Total Data: 26363
حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا هَمَّامٌ وَعَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ أَخْبَرَنَا قَتَادَةُ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ قُمْتُ رَمَضَانَ كُلَّهُ قَالَ قَتَادَةُ فَاللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَعْلَمُ أَخَشِيَ عَلَى أُمَّتِهِ التَّزْكِيَةَ قَالَ عَفَّانُ أَوْ قَالَ لَا بُدَّ مِنْ رَاقِدٍ أَوْ غَافِلٍ
Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun], telah mengabarkan kepada kami [Hammam] -dan ['Affan] mengatakan; telah menceritakan kepada kami [Hammam] - telah mengabarkan kepada kami [Qatadah] dari [Al Hasan] dari [Abu Bakrah] ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah salah seorang di antara kalian berkata; 'Sesungguhnya aku telah mendirikan shalat malam dan berpuasa sepanjang Ramadhan." [Qatadah] berkata; "Allah Tabaraka Wata'ala Maha tahu apakah beliau khawatir terhadap umatnya bila merasa dirinya suci." ['Affan] berkata; "Hingga dirinya perlu untuk beristirahat atau tidur sejenak." (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ الشَّحَّامُ حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّهَا سَتَكُونُ فِتَنٌ ثُمَّ تَكُونُ فِتَنٌ أَلَا فَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنْ السَّاعِي إِلَيْهَا أَلَا وَالْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْقَائِمِ فِيهَا أَلَا وَالْمُضْطَجِعُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْقَاعِدِ أَلَا فَإِذَا نَزَلَتْ فَمَنْ كَانَتْ لَهُ غَنَمٌ فَلْيَلْحَقْ بِغَنَمِهِ أَلَا وَمَنْ كَانَتْ لَهُ أَرْضٌ فَلْيَلْحَقْ بِأَرْضِهِ أَلَا وَمَنْ كَانَتْ لَهُ إِبِلٌ فَلْيَلْحَقْ بِإِبِلِهِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ يَا نَبِيَّ اللَّهِ جَعَلَنِي اللَّهُ فِدَاءَكَ أَرَأَيْتَ مَنْ لَيْسَتْ لَهُ غَنَمٌ وَلَا أَرْضٌ وَلَا إِبِلٌ كَيْفَ يَصْنَعُ قَالَ لِيَأْخُذْ سَيْفَهُ ثُمَّ لِيَعْمِدْ بِهِ إِلَى صَخْرَةٍ ثُمَّ لِيَدُقَّ عَلَى حَدِّهِ بِحَجَرٍ ثُمَّ لِيَنْجُ إِنْ اسْتَطَاعَ النَّجَاءَ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ إِذْ قَالَ رَجُلٌ يَا نَبِيَّ اللَّهِ جَعَلَنِي اللَّهُ فِدَاءَكَ أَرَأَيْتَ إِنْ أُخِذَ بِيَدِي مُكْرَهًا حَتَّى يُنْطَلَقَ بِي إِلَى أَحَدِ الصَّفَّيْنِ أَوْ إِحْدَى الْفِئَتَيْنِ عُثْمَانُ يَشُكُّ فَيَجْذِفَنِي رَجُلٌ بِسَيْفِهِ فَيَقْتُلَنِي مَاذَا يَكُونُ مِنْ شَأْنِي قَالَ يَبُوءُ بِإِثْمِكَ وَإِثْمِهِ وَيَكُونُ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ
Telah menceritakan kepada kami [Rauh], telah menceritakan kepada kami [Utsman Asy Syakham], telah menceritakan kepada kami [Muslim bin Abu Bakrah] dari [Ayahnya] dari Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam bahwa beliau bersabda: "Sungguh akan terjadi fitnah-fitnah yang dilanjutkan dengan beberapa fitnah lainnya, sehingga saat itu orang yang berjalan lebih baik daripada yang berlari, yang duduk lebih baik daripada yang berdiri dan yang berbaring lebih baik daripada yang duduk. apabila fitnah itu telah terjadi, maka siapa yang memiliki kambing, hendaklah mengikuti kambingnya. dan barangsiapa memiliki tanah, hendaklah menetapi tanahnya, barangsiapa memiliki unta, hendaklah mengikuti untanya. Kemudian seseorang dari suatu kaum bertanya; "Wahai Nabiyallah, semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusanmu, bagaimana bila seorang yang tidak memiliki kambing, tanah dan unta, apa yang harus ia perbuat?." Beliau bersabda: "Hendaknya ia mengambil pedangnya dan menebaskan sisi tajamnya pada batu besar. Setelah itu, ia menyelamatkan diri jika mampu menyelamatkan diri. Yaa Allah, bukankah aku telah menyampaikannya?, Ya Allah, bukankah aku telah menyampaikannya?." Orang tadi berkata lagi; "Wahai Nabiyullah, semoga Allah menjadikanku sebagai tebusanmu, bagaimana pendapatmu jika tanganku ditarik secara paksa hingga aku berada di salah satu pihak diantara dua kubu -atau dengan redaksi 'Salah satu diantara friksi yang ada? -Usman ragu kepastian redaksinya- sehingga seseorang dari kubu tersebut mengayunkan pedangnya dan membantaiku, bagaimana akhir nasibku?" Beliau menjawab; "Ia akan menanggung dosamu dan juga dosanya sendiri, dan dia menjadi penghuni neraka." (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ أَخْبَرَنِي عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ أَبِي بَكْرَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ مُعَاوِيَةَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ فَذَكَرَ مِثْلَهُ
Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Dawud], telah menceritakan kepada kami [Syu'bah], telah mengabarkan kepada kami dari [Ali bin Zaid] ia berkata; aku mendengar [Abdurrahman bin Abu Bakrah] bercerita dari [Abu Bakrah] ia berkata; ditanyakan; "Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling utama?" Beliau bersabda: "Orang yang panjang umurnya dan baik amalannya." Kemudian ditanyakan lagi; "Siapakah manusia yang paling buruk?" Jawab beliau: "Orang yang panjang umurnya dan buruk pula amalannya." Telah menceritakan kepada kami [Abu Nu'aim], telah menceritakan kepada kami [Zuhair bin Mu'awiyyah] dari [Ali bin Zaid] dari [Abdurrahman bin Abu Bakrah] dari [Ayahnya] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya; "Siapakah manusia yang paling utama?" Lalu perawi menyebutkan hadis seperti di atas. (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ أَبُو عُثْمَانَ الشَّحَّامُ فِي مُرَبَّعَةِ الْأَحْنَفِ حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا اقْتَتَلَ الْمُسْلِمَانِ فَالْقَاتِلُ وَالْمَقْتُولُ فِي النَّارِ
Telah menceritakan kepada kami [Abdushamad], telah menceritakan kepada kami [Sa'id Abu Utsman Asy Syakhkham] di Muraba'atnya Al `Ahnaf, telah menceritakan kepada kami [Muslim bin Abu Bakrah] dari [Ayahnya] ia mendengar Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Apabila dua orang muslim saling membunuh, maka yang membunuh dan yang terbunuh masuk neraka." (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ الْحَوْضَ رِجَالٌ مِمَّنْ صَحِبَنِي وَرَآنِي حَتَّى إِذَا رُفِعُوا إِلَيَّ وَرَأَيْتُهُمْ اخْتُلِجُوا دُونِي فَلَأَقُولَنَّ رَبِّ أَصْحَابِي أَصْحَابِي فَيُقَالُ إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ
Telah menceritakan kepada kami ['Affan], telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah], telah mengabarkan kepada kami [Ali bin Zaid] dari [Al Hasan] dari [Abu Bakrah] bahwa Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Orang-orang yang menemaniku dan melihatku akan di tampakkan kepadaku di haudh (telaga) hingga bila mereka telah dekat denganku, aku melihat mereka di usir dariku, maka aku mengatakan; 'Wahai Rabb-ku sahabatku, sahabatku, ' lalu dikatakan: 'Sungguh kamu tidak mengetahui apa yang terjadi sepeninggalmu.' (musnad_ahmad)