Total Data: 26363
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ حَدَّثَنِي أَنَسٌ أَنَّ خَيَّاطًا بِالْمَدِينَةِ دَعَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِطَعَامِهِ قَالَ فَإِذَا خُبْزُ شَعِيرٍ بِإِهَالَةٍ سَنِخَةٍ وَإِذَا فِيهَا قَرْعٌ قَالَ فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ الْقَرْعُ قَالَ أَنَسٌ لَمْ يَزَلْ الْقَرْعُ يُعْجِبُنِي مُنْذُ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammam] dari [Qatadah] berkata; telah menceritakan kepadaku [Anas], ada seorang penjahit di Madinah mengundang Nabi Shallallahu'alaihi wasallam untuk menyantap. (Anas bin Malik Radliyallahu'anhu) berkata; santapan itu berupa roti dari gandum, adonan mentega dan minyak samin yang telah beberapa hari, serta sejenis labu. Saya lihat Nabi Shallallahu'alaihi wasallam begitu suka terhadap labu. Anas berkata; maka saya menjadi selera terhadap labu sejak saya melihat Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam menyukainya. (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بَكْرٍ يَعْنِي الْمُزَنِيَّ قَالَ سَمِعْتُ عَطَاءً يَعْنِي ابْنَ أَبِي مَيْمُونَةَ يُحَدِّثُ وَلَا أَعْلَمُهُ إِلَّا عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يُرْفَعْ إِلَيْهِ قِصَاصٌ قَطُّ إِلَّا أَمَرَ بِالْعَفْوِ قَالَ ابْنُ بَكْرٍ كُنْتُ أُحَدِّثُهُ عَنْ أَنَسٍ فَقَالُوا لَهُ عَنْ أَنَسٍ لَا شَكَّ فِيهِ فَقُلْتُ لَا أَعْلَمُهُ إِلَّا عَنْ أَنَسٍ
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Bakar] yaitu Al Muzani, berkata; saya telah mendengar ['Atha'] yaitu Ibnu Abu Maimunah menceritakan, dan saya tidak mengetahuinya kecuali dari [Anas], Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam tidak pernah menerima pengaduan qisas kecuali memerintahkan agar dimaafkan. Ibnu Bakar berkata; saya menceritakan kepada Qatadah dari Anas. Lalu orang-orang bertanya kepada Qatadah ' Ohh,,, dari Anas? --pertanda kemantapan perawi, tidak ragu--. Saya berkata; saya tidak mengetahuinya kecuali dari Anas. (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَخْبَرَنَا قَتَادَةُ وَثَابِتٌ وَحُمَيْدٌ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا جَاءَ فَدَخَلَ الصَّفَّ وَقَدْ حَفَزَهُ النَّفَسُ فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ فَلَمَّا قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاتَهُ قَالَ أَيُّكُمْ الْمُتَكَلِّمُ بِالْكَلِمَاتِ فَأَرَمَّ الْقَوْمُ فَقَالَ أَيُّكُمْ الْمُتَكَلِّمُ بِهَا فَإِنَّهُ لَمْ يَقُلْ إِلَّا خَيْرًا فَقَالَ الرَّجُلُ جِئْتُ وَقَدْ حَفَزَنِي النَّفَسُ فَقُلْتُهَا فَقَالَ لَقَدْ رَأَيْتُ اثْنَيْ عَشَرَ مَلَكًا يَبْتَدِرُونَهَا أَيُّهُمْ يَرْفَعُهَا وَزَادَ حُمَيْدٌ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ فَلْيَمْشِ عَلَى نَحْوِ مَا كَانَ يَمْشِي فَلْيُصَلِّ مَا أَدْرَكَ وَلْيَقْضِ مَا سَبَقَهُ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ وَالْإِرْمَامُ السُّكُوتُ
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad] telah mengabarkan kepada kami [Qatadah] dan [Tsabit] dan [Humaid] dari [Anas], ada seseorang datang, dia langsung masuk shaf shalat dengan nafas tersengAl sengal, lalu berkata; "Segala puji bagi Allah pujian yang banyak, baik, lagi berbarakah". Tatkala Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam selesai shalat, beliau bertanya, "Siapa yang membaca tadi?", para sahabat diam. Maka (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) bersabda: "Siapa yang membaca tadi, Itu kebaikan". Laki-laki tadi berkata; saya tadi datang sedang nafasku masih tersengAl sengal maka saya hanya sempat membaca itu. (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) bersabda: "Saya telah melihat dua belas Malaikat berebutan agar dapat mengangkat (perkataan itu) ". Humaid menambahkan dari Anas Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Jika salah satu dari kalian mendatangi (shalat) jamaah, maka berjalanlah sewajarnya dan shalatlah apa yang dia dapatkan dan selesaikanlah ketinggalannya". Abu Abdurrahman, Al irmam artinya diam. (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ قَالَ أَخْبَرَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ أَصْحَابَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانُوا يَقُولُونَ وَهُمْ يَحْفِرُونَ الْخَنْدَقَ نَحْنُ الَّذِينَ بَايَعُوا مُحَمَّدًا عَلَى الْإِسْلَامِ مَا بَقِينَا أَبَدًا وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنَّ الْخَيْرَ خَيْرُ الْآخِرَهْ فَاغْفِرْ لِلْأَنْصَارِ وَالْمُهَاجِرَهْ وَأُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِخُبْزِ شَعِيرٍ عَلَيْهِ إِهَالَةٌ سَنِخَةٌ فَأَكَلُوا مِنْهَا وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا الْخَيْرُ خَيْرُ الْآخِرَهْ
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Tsabit] dari [Anas], para sahabat Nabi Shallallahu'alaihi wasallam tatkala menggali Khandak sambil mendendangkan syair, "Kamilah orang yang telah berbai'at kepada Muhammad untuk berjihad selamanya". Nabi Shallallahu'alaihi wasallam menjawab mereka, "Ya Allah! kebaikan itu hanyalah kebaikan akhirat saja, ampunilah Anshar dan muhajirin". Lalu Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam diberi roti gandum, dan adonan mentega dan minyak samin yang telah beberapa hari. Kemudian (para sahabat Radliyallahu'anhum) memakannya dan Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: " kebaikan itu hanya kebaikan akhirat". (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَخْبَرَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى نُخَامَةً فِي قِبْلَةِ الْمَسْجِدِ فَحَكَّهَا بِيَدِهِ
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad] telah mengabarkan kepada kami [Tsabit] dari [Anas], Pernah Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam melihat dahak di arah masjid lalu mengeriknya dengan tangannya. (musnad_ahmad)