Hadits Musnad Ahmad.

RESET

Total Data: 26363

Nomer Hadits : 20416

حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ حَدَّثَنَا أَبُو عِمْرَانَ الْجَوْنِيُّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ أَنَّهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ الرَّجُلُ يَعْمَلُ الْعَمَلَ فَيَحْمَدُهُ النَّاسُ عَلَيْهِ وَيُثْنُونَ عَلَيْهِ بِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تِلْكَ عَاجِلُ بُشْرَى الْمُؤْمِنِ

Telah menceritakan kepada kami [Bahz] telah menceritakan kepada kami [Hammad] telah menceritakan kepada kami [Abu Imran Al Jauni] dari [Abdullah bin Shamit] dari [Abu Dzar] bahwa ia berkata, "Wahai Rasulullah, ada seorang lelaki yang berbuat suatu amalan kemudian orang-orang bersyukur dan memujinya?" Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam lalu menjawab: "Itu adalah kabar gembira yang disegerakan bagi orang-orang mukmin." (musnad_ahmad)

Nomer Hadits : 20417

حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ أَخْبَرَنَا أَبُو عِمْرَانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ أَوْصَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا طَبَخْتُ قِدْرًا أَنْ أُكْثِرَ مَرَقَتَهَا فَإِنَّهَا أَوْسَعُ لِلْجِيرَانِ

Telah menceritakan kepada kami [Bahz] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] telah mengabarkan kepada kami [Abu Imran] dari [Abdullah bin Shamit] dari [Abu Dzar] ia berkata, "Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam memberiku wasiat agar apabila aku masak untuk memperbanyak kuahnya, sebab hal itu dapat memperlapang tetangga (untuk ikut merasakan)." (musnad_ahmad)

Nomer Hadits : 20418

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ دَاوُدَ بْنَ أَبِي هِنْدٍ عَنْ أَبِي حَرْبِ بْنِ أَبِي الْأَسْوَدِ الدِّيْلِيِّ عَنْ عَمِّهِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ أَتَانِي نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا نَائِمٌ فِي مَسْجِدِ الْمَدِينَةِ فَضَرَبَنِي بِرِجْلِهِ فَقَالَ أَلَا أَرَاكَ نَائِمًا فِيهِ قَالَ قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ غَلَبَتْنِي عَيْنِي قَالَ كَيْفَ تَصْنَعُ إِذَا أُخْرِجْتَ مِنْهُ قَالَ آتِي الشَّامَ الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الْمُبَارَكَةَ قَالَ كَيْفَ تَصْنَعُ إِذَا أُخْرِجْتَ مِنْهُ قَالَ مَا أَصْنَعُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَضْرِبُ بِسَيْفِي فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى مَا هُوَ خَيْرٌ مِنْ ذَلِكَ وَأَقْرَبُ رُشْدًا تَسْمَعُ وَتُطِيعُ وَتَنْسَاقُ لَهُمْ حَيْثُ سَاقُوكَ

Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Mu'tamir bin Sulaiman] ia berkata, Aku mendenagr [Dawud bin Abu Hind] dari [Abu Harb bin Abu Aswad Ad Dili] dari [Pamannya] dari [Abu Dzar] dia berkata, "Nabi Shallalahu 'Alaihi Wasallam mendatangiku sementara aku sedang tidur di dalam masjid Madinah, kemudian beliau membangunkan aku dengan senggolan kakinya seraya mengatakan: "Kenapa aku lihat kamu tidur di dalam masjid?" Abu Dzar berkata, "Aku menjawab, 'Wahai Nabi Allah, aku terkalahkah oleh rasa kantuk.' Nabi lantas bertanya: "Apa yang kamu lakukan jika kamu dikeluarkan dari masjid?" Abu Dzar menjawab, "Aku akan pergi ke Syam, bumi yang disucikan lagi berbarakah." Nabi bertanya lagi: "Apa yang kamu lakukan jika mereka mengeluarkanmu darinya (Syam)?" Abu Dzar menjawab, "Wahai Nabi Allah, apa yang harus aku lakukan! Tentu akan aku bunuh dengan pedangku." Nabi Shallalahu 'Alaihi Wasallam lalu bersabda: "Maukah aku tunjukkan kepadamu yang lebih baik dan lebih lurus dari itu? Hendaklah engkau siap mendengar dan taat, dan kamu tunduk kepada mereka sebagaimana mereka tunduk kepadamu." (musnad_ahmad)

Nomer Hadits : 20419

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ سُلَيْمَانَ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كُنْتُ أَعْرِضُ عَلَيْهِ وَيَعْرِضُ عَلَيَّ فِي السِّكَّةِ فَيَمُرُّ بِالسَّجْدَةِ فَيَسْجُدُ قَالَ قُلْتُ أَتَسْجُدُ فِي السِّكَّةِ قَالَ نَعَمْ سَمِعْتُ أَبَا ذَرٍّ يَقُولُ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ فِي الْأَرْضِ أَوَّلُ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ ثُمَّ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قَالَ قُلْتُ كَمْ بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ سَنَةً قَالَ ثُمَّ أَيْنَمَا أَدْرَكَتْكَ الصَّلَاةُ فَصَلِّ فَهُوَ مَسْجِدٌ وَقَدْ قَالَ أَبُو عَوَانَةَ كُنْتُ أَقْرَأُ عَلَيْهِ وَيَقْرَأُ عَلَيَّ

Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Sulaiman Al A'masy] dari [Ibrahim At Taimi] dari [Ayahnya] ia berkata, "Aku membacakan Al-Qur'an kepadanya dan dia juga membacakan Al-Qur'an kepadaku di sebuah gang (jalan), ketika melewati ayat sajdah ia sujud." Ibrahim berkata, "Aku lalu bertanya, 'Kenapa engkau sujud di jalan? ' ia menjawab, "Ya, sebab aku pernah mendengar [Abu Dzar] berkata, 'Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: 'Masjid apa yang pertama kali dibangun di muka bumi? ' Beliau menjawab: 'Al Masjidul Haram.' Aku bertanya lagi, 'Kemudian masjid apa? ' Beliau menjawab: 'Kemudian masjid Al Aqsha.' Aku bertanya lagi, "Lalu berapa jarak pembangunan antara keduanya? ' Beliau menjawab: 'Empat puluh tahun.' Kemudian aku bertanya, 'Kemudian masjid apa? ' Beliau menjawab: 'Di manapun kamu mendapati waktu shalat maka shalatlah, maka itu adalah masjid.'" Abu 'Awanah menyebutkan, "Aku membacakan Al-Qur'an kepadanya dan dia juga membacakan Al-Qur'an kepadaku." (musnad_ahmad)

Nomer Hadits : 20420

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ أَنَّهُ كَانَ مَعَ أَبِي ذَرٍّ فَخَرَجَ عَطَاؤُهُ وَمَعَهُ جَارِيَةٌ لَهُ فَجَعَلَتْ تَقْضِي حَوَائِجَهُ قَالَ فَفَضَلَ مَعَهَا سَبْعٌ قَالَ فَأَمَرَهَا أَنْ تَشْتَرِيَ بِهِ فُلُوسًا قَالَ قُلْتُ لَهُ لَوْ ادَّخَرْتَهُ لِحَاجَةٍ تَنُوبُكَ أَوْ لِلضَّيْفِ يَنْزِلُ بِكَ قَالَ إِنَّ خَلِيلِي عَهِدَ إِلَيَّ أَنْ أَيُّمَا ذَهَبٍ أَوْ فِضَّةٍ أُوكِيَ عَلَيْهِ فَهُوَ جَمْرٌ عَلَى صَاحِبِهِ حَتَّى يُفْرِغَهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammam] telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Sa'id bin Abu Hasan] dari [Abdullah bin Shamith] bahwa ia pernah bersama [Abu Dzar], kemudian keluarlah pemberiannya sementara saat itu ia sedang bersama budak wanitanya. Budak tersebut lalu melayani segala kebutuhannya." Abdullah bin Shamit berkata, "Dan bersama budak wanita itu masih ada sisa tujuh (keping emas/perak). Kemudian Abu Dzar memerintahkan kepada budak wanita itu untuk membelikan kepingan emas itu dengan ditukar uang tunai." Abdullah bin Shamit berkata, "Aku lalu berkata kepadanya, 'Sekiranya itu engkau tabung saja, hingga engkai bisa memenuhi kebutuhanmu atau menjamu para tamu yang singgah ke rumahmu.' Abu Dzar menjawab, "Sesungguhnya kekasihku (Rasulullah) memberiku wasiat bahwa setiap emas atau perak yang disimpan (tidak dikeluarkan zakatnya), maka itu akan menjadi bara api bagi pemiliknya sehingga dia membelanjakan di jalan Allah Azza Wa Jalla." (musnad_ahmad)