Total Data: 26363
حَدَّثَنَا يَعْلَى حَدَّثَنَا الْأَجْلَحُ عَن أَبِي إِسْحَاقَ عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ مَا رَأَيْتُ رَجُلًا قَطُّ أَحْسَنَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حُلَّةٍ حَمْرَاءَ
Telah menceritakan kepada kami [Ya'la] Telah menceritakan kepada kami [Al Ajlah] dari [Abu Ishaq] dari [Al Baraa` bin 'Azib] ia berkata; Saya belum pernah melihat seorang pun yang lebih tampan mengenakan pakaian berwarna merah, daripada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَن أَبِي إِسْحَاقَ عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ أَنَّهُ وَصَفَ السُّجُودَ قَالَ فَبَسَطَ كَفَّيْهِ وَرَفَعَ عَجِيزَتَهُ وَخَوَّى وَقَالَ هَكَذَا سَجَدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil] Telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Abu Ishaq] dari [Al Baraa` bin 'Azib] bahwa ia menjelaskan sifat sujud. Ia membuka dan meletakkan kedua telapak tangannya, mengangkat kedua sikunya dan merenggangkan di antara kedua lengannya. Kemudian ia berkata, "Seperti inilah sifat sujud Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي زِيَادٍ عَن عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَن الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَبَّرَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى نَرَى إِبْهَامَيْهِ قَرِيبًا مِنْ أُذُنَيْهِ
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Yazid bin Abu Ziyad] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Al Baraa` bin 'Azib] ia berkata; Jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertakbir, maka beliau mengangkat kedua tangannya, hingga kami melihat kedua ibu jarinya dekat dengan kedua telinganya. (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَن الْأَعْمَشِ عَن عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَن عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَن الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ أَنُصَلِّي فِي أَعْطَانِ الْإِبِلِ قَالَ لَا قَالَ أَنُصَلِّي فِي مَرَابِضِ الْغَنَمِ قَالَ نَعَمْ قَالَ أَنَتَوَضَّأُ مِنْ لُحُومِ الْإِبِلِ قَالَ نَعَمْ قَالَ أَنَتَوَضَّأُ مِنْ لُحُومِ الْغَنَمِ قَالَ لَا قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ رَازِيُّ وَكَانَ قَاضِيَ الرَّيِّ وَكَانَتْ جَدَّتُهُ مَوْلَاةً لِعَلِيٍّ أَوْ جَارِيَةً وَرَوَاهُ عَنْهُ آدَمُ وَسَعِيدُ بْنُ مَسْرُوقٍ وَكَانَ ثِقَةً
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Al A'masy] dari [Abdullah bin Abdullah] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Al Baraa` bin 'Azib] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditanya, "Apakah kami boleh shalat di kandang Unta?" beliau menjawab: "Tidak boleh." Kemudian beliau ditanya lagi, "Apakah kami boleh shalat di kandang kambing?" beliau menjawab: "Ya, boleh." Beliau ditanya lagi, "Apakah kami harus berwudlu setelah mengkomsumsi daging Unta?" beliau menjawab: "Ya." Ditanya lagi, "Apakah kami mesti berwudlu setelah makan daging kambing?" beliau menjawab: "Tidak." Abu Abdurrahman Abdullah bin Abdullah Razi -ia adalah seorang Qadli Ar Rayy dan neneknya adalah bekas budak Ali- [Adam] dan [Sa'id bin Masruq] telah meriwayatkan darinya, dan ia adalah seorang yang Tsiqqah. (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا يَحْيَى وَمُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا طَلْحَةُ بْنُ مُصَرِّفٍ عَن عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْسَجَةَ عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ ابْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ طَلْحَةَ الْيَامِيَّ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْسَجَةَ قَالَ سَمِعْتُ الْبَرَاءَ بْنَ عَازِبٍ يُحَدِّثُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ مَنَحَ مَنِيحَةَ وَرِقٍ أَوْ هَدَى زُقَاقًا أَوْ سَقَى لَبَنًا كَانَ لَهُ عَدْلُ رَقَبَةٍ أَوْ نَسَمَةٍ وَمَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ عَشَرَ مِرَارٍ كَانَ لَهُ عَدْلُ رَقَبَةٍ أَوْ نَسَمَةٍ وَكَانَ يَأْتِينَا إِذَا قُمْنَا إِلَى الصَّلَاةِ فَيَمْسَحُ صُدُورَنَا أَوْ عَوَاتِقَنَا يَقُولُ لَا تَخْتَلِفْ صُفُوفُكُمْ فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ وَكَانَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصَّفِّ الْأَوَّلِ أَوْ الصُّفُوفِ الْأُوَلِ وَقَالَ زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ كُنْتُ نُسِّيتُهَا فَذَكَّرَنِيهَا الضَّحَّاكُ بْنُ مُزَاحِمٍ
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dan [Muhammad bin Ja'far] keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] ia berkata, Telah menceritakan kepada kami [Thalhah bin Musharrif] dari [Abdurrahman bin Ausajah] dari [Al Baraa` bin 'Azib] -dalam riwayat lain- Ibnu Ja'far berkata, Telah menceritakan kepada kami Syu'bah ia berkata, saya mendengar Thalhah Al Yami ia berkata, saya mendengar Abdurrahman bini Ausajah ia berkata, saya mendengar Al Baraa` bin 'Azib menceritakan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsipaa yang memberikan pemberian berupa Wariq (mata uang), atau memberikan hadiah berupa Zuqaq (kantong air yang terbuat dari kulit), atau memberi minuman berupa susu, maka baginya adalah seperti memerdekakan satu orang budak raqabah atau Nasamah. Dan siapa yang mengucapkan, 'LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WA HUWA 'ALAA KULLI SYAIN QADIIR.' Sebanyak sepuluh kali, maka baginya seperti pahala membebaskan satu orang budak Raqabah atau pun Nasamah." Dan apabila kami berdiri hendak shalat, maka beliau mendatangi kami, menyentuh dada-dada kami, atau pundak-pundak kami dan beliau bersabda: "Janganlah shaf-shaf kalian itu tidak beratur, sehingga hati-hati kalian pun akan berselisih." Dan beliau juga bersabda: "Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat atas mereka yang berada di shaf awal, atau shaf-shaf awal." Kemudian beliau juga bersabda: "Hiasilah Al Qur`an dengan suara-suara kalian." Saya telah dilupakannya, maka Adl Dlahak pun mengingatkanku. (musnad_ahmad)