Hadits Musnad Ahmad.

RESET

Total Data: 26363

Nomer Hadits : 12631

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ قَامَ حَتَّى نَقُولَ قَدْ أَوْهَمَ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ السَّجْدَةِ جَلَسَ بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ حَتَّى نَقُولَ قَدْ أَوْهَمَ

Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengabarkan pada kami [Hammad bin Salamah] dari [Tsabit] dari [Anas] berkata, rasulullah shallahu'alaihi wasallam jika mengangkat kepalanya dari rukuk (beliau) berdiri sampai kami mengatakan beliau telah lupa. Dan jika mengangkat kepalannya dari sujud maka duduk diantara dua sujud sampai mengatakan beliau telah lupa. (musnad_ahmad)

Nomer Hadits : 12632

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَصَوْتُ أَبِي طَلْحَةَ فِي الْجَيْشِ أَشَدُّ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مِنْ فِئَةٍ

Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Tsabit] dari [Anas] berkata, rasulullah shallahu'alaihi wasallam bersabda, "Suara Abu Thalhah dalam pasukan itu lebih memberatkan bagi orang musyrik daripada satu kelompok". (musnad_ahmad)

Nomer Hadits : 12633

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ يَعْنِي ابْنَ حَازِمٍ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ قُلْتُ لِأَنَسِ بْنِ مَالِكٍ كَيْفَ كَانَ شَعَرُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَانَ شَعَرًا رَجِلًا لَيْسَ بِالسَّبْطِ وَلَا بِالْجَعْدِ بَيْنَ أُذُنَيْهِ وَعَاتِقَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami [Yazid], telah mengabarkan kepada kami [Jarir] yaitu Ibnu Hazim dari [Qatadah] berkata, saya pernah bertanya kepada [Anas Bin Malik] bagaimana rambut rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam. Dia menjawab, beliau berambut ikal, tidak lurus dan tidak pula terlalu keriting, dan panjang rambutnya sampai antara kedua telinganya dan bahunya. (musnad_ahmad)

Nomer Hadits : 12634

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ هِشَامِ بْنِ زَيْدِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ جَارِيَةً خَرَجَتْ عَلَيْهَا أَوْضَاحٌ فَأَخَذَهَا يَهُودِيٌّ فَرَضَخَ رَأْسَهَا وَأَخَذَ مَا عَلَيْهَا فَأُتِيَ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبِهَا رَمَقٌ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَتَلَكِ فُلَانٌ فَقَالَتْ بِرَأْسِهَا لَا فَقَالَ فُلَانٌ فَقَالَتْ بِرَأْسِهَا لَا قَالَ فَفُلَانٌ الْيَهُودِيُّ فَقَالَتْ بِرَأْسِهَا نَعَمْ فَأَخَذَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَخَ رَأْسَهُ بَيْنَ حَجَرَيْنِ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ حَدِيثِ شُعْبَةَ إِلَّا أَنَّ قَتَادَةَ قَالَ فِي حَدِيثِهِ فَاعْتَرَفَ الْيَهُودِيُّ

Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun], telah mengabarkan kepada kami [Syu'bah] dari [Hisyam Bin Zaid Bin Anas] dari [Anas Bin Malik], ada seorang hamba sahaya bepergian dengan menggunakan perhiasan perak, lalu seorang yahudi merampasnya, menjepit kepala hamba sahaya tersebut diantara dua batu dan memreteli semua perhiasannya. Kemudian hamba sahaya tersebut dibawa ke hadapan rasulullah shallahu'alaihi wasallam dengan sisa-sisa nafas yang tersengal. Rasulullah shallahu'alaihi wasallam bertanya kepadanya, siapa yang telah membunuhmu, apakah si "A"? si hamba sahaya memberi isyarat dengan kepalanya 'tidak'. Apakah fulan si "B"?. Maka dia memberi isyarat dengan kepalanya 'tidak'. Ditanya lagi, apakah fulan si yahudi, maka (hamba sahaya tersebut memberi isyarat dengan kepalanya 'ya'. Kemudian rasulullah shallahu'alaihi wasallam menyeret si yahudi dan menjepit kepala yahudi dianta ra dua batu. Dan telah menceritakan kepada kami [Yazid Bin Harun], telah mengabarkan pada kami [Hammam], dari [Qatadah] dari [Anas] dari Nabi shallahu'alaihi wasallam seperti hadis Syu'bah, hanya Qatadah berkata, dalam hadisnya, si yahudi lalu mengakuinya. (musnad_ahmad)

Nomer Hadits : 12635

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ قَالَ أَخْبَرَنَا رِبْعِيُّ بْنُ الْجَارُودِ بْنِ أَبِي سَبْرَةَ التَّمِيمِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ أَبِي الْحَجَّاجِ عَنِ الْجَارُودِ بْنِ أَبِي سَبْرَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رَاحِلَتِهِ تَطَوُّعًا اسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ فَكَبَّرَ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ خَلَّى عَنْ رَاحِلَتِهِ فَصَلَّى حَيْثُمَا تَوَجَّهَتْ بِهِ

Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Rib'i Bin Al-Jarud Bin Abu Sabrah At-Tamimi] berkata, telah menceritakan kepadaku ['Amr Bin Abu Al-Hajjaj] dari [Al-Jarud Bin Abu Sabrah] dari [Anas Bin Malik] berkata, rasulullah shallahu'alaihi wasallam jika hendak shalat sunnah diatas kendaraannya, beliau menghadap kiblat lalu bertakbir, lalu membiarkan kendaraannya kemana suka, dan nabi shalat kearah mana saja kendaraan itu menghadap. (musnad_ahmad)