Total Data: 26363
حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا زَبَّانُ عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ مَرَّ عَلَى قَوْمٍ وَهُمْ وُقُوفٌ عَلَى دَوَابَّ لَهُمْ وَرَوَاحِلَ فَقَالَ لَهُمْ ارْكَبُوهَا سَالِمَةً وَدَعُوهَا سَالِمَةً وَلَا تَتَّخِذُوهَا كَرَاسِيَّ لِأَحَادِيثِكُمْ فِي الطُّرُقِ وَالْأَسْوَاقِ فَرُبَّ مَرْكُوبَةٍ خَيْرٌ مِنْ رَاكِبِهَا وَأَكْثَرُ ذِكْرًا لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مِنْهُ
Telah menceritakan kepada kami [Hasan] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] telah menceritakan kepada kami [Zabban] dari [Sahl bin Mu'adz] dari [Bapaknya] dari Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam pernah melewati suatu kaum yang mereka sedang berhenti pada hewan kendaraan atau hewan tunggangan. Lalu beliau bersabda kepada mereka, "Naikilah hewanmu dengan nyaman, atau biarkan dengan nyaman, dan janganlkah kau jadikan hewanmu sebagai kursi untuk pembicaraan kalian (maksudnya dijadikan tunggangan untuk ngobrol tanpa menuju arah tertentu) di jalan-jalan dan pasar-pasar, berapa banyak hewan tunggangan yang lebih baik daripada penunggangnya dan lebih banyak berdzikir kepada Allah Ta'ala'ala.". (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو مَرْحُومٍ عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ مَيْمُونٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ الْجُهَنِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ نَهَى عَنْ الْحُبْوَةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ
Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Abdurrahman, Abdullah bin Yazid] telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abu Ayyub] berkata; telah mengabarkan kepadaku [Abu Marhum, Abdurrahim bin Maimun] dari [Sahl bin Mu'adz Al Juhani] dari [Bapaknya] dari Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, beliau melarang duduk dengan menaruh kedua pahanya pada dadanya pada hari jum'at ketika imam sedang berkhutbah. (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو مَرْحُومٍ عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنِ مَيْمُونٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ الْجُهَنِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَرَكَ اللِّبَاسَ وَهُوَ يَقْدِرُ عَلَيْهِ تَوَاضُعًا لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى دَعَاهُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ فِي حُلَلِ الْإِيمَانِ أَيَّهَا شَاءَ
Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Sa'id] berkata; telah menceritakan kepadaku [Abu Marhum, Abdurrahim bin Maimun] dari [Sahl bin Mu'adz bin Anas Al Juhani] dari [Bapaknya] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Barangsiapa meninggalkan pakaian mewah yang dia mampu membelinya, karena dorongan rendah diri kepada Allah Tabaraka Wa Ta'ala, Allah memanggilnya pada Hari Kiamat ditengah keramaian orang sampai Dia memberinya tawaran untuk memilih pakaian dan perhiasan keimanan di surga seperti yang dikehendakinya". (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو مَرْحُومٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ الْجُهَنِيِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَكَلَ طَعَامًا ثُمَّ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Sa'id] berkata; telah menceritakan kepadaku [Abu Marhum] dari [Sahl bin Mu'adz bin Anas Al Juhani] dari [Bapaknya] Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Barangsiapa yang menyantap makanan lalu membaca 'Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makan ini dan memberi rizqi tanpa ada daya dan upaya dariku, niscaya Allah mengampuni dosanya yang telah lampau". (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا رِشْدِينُ عَنْ زَبَّانَ عَنْ سَهْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ امْرَأَةً أَتَتْهُ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ انْطَلَقَ زَوْجِي غَازِيًا وَكُنْتُ أَقْتَدِي بِصَلَاتِهِ إِذَا صَلَّى وَبِفِعْلِهِ كُلِّهِ فَأَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُبْلِغُنِي عَمَلَهُ حَتَّى يَرْجِعَ فَقَالَ لَهَا أَتَسْتَطِيعِينَ أَنْ تَقُومِي وَلَا تَقْعُدِي وَتَصُومِي وَلَا تُفْطِرِي وَتَذْكُرِي اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَلَا تَفْتُرِي حَتَّى يَرْجِعَ قَالَتْ مَا أُطِيقُ هَذَا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ طُوِّقْتِيهِ مَا بَلَغْتِ الْعُشْرَ مِنْ عَمَلِهِ حَتَّى يَرْجِعَ
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Risydin] dari [Zabban] dari [Sahl] dari [Bapaknya] dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam ada seorang wanita yang mendatangi beliau, lalu berkata; Wahai Rasulullah, suamiku berangkat berperang lalu saya mengikuti Shalatnya jika dia Shalat dan dengan segala perbuatan baiknya lainnya. Beritahukanlah kepadaku suatu amalan yang bisa menyamainya sampai dia kembali!. (Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam) bersabda: "Mampukah kau berdiri Shalat dan tidak duduk, kamu selalu berpuasa dan tidak berbuka, kamu berdzikir kepada Allah Tabaraka Wa Ta'ala tanpa beristirahat sampai dia pulang?". wanita itu menjawab, tidak saya tidak akan mampu begitu Wahai Rasulullah? Beliau bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, toh seandainya kamu mampu melakukannya, hal itu tidak sampai sepersepuluh amalnya". (musnad_ahmad)