Total Data: 1800
مسند الشافعي 131: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ مُجَمِّعِ بْنِ يَحْيَى، أَخْبَرَنِي أَبُو أُمَامَةَ بْنُ سَهْلٍ، أَنَّهُ سَمِعَ مُعَاوِيَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ، إِذَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَإِذَا قَالَ: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، قَالَ: «وَأَنَا أَشْهَدُ» . ثُمَّ سَكَتَ.
Musnad Syafi'i 131: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Majma' bin Yahya, Abu Umamah bin Sahi mengabarkan kepadaku bahwa ia pernah mendengar Muawiyah mengatakan: Aku pernah mendengar Rasulullah apabila muadzin mengucapkan "Asyhadu anlaa ilaaha illallaah", maka beliau mengucapkan "Asyhadu anlaa ilaaha illallaah". Dan apabila muadzin mengucapkan "Asyhadu anna Muhammadar-rasuulullaah", maka beliau mengucapkan "Dan aku bersaksi", kemudian beliau diam. 138 (musnad_syafii)
مسند الشافعي 132: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ طَلْحَةَ بْنِ يَحْيَى، عَنْ عَمِّهِ عِيسَى بْنِ طَلْحَةَ قَالَ: سَمِعْتُ مُعَاوِيَةَ يُحَدِّثُ مِثْلَهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Musnad Syafi'i 132: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Talhah bin Yahya, dari pamannya, Isa bin Thalhah, ia berkata, “Aku pernah mendengar Muawiyah menceritakan hadis yang semisal dari Nabi SAW."139 (musnad_syafii)
مسند الشافعي 133: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْمَجِيدِ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ: أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ يَحْيَى الْمَازِنِيُّ، أَنَّ عِيسَى بْنَ عُمَرَ أَخْبَرَهُ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَلْقَمَةَ بْنِ وَقَّاصٍ قَالَ: " إِنِّي لَعِنْدَ مُعَاوِيَةَ إِذْ أَذَّنَ مُؤَذِّنُهُ، فَقَالَ مُعَاوِيَةُ كَمَا قَالَ مُؤَذِّنُهُ، حَتَّى إِذَا قَالَ: حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ قَالَ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، وَلَمَّا قَالَ: حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ قَالَ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، ثُمَّ قَالَ بَعْدَ ذَلِكَ مَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ، ثُمَّ قَالَ: «سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ ذَلِكَ»
Musnad Syafi'i 133: Abdul Majid bin Abdul Aziz mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, ia mengatakan: Amr bin Yahya Al Mazini mengabarkan kepadaku bahwa Isa bin Umar mengabarkan kepadanya dari Abdullah bin Alqamah bin Waqash, ia mengatakan: Sesungguhnya aku pernah berada di dekat Muawiyah, tiba-tiba muadzinnya menyerukan adzan -untuk shalat-, maka Muawiyah mengucapkan seperti apa yang diucapkan oleh muadzinnya. Ketika muadzin mengucapkan "Hayya 'alash-shalaah", maka Muawiyah mengucapkan “Laa haula walaa quwwata illa billaah”. Ketika muadzin mengucapkan "Hayya 'alal falaah" maka ia mengucapkan "Laa haula walaa quwwata illa billaah". Setelah itu Muawiyah kembali mengucapkan searti apa yang diucapkan oleh muadzinnya, lalu berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah mengucapkan hal itu.”140 (musnad_syafii)
مسند الشافعي 134: أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ سَالِمٍ، عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ ابْنِ الْحَنَفِيَّةِ، عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الْوُضُوءُ، وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ، وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ»
Musnad Syafi'i 134: Sa'id bin Salim mengabarkan kepada kami dari Sufyan Ats-Tsauri, dari Abdullah bin Muhammad bin Aqil dari Muhammad bin Ali Al Hanafiyah, dari ayahnya bahwa Rasulullah bersabda “Kunci shalat adalah wudhu, yang mengharamkan dari segala sesuatu- adalah takbir dan yang menghalalkan – dari segala sesuatu - adalah salam”141 (musnad_syafii)
مسند الشافعي 135: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ يَحْيَى بْنِ خَلَّادٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ رِفَاعَةَ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَلْيَتَوَضَّأْ كَمَا أَمَرَهُ اللَّهُ، ثُمَّ لِيُكَبِّرْ، فَإِنْ كَانَ مَعَهُ شَيْءٌ مِنَ الْقُرْآنِ قَرَأَ بِهِ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ مَعَهُ شَيْءٌ مِنَ الْقُرْآنِ فَلْيَحْمَدِ اللَّهَ وَلْيُكَبِّرْ، ثُمَّ لِيَرْكَعْ حَتَّى يَطْمَئِنَّ رَاكِعًا، ثُمَّ لِيَقُمْ حَتَّى يَطْمَئِنَّ قَائِمًا، ثُمَّ يَسْجُدْ حَتَّى يَطْمَئِنَّ سَاجِدًا، ثُمَّ لِيَرْفَعْ رَأْسَهُ فَلْيَجْلِسْ حَتَّى يَطْمَئِنَّ جَالِسًا، فَمَنْ نَقَصَ مِنْ هَذَا فَإِنَّمَا يَنْقُصُ مِنْ صَلَاتِهِ»
Musnad Syafi'i 135: Ibrahim bin Muhammad mengabarkan kepada kami dari Ali bin Yahya bin Khallad, dari ayahnya dari kakeknya, Rifa'ah bin Malik bahwa ia pernah mendengar Rasulullah bersabda “Apabila seseorang di antara kailan bermaksud mendirikan shalat hendaklah berwudhu seperti apa yang telah diperintahkan oleh Allah SWT kemudian bertakbir. Apabila ia hafal sesuatu dari Al Qur'an hendaklah ia membacanya, dan jika tidak hafal sesuatupun dari Al-Qur'an, hendaklah membaca tahmid dan takbir kepada Allah SWT. Setelah itu hendaklah ruku hingga tuma'ninah dalam keadaan ruku. kemudian bangkit hingga tuma'ninah dalam keadaan berdiri (i'tidal), kemudian sujud hingga tuma'ninah dalam keadaan sujud kemudian mengangkat kepalanya lalu duduk hingga tuma'ninah dalam keadaan duduk Barangsiapa yang mengurangi sesuatu dari hal tersebut, sesungguhnya ia telah mengurangi sebagian dari shalatnya.”142 (musnad_syafii)