Total Data: 26363
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ وَحَجَّاجٌ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ الْمُنْكَدِرِ قَالَ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا وَجِعٌ لَا أَعْقِلُ قَالَ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ صَبَّ عَلَيَّ أَوْ قَالَ صَبُّوا عَلَيَّ فَعَقَلْتُ فَقُلْتُ إِنَّهُ لَا يَرِثُنِي إِلَّا كَلَالَةٌ فَكَيْفَ الْمِيرَاثُ قَالَ فَنَزَلَتْ آيَةُ الْفَرْضِ
Telah bercerita kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah bercerita kepada kami [Syu'bah] dan [Hajjaj] telah menghabarkan kepada kami [Syu'bah] berkata; saya telah mendengar [Muhammad bin Al Munkadir] berkata; saya telah mendengar [Jabir bin Abdullah] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menemuiku ketika saya sedang sakit tak sadarkan diri. (Jabir bin Abdullah Radliyallahu'anhuma) berkata; lalu (Nabi shallallahu 'alaihi wasallam) berwudhu kemudian menuangkan air wudhunya padaku, atau (Jabir bin Abdullah Radliyallahu'anhuma) berkata; mereka menuangkan air padaku hingga saya sadar, lalu saya berkata; tidak ada yang mewarisi hartaku melainkan kalalah (tidak meninggalkan anak dan orang tua) bagaimana pembagian warisannya? (Jabir bin Abdullah Radliyallahu'anhuma) berkata; maka turunlah ayat faroidl (ilmu yang menjelaskan tentang pembagian harta warisan). (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ وَحَجَّاجٌ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ مُحَمَّدَ بْنَ الْمُنْكَدِرِ قَالَ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ لَمَّا قُتِلَ أَبِي قَالَ جَعَلْتُ أَكْشِفُ الثَّوْبَ عَنْ وَجْهِهِ قَالَ فَجَعَلَ الْقَوْمُ يَنْهَوْنِي وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَنْهَانِي قَالَ فَجَعَلَتْ عَمَّتِي فَاطِمَةُ بِنْتُ عَمْرٍو تَبْكِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَبْكِينَ أَوْ لَا تَبْكِينَ مَا زَالَتْ الْمَلَائِكَةُ تُظِلُّهُ بِأَجْنِحَتِهِمْ حَتَّى رَفَعْتُمُوهُ قَالَ حَجَّاجٌ فِي حَدِيثِهِ تُظَلِّلُهُ
Telah bercerita kepada kami [Muhammad bin Ja'far] dan [Hajjaj] berkata; telah bercerita kepada kami [Syu'bah] berkata; saya telah mendengar [Muhammad bin Al Munkadir] berkata; saya telah mendengar [Jabir bin Abdullah] berkata; tatkala ayahku terbunuh (dalam perang) saya menyingkap kain dari wajahnya. (Jabir bin Abdullah Radliyallahu'anhuma) berkata; orang-orang melarangku sedangkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak melarangku. (Jabir bin Abdullah Radliyallahu'anhuma) berkata; lalu bibiku, Fathimah Binti 'Amr menangis, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kamu menangis atau tidak? maka para Malaikat masih selalu menaunginya dengan sayap-sayap mereka hingga kalian mengangkatnya. Hajjaj berkata dalam lafadz hadisnya, TUDHOLLILUHU (menaunginya). (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مِخْوَلٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُفْرِغُ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثًا قَالَ شُعْبَةُ أَظُنُّهُ فِي الْغُسْلِ مِنْ الْجَنَابَةِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ بَنِي هَاشِمٍ إِنَّ شَعْرِي كَثِيرٌ فَقَالَ جَابِرٌ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْثَرَ شَعْرًا مِنْكَ وَأَطْيَبَ
Telah bercerita kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah bercerita kepada kami [Syu'bah] dari [Mikhwal] dari [Muhammad bin 'Ali] dari [Jabir bin Abdullah] Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menuangkan pada kepalanya tiga kali. Syu'bah berkata; saya mengira pada masalah mandi janabah. Lalu ada seorang laki-laki dari Bani Hasyim yang berkata; rambutkku sangat lebat, lalu Jabir berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lebih banyak dan lebih bagus daripada rambutmu. (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ يَعْنِي ابْنَ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ سَمِعْتُ عَبْدَ رَبِّهِ يُحَدِّثُ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ ابْنِ جَابِرٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ فِي قَتْلَى أُحُدٍ لَا تُغَسِّلُوهُمْ فَإِنَّ كُلَّ جُرْحٍ أَوْ كُلَّ دَمٍ يَفُوحُ مِسْكًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْهِمْ
Telah bercerita kepada kami [Muhammad] yaitu Ibnu Ja'far, telah bercerita kepada kami [Syu'bah] saya telah mendengar [Abdu Rabihi] menceritakan dari [Az Zuhri] dari [Ibnu Jabir] dari [Jabir bin Abdullah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda tentang kurban Peperangan Uhud, "Janganlah kalian memandikannya, karena setiap luka atau setiap darah akan menyerebak harum pada hari Kiamat." beliau tidak menyolatinya. (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ وَحَجَّاجٌ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُحَارِبِ بْنِ دِثَارٍ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيَّ قَالَ أَقْبَلَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ وَمَعَهُ نَاضِحَانِ لَهُ وَقَدْ جَنَحَتْ الشَّمْسُ وَمُعَاذٌ يُصَلِّي الْمَغْرِبَ فَدَخَلَ مَعَهُ الصَّلَاةَ فَاسْتَفْتَحَ مُعَاذٌ الْبَقَرَةَ أَوْ النِّسَاءَ مُحَارِبٌ الَّذِي يَشُكُّ فَلَمَّا رَأَى الرَّجُلُ ذَلِكَ صَلَّى ثُمَّ خَرَجَ قَالَ فَبَلَغَهُ أَنَّ مُعَاذًا نَالَ مِنْهُ قَالَ حَجَّاجٌ يَنَالُ مِنْهُ قَالَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَفَتَّانٌ أَنْتَ يَا مُعَاذُ أَفَتَّانٌ أَنْتَ يَا مُعَاذُ أَوْ فَاتِنٌ فَاتِنٌ فَاتِنٌ وَقَالَ حَجَّاجٌ أَفَاتِنٌ أَفَاتِنٌ أَفَاتِنٌ فَلَوْلَا قَرَأْتَ سَبِّحْ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا فَصَلَّى وَرَاءَكَ الْكَبِيرُ وَذُو الْحَاجَةِ وَالضَّعِيفُ أَحْسِبُ مُحَارِبًا الَّذِي يَشُكُّ فِي الضَّعِيفِ
Telah bercerita kepada kami [Muhammad bin Ja'far] dan [Hajjaj] berkata; telah bercerita kepada kami [Syu'bah] dari [Muharib bin Ditsar] saya telah mendengar [Jabir bin Abdullah Al Anshori] berkata; Telah datang seorang laki laki dari Anshor yang membawa dua alat pemberi minum unta miliknya dan ketika itu matahari telah miring sedangkan Muadz sedang mengerjakan Shalat maghrib. Lalu laki-laki itu ikut Shalat bersama, Muadz membaca Al Baqoroh serta An-Nisa` (Muharib yang ragu) maka setelah laki-laki itu melihat hal itu ia Shalat kemudian keluar. (Jabir bin Abdullah Radliyallahu'anhuma) berkata; lalu dia menyampaikan Mu'adz telah bersumpah padanya. Hajjaj berkata; bersumpah karenanya. Lalu hal itu disampaikan pada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu beliau bersabda: "Apakah kau pembuat fitnah wahai Mu'adz, Apakah kau pembuat fitnah wahai Mu'adz" atau, "Dia orang yang membuat fitnah, dia orang yang membuat fitnah. Dia orang yang membuat fitnah, alangkah baiknya kalau kau membaca 'SABBIHISMA ROBBIKAL A'LA dan 'WASYSYAMSI WA DLUHAHA', karena yang Shalat di belakangmu orang yang sudah tua, orang yang masih punya kepentingan dan orang yang lemah". Saya (Syu'bah Radliyallahu'anhu) menyangka Muharib yang ragu dalam lafad 'orang yang lemah'. (musnad_ahmad)