Total Data: 26363
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ مَحَارِبِ بْنِ دِثَارٍ عَنْ جَابِرٍ أَنَّ مُعَاذًا صَلَّى بِأَصْحَابِهِ فَقَرَأَ الْبَقَرَةَ فِي الْفَجْرِ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ يَعْنِي ابْنَ مَهْدِيٍّ الْمَغْرِبَ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفَتَّانًا أَفَتَّانًا
Telah bercerita kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dari [Maharib bin Ditsar] dari [Jabir] Mu'adz Shalat bersama para sahabatnya, lalu membaca (surat) Al Baqoroh pada Shalat subuh. Abdurrahman yaitu Ibnu Mahdi berkata; (Shalat) maghrib. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apakah dia akan membuat orang-orang kabur, Apakah dia akan membuat orang-orang kabur". (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ مُتَوَشِّحًا بِهِ
Telah bercerita kepada kami [Waki'] dan [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir bin Abdullah] berkata; saya telah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Shalat dengan satu pakaian dengan menutupkan ke tubuhnya. (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ شُرَحْبِيلَ بْنِ سَعْدٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ مَسْحِ الْحَصَى فَقَالَ وَاحِدَةٌ وَلَئِنْ تُمْسِكْ عَنْهَا خَيْرٌ لَكَ مِنْ مِائَةِ بَدَنَةٍ كُلُّهَا سُودُ الْحَدَقَةِ
Telah bercerita kepada kami [Waki'] dari [Ibnu Abu Dzi' b] dari [Syurahbil bin Sa'd] dari [Jabir bin Abdullah] berkata; Saya telah bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang mengusap kerikil (dalam Shalat), maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sekali, dan jika engkau menahannya itu lebih baik bagimu dari pada seratus unta semuanya sepenuh kebun". (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ صُرِعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ فَرَسٍ عَلَى جِذْعِ نَخْلَةٍ فَانْفَكَّتْ قَدَمُهُ فَدَخَلْنَا عَلَيْهِ نَعُودُهُ فَوَجَدْنَاهُ يُصَلِّي فَصَلَّيْنَا بِصَلَاتِهِ وَنَحْنُ قِيَامٌ فَلَمَّا صَلَّى قَالَ إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَإِنْ صَلَّى قَائِمًا فَصَلُّوا قِيَامًا وَإِنْ صَلَّى جَالِسًا فَصَلُّوا جُلُوسًا وَلَا تَقُومُوا وَهُوَ جَالِسٌ كَمَا يَفْعَلُ أَهْلُ فَارِسٍ بِعُظَمَائِهَا
Telah bercerita kepada kami [Waki'] telah bercerita kepada kami [Al 'A'masy] dari [Abu Sufyan] dari [Jabir] berkata; Pernah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam terpelanting dari kuda dan jatuh di atas pelepah kurma hingga patah telapak kakinya, lalu kami menemui beliau untuk menjenguknya. Kami mendapatkan beliau sedang Shalat maka kami mengikuti Shalat beliau (yang dalam keadaan duduk) sedangkan kami dalam keadaan berdiri, dan tatkala selesai Shalat (beliau ShallallahuAalaihiWasallam) bersabda: "Dijadikannya seorang imam adalah untuk diikuti, jika Shalat dengan berdiri Shalatlah kalian dengan berdiri, dan jika Shalat dengan duduk maka Shalatlah kalian dengan duduk. Janganlah kalian berdiri sedangkan ia duduk sebagaimana yang dilakukan orang Persi dengan para pembesarnya". (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ أَيْمَنَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ إِلَى جِذْعِ نَخْلَةٍ قَالَ فَقَالَتْ امْرَأَةٌ مِنْ الْأَنْصَارِ كَانَ لَهَا غُلَامٌ نَجَّارٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي غُلَامًا نَجَّارًا أَفَآمُرُهُ أَنْ يَتَّخِذَ لَكَ مِنْبَرًا تَخْطُبُ عَلَيْهِ قَالَ بَلَى قَالَ فَاتَّخَذَ لَهُ مِنْبَرًا قَالَ فَلَمَّا كَانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ خَطَبَ عَلَى الْمِنْبَرِ قَالَ فَأَنَّ الْجِذْعُ الَّذِي كَانَ يَقُومُ عَلَيْهِ كَمَا يَئِنُّ الصَّبِيُّ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ هَذَا بَكَى لِمَا فَقَدَ مِنْ الذِّكْرِ
Telah bercerita kepada kami [Waki'] telah bercerita kepada kami [Abdul Wahid Bin 'Aiman] dari [bapaknya] dari [Jabir] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkhutbah dengan berpegangan kayu pohon kurma. (Jabir bin Abdullah Radliyallahu'anhuma) berkata; lalu ada seorang wanita Anshar yang mempunyai seorang pemuda tukang kayu berkata; Wahai Rosulullah, saya memiliki seorang tukang kayu, maukah saya perintahkan untuk membuat mimbar untuk khutbah untuk anda. (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) menjawab, Ya. (Jabir bin Abdullah Radliyallahu'anhuma) berkata; lalu (pemuda itu) membuat mimbar untuk (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam). (Jabir bin Abdullah Radliyallahu'anhuma) berkata; tatkala hari Jum'at beliau berkhutbah di atas mimbar. (Jabir mengatakan) tiang yang tadinya beliau gunakan untuk bersandar tiba-tiba merintih sebagaimana bayi, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: " itu menangis karena tidak disebut-sebut lagi". (musnad_ahmad)