Hadits Musnad Syafi'i.

RESET

Total Data: 1800

Nomer Hadits : 381

مسند الشافعي 381: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنِ ابْنِ أَبِي لَبِيدٍ قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا سَلَمَةَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، يَقُولُ: قَدِمَ مُعَاوِيَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ، الْمَدِينَةَ فَبَيْنَا هُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ إِذْ قَالَ: يَا كَثِيرَ بْنَ الصَّلْتِ، اذْهَبْ إِلَى عَائِشَةَ فَسَلْهَا عَنْ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ الْعَصْرِ قَالَ أَبُو سَلَمَةَ: فَذَهَبْتُ مَعَهُ إِلَى عَائِشَةَ، وَبَعَثَ ابْنُ عَبَّاسٍ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْحَارِثِ بْنِ نَوْفَلٍ مَعَنَا، فَقَالَ: اذْهَبْ وَاسْمَعْ مَا تَقُولُهُ أُمُّ الْمُؤْمِنِينَ، فَأَتَى عَائِشَةَ فَسُئِلَتْ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَتْ لَهُ: اذْهَبْ فَسَلْ أُمَّ سَلَمَةَ، فَذَهَبْتُ مَعَهُ إِلَى أُمِّ سَلَمَةَ فَسَأَلَهَا، فَقَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ: دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ بَعْدَ الْعَصْرِ فَصَلَّى عِنْدِي رَكْعَتَيْنِ لَمْ أَكُنْ أَرَاهُ يُصَلِّيهِمَا. قَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ: فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَقَدْ صَلَّيْتَ صَلَاةً لَمْ أَكُنْ أَرَاكَ تُصَلِّيهَا، قَالَ: «إِنِّي كُنْتُ أُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ، وَإِنَّهُ قَدِمَ عَلَيَّ وَفْدُ بَنِي تَمِيمٍ، أَوْ صَدَقَةٌ فَشَغَلُونِي عَنْهُمَا، فَهُمَا هَاتَانِ الرَّكْعَتَانِ»

Musnad Syafi'i 381: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Labib, ia mengatakan: Aku pernah mendengar Abu Salamah bin Abdurrahman ia mengatakan bahwa Muawiyah bin Abu Sufyan tiba di Madinah; ketika berada di atas mimbar, tiba-tiba ia berkata, “Hai Katsir bin Shalt, pergilah ke rumah Aisyah dan tanyakanlah kepadanya tentang shalat Rasulullah sesudah Ashar!” Abu Salamah melanjutkan kisahnya: Maka aku pergi bersamanya (Katsir) ke rumah Aisyah, lalu ia menanyakan masalah tersebut, dan Aisyah berkata kepadanya, “Pergilah kepada Ummu Salamah dan bertanyalah kepadanya!” Maka aku pergi bersamanya ke rumah Ummu Salamah, lalu ia menanyakan masalah itu dan Ummu Salamah berkata, “Pada suatu hari Rasulullah masuk ke dalam rumahku sesudah Ashar, lalu beliau shalat 2 rakaat yang belum pernah aku lihat beliau melakukan keduanya.” Ummu Salamah melanjutkan kisahnya, “Lalu aku berkata, 'Wahai Rasulullah! Sesungguhnya engkau telah melakukan suatu shalat yang belum pernah aku lihat engkau mengerjakannya'. Beliau bersabda, 'Sesungguhnya aku biasa mengerjakan shalat 2 rakaat sesudah Zhuhur, tetapi aku kedatangan delegasi Bani Tamim atau harta zakat, hingga aku sibuk dan terpaksa meninggalkan kedua rakaat tersebut adalah yang baru aku lakukan.” 386 (musnad_syafii)

Nomer Hadits : 382

مسند الشافعي 382: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَيُّوبَ السَّخْتِيَانِيِّ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ نَذَرَ أَنْ يَعْتَكِفَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ، فَسَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَهُ أَنْ يَعْتَكِفَ فِي الْإِسْلَامِ

Musnad Syafi'i 382: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Ayyub As- Sakhtiyani, dari Nafi, dari Ibnu Umar bahwa Umar pernah bemadzar akan melakukan i'tikaf di zaman jahiliyah, lalu ia bertanya kepada Nabi (mengenai masalah itu). Maka beliau memerintahkannya untuk beri'tikaf di zaman Islam. 387 (musnad_syafii)

Nomer Hadits : 383

مسند الشافعي 383: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ الدَّرَاوَرْدِيُّ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَامَ فِي سَفَرِهِ إِلَى مَكَّةَ عَامَ الْفَتْحِ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ وَأَمَرَ النَّاسَ أَنْ يُفْطِرُوا، فَقِيلَ لَهُ: إِنَّ النَّاسَ صَامُوا حِينَ صُمْتَ فَدَعَا بِإِنَاءٍ فِيهِ مَاءٌ فَوَضَعَهُ عَلَى يَدِهِ وَأَمَرَ مَنْ بَيْنَ يَدَيْهِ أَنْ يُحْبَسُوا، فَلَمَّا حُبِسُوا وَلَحِقَهُ مَنْ وَرَاءَهُ رَفَعَ الْإِنَاءَ إِلَى فِيهِ فَشَرِبَ وَفِي حَدِيثِهِمَا أَوْ حَدِيثِ أَحَدِهِمَا: وَذَلِكَ بَعْدَ الْعَصْرِ

Musnad Syafi'i 383: Abdul Aziz bin Muhammad Ad-Daramardi mengabarkan kepada kami dari Ja'far bin Muhammad, dari ayahnya, dari Jabir bin Abdullah : Bahwa Nabi puasa dalam perjalanannya ke Makkah pada tahun kemenangan kota Makkah di bulan Ramadhan, dan beliau memerintahkan orang-orang untuk berbuka (tidak puasa). Lalu dikatakan kepada beliau, “Sesungguhnya orang-orang tetap puasa ketika melihat engkau puasa.” Lalu beliau meminta sebuah wadah berisi air, kemudian wadah itu diletakkan di hadapannya dan beliau memerintahkan orang-orang yang berada di depannya untuk berhenti. Ketika mereka berhenti menunggu dan orang-orang yang tertinggal di belakangnya dapat bergabung dengannya, maka beliau mengangkat wadah itu ke mulutnya, lalu beliau minum. 388 Dalam hadis keduanya atau salah satu dari keduanya, terdapat redaksi: Yang demikian itu setelah Ashar (musnad_syafii)

Nomer Hadits : 384

مسند الشافعي 384: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الْمَدِينَةِ حَتَّى كَانَ بِكُرَاعِ الْغَمِيمِ وَهُوَ صَائِمٌ، ثُمَّ رَفَعَ إِنَاءً فَوَضَعَهُ عَلَى يَدِهِ وَهُوَ عَلَى الرَّحْلِ، فَحَبَسَ مَنْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَدْرَكَهُ مَنْ وَرَاءَهُ، ثُمَّ شَرِبَ وَالنَّاسُ يَنْظُرُونَ

Musnad Syafi'i 384: Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Ja'far bin Muhammad, dari ayahnya, dari Jabir bin Abdullah , ia berkata, “Nabi berangkat dari Madinah; dan ketika sampai di Karra' Al Ghamim, beliau masih tetap berpuasa. Kemudian beliau mengangkat sebuah wadah, lalu meletakkannya di mulutnya yang saat itu beliau berada di atas hewan kendaraannya. Beliau menghentikan orang-orang yang berjalan di depannya hingga orang-orang yang tertinggal di belakang dapat menyusulnya, setelah itu barulah beliau minum, sedangkan semua orang melihatnya.''389 (musnad_syafii)

Nomer Hadits : 385

مسند الشافعي 385: أَخْبَرَنَا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ، وَعَبْدُ الْمَجِيدِ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ أَبِي رَوَّادٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ، أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ، كَانَ لَا يَرَى بَأْسًا أَنْ يُفْطِرَ الْإِنْسَانُ فِي صِيَامِ التَّطَوُّعِ، وَيُضْرَبُ لِذَلِكَ أَمْثَالًا: رَجُلٌ طَافَ سَبْعًا وَلَمْ يُوَفِّهِ فَلَهُ مَا احْتَسَبَ أَوْ صَلَّى رَكْعَةً وَلَمْ يُصَلِّ أُخْرَى فَلَهُ أَجْرُ مَا احْتَسَبَ

Musnad Syafi'i 385: Muslim bin Khalid dan Abdul Majid bin Abdul Aziz bin Ruwad mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Atha' bin Abu Rabah: Bahwa Ibnu Abbas tidak memandang sebagai suatu masalah bila seseorang membatalkan puasa sunahnya. Lalu ia memberikan suatu perumpamaan untuk hal tersebut, yaitu: seorang lelaki hendak melakukan thawaf tujuh kali putaran, tetapi ternyata ia tidak dapat memenuhi seluruhnya, maka baginya pahala dari apa yang telah dilakukannya. Atau, ia shalat satu rakaat tanpa melanjutkannya dengan rakaat yang lain, maka baginya pahala dari apa yang telah dikerjakannya. 390 (musnad_syafii)