Total Data: 26363
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى بْنِ عُمَارَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ رِوَايَةً فَذَكَرَ فِيهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَيْسَ فِيمَا دُونَ خَمْسِ أَوَاقٍ صَدَقَةٌ وَلَا فِيمَا دُونَ خَمْسِ ذَوْدٍ صَدَقَةٌ وَلَا فِيمَا دُونَ خَمْسِ أَوْسُقٍ صَدَقَةٌ
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru bin Yahya bin Umarah] dari [bapaknya], dari [Abu Sa'id] secara riwayat, lalu ia menyebut dalam hadis tersebut bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada zakat dibawah lima 'uqiyah, tidak ada zakat dibawah lima Dzaud, dan tidak ada zakat dibawah lima wasaq." (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي صَعْصَعَةَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ لِي أَبُو سَعِيدٍ وَكَانَ فِي حُجْرَةٍ فَقَالَ لِي يَا بُنَيَّ إِذَا أَذَّنْتَ فَارْفَعْ صَوْتَكَ بِالْأَذَانِ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَيْسَ شَيْءٌ يَسْمَعُهُ إِلَّا شَهِدَ لَهُ جِنٌّ وَلَا إِنْسٌ وَلَا حَجَرٌ و قَالَ مَرَّةً يَا بُنَيَّ إِذَا كُنْتَ فِي الْبَرَارِيِّ فَارْفَعْ صَوْتَكَ بِالْأَذَانِ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَسْمَعُهُ جِنٌّ وَلَا إِنْسٌ وَلَا حَجَرٌ وَلَا شَيْءٌ يَسْمَعُهُ إِلَّا شَهِدَ لَهُ قَالَ أَبِي وَسُفْيَانُ مُخْطِئٌ فِي اسْمِهِ وَالصَّوَابُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي صَعْصَعَةَ
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] berkata; telah menceritakan kepadaku [Ibnu Abu Sha'sha'ah Abdullah bin Abdurrahman] dari [bapaknya], ia berkata; [Abu Sa'id] berkata kepadaku sedang ia waktu itu berada di kamar, ia berkata; "Wahai anakku, jika engkau adzan maka keraskanlah suaramu, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada sesuatupun yang mendengarnya, baik itu jin, manusia ataupun batu kecuali ia akan bersaksi untuknya." Sesekali ia berkata; "Wahai anakku, jika engkau berada di padang pasir maka keraskanlah suaramu ketika adzan, karena aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah mendengarnya baik itu jin, manusia, batu atau apapun itu kecuali ia akan bersaksi untuknya." Ayahku berkata; dan Sufyan salah dalam penyebutan namanya, yang benar adalah Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Sha'sha'ah." (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ ابْنِ أَبِي صَعْصَعَةَ شَيْخٌ مِنْ الْأَنْصَارِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ أَنْ يَكُونَ خَيْرَ مَالِ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ غَنَمٌ يَتْبَعُ بِهَا شَعَفَ الْجِبَالِ وَمَوَاقِعَ الْقَطْرِ يَفِرُّ بِدِينِهِ مِنْ الْفِتَنِ
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ibnu Abu Sha'sha'ah] orang tua dari Anshar, dari [bapaknya], dari [Abu Sa'id] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Hampir-hampir harta terbaik seorang muslim adalah kambing, ia mendaki puncak gunung dan tempat tetesan embun, lari demi menyelamatkan agamanya dari fitnah." (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ ضَمْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ أَبِي قُلْتُ سُفْيَانُ سَمِعَهُ قَالَ زَعَمَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَلَاةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ وَبَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَطْلُعَ
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Dhamrah] dari [Abu Sa'id] berkata; bapakku berkata; aku berkata; Sufyan telah mendengarnya, ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang shalat setelah ashar hingga matahari tenggelam dan setelah subuh hingga matahari terbit." (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ وَابْنُ أَبِي لَبِيدٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ سَمِعْتُ أَبَا سَعِيدٍ وَابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ سُلَيْمَانَ الْأَحْوَلِ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ اعْتَكَفَ الْعَشْرَ الْوَسَطَ وَاعْتَكَفْنَا مَعَهُ يَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا كَانَ صَبِيحَةُ عِشْرِينَ مَرَّ بِنَا وَنَحْنُ نَنْقُلُ مَتَاعَنَا فَقَالَ مَنْ كَانَ مُعْتَكِفًا فَلْيَكُنْ فِي مُعْتَكَفِهِ إِنِّي رَأَيْتُ هَذِهِ اللَّيْلَةَ فَنُسِّيتُهَا وَرَأَيْتُنِي أَسْجُدُ فِي مَاءٍ وَطِينٍ وَعَرِيشُ الْمَسْجِدِ جَرِيدٌ فَهَاجَتْ السَّمَاءُ فَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِنَّ عَلَى أَنْفِهِ وَجَبْهَتِهِ أَثَرَ الْمَاءِ وَالطِّينِ
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Amru] dari [Abu Salamah] dan [Ibnu Abu Labid] dari [Abu Salamah] berkata; aku mendengar [Abu Sa'id] dan [Ibnu Juraij] Sedangkan melalui jalur [Sulaiman Al Ahwal] dari [Abu Salamah] dari [Abu Sa'id] bahwa ia beri'tikaf pada sepuluh hari yang kedua, dan kami beri'tikaf bersamanya, yakni Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Ketika pagi hari di hari kedua puluh, beliau lewat dan kami sedang memindahkan perlengkapan kami, maka beliau bersabda: "Barangsiapa beri'tikaf hendaknya ia berada pada tempat i'tikafnya, sungguh aku melihat bahwa malam ini, tetapi aku lupa darinya, aku merasa bahwa aku sedang sujud di tanah yang berlumpur, langit-langit masjid terbuat dari pelepah kurma, maka langit membanjirinya dengan hujan." Lalu aku melihat pada dahi dan hidung Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam terdapat bekas air yang berlumpur." (musnad_ahmad)