Total Data: 1800
مسند الشافعي 1376: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ قَبِيصَةَ بْنِ ذُؤَيْبٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنْ شَرِبَ فَاجْلِدُوهُ، ثُمَّ إِنْ شَرِبَ فَاجْلِدُوهُ، ثُمَّ إِنْ شَرِبَ فَاجْلِدُوهُ، ثُمَّ إِنْ شَرِبَ فَاقْتُلُوهُ» . لَا يَدْرِي الزُّهْرِيُّ بَعْدَ الثَّالِثَةِ أَوِ الرَّابِعَةِ، فَأُتِيَ بِرَجُلٍ قَدْ شَرِبَ فَجَلَدَهُ، ثُمَّ أُتِيَ بِهِ قَدْ شَرِبَ فَجَلَدَهُ، ثُمَّ أُتِيَ بِهِ قَدْ شَرِبَ فَجَلَدَهُ وَوَضَعَ الْقَتْلَ، وَصَارَتْ رُخْصَةً قَالَ: قَالَ سُفْيَانُ: قَالَ الزُّهْرِيُّ لِمَنْصُورِ بْنِ الْمُعْتَمِرِ وَمِخْوَلٍ: كُونَا وَافِدَيِ الْعِرَاقِ بِهَذَا الْحَدِيثِ
Musnad Syafi'i 1376: Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Az- Zuhri, dari Qabaishah bin Dzu'aib bahwa Nabi pernah bersabda, "Jika ia minum, maka deralah ia; kemudian jika ia minum lagi, maka deralah ia; lalu jika ia minum lagi, maka deralah dia; kemudian jika ia minum lagi, maka bunuhlah ia."610 Az-Zuhri tidak mengetahui sesudah ketiga kali atau keempat kalinya. Kemudian datanglah seorang lelaki yang telah minum, lahi beliau menderanya; kemudian ia ditangkap lagi karena habis minum, lalu beliau menderanya; kemudian ia ditangkap lagi karena habis minum, lalu beliau menderanya; sedangkan hukuman mati digugurkan hingga menjadi rukhshah. Imam Asy-Syafi'i mengatakan bahwa Sufyan pernah berkata, "Az-Zuhri berkata kepada Manshur bin Al Mu'tamir dan Mukhallad, 'Jadilah kamu berdua delegasi Irak yang mengamalkan hadis ini'." (musnad_syafii)
مسند الشافعي 1377: أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَزْهَرَ قَالَ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ حُنَيْنٍ سَأَلَ عَنْ رَحْلِ خَالِدِ بْنِ الْوَلِيدِ فَجَرِيتُ بَيْنَ يَدَيْهِ أَسْأَلُ عَنْ رَحْلِ خَالِدِ بْنِ الْوَلِيدِ حَتَّى أَتَاهُ جَرِيحًا، وَأُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشَارِبٍ فَقَالَ: «اضْرِبُوهُ» . فَضَرَبُوهُ بِالْأَيْدِي وَالنِّعَالِ وَأَطْرَافِ الثِّيَابِ وَحَثَوْا عَلَيْهِ مِنَ التُّرَابِ، ثُمَّ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «بَكِّتُوهُ» . فَبَكَّتُوهُ، ثُمَّ أَرْسَلَهُ قَالَ: فَلَمَّا كَانَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَأَلَ: مَنْ حَضَرَ ذَلِكَ [ص:286] الْمَضْرُوبَ؟ فَقَوَّمَهُ أَرْبَعِينَ، فَضَرَبَ أَبُو بَكْرٍ فِي الْخَمْرِ أَرْبَعِينَ حَيَاتَهُ، ثُمَّ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حَتَّى تَتَابَعَ النَّاسُ فِي شُرْبِ الْخَمْرِ، فَاسْتَشَارَ فَضَرَبَهُ ثَمَانِينَ
Musnad Syafi'i 1377: Ma'mar mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Abdurrahman bin Azhar, ia mengatakan: Aku pernah melihat Nabi pada tahun perang Khaibar bertanya tentang unta kendaraan Khalid bin Walid, maka aku berlari di hadapan beliau menanyakan tentang unta kendaraan Khalid bin Walid hingga Khalid datang menghadap beliau dalam keadaan terluka. Pada saat itu juga dihadapkan kepada Nabi seorang peminum khnmer, muka beliau bersabda, "Pukullah la oleh kalian I" Maka mereka memukulinya dengan tangan, terompah dan ujung kain baju, serta menaburkan pasir kepadanya. Kemudian Nabi bersabda, "Cemoohlah ial" Maka mereka mencemoohnya, kemudian melepaskannya. Abdurrahman bin Azhar melanjutkan kisahnya: Bahwa pada masa pemerintahan Abu Bakar, ia bertanya kepada orang-orang yang memukuli si peminum khnmer tersebut, lalu ditaksir banyaknya pukulan menjadi 40 kali pukulan. Maka Abu Bakar dalam masa pemerintahannya menjatuhkan hukuman pukulan sebanyuk 40 kali terhadap peminum khamer. Kemudian Umar (melakukan keputusan yang sama), dan ketika orang-orang semakin banyak yang meminum khnmer, maka ia bermusyawarah (dengun sahabat lainnya). Akhirnya, diputuskan hukuman 80 kali pukulan. 611 (musnad_syafii)
مسند الشافعي 1378: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ ثَوْرِ بْنِ زَيْدٍ الدِّيلِيِّ، أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ اسْتَشَارَ فِي الْخَمْرِ يَشْرَبُهَا الرَّجُلُ، فَقَالَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: نَرَى أَنْ تَجْلِدَهُ ثَمَانِينَ؛ فَإِنَّهُ إِذَا شَرِبَ سَكِرَ، وَإِذَا سَكِرَ هَذَى، وَإِذَا هَذَى افْتَرَى. أَوْ كَمَا قَالَ، فَجَلَدَ عُمَرُ ثَمَانِينَ فِي الْخَمْرِ
Musnad Syafi'i 1378: Malik mengabarkan kepada kami dari Tsaur bin Zaid Ad-Dili. Bahwa Umar bin Al Khaththab meminta saran tentang seorang lelaki yang meminum khamer, maka Ali bin Abu Thalib berkata, "Menurut hemat kami, hendaklah didera 80 kali. Karena sesungguhnya bila dia minum, maka dia akan mabuk; dan bila dia mabuk, maka dia akan ngawur; dan bila dia ngawur, maka dia akan berkata dusta." Atau seperti yang dikatakan; Lalu Umar mendera 80 kali dalam hal meminum khamer.612 (musnad_syafii)
مسند الشافعي 1379: أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَبِي يَحْيَى، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: «لَا أُوتَى بِأَحَدٍ شَرِبَ خَمْرًا وَلَا نَبِيذًا مُسْكِرًا إِلَّا جَلَدْتُهُ الْحَدَّ»
Musnad Syafi'i 1379: Ibrahim bin Abu Yahya mengabarkan kepada kami dari Ja'far bin Muhammad, dari ayahnya bahwa Ali bin Abu Thalib pernah berkata, "Tidak sekali-kali dihadapkan kepadaku seseorang yang meminum khamer, tidak pula perasan anggur yang memabukkan, melainkan aku akan menderanya sebagai hukuman had."613 (musnad_syafii)
مسند الشافعي 1380: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ، عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ، أَنَّ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ جَلَدَ الْوَلِيدَ بِسَوْطٍ لَهُ طَرَفَانِ
Musnad Syafi'i 1380: Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Amr bin Dinar, dari Abu Ja'far bin Ali: Ali bin Abu Thalib RA mendera Al Wahid dengan cambuk yang bermata dua (dalam kasus meminum khamer). 614 (musnad_syafii)