Total Data: 26363
حَدَّثَنَا حُجَيْنٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي بَكْرٍ الثَّقَفِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَدَاةَ عَرَفَةَ مِنَّا الْمُكَبِّرُ وَمِنَّا الْمُهِلُّ لَا يُعَابُ عَلَى الْمُكَبِّرِ تَكْبِيرُهُ وَلَا عَلَى الْمُهِلِّ إِهْلَالُهُ
Telah menceritakan kepada kami [Hujain] telah menceritakan kepada kami ['Abdul Aziz] dari [Muhammad] dari [Abu Bakar Ats Tsaqafi] dari [Anas bin Malik] berkata: "Kami bersama Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam pada waktu wuquf di pagi di Arofah, dan diantara kami ada yang bertakbir dan diantara kami juga ada yang bertahlil, maka orang yang bertakbir tidak mencela orang yang bertahlil dan orang yang bertahlil tidak mencela orang yang bertakbir." (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ زَيْدٍ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَشْجَعَ النَّاسِ قَالَ وَلَقَدْ فَزِعَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ لَيْلَةً فَانْطَلَقَ قِبَلَ الصَّوْتِ فَرَجَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَاجِعًا قَدْ اسْتَبْرَأَ لَهُمْ الصَّوْتَ وَهُوَ عَلَى فَرَسٍ لِأَبِي طَلْحَةَ عُرْيٍ مَا عَلَيْهِ سَرْجٌ وَفِي عُنُقِهِ السَّيْفُ وَهُوَ يَقُولُ لِلنَّاسِ لَمْ تُرَاعُوا لَمْ تُرَاعُوا وَقَالَ لِلْفَرَسِ وَجَدْنَاهُ بَحْرًا أَوْ إِنَّهُ لَبَحْرٌ قَالَ أَنَسٌ وَكَانَ الْفَرَسُ قَبْلَ ذَلِكَ يُبَطَّأُ قَالَ مَا سُبِقَ بَعْدَ ذَلِكَ
Telah menceritakan kepada kami [Yunus] telah menceritakan kepada kami [Hammad yaitu Ibnu Zaid] dari [Tsabit] dari [Anas bin Malik] berkata: Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam adalah sebaik-baik manusia, dan orang yang paling dermawan di antara manusia serta paling pemberani di antara mereka, sungguh pada suatu malam orang orang Madinah dikejutkan oleh sebuah suara. Mereka pergi menuju sumber suara tersebut, tiba-tiba mereka mendapatkan Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam telah kembali dari sumber suara tersebut dan membebaskan mereka dari ketakutan kepada suara itu, Beliau Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam mengendarai seekor kuda milik Abu Tholhah Radhiyallahu'anhu tanpa pelana di atasnya sambil menyandang pedang di leher kuda tersebut dan beliau Radhiyallahu'anhusulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda kepada manusia: "Jangan kalian dibuat takut, janganlah kalian dibuat takut", Anas bin Malik berkata tentang kuda tersebut: " kami mendapatkannya sangat kencang, atau sesungguhnya kuda ini sangat kencang ", Anas bin Malik berkata: "Padahal sebelumnya kuda tersebut sangat lambat", (Anas bin Malik) berkata: "Akhirnya setelah itu tidak ada yang bisa mendahuluinya." (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَزْرَعُ زَرْعًا أَوْ يَغْرِسُ غَرْسًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ
Telah menceritakan kepada kami [Yunus] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Qatadah] dari [Anas bin Malik] berkata: Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak ada seorang muslim yang menanam sebuah bibit atau menancapkan sebuah pohon kemudian dimakan oleh burung, manusia atau binatang melainkan hal tersebut manjadi sedekah baginya ". (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَصَمِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ بِجُبَّةِ سُنْدُسٍ فَقَالَ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ بَعَثْتَ بِهَا إِلَيَّ وَقَدْ قُلْتَ فِيهَا مَا قُلْتَ فَقَالَ إِنِّي لَمْ أَبْعَثْ بِهَا إِلَيْكَ لِتَلْبَسَهَا وَإِنَّمَا بَعَثْتُ بِهَا إِلَيْكَ لِتَنْتَفِعَ بِثَمَنِهَا أَوْ تَبِيعَهَا
Telah menceritakan kepada kami [Yunus] telah menceritakan kepada kami [Abu Awanah] dari [Abdurahman Al-Ashom] dari [Anas bin Malik], sesungguhnya Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam mengutus kepada Umar bin khotob dengan membawa selendang dan Umar berkata, "Wahai Rasulullah, anda tetap mengirimkannya padaku, padahal telah aku komentari selendang itu." Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam lantas berkata, "Saya tidak mengirimkannya padamu untuk dipakai tapi saya mengirimnya agar kau manfaatkan barangnya atau kau jual" (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ زَيْدٍ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعَا بِمَاءٍ فِي قَدَحٍ رَحْرَاحٍ فَوَضَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَصَابِعَهُ فِي الْقَدَحِ فَجَعَلَ الْمَاءُ يَنْبُعُ وَجَعَلَ الْقَوْمُ يَتَوَضَّئُونَ مِنْهُ وَيَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ أَصَابِعِهِ قَالَ وَجَعَلَ الْقَوْمُ يَتَوَضَّئُونَ قَالَ فَحَزَرْتُ الْقَوْمَ فَإِذَا مَا بَيْنَ السَّبْعِينَ إِلَى الثَّمَانِينَ
Telah menceritakan kepada kami [Yunus] telah menceritakan kepada kami [Hammad yaitu Ibnu Zaid] dari [Tsabit] dari [Anas bin Malik] sesungguhnya Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam berdo'a di air yang diletakkan dalam bejana. Rasulullah meletakkan jari-jarinya dalam bejana tersebut, dan air mulai memancar, maka orang-orang mulai berwudlu dengan air dan ternyata air memancar dari sela-sela jarinya. Kata Anas bin Malik, "Orang-orang bergegas berwudlu." Dia berkata lagi, "Lalu saya mengira jumlah kaum (yang berwudlu), jumlahnya antara tujuh puluh sampai delapan puluh (orang)." (musnad_ahmad)