Total Data: 26363
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا إِسْحَاقَ يُحَدِّثُ عَنِ الْأَغَرِّ أَبِي مُسْلِمٍ أَنَّهُ قَالَ أَشْهَدُ عَلَى أَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي سَعِيدٍ أَنَّهُمَا شَهِدَا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا حَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] berkata; aku mendengar [Abu Ishaq] menceritakan dari [Al Aghar Abu Muslim] bahwasanya ia berkata; aku bersaksi atas [Abu Hurairah] dan [Abu Sa'id] bahwa keduanya bersaksi atas Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: "Tidaklah suatu kaum berdzikir kepada Allah kecuali malaikat akan mengelilingi mereka, rahmat akan melingkupi mereka, ketenangan akan diturunkan dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya." (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَيْسِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ أَنَّ مَرْوَانَ خَطَبَ قَبْلَ الصَّلَاةِ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ الصَّلَاةُ قَبْلَ الْخُطْبَةِ فَقَالَ لَهُ مَرْوَانُ تُرِكَ ذَاكَ يَا أَبَا فُلَانٍ فَقَالَ أَبُو سَعِيدٍ أَمَّا هَذَا فَقَدْ قَضَى مَا عَلَيْهِ قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُنْكِرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَاكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qais bin Muslim] dari [Thariq bin Syihab] bahwa Marwan pernah berkhutbah (ied) sebelum shalat, maka seseorang menegurnya; "Shalat (ied) itu sebelum khutbah, " Marwan lalu berkata; "Itu telah berlalu ya Fulan!" maka [Abu Sa'id] berkata; "Adapun orang ini, ia telah melakukan apa yang pernah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam katakan kepada kami: "Barangsiapa dari kalian melihat sebuah kemungkaran, hendaklah ia rubah dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemah iman." (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ قَالَ ثَنَا أَبُو نَعَامَةَ السَّعْدِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَلَمَّا كَانَ فِي بَعْضِ صَلَاتِهِ خَلَعَ نَعْلَيْهِ فَوَضَعَهُمَا عَنْ يَسَارِهِ فَلَمَّا رَأَى النَّاسُ ذَلِكَ خَلَعُوا نِعَالَهُمْ فَلَمَّا قَضَى صَلَاتَهُ قَالَ مَا بَالُكُمْ أَلْقَيْتُمْ نِعَالَكُمْ قَالُوا رَأَيْنَاكَ أَلْقَيْتَ نَعْلَيْكَ فَأَلْقَيْنَا نِعَالَنَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ جِبْرِيلَ أَتَانِي فَأَخْبَرَنِي أَنَّ فِيهِمَا قَذَرًا أَوْ قَالَ أَذًى فَأَلْقَيْتُهُمَا فَإِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَلْيَنْظُرْ فِي نَعْلَيْهِ فَإِنْ رَأَى فِيهِمَا قَذَرًا أَوْ قَالَ أَذًى فَلْيَمْسَحْهُمَا وَلْيُصَلِّ فِيهِمَا قَالَ أَبِي لَمْ يَجِئْ فِي هَذَا الْحَدِيثِ بَيَانُ مَا كَانَ فِي النَّعْلِ
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad] berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Na'amah As Sa'di] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Nadhrah] dari [Abu Sa'id Al Khudri], ia berkata; "Pada suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah shalat bersama kami, lalu ketika di tengah-tengah shalatnya, beliau melepaskan kedua sandalnya dan meletakkan di sebelah kirinya. Ketika orang-orang melihat hal itu maka mereka pun ikut melepaskan sandal-sandal mereka. Kemudian setelah selesai dari shalatnya beliau bertanya: "Kenapa kalian melepas sandal kalian?" mereka menjawab; "Kami melihat engkau melepaskan sandal, maka kamipun ikut melepaskannya, " maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bersabda: "Sesungguhnya Jibril telah mendatangiku dan mengakabarkan bahwa di sandalku ada kotoran, atau beliau mengatakan, "najis sehingga aku melepasnya. Maka jika salah seorang dari kalian masuk ke dalam masjid hendaklah ia melihat sandalnya, jika ia melihat ada kotoran, atau beliau mengatakan, "najis hendaklah ia menggosoknya kemudian shalat dengannya." Bapakku berkata; "Dalam hadis ini tidak ada penjelasan bagaimana bentuk kotoran pada sandal tersebut." (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ شِهَابٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْعَزْلِ فَقَالَ إِنْ تَفْعَلُوا ذَلِكَ لَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَفْعَلُوهُ فَإِنَّهُ لَيْسَ نَسَمَةٌ قَضَى اللَّهُ أَنْ تَكُونَ إِلَّا هِيَ كَائِنَةٌ
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'd] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Syihab] dari [Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah] dari [Abu Sa'id Al Khudri], ia berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang 'azl, maka beliau bersabda: "Jika kalian melakukannya maka hal itu tidaklah mengapa, karena sesungguhnya tidaklah suatu jiwa yang Allah telah menetapkannya untuk hidup (lahir) kecuali ia akan hidup." (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ أَخْبَرَهُ وَأَبُو هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى فِي جِدَارِ الْمَسْجِدِ نُخَامَةً فَتَنَاوَلَ حَصَاةً فَحَتَّهَا ثُمَّ قَالَ إِذَا تَنَخَّمَ أَحَدُكُمْ فَلَا يَتَنَخَّمَنَّ قِبَلَ وَجْهِهِ وَلَا عَنْ يَمِينِهِ وَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ أَوْ تَحْتَ قَدَمِهِ الْيُسْرَى
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibrahim] dari [Ibnu Syihab] dari [Humaid bin Abdurrahman] bahwa [Abu Sa'id Al Khudri] dan [Abu Hurairah] telah mengabarkan kepadanya, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihat dahak di dinding masjid, maka beliau mengambil kerikil kemudian membersihkannya, dan bersabda: "Jika salah seorang dari kalian ingin berdahak, maka Jangan sampai melakukannya di depannya atau samping kanannya. Akan tetapi hendaklah ia meludahkannya ke sebelah kiri atau di bawah telapak kaki kirinya." (musnad_ahmad)