Total Data: 1800
مسند الشافعي 906: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ الدَّرَاوَرْدِيُّ، عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو، عَنْ رَجُلٍ، مِنْ بَنِي سَلَمَةَ عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَكَذَا قَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: «وَابْنُ أَبِي يَحْيَى أَحْفَظُ مِنَ الدَّرَاوَرْدِيِّ، وَسُلَيْمَانُ مَعَ ابْنِ أَبِي يَحْيَى»
Musnad Syafi'i 906: Abdul Aziz bin Muhammad Ad-Darawardi mengabarkan kepada kami dari Amr bin Abu Amr, dari seorang lelaki Bani Salamah, dari Jabir, dari Nabi dengan redaksi hadis demikian. Asy-Syafi'i berkata, "Ibnu Abu Yahya lebih ahfazh (hafal hadis) daripada Ad-Darawardi, dan Sulaiman sederajat dengan Ibnu Abu Yahya."154 (musnad_syafii)
مسند الشافعي 907: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يَخْطُبُ أَحَدُكُمْ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ»
Musnad Syafi'i 907: Malik mengabarkan kepada kami dari Nafi', dari Ibnu Umar bahwa Nabi bersabda, "Janganlah seseorang di antara kalian melamar wanita yang telah dilamar oleh saudaranya."155 (musnad_syafii)
مسند الشافعي 908: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ. وَقَدْ زَادَ بَعْضُ الْمُحَدِّثِينَ: حَتَّى يَتْرُكَ أَوْ يَأْذَنَ
Musnad Syafi'i 908: Malik menceritakan kepada kami dari Abu Az-Zinad, dari Al A'raj, dari Abu Hurairah , dari Nabi tentang hadis yang semisalnya. Sebagian dari kalangan ahli hadis ada yang menambahkan: Kecuali bila saudaranya mengizinkan atau meninggalkannya. 156 (musnad_syafii)
مسند الشافعي 909: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ، مَوْلَى الْأَسْوَدِ بْنِ سُفْيَانَ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ فَاطِمَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهَا فِي عِدَّتِهَا مِنْ طَلَاقِ زَوْجِهَا: «فَإِذَا حَلَلْتَ فَآذِنِينِي» . قَالَتْ: فَلَمَّا حَلَلْتُ أَخْبَرْتُهُ أَنَّ مُعَاوِيَةَ وَأَبَا جَهْمٍ خَطَبَانِي، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَمَّا مُعَاوِيَةُ فَصُعْلُوكٌ لَا مَالَ لَهُ، وَأَمَّا أَبُو جَهْمٍ فَلَا يَضَعُ عَصَاهُ عَنْ عَاتِقِهِ، انْكِحِي أُسَامَةَ» . قَالَتْ: فَكَرِهْتُهُ، فَقَالَ: «انْكِحِي أُسَامَةَ» فَنَكَحْتُهُ فَجَعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا وَاغْتَبَطْتُ بِهِ
Musnad Syafi'i 909: Malik menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Yazid, bekas budak Al Aswad bin Sufyan, dari Abu Salamah bin Abdurrahman, dari Fatimah [binti Qais]: Rasulullah pernah bersabda kepadanya saat menjalani idah dari pentalakkan suaminya, "Apabila engkau telah menghabiskan masa iddahmu, maka beritahukanlah kepadaku." Ia melanjutkan kisahnya: Ketika aku telah lepas dari iddahku, maka kuberitahukan kepadanya bahwa Muawiyah dan Abu Jahm telah melamarku. Lalu beliau bersabda, "Muawiyah orang miskin, tidak berharta; sedangkan Abu Jahm tidak pernah meletakkan tongkat dari pundaknya. Nikahlah dengan Usamah bin Zaid." Maka Fatimah binti Qais dikawinkan dengannya, kemudian Allah menjadikan kebaikan pada diri Usamah, dan ia hidup dengan penuh kebahagiaan.157 (musnad_syafii)
مسند الشافعي 910: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَالِمٍ، عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا رَأَيْتُمُ الْهِلَالَ فَصُومُوا، وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ» وَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ يَصُومُ قَبْلَ الْهِلَالِ بِيَوْمٍ. قِيلَ لِإِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ: يَتَقَدَّمُهُ؟ قَالَ: نَعَمْ
Musnad Syafi'i 910: Ibrahim bin Sa'd bin Ibrahim bin Abdurrahman bin Auf mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Salim, dari ayahnya bahwa Rasulullah pernah bersabda, "Apabila kalian melihat hilal, maka berpuasalah kalian; dan apabila kalian melihatnya, maka berbukalah kalian; dan bila awan menutupi kalian, maka perkirakanlah waktunya." Tersebutlah bahwa Abdullah selalu puasa sehari sebelum hilal muncul, kemudian dikatakan kepada Ibrahim bin Sad, "Apakah ia mendahuluinya." Ia menjawab, "Ya." 158 (musnad_syafii)