Total Data: 1800
مسند الشافعي 246: أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ حَسَّانَ، عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، يَعْنِي بِمِثْلِهِ
Musnad Syafi'i 246: Yahya bin Hasan mengabarkan kepada kami, dari Hammad bin Salamah, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah , yakni hadis yang semisal dengannya. 252 (musnad_syafii)
مسند الشافعي 247: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ، عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: «صَلَّيْتُ أَنَا وَيَتِيمٌ لَنَا خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِنَا وَأُمُّ سُلَيْمٍ خَلْفَنَا»
Musnad Syafi'i 247: Malik mengabarkan kepada kami dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah, dari Anas , ia berkata, “Aku dan seorang anak yatim kami shalat di belakang Nabi di rumah kami, sedangkan Ummu Sulaim di belakang kami.” 253 (musnad_syafii)
مسند الشافعي 248: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ قَالَ: " سَأَلُوا سَهْلَ بْنَ سَعْدٍ: مِنْ أَيِّ شَيْءٍ مِنْبَرُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ قَالَ: مَا بَقِيَ مِنَ النَّاسِ أَحَدٌ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، مِنْ أَثْلِ الْغَابَةِ، عَمِلَهُ لَهُ فُلَانٌ مَوْلَى فُلَانَةَ، وَلَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ صَعِدَ عَلَيْهِ اسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ فَكَبَّرَ ثُمَّ قَرَأَ، ثُمَّ رَجَعَ، ثُمَّ نَزَلَ الْقَهْقَرَى فَسَجَدَ، ثُمَّ صَعِدَ فَقَرَأَ، ثُمَّ رَجَعَ، ثُمَّ نَزَلَ الْقَهْقَرَى، ثُمَّ سَجَدَ
Musnad Syafi'i 248: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Abu Hazim, ia mengatakan: Ada segolongan orang memperdebatkan masalah mimbar, lalu mereka menanyakan kepada Sahl bin Sa'd, “Dari apakah mimbar Rasulullah dibuat?” Sahl menjawab, “Tiada seorang pun yang masih hidup lebih mengetahui mengenai mimbar itu selain diriku. Mimbar itu terbuat dari kayu hutan yang disebut kayu atsal, dibuat oleh si fulan maula fulanah. Dan sesungguhnya aku pernah melihat Rasulullah ketika naik ke atasnya menghadap ke arah kiblat, lalu bertakbir dan membaca (Al Qur'an), kemudian ruku, lalu turun dengan berjalan mundur, setelah itu beliau sujud, kemudian naik lagi dan membaca (Al Qur'an), lalu ruku; sesudah itu turun dengan berjalan mundur, kemudian sujud.”254 (musnad_syafii)
مسند الشافعي 249: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ مَخْرَمَةَ بْنِ سُلَيْمَانَ، عَنْ كُرَيْبٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ أَخْبَرَهُ " أَنَّهُ، بَاتَ عِنْدَ مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ وَهِيَ خَالَتُهُ، قَالَ: فَاضْطَجَعْتُ فِي عَرْضِ الْوِسَادَةِ وَاضْطَجَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَهْلُهُ فِي طُولِهَا، فَنَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى إِذَا انْتَصَفَ اللَّيْلُ، أَوْ قَبْلَهُ بِقَلِيلٍ، أَوْ بَعْدَهُ بِقَلِيلٍ اسْتَيْقَظَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَلَسَ يَمْسَحُ وَجْهَهُ بِيَدِهِ، ثُمَّ قَرَأَ الْعَشْرَ الْآيَاتِ الْخَوَاتِمَ مِنْ سُورَةِ آلِ عِمْرَانَ، ثُمَّ قَامَ إِلَى شَنٍّ مُعَلَّقَةٍ فَتَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ وُضُوءَهُ، ثُمَّ قَامَ يُصَلِّي، فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: فَقُمْتُ فَصَنَعْتُ مِثْلَ مَا صَنَعَ ثُمَّ ذَهَبْتُ فَقُمْتُ إِلَى جَنْبِهِ، فَوَضَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى رَأْسِي وَأَخَذَ بِأُذُنِي الْيُمْنَى يَفْتِلُهَا، فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ أَوْتَرَ، ثُمَّ اضْطَجَعَ حَتَّى جَاءَ الْمُؤَذِّنُ فَقَامَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ، ثُمَّ خَرَجَ فَصَلَّى الصُّبْحَ
Musnad Syafi'i 249: Malik mengabarkan kepada kami dari Makramah bin Sulaiman, dari Kuraib mantan budak Ibnu Abbas, dari Ibnu Abbas ; la mengabarkan kepadanya bahwa ia pernah menginap di rumah Maimunah, istri Nabi Ummul Mukminin, yaitu bibinya. lbnu Abbas bercerita. “Maka aku membaringkan diriku di bagian yang melebar dari bantal, sedangkan Nabi dan istrinya membaringkan diri di bagian yang memanjang darinya. Rasulullah tidu; hingga ketika malam hari mencapai separuhnya atau sedikit sebelum tengah malam atau sesudahnya, beliau bangun, lalu duduk dan mengusap wajah dengan tangannya, kemudian membaca 10 ayat terakhir dari surah Aali Imran. Sesudah itu beliau bangkit menuju qirbah (wadah air) yang tergantung, lalu berwudhu dengan wudhu yang baik. Kemudian beliau berdiri dan shalat.” Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya, ""Maka aku berdiri pula dan melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukan beliau, lalu aku berdiri di samping beliau. Maka Rasulullah meletakkan tangan kanannya di kepalaku dan menjewer telinga kananku. Kemudian beliau shalat 2 rakaat, lalu 2 rakaat lagi, lalu 2 rakaat lagi, lalu 2 rakaat lagi, lalu 2 rakaat lagi, kemudian shalat Witir. Sesudah itu beliau berbaring hingga muadzin datang, lalu shalat 2 rakaat yang ringan, kemudian keluar dan shalat Subuh.” 255 (musnad_syafii)
مسند الشافعي 250: أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: «كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي صَلَاتَهُ مِنَ اللَّيْلِ وَأَنَا مُعْتَرِضَةٌ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْقِبْلَةِ كَاعْتِرَاضِ الْجَنَازَةِ»
Musnad Syafi'i 250: Ibnu Uyainah mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah , ia berkata, “Rasulullah melakukan suatu shalat di malam hari, sedangkan aku (tidur) membujur antara beliau dan arah kiblat sebagaimana jenazah terbujur.” 256 (musnad_syafii)