Total Data: 26363
حَدَّثَنَا مَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ حَرْبِ بْنِ قَيْسٍ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَبِسَ ثِيَابَهُ وَمَسَّ طِيبًا إِنْ كَانَ عِنْدَهُ ثُمَّ مَشَى إِلَى الْجُمُعَةِ وَعَلَيْهِ السَّكِينَةُ وَلَمْ يَتَخَطَّ أَحَدًا وَلَمْ يُؤْذِهِ وَرَكَعَ مَا قُضِيَ لَهُ ثُمَّ انْتَظَرَ حَتَّى يَنْصَرِفَ الْإِمَامُ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
Telah menceritakan kepada kami [Makki bin Ibrahim], telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Sa`id] dari [Harb bin Qais] dari [Abu Darda`] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mandi (wajib) pada hari jum'at, mengenakan pakaianya, memakai wewangian jika memilikinya, kemudian ia berangkat shalat dengan tenang dan ia tidak menyinggung serta menyakiti orang lain, setelah itu ia shalat (sunnah). Kemudian ia menunggu sampai imam selesai, maka ia mendapat ampunan dosa jum'at sekarang dan jum'at yang lalu." (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا مَكِّيٌّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ حَرْبِ بْنِ قَيْسٍ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ جَلَسَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا عَلَى الْمِنْبَرِ فَخَطَبَ النَّاسَ وَتَلَا آيَةً وَإِلَى جَنْبِي أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ فَقُلْتُ لَهُ يَا أُبَيُّ مَتَى أُنْزِلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ قَالَ فَأَبَى أَنْ يُكَلِّمَنِي ثُمَّ سَأَلْتُهُ فَأَبَى أَنْ يُكَلِّمَنِي حَتَّى نَزَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِي أُبَيٌّ مَا لَكَ مِنْ جُمُعَتِكَ إِلَّا مَا لَغَيْتَ فَلَمَّا انْصَرَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جِئْتُهُ فَأَخْبَرْتُهُ فَقُلْتُ أَيْ رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ تَلَوْتَ آيَةً وَإِلَى جَنْبِي أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ فَسَأَلْتُهُ مَتَى أُنْزِلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ فَأَبَى أَنْ يُكَلِّمَنِي حَتَّى إِذَا نَزَلْتَ زَعَمَ أُبَيٌّ أَنَّهُ لَيْسَ لِي مِنْ جُمُعَتِي إِلَّا مَا لَغَيْتُ فَقَالَ صَدَقَ أُبَيٌّ فَإِذَا سَمِعْتَ إِمَامَكَ يَتَكَلَّمُ فَأَنْصِتْ حَتَّى يَفْرُغَ
Telah menceritakan kepada kami [Makki], telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Sa`id] dari [Harb bin Qais] dari [Abu Darda`] dia berkata; Pada suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam duduk di atas mimbar dan berkhutbah di hadapan para sahabat sambil membaca ayat." Ketika itu disampaingku adalah Ubay bin Ka'ab, aku berkata kepadanya; "Wahai Ubay, kapankah ayat tersebut turun?. Namun Ka'ab enggan berbicara denganku, kemudian akau bertanya lagi, ia pun enggan berbicara denganku, sampai akhirnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam turun dari Mimbar. Lalu Ubai berkata kepadaku; "Apa telah yang kamu perbuat dengan jum'atmu kecuali hanya sia-sia belaka." Tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beranjak pergi, aku mendatangi dan mengabari beliau, kataku; "Wahai Rasulullah, tadi anda membaca ayat, lalu aku bertanya Ubay bin Ka'b yang berada disampingku; "Kapankah ayat ini di turunkan?" namun dia enggan berbicara padaku, hingga ketika anda turun dari mimbar, ia mengira jika jum'at saya telah sia-sia."Beliau menjawab: "Ubay benar, jika kamu mendengar khathib berbicala maka diamlah sampai selesai." (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ إِسْحَاقَ حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ قَالَ أَبِي وَعَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ أَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ حَدَّثَنِي زَيْدُ بْنُ أَرْطَاةَ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَبْغُونِي ضُعَفَاءَكُمْ فَإِنَّكُمْ إِنَّمَا تُرْزَقُونَ وَتُنْصَرُونَ بِضُعَفَائِكُمْ
Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Ishaq], telah menceritakan kepada kami [Ibnu Mubarrak] dari [Abdurrahman bin Yazid bin Jabir]. Ayahku mengatakan; dan [Ali bin Ishaq], telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Mubarrak], telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Yazid bin Jabir], Telah menceritakan kepadaku [Zaid bin Artha`ah] dari [Jubair bin Nufair] dari [Abu Darda`] dia berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku berharap kalian memperhatikan orang-orang lemah diantara kalian, karena kalian diberi rezeki dan kemenangan disebabkan oleh orang-orang lemah kalian." (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ عَدِيٍّ أَنَا بَقِيَّةُ عَنْ حَبِيبِ بْنِ عُمَرَ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ شَيْخٍ يُكَنَّى أَبَا عَبْدِ الصَّمَدِ قَالَ سَمِعْتُ أُمَّ الدَّرْدَاءِ تَقُولُ كَانَ أَبُو الدَّرْدَاءِ إِذَا حَدَّثَ حَدِيثًا تَبَسَّمَ فَقُلْتُ لَا يَقُولُ النَّاسُ إِنَّكَ أَيْ أَحْمَقُ فَقَالَ مَا رَأَيْتُ أَوْ مَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُ حَدِيثًا إِلَّا تَبَسَّمَ
Telah menceritakan kepada kami [Zakariya bin 'Adi], telah mengabarkan kepada kami [Baqiyah] dari [Habib bin Umar Al Anshari] dari Syaikh yang di juluki [Abu Abdushamad] ia berkata; aku mendengar [Ummu Darda`] berkata; Apabila [Abu Darda`] hendak menyampaikan hadis, beliau tersenyum, lalu Aku berkata; "Manusia akan mengatakan kepadamu sesungguhnya kamu orang pandir." dia menjawab; "Tidak pernah aku melihat dan mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyampaikan suatu hadis kecuali beliau tersenyum." (musnad_ahmad)
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ عَنْ زَيْدِ بْنِ وَاقِدٍ حَدَّثَنِي بُسْرُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ حَدَّثَنِي أَبُو إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيُّ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ رَأَيْتُ عَمُودَ الْكِتَابِ احْتُمِلَ مِنْ تَحْتِ رَأْسِي فَظَنَنْتُ أَنَّهُ مَذْهُوبٌ بِهِ فَأَتْبَعْتُهُ بَصَرِي فَعُمِدَ بِهِ إِلَى الشَّامِ أَلَا وَإِنَّ الْإِيمَانَ حِينَ تَقَعُ الْفِتَنُ بِالشَّامِ
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isa], telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Hamzah] dari [Zaid bin Waqid], telah menceritakan kepadaku [Busr bin Ubaidullah], telah menceritakan kepadaku [Abu Idris Al Khaulani] dari [Abu Darda`] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ketika aku sedang tidur, aku bermimpi melihat gundukkan buku yang di bawa lewat bawah kepalaku, aku mengira itu adalah tempat bertolakku sehingga mataku mengikuti, kemudian ia bertolak ke Syam. Ketahuilah bahwa ketika fitnah terjadi, maka keimanan berada di daerah Syam." (musnad_ahmad)