Total Data: 26363
حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ أَخْبَرَنَا شَرِيكٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَرَأَيْتَ إِنْ جَاهَدْتُ بِنَفْسِي وَمَالِي فَقُتِلْتُ صَابِرًا مُحْتَسِبًا مُقْبِلًا غَيْرَ مُدْبِرٍ أَأَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَالَ نَعَمْ فَأَعَادَ ذَلِكَ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا قَالَ إِنْ لَمْ تَمُتْ وَعَلَيْكَ دَيْنٌ لَيْسَ عِنْدَكَ وَفَاؤُهُ
Telah bercerita kepada kami [Abu An-Nadlr] telah menghabarkan kepada kami [Syarik] dari [Abdullah bin Muhammad bin 'Aqil] dari [Jabir bin Abdullah] sesungguhnya ada seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian bertanya, "Bagaimana pendapat anda, jika saya berjihad dengan jiwaku dan hartaku, lalu saya mati dalam keadaan sabar dan berharap pahala dari Allah, maju tidak pernah mundur, apakah saya akan masuk syurga?" (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) bersabda: Ya. Lalu laki-laki itu mengulanginya hingga dua atau tiga kali, (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) bersabda: "Jika kamu tidak mati (dalam keadaan) menanggung hutang dan tidak ada yang menanggung untuk membayarnya". (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا مُيِّزَ أَهْلُ الْجَنَّةِ وَأَهْلُ النَّارِ فَدَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ وَأَهْلُ النَّارِ النَّارَ قَامَتْ الرُّسُلُ فَشَفَعُوا فَيَقُولُ انْطَلِقُوا أَوْ اذْهَبُوا فَمَنْ عَرَفْتُمْ فَأَخْرِجُوهُ فَيُخْرِجُونَهُمْ قَدْ امْتُحِشُوا فَيُلْقُونَهُمْ فِي نَهَرٍ أَوْ عَلَى نَهَرٍ يُقَالُ لَهُ الْحَيَاةُ قَالَ فَتَسْقُطُ مَحَاشُّهُمْ عَلَى حَافَةِ النَّهَرِ وَيَخْرُجُونَ بِيضًا مِثْلَ الثَّعَارِيرِ ثُمَّ يَشْفَعُونَ فَيَقُولُ اذْهَبُوا أَوْ انْطَلِقُوا فَمَنْ وَجَدْتُمْ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالَ قِيرَاطٍ مِنْ إِيمَانٍ فَأَخْرِجُوهُمْ قَالَ فَيُخْرِجُونَ بَشَرًا ثُمَّ يَشْفَعُونَ فَيَقُولُ اذْهَبُوا أَوْ انْطَلِقُوا فَمَنْ وَجَدْتُمْ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلَةٍ مِنْ إِيمَانٍ فَأَخْرِجُوهُ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنَا الْآنَ أُخْرِجُ بِعِلْمِي وَرَحْمَتِي قَالَ فَيُخْرِجُ أَضْعَافَ مَا أَخْرَجُوا وَأَضْعَافَهُ فَيُكْتَبُ فِي رِقَابِهِمْ عُتَقَاءُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ثُمَّ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ فَيُسَمَّوْنَ فِيهَا الْجَهَنَّمِيِّينَ
Telah bercerita kepada kami [Abu An-Nadlr] telah bercerita kepada kami [Zuhair] telah bercerita kepada kami [Abu Az Zubair] dari [Jabir] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika penduduk syurga dan penduduk neraka telah disendiri-sendirikan, maka penduduk syurga memasukinya dan penduduk neraka memasuki neraka. Para rosul pun berdiri dan mereka memberi syafa'at. (para rosul) berkata; pergilah. Siapa yang kau kenal keluarkan. Lalu mereka mengeluarkannya, mereka dalam keadaan terbakar lalu mereka dibawa ke sungai yang bernama sungai Al Hayat". (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) bersabda: "Maka sisa kulit yang terbakar jatuh di samping sungai dan mereka keluar dalam keadaan putih bersih seperti pohon tsa'aroh kemudian mereka membei syafaat dan berkata; pergilah, orang yang kalian dapati dalam hatinya ada sebutir qirot keimanan keluarkan mereka". (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) bersabda: "lalu mereka mengeluarkan manusia kemudian mereka memberi syafaat dan berkata; pergilah, orang yang kalian dapati dalam hatinya ada sebutir biji sejenis gandum keimanan keluarkan dia". Kemudian AzzaWaJalla berfirman, "Aku sekarang akan mengeluarkan dengan ilmu-Ku dan rahmat-Ku". (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) bersabda: "Lalu (AzzaWaJalla) mengeluarkan berlipat ganda dari yang telah dikeluarkan dan ditambah semisalnya lagi lalu tertulis dalam leher-leher mereka orang-orang yang telah dibebaskan AzzaWaJalla kemudian mereka memasuki syurga dan mereka diberi nama Jahannamiyun (bekas penduduk neraka Jahannam). (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ وَحَسَنُ بْنُ مُوسَى قَالَا حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ قَالَ حَسَنٌ فِي حَدِيثِهِ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ امْرَأَةُ بَشِيرٍ انْحَلْ ابْنِي غُلَامَكَ وَأَشْهِدْ لِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَأَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ ابْنَةَ فُلَانٍ سَأَلَتْنِي أَنْ أَنْحَلَ ابْنَهَا غُلَامِي وَقَالَتْ وَأَشْهِدْ لِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَلَهُ إِخْوَةٌ قَالَ نَعَمْ فَقَالَ فَكُلَّهُمْ أَعْطَيْتَ مِثْلَ مَا أَعْطَيْتَهُ قَالَ لَا قَالَ فَلَيْسَ يَصْلُحُ هَذَا وَإِنِّي لَا أَشْهَدُ إِلَّا عَلَى حَقٍّ
Telah bercerita kepada kami [Abu An-Nadlr] dan [Hasan bin Musa] berkata; telah bercerita kepada kami [Zuhair] telah bercerita kepada kami [Abu Az Zubair] [Hasan] berkata dalam hadisnya dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir] berkata; Istri Basyir berkata; berilah (pemberian) pada anakku juga (berilah kepada) anakmu ini dan mintalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjadi saksi untukku. (Jabir bin Abdullah Radliyallahu'anhuma) berkata; maka (Basyir Radliyallahu'anhu) mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata; sesungguhnya anak fulan (istriku) memohon kepadaku untuk memberi anaknya juga kepada anakku dan ia berkata; mintalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjadi saksi untukku. (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) bersabda: "Apakah anak itu memiki saudara?" (Basyir Radliyallahu'anhu) berkata; Ya. lalu (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) bertanya, "Apakah setiap mereka kamu beri seperti apa yang kau beri padanya?" (Basyir Radliyallahu'anhu) berkata; tidak. Maka (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) bersabda: "Ini tidak benar, saya tidak akan bersaksi kecuali atas kebenaran". (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا الْمُبَارَكُ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ السَّاعَةِ قَبْلَ أَنْ يَمُوتَ بِشَهْرٍ فَقَالَ تَسْأَلُونِي عَنْ السَّاعَةِ وَإِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا أَعْلَمُ الْيَوْمَ نَفْسًا مَنْفُوسَةً يَأْتِي عَلَيْهَا مِائَةُ سَنَةٍ
Telah bercerita kepada kami [Abu An-Nadlr] telah bercerita kepada kami [Al Mubarok] telah bercerita kepada kami [Al Hasan] dari [Jabir bin Abdullah] sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang Hari Kiamat sebulan sebelum beliau wafat, lalu bersabda: "Kalian bertanya kepadaku tentang Hari Kiamat, Sesungguhnya ilmunya hanya pada AzzaWaJalla. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak ada jiwa yang hidup pada hari ini kemudian seratus tahun yang akan datang masih hidup". (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبَانَ أَبُو إِسْحَاقَ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ عَنْ عِيسَى بْنِ جَارِيَةَ عَنْ جَابِرٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكِلَابِ الْمَدِينَةِ أَنْ تُقْتَلَ فَجَاءَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ فَقَالَ إِنَّ مَنْزِلِي شَاسِعٌ وَلِي كَلْبٌ فَرَخَّصَ لَهُ أَيَّامًا ثُمَّ أَمَرَ بِقَتْلِ كَلْبِهِ
Telah bercerita kepada kami [Isma'il Bin Aban Abu Ishaq] telah bercerita kepada kami [Ya'qub] dari ['Isa Bin Jariyah] dari [Jabir Al Anshori] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyuruh membunuh anjing-anjing di Madinah, lalu Abdullah bin Ummi Maktum datang dan berkata; "Sesungguhnya rumahku luas dan saya memiliki anjing". Maka (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) memberi keringanan padanya beberapa hari kemudian beliau menyuruh membunuhnya. (musnad_ahmad)