Total Data: 26363
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَقِيلٍ قَالَ ثَنَا أَبُو نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ عَامَّةُ طَعَامِ أَهْلِي يَعْنِي الضِّبَابَ فَلَمْ يُجِبْهُ فَلَمْ يُجَاوِزْ إِلَّا قَرِيبًا فَعَاوَدَهُ فَلَمْ يُجِبْهُ فَعَاوَدَهُ ثَلَاثًا فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى لَعَنَ أَوْ غَضِبَ عَلَى سِبْطٍ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ فَمُسِخُوا دَوَابَّ فَلَا أَدْرِي لَعَلَّهُ بَعْضُهَا فَلَسْتُ بِآكِلِهَا وَلَا أَنْهَى عَنْهَا
Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Aqil] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Nadlrah] dari [Abu Sa'id] ia berkata; "Seorang arab badui datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya berkata; "Hampir semua makanan keluarga kami adalah biawak, " namun beliau tidak menjawab dan tidak melarangnya, hingga pertanyaan itu diulangi sampai tiga kali dan beliau tidak menjawabnya. Setelah itu beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala telah melaknat -atau- murka kepada sekelompok bani Isra`il lalu mereka diubah menjadi binatang melata, aku tidak tahu apakah sebagian binatang itu sebagian dari mereka, namun aku tidak memakannya dan tidak juga melarangnya untuk kalian." (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا حَمَّادٌ الْخَيَّاطُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ الْأَحْوَلُ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ سُلَيْمٍ عَنْ رَجُلٍ مِنْ قَوْمِهِ يُقَالُ لَهُ فُلَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ أَوْ مُعَاوِيَةُ بْنُ فُلَانٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ الْمَيِّتُ يَعْرِفُ مَنْ يُغَسِّلُهُ وَيَحْمِلُهُ وَيُدَلِّيهِ قَالَ فَقُمْتُ مِنْ عِنْدِ أَبِي سَعِيدٍ إِلَى ابْنِ عُمَرَ فَأَخْبَرْتُهُ فَمَرَّ أَبُو سَعِيدٍ فَقَالَ لَهُ ابْنُ عُمَرَ مِمَّنْ سَمِعْتَ هَذَا الْحَدِيثَ قَالَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Telah menceritakan kepada kami [Hammad Al Khayyath] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik Al Ahwal] dari [Sa'id bin 'Amru bin Sulaim] dari [seorang laki-laki] dari kaumnya yang biasa disebut dengan Fulan bin Mu'awiyah, atau Mu'awiyah bin Fulan, dari [Abu Sa'id Al Khudri] ia berkata; "Sesungguhnya orang yang meninggal mengetahui siapa yang membawa, memandikan dan memasukkannya ke dalam kubur." Ia berkata; aku bangun meninggalkan Abu Sa'id untuk menemui Ibnu Umar dan aku kabarkan hal itu kepadanya, maka ketika Abu Sa'id lewat, Ibnu Umar berkata kepadanya; "Darimana engkau dengar hadis ini?" Abu Sa'id berkata; "Dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي فُدَيْكٍ حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ يَعْنِي ابْنَ عُثْمَانَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَنْظُرْ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ وَلَا تَنْظُرْ الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ وَلَا يُفْضِ الرَّجُلُ إِلَى الرَّجُلِ فِي الثَّوْبِ وَلَا تُفْضِ الْمَرْأَةُ إِلَى الْمَرْأَةِ فِي الثَّوْبِ
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isma'il bin Abu Fudaik] berkata; telah menceritakan kepada kami [Adl Dlahak] -yaitu Ibnu Utsman- dari [Zaid bin Aslam] dari [Abdurrahman bin Abu Sa'id] dari [Bapaknya] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki lain dan juga seorang wanita tidak boleh melihat aurat wanita lain. Seorang laki-laki tidak boleh menceritakan kepada laki-laki lain apa yang terjadi dalam kain selimut (jima`), dan juga seorang wanita tidak boleh menceritakan kepada wanita lain apa yang terjadi dalam kain selimut." (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى عَنِ ابْنِ مُحَيْرِيزٍ الشَّامِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا صِرْمَةَ الْمَازِنِيَّ وَأَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ يَقُولَانِ أَصَبْنَا سَبَايَا فِي غَزْوَةِ بَنِي الْمُصْطَلِقِ وَهِيَ الْغَزْوَةُ الَّتِي أَصَابَ فِيهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جُوَيْرِيَةَ وَكَانَ مِنَّا مَنْ يُرِيدُ أَنْ يَتَّخِذَ أَهْلًا وَمِنَّا مَنْ يُرِيدُ أَنْ يَسْتَمْتِعَ وَيَبِيعَ فَتَرَاجَعْنَا فِي الْعَزْلِ فَذَكَرْنَا ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَعْزِلُوا فَإِنَّ اللَّهَ قَدَّرَ مَا هُوَ خَالِقٌ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isma'il] berkata; telah menceritakan kepada kami [Adl Dlahak] dari [Muhammad bin Yahya] dari [Ibnu Muhairiz Asy Syami] Bahwasanya ia mendengar [Abu Shirmah Al Mazini] dan [Abu Sa'id Al Khudri], mereka berdua berkata; "Kami mendapatkan tawanan dalam perang bani Mushthaliq, yaitu peperangan yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga mendapatkan Juwairiah. Pada waktu itu di antara kami ada yang menjadikannya sebagai istri dan juga yang hanya ingin menikmati saja lalu menjualnya, maka kami pun melakukan 'azl. Namun setelah itu kami ceritakan hal tersebut kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka beliau pun bersabda: "Kenapa kalian tidak melakukannya, karena sesungguhnya Allah telah menentukan siapa yang akan Ia ciptakan hingga hari kiamat." (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي الْمُتَوَكِّلِ النَّاجِيِّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْلُصُ الْمُؤْمِنُونَ مِنْ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُحْتَبَسُونَ عَلَى قَنْطَرَةٍ بَيْنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ فَيُقْتَصُّ لِبَعْضِهِمْ مِنْ بَعْضٍ مَظَالِمُ كَانَتْ بَيْنَهُمْ فِي الدُّنْيَا حَتَّى إِذَا هُذِّبُوا وَنُقُّوا أُذِنَ لَهُمْ فِي دُخُولِ الْجَنَّةِ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَأَحَدُهُمْ أَهْدَى لِمَنْزِلِهِ فِي الْجَنَّةِ مِنْهُ بِمَنْزِلِهِ كَانَ فِي الدُّنْيَا
Telah menceritakan kepada kami [Rauh] berkata; telah menceritakan kepada kami [Sa'id] berkata; [Qotadah] dari [Abu Al Mutawakkil An Naji] dan [Abu Sa'id Al Khudri] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang-orang yang beriman pada hari Kiamat selamat dari neraka, lalu mereka ditahan di jembatan antara surga dan neraka, maka sebagian akan diqishas atas sebagian yang lain karena kezhaliman mereka waktu di dunia, sehingga setelah mereka dibersihkan dan telah suci, mereka diizinkan memasuki surga. Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, seseorang di antara mereka lebih mengetahui rumahnya di surga dari pada rumahnya di dunia." (musnad_ahmad)