Total Data: 26363
وَبِهَذَا الْإِسْنَادِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ رَآنِي فَقَدْ رَآنِي الْحَقَّ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَتَكَوَّنُ بِي
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya dari [Abu Sa'id] dan dengan sanad ini, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mimpi melihatku maka itu adalah sesuatu yang benar, karena setan tidak bisa menyerupaiku." (musnad_ahmad)
وَبِهَذَا الْإِسْنَادِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ خَبَّابٍ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ ذَكَرَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ تُصِيبُهُ الْجَنَابَةُ فَيُرِيدُ أَنْ يَنَامَ فَأَمَرَهُ أَنْ يَتَوَضَّأَ ثُمَّ يَنَامَ
(Masih dari jalur periwayatan yang sama dengan hadis sebelumnya), dan dengan sanad ini dari [Abdullah bin Khabbab] bahwasanya [Abu Sa'id Al Khudri] menyebutkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa ia dalam keadaan junub dan ingin tidur, maka beliau menyuruhnya untuk berwudlu dahulu baru kemudian tidur." (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ مُبَارَكٍ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قُرَيْطٍ أَنَّ عَطَاءَ بْنَ يَسَارٍ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَعَرَفَ حُدُودَهُ وَتَحَفَّظَ مِمَّا كَانَ يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يَتَحَفَّظَ فِيهِ كَفَّرَ مَا كَانَ قَبْلَهُ
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Ishaq] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] -yaitu Ibnul Mubarak- berkata, telah mengabarkan kepada kami [Yahya bin Ayyub] dari [Abdullah bin Quraith] bahwa ['Atho` bin Yasar] menceritakan kepadanya, bahwa ia mendengar [Abu Sa'id Al Khudri] berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa berpuasa ramadhan sedang ia mengetahui batasan-batasannya serta menjaga diri dari apa yang hendaknya ia jaga maka Allah akan menghapuskan dosanya yang telah lalu." (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا الْفُضَيْلُ بْنُ مَرْزُوقٍ عَنْ عَطِيَّةَ الْعَوْفِيِّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَقْرَبَهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ عَادِلٌ وَإِنَّ أَبْغَضَ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَشَدَّهُمْ عَذَابًا إِمَامٌ جَائِرٌ
Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Ishaq] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Al Fudhail bin Marzuq] dari ['Athiyyah Al 'Aufi] dari [Abu Sa'id Al Khudri] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya manusia yang paling Allah cintai dan paling dekat tempat duduknya dengan-Nya pada hari kiamat adalah seorang pemimpin yang adil, dan manusia yang paling Allah benci dan paling keras siksanya pada hari kiamat adalah pemimpin yang lalim." (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا يَعْمَرُ بْنُ بِشْرٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْوَلِيدِ عَنْ أَبِي سُلَيْمَانَ اللَّيْثِيِّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِ وَمَثَلُ الْإِيمَانِ كَمَثَلِ الْفَرَسِ فِي آخِيَّتِهِ يَجُولُ ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَى آخِيَّتِهِ وَإِنَّ الْمُؤْمِنَ يَسْهُو ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَى الْإِيمَانِ فَأَطْعِمُوا طَعَامَكُمْ الْأَتْقِيَاءَ وَأَوْلُوا مَعْرُوفَكُمْ الْمُؤْمِنِينَ حَدَّثَنَاه أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمُقْرِئُ وَهَذَا أَتَمُّ
Telah menceritakan kepada kami [Ya'mar bin Bisyr] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Sa'id bin Abu Ayyub] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdullah Ibnul Walid] dari [Abu Sulaiman Al Laisti] dari [Abu Sa'id Al Khudri] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Permisalan seorang mukmin adalah seperti kuda yang tertambat pada akhiyahnya (kayu yang ditancapkan sebagai tempat penambatan), jalan berkeliling dan kembali lagi. Dan sesungguhnya seorang mukmin jika dia lalai (khilaf), dia akan kembali kepada keimanan lagi. Maka berilah makananmu kepada orang-orang yang bertakwa dan hendaklah yang memegang perkara kalian adalah orang yang beriman." Telah menceritakannya kepada kami [Abu Abdurrahman Al muqri`] dan menurut jalur ini adalah lebih lengkap. (musnad_ahmad)