Total Data: 1800
مسند الشافعي 806: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يَتَحَرَّى أَحَدُكُمْ فَيُصَلِّي عِنْدَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَلَا عِنْدَ غُرُوبِهَا»
Musnad Syafi'i 806: Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi', dari Ibnu Umar , bahwa Rasulullah pernah bersabda, "Janganlah seseorang di antara kalian bersikeras untuk melakukan shalat di saat matahari terbit dan di kala tenggelam"54 (musnad_syafii)
مسند الشافعي 807: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ الصُّنَابِحِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ الشَّمْسَ تَطْلُعُ وَمَعَهَا قَرْنُ الشَّيْطَانِ، فَإِذَا ارْتَفَعَتْ فَارَقَهَا، فَإِذَا اسْتَوَتْ قَارَنَهَا، فَإِذَا دَنَتْ لِلْغُرُوبِ قَارَنَهَا، فَإِذَا غَرَبَتْ فَارَقَهَا» . وَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الصَّلَاةِ فِي تِلْكَ السَّاعَاتِ
Musnad Syafi'i 807: Malik menceritakan kepada kami dari Zaid bin Aslam, dari Atha' bin Yasar, dari Abdullah Ash-Shanabihi bahwa Nabi pernah bersabda, "Sesungguhnya matahari itu terbit dibarengi tanduk syetan. Apabila matahari meninggi, maka ia ditinggalkannya. Apabila berada di tengah langit, ia menyertainya; tetapi apabila telah tergelincir dari tengah langit, ditinggalkannya. Apabila matahari mulai tenggelam, ia menemaninya; tetapi apabila telah tenggelam, maka ia meninggalkannya." Rasulullah melarang melakukan shalat di waktu-waktu tersebut. 55 (musnad_syafii)
مسند الشافعي 808: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنِ ابْنِ الْمُسَيِّبِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَامَ عَنِ الصُّبْحِ فَصَلَّاهَا بَعْدَمَا طَلَعَتِ الشَّمْسُ ثُمَّ قَالَ: " مَنْ نَسِيَ الصَّلَاةَ فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا، فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ: {أَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي} [طه: 14] "
Musnad Syafi'i 808: Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Ibnu Al Musayyab : Bahwa Rasulullah tertidur hingga waktu subuh lewat, lalu beliau mengerjakannya sesudah matahari terbit, kemudian bersabda, "Barangsiapa lupa akan shalatnya, hendaklah ia mengerjakannya apabila ingat kepadanya, karena sesungguhnya Allah berfirman, 'Dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku'." (Q.S. Thaahaa [20]: 14)56 (musnad_syafii)
مسند الشافعي 809: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرٍو، يَعْنِي ابْنَ دِينَارٍ، عَنْ نَافِعِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنْ رَجُلٍ، مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَعَرَّسَ فَقَالَ: «أَلَا رَجُلٌ صَالِحٌ يَكْلَؤُنَا اللَّيْلَةَ؛ لَا نَرْقُدُ عَنِ الصَّلَاةِ» . فَقَالَ بِلَالٌ: أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: فَاسْتَنَدَ بِلَالٌ إِلَى رَاحِلَتِهِ وَاسْتَقْبَلَ الْفَجْرَ فَلَمْ يَفْزَعُوا إِلَّا بَحْرِ الشَّمْسِ فِي وُجُوهِهِمْ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا بِلَالُ، أَيْنَ مَا قُلْتَ؟» فَقَالَ بِلَالٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَخَذَ بِنَفْسِيَ الَّذِي أَخَذَ بِنَفْسِكَ، قَالَ: فَتَوَضَّأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيِ الْفَجْرِ، ثُمَّ اقْتَادُوا شَيْئًا، ثُمَّ صَلَّى الْفَجْرَ
Musnad Syafi'i 809: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Amr —yakni Ibnu Dinar—, dari Nafi' bin Jubair, dari seorang lelaki dari kalangan sahabat Nabi , ia mengatakan: Nabi pernah melakukan suatu perjalanan, lalu beliau turun beristirahat di akhir malam. Maka Nabi bersabda, "Adakah seorang lelaki shalih (baik hati) yang menjaga kita malam ini dan tidak tidur agar tidak ketinggalan shalat?" Maka Bilal berkata, "Aku, wahai Rasulullah!" Maka Bilal menyandarkan punggungnya pada unta kendaraannya sebelum fajar, dan ternyata mereka tidak terbangun melainkan setelah merasakan panas matahari menerpa wajah mereka. Maka Rasulullah bersabda, "Hai Bilal, mana —janji— yang kamu katakan?" Bilal menjawab, "Wahai Rasulullah, aku mengalami hal yang sama seperti yang engkau alami." Maka Rasulullah berwudhu, kemudian shalat 2 rakaat sunah subuh, setelah itu beliau bersabda, "Tuntunlah sedikit kendaraan kalian," Kemudian beliau melaksanakan shalat Subuh. (musnad_syafii)
مسند الشافعي 810: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ الْمَكِّيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَابَاهِ، عَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «يَا بَنِي عَبْدِ مَنَافٍ، مَنْ وَلِيَ مِنْكُمْ مِنْ أَمْرِ النَّاسِ شَيْئًا فَلَا يَمْنَعَنَّ أَحَدًا طَافَ بِهَذَا الْبَيْتِ وَصَلَّى أَيَّ سَاعَةٍ شَاءَ مِنْ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ»
Musnad Syafi'i 810: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Abu Az-Zubair Al Makki, dari Abdullah bin Babah, dari Jubair bin Muth'im bahwa Rasulullah pernah bersabda, "Hai Bani Abdu Manaf. Barangsiapa di antara kalian menguasai sesuatu dari urusan manusia, maka jangan sekali-kali ia melarang seseorang thawaf di Baitullah ini dan shalat di waktu kapanpun yang disukainya, di malam ataupun siang hari."58 (musnad_syafii)