga Allah mengampuni kami dan kalian. Kalian adalah pendahulu kami dan kami akan menyusul” (HR. At Tirmidzi)
Untuk doa salam lainnya silahkan lihat di tulisan habib tentang ziarah kubur.
5. Tidak menduduki makam dan tidak menginjak makam.
Tidak menginjak, melangkahi ataupun duduk di atas sebuah makam. Sebagaimana Rasulullah SAW. bersabda:
لَأَنْ يَجْلِسَ أَحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ، فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ

Dari Abu Hurairah ra., Nabi Muhammad SAW. bersabda : Sesungguhnya jika salah seorang di antara kalian duduk di atas bara api hingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas sebuah makam. (HR. Muslim, Abu Dawud, Nasai dan Ibnu Majah)

لَأَنْ أمشِيَ على جَمْرَةٍ أو سيف أو أَخْصِفَ نعلي برجلي أحب إلي من أن أمشي على قبر

Rasulullah SAW. bersabda : Sesungguhnya jika aku menginjak bara api atau pedang yang tajam atau menjahit alas kaki dengan kulit kakiku lebih kusukai daripada menginjak (melangkahi) sebuah makam. (HR. Ibnu Majah)

6. ketika mau menuju makam yang kita tuju menurut para ulama.
Imam Qurtubi di dalam Tafsirnya beliau berkata:
“Seorang peziarah hendaknya mendatangi makam yang dia kenal (yang dituju), dari arah wajahnya (membelakangi kiblat) dan segera mengucapkan salam kepadanya. Sebab, menziarahi makam seseorang adalah seperti bercakap-cakap dengannya semasa hidup. Jika masih hidup, kita akan berbicara dengan menghadapkan wajah ke arahnya, maka setelah wafat, hendaknya kita melakukan hal yang sama dalam menziarahinya.”
Sebagaimana dinyatakan oleh Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Saw. bersabda:
“Tidaklah seseorang melewati makam saudaranya sesama muslim yang ia kenal (semasa hidup) di dunia, kemudian ia ucapkan salam kepadanya, melainkan Allah kembalikan ruh saudaranya itu (ke jasadnya) hingga ia dapat menjawab salamnya.” (HR.Ibnu `Abdul Bar) (Hadits ini Hadits Sahih yang tercantum dalam Tafsir Ibn Katsir, Juz 3., Daarul Ihyaail Kutubil `Arabiyyah, hal.438)
7. Duduk berdekatan dengan makam.
Selanjutnya disunnnahkan duduk berdekatan dengan makam yang diziarahi agar ia merasa senang. Sebagaimana dinyatakan oleh Ummul Mukminin `Aisyah ra. bahwa Rasulullah SAW. bersabda:
Tidaklah seseorang berziarah ke makam saudaranya dan duduk di dekat makamnya, melainkan saudaranya tersebut merasa senang dengan (kehadiran) nya. (HR. Ibnu Abid Dunyaa).
8. Membaca Al Quran atau surah Yasin, Tahlil serta berdoa’a.
Ketika Ummul Mukminin mengikuti Rasulullah Saw. berziarah ke Baqi’ dan menanyakan mengapa beliau keluar menuju Baqi’ di akhir malam, Rasulullah Saw. menjawab: “Jibril memerintahkan aku untuk mendatangi pemakaman Baqi’ dan memohonkan ampun bagi mereka.” (HR. An Nasa’i).
Dari Anas sesungguhnya dia berkata; “Rasulullah saw bersabda:
“Barang siapa memasuki area pekuburan, maka membaca surat Yaasin (dan menghadiahkan pahalanya untuk orang-orang mati) pada saat itu juga Allah swt meringankan (siksa) mereka, dan bagi orang (yang) membaca mendapat pahala sebanyak kebaikan yang dihadiahkannya kepada orang-orang yang mati. Maka bacakanlah surat Yaasin untuk orang-orang yang telah mati diantara kamu.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Hibban dan Hakim dari Ma’qal bin Yasar, Hadits Hasan)
Juga hendaknya membaca surat-surat berikut ini.
Surat Al Qadar sebanyak 7x.
Surat Al Fatihah sebanyak 3x.
Surat Al Falaq sebanyak 3x.
Surat An Nas sebanyak 3x.
Surat Al Ikhlas sebanyak 3x.
Ayat kursi 3x.
Dalam suatu hadis disebutkan: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Qadar (7 kali) di kuburan seorang mukmin, Allah mengutus malaikat padanya untuk beribadah di dekat kuburannya, dan mencatat bagi si mayit pahala dari ibadah yang dilakukan oleh malaikat itu sehingga Allah memasukkan ia ke surga. Dan dalam membaca surat Al-Qadar disertai surat Al-Falaq, An-Nas, Al-Ikhlash dan Ayat kursi, masing-masing (3 kali).”
Membaca do’a ini tiga kali.
أللهم بحق محمد وال محمد لا تعذب هذا الميت
Allahumma bihaqqi muhammadin wa aali muhammadin laa tu’adzdzib hadzal mayyit.
Ya Allah dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad janganlah azab penghuni kubur ini,
Rosulullah SAW bersabda, tidak ada seorang pun yang membaca doa tersebut tiga kali di kuburan seorang mayit atau saat melihat iring-iringan jenazah lewat, kecuali Allah SWT menjauhkan darinya azab (diberhentikan adzabnya) kubur.
lalu letakkan tangan di kuburannya sambil membaca doa :
اَللَّهُمَّ ارْحَمْ غُرْبَتَهُ، وَصِلْ وَحْدَتَهُ، وَاَنِسْ وَحْشَتَهُ، وَاَمِنْ رَوْعَتَهُ، وَاَسْكِنْ اِلَيْهِ مِنْ رَحْمَتِكَ يَسْـتَغْنِي بِهَا عَنْ رَحْمَةٍ مِنْ سِوَاكَ، وَاَلْحِقْهُ بِمَنْ كَانَ يَتَوَلاَّهُ
Allâhumarham ghurbatahu, wa shil wahdatahu, wa anis wahsyatahu, wa amin raw‘atahu, wa askin ilayhi min rahmatika yastaghnî bihâ ‘an rahmatin min siwâka, wa alhiqhu biman kâna yatawallâhu.
“Ya Allah, kasihi keterasingannya, sambungkan kesendiriannya, hiburlah kesepiannya, tenteramkan kekhawatirannya, tenangkan ia dengan rahmat-Mu yang dengannya tidak membutuhkan kasih sayang dari selain-Mu, dan susulkan ia kepada orang yang ia cintai.”
Ibnu Thawus mengatakan :
“Jika kamu hendak berziarah ke kuburan orang-orang mukmin, maka hendaknya hari Kamis, jika tidak, maka waktu tertentu yang kamu kehendaki, menghadap ke kiblat sambil meletakkan tangan pada kuburannya dan membaca doa tersebut.”
Untuk doa tahlil dan kirim arwah insya Allah lain waktu di broadcest, atau untuk melihat di kitab Majmu Syarif atau Yasinan.
(Referensi dari berbagai sumber)
Instagram : @shulfialaydrus
Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi
Telegram : @shulfialaydrus
Telegram Majelis Nuurus Sa’aadah : https://telegram.me/habibshulfialaydrus
LINE : shulfialaydrus         
Facebook : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus
Group Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau https://www.facebook.com/groups/160814570679672/
Donasi atau infak atau sedekah.
Bank BRI Cab. JKT Joglo.
Atas Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek : 0396-01-011361-50-5.
           
Penulis : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.
محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

2 thoughts on “Adab dan Tata Cara Ziarah Kubur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *