Hadits Musnad Ahmad.

RESET

Total Data: 26363

Nomer Hadits : 11951

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَلَّاقُ يَحْلِقُهُ وَأَطَافَ بِهِ أَصْحَابُهُ فَمَا يُرِيدُونَ أَنْ تَقَعَ شَعْرَةٌ إِلَّا فِي يَدِ رَجُلٍ

Telah menceritakan kepada kami [Hasyim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sulaiman] dari [Tsabit] dari [Anas bin Malik] ia berkata; "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang sedang dicukur tukang cukur untuk menggundul rambut beliau, sedangkan para sahabat beliau mengelilingi beliau, mereka tidak ingin rambut beliau jatuh kecuali dalam genggaman tangan salah seorang dari mereka." (musnad_ahmad)

Nomer Hadits : 11952

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى الْغَدَاةَ جَاءَ خَدَمُ أَهْلِ الْمَدِينَةِ بِآنِيَتِهِمْ فِيهَا الْمَاءُ فَمَا يُؤْتَى بِإِنَاءٍ إِلَّا غَمَسَ يَدَهُ فِيهَا فَرُبَّمَا جَاءُوهُ فِي الْغَدَاةِ الْبَارِدَةِ فَغَمَسَ يَدَهُ فِيهَا

Telah menceritakan kepada kami [Hasyim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sulaiman] dari [Tsabit] dari [Anas] ia berkata; "Jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat subuh, seorang pelayan dari penduduk Madinah datang dengan membawa bejana-bejana mereka yang berisi air. Maka tidaklah dihadapkan sebuah bejana kepada beliau kecuali ia memasukkan tangannya ke dalam bejana tersebut. Dan adakalanya mereka mendatangi beliau diwaktu shalat subuh yang dingin lalu beliau memasukkan tangannya ke dalam bejana." (musnad_ahmad)

Nomer Hadits : 11953

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ وَعَفَّانُ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ عَنْ ثَابِتٍ قَالَ كُنَّا عِنْدَ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ فَكَتَبَ كِتَابًا بَيْنَ أَهْلِهِ فَقَالَ اشْهَدُوا يَا مَعْشَرَ الْقُرَّاءِ قَالَ ثَابِتٌ فَكَأَنِّي كَرِهْتُ ذَلِكَ فَقُلْتُ يَا أَبَا حَمْزَةَ لَوْ سَمَّيْتَهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ وَمَا بَأْسُ ذَلِكَ أَنْ أَقُلْ لَكُمْ قُرَّاءُ أَفَلَا أُحَدِّثُكُمْ عَنْ إِخْوَانِكُمْ الَّذِينَ كُنَّا نُسَمِّيهِمْ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرَّاءَ فَذَكَرَ أَنَّهُمْ كَانُوا سَبْعِينَ فَكَانُوا إِذَا جَنَّهُمْ اللَّيْلُ انْطَلَقُوا إِلَى مُعَلِّمٍ لَهُمْ بِالْمَدِينَةِ فَيَدْرُسُونَ اللَّيْلَ حَتَّى يُصْبِحُوا فَإِذَا أَصْبَحُوا فَمَنْ كَانَتْ لَهُ قُوَّةٌ اسْتَعْذَبَ مِنْ الْمَاءِ وَأَصَابَ مِنْ الْحَطَبِ وَمَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ سَعَةٌ اجْتَمَعُوا فَاشْتَرَوْا الشَّاةَ وَأَصْلَحُوهَا فَيُصْبِحُ ذَلِكَ مُعَلَّقًا بِحُجَرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أُصِيبَ خُبَيْبٌ بَعَثَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَوْا عَلَى حَيٍّ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ وَفِيهِمْ خَالِي حَرَامٌ فَقَالَ حَرَامٌ لِأَمِيرِهِمْ دَعْنِي فَلْأُخْبِرْ هَؤُلَاءِ أَنَّا لَسْنَا إِيَّاهُمْ نُرِيدُ حَتَّى يُخْلُوا وَجْهَنَا وَقَالَ عَفَّانُ فَيُخْلُونَ وَجْهَنَا فَقَالَ لَهُمْ حَرَامٌ إِنَّا لَسْنَا إِيَّاكُمْ نُرِيدُ فَخَلُّوا وَجْهَنَا فَاسْتَقْبَلَهُ رَجُلٌ بِالرُّمْحِ فَأَنْفَذَهُ مِنْهُ فَلَمَّا وَجَدَ الرُّمْحَ فِي جَوْفِهِ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ فُزْتُ وَرَبِّ الْكَعْبَةِ قَالَ فَانْطَوَوْا عَلَيْهِمْ فَمَا بَقِيَ أَحَدٌ مِنْهُمْ فَقَالَ أَنَسٌ فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَدَ عَلَى شَيْءٍ قَطُّ وَجْدَهُ عَلَيْهِمْ فَلَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَلَاةِ الْغَدَاةِ رَفَعَ يَدَيْهِ فَدَعَا عَلَيْهِمْ فَلَمَّا كَانَ بَعْدَ ذَلِكَ إِذَا أَبُو طَلْحَةَ يَقُولُ لِي هَلْ لَكَ فِي قَاتِلِ حَرَامٍ قَالَ قُلْتُ لَهُ مَا لَهُ فَعَلَ اللَّهُ بِهِ وَفَعَلَ قَالَ مَهْلًا فَإِنَّهُ قَدْ أَسْلَمَ وَقَالَ عَفَّانُ رَفَعَ يَدَيْهِ يَدْعُو عَلَيْهِمْ و قَالَ أَبُو النَّضْرِ رَفَعَ يَدَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami [Hasyim] dan ['Affan] secara makna, mereka berdua berkata; telah menceritakan kepada kami [Sulaiman] dari [Tsabit] berkata; kami berada di sisi [Anas bin Malik] lalu ia menulis buku di antara keluarganya, ia berkata; "Wahai para qurra`, Tsabit mengatakan, Seakan aku tidak menyukai hal itu, aku katakan kepadanya, "Wahai Abu Hamzah, sepertinya lebih baik sekiranya engkau sebut mereka dengan nama mereka, " ia berkata; "Apa masalahnya jika aku sebut kalian dengan Qurra`, tidak maukah kalian aku ceritakan tentang saudara-saudara kalian yang biasa kami panggil dengan al Qurra` pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?" lalu ia menyebutkan bahwa jumlah mereka tujuh puluh orang. Jika malam telah tiba, mereka pergi menuju para mu'allim mereka di Madinah, lalu mereka belajar hingga pagi. Jika diwaktu pagi mereka masih mempunyai kekuatan, mereka menjernihkan air dan mencari kayu. Dan barangsiapa mempunyai waktu luang mereka berkumpul dan lalu membeli kambing dan memasaknya. Tempat tinggal mereka berdempetan langsung dengan kamar-kamar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam. Ketika khubaib bin Adi dibunuh, Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam mengirim mereka hingga mereka sampai ke sebuah perkampungan Bani Sulaim. Diantara mereka ini ada pamanku yang namanya Harom. Harom katakana kepada pemimpinnya "Biarlah aku yag menyampaikan berita kepada mereka bahwa bukan mereka (bani Sulaim) yang kita tuju sehingga mereka memberi jalan untuk kita. -Affan katakana dengan redaksi 'Sehingga mereka meluangkan jalan untuk kita-- Selanjutnya Harom katakana "Bukan kalian yang kami tuju, maka tolong berilah jalan untuk kami." Namun tiba-tiba seseorang dari mereka menombaknya dari arah belakang hingga tembus dadanya." Ketika Harom rasakan tombak sampai perutnya, ia katakana "Ya Allah, aku menang, demi Rabb ka'bah." Selanjutnya seluruh sahabat Harom terbunuh di tangan Bani Sulaim, tidak tersisa seorang pun dari mereka." Selanjutnya kata Anas; "Tidak kulihat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam sedemikian sedih sebagaimana kesedihan beliau atas tragedi yang mereka alami. Dan kulihat Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam dalam subuh beliau angkat kedua tangannya mendoakan kecelakaan atas mereka. Kemudian hari Abu Tolhah mengatakan kepadaku "Apakah kamu mempunyai berita tentang pembunuh Harom? Kujawab "Apapun yang ia perbuat, Allah akan membalasnya." Kata Abu Tolhah "sebentar, sesungguhnya ia telah masuk Islam." Sedang Affan mengatakan "Beliau angkat kedua tangannya dan mendoakan kecelakaan bagi mereka." Sedanng Abu nazhr hanya mengatakan dengan redaksi "Mengangkat kedua tangan." (musnad_ahmad)

Nomer Hadits : 11954

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ أَمَرَنِي رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ أَنْ أَقْرَأَ عَلَيْكَ الْقُرْآنَ قَالَ أُبَيٌّ أَوَسَمَّانِي لَكَ قَالَ نَعَمْ فَبَكَى أُبَيٌّ

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Qatadah] dari [Anas] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda kepada Ubai bin Ka'ab: "Rabbku 'azza wajalla memerintahkan kepadaku untuk membacakan Al Qu'ran kepadamu, " Ubai berkata; "Apakah Allah menyebut namaku kepadamu?" beliau menjawab: "Ya, " maka Ubai pun menangis. (musnad_ahmad)

Nomer Hadits : 11955

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ أُسَيْدَ بْنَ حُضَيْرٍ وَرَجُلًا آخَرَ مِنْ الْأَنْصَارِ تَحَدَّثَا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً فِي حَاجَةٍ لَهُمَا حَتَّى ذَهَبَ مِنْ اللَّيْلِ سَاعَةٌ وَلَيْلَةٌ شَدِيدَةُ الظُّلْمَةِ ثُمَّ خَرَجَا مِنْ عِنْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْقَلِبَانِ وَبِيَدِ كُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا عُصَيَّةٌ فَأَضَاءَتْ عَصَا أَحَدِهِمَا لَهُمَا حَتَّى مَشَيَا فِي ضَوْئِهَا حَتَّى إِذَا افْتَرَقَ بِهِمَا الطَّرِيقُ أَضَاءَتْ لِلْآخَرِ عَصَاهُ فَمَشَى كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا فِي ضَوْءِ عَصَاهُ حَتَّى بَلَغَ إِلَى أَهْلِهِ

Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Tsabit] dari [Anas] berkata; "Usaid bin Hudlair dan seorang laki-laki lain dari kaum Anshar berbicara di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada suatu malam perihal kebutuhan mereka berdua hingga berlalu sebagian waktu malam, sedang malam itu sangat gelap gulita. Setelah itu mereka pulang dari sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sedang di tangan setiap dari mereka berdua terdapat lentera yang dapat menerangi tongkat salah seorang dari mereka, sehingga mereka berdua dapat berjalan di bawah terang sinarnya. Dan ketika mereka dipisahkan oleh jalan, tongkatnya masih dapat memberikan cahayanya kepada yang lain, sehingga setiap dari mereka berjalan dengan penerangan tongkatnya sampai ke rumah." (musnad_ahmad)