Total Data: 1800
مسند الشافعي 386: أَخْبَرَنَا مُسْلِمٌ، وَعَبْدُ الْمَجِيدِ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ قَالَ: كَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ لَا يَرَى بِالْإِفْطَارِ فِي صِيَامِ التَّطَوُّعِ بَأْسًا
Musnad Syafi'i 386: Muslim dan Abdul Majid mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Amr bin Dinar, ia berkata, “Ibnu Abbas tidak memandang sebagai suatu masalah bila membatalkan puasa sunah.” 391 (musnad_syafii)
مسند الشافعي 387: أَخْبَرَنَا مُسْلِمٌ، وَعَبْدُ الْمَجِيدِ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، أَنَّهُ كَانَ لَا يَرَى بِالْإِفْطَارِ فِي صِيَامِ التَّطَوُّعِ بَأْسًا
Musnad Syafi'i 387: Muslim dan Abdul Majid mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Juraij dari Abu Az-Zubair dari Jabir bin Abdullah: Bahwa ia tidak melihat ada dosa dalam membatalkan puasa sunah. 392 (musnad_syafii)
مسند الشافعي 388: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْمَجِيدِ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ كَانَ يَأْتِي أَهْلَهُ حِينَ يَنْتَصِفُ النَّهَارُ أَوْ قَبْلَهُ فَيَقُولُ: هَلْ مِنْ غَدَاءٍ؟ فَيَجِدُهُ أَوْ لَا يَجِدُهُ، فَيَقُولُ: «لَأَصُومَنَّ هَذَا الْيَوْمَ، فَيَصُومُهُ وَإِنْ كَانَ مُفْطِرًا وَبَلَغَ ذَلِكَ الْحِينَ وَهُوَ مُفْطِرٌ» قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ: أَخْبَرَنَا عَطَاءٌ: وَبَلَغَنَا أَنَّهُ كَانَ يَفْعَلُ مِثْلَ ذَلِكَ حِينَ يُصْبِحُ مُفْطِرًا حَتَّى الضُّحَى أَوْ بَعْدَهُ، وَلَعَلَّهُ أَنْ يَكُونَ وَجَدَ غَدَاءً وَلَمْ يَجِدْهُ
Musnad Syafi'i 388: Abdul Majid mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Atha', dari Abu Ad-Darda' : Bahwa ia datang kepada keluarganya di saat tengah hari atau sebelumnya, lalu ia berkata, “Apakah ada makan siang?” Bila menemukannya (maka ia makan), atau bila tidak menemukannya, maka ia berkata, “Aku benar-benar akan puasa hari ini.” Lalu ia puasa di hari itu sekalipun dalam keadaan mufthir (tidak berniat puasa). Kemudian hal tersebut sampai kepada Al Husain yang sedang dalam keadaan mufthir. Ibnu Juraij mengatakan bahwa Atha menceritakan kepada kami dan telah sampai kepadanya (Ibnu Juraij) bahwa dia (Atha) melakukan hal yang sama sampai pagi hari dalam keadaan mufthir hingga waktu duha atau sesudahnya, barangkali dia berharap menemukan makanan atau tidak. 393 (musnad_syafii)
مسند الشافعي 389: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْمَجِيدِ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي عُتْبَةُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْحَارِثِ، أَنَّ كُرَيْبًا مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ، " رَأَى مُعَاوِيَةَ صَلَّى الْعِشَاءَ ثُمَّ أَوْتَرَ بِرَكْعَةٍ وَاحِدَةٍ وَلَمْ يَزِدْ عَلَيْهَا، فَأُخْبِرَ ابْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ: أَصَابَ، أَيْ بُنَيَّ، لَيْسَ أَحَدٌ مِنَّا أَعْلَمَ مِنْ مُعَاوِيَةَ هِيَ وَاحِدَةٌ أَوْ خَمْسٌ أَوْ سَبْعٌ إِلَى أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ الْوِتْرُ مَا شَاءَ "
Musnad Syafi'i 389: Abdul Majid mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, Utbah bin Muhammad bin Harits mengabarkan kepadaku: Kuraib mantan budak Ibnu Abbas mengabarkan kepadanya bahwa ia melihat Muawiyah shalat Isya, kemudian melakukan shalat Witir dengan satu rakaat tanpa melebihkannya. Lalu aku (Utbah bin Muhammad bin Harits) mengabarkan hal itu kepada Ibnu Abbas, maka ia berkata, “Benar, hai anakku, sesungguhnya tiada seorang pun di antara kita yang lebih mengetahui dari Muawiyah. Shalat Witir itu satu rakaat atau lima rakaat atau tujuh rakaat hingga lebih banyak lagi dari itu; shalat Witir dilakukan sesukanya.” 394 (musnad_syafii)
مسند الشافعي 390: أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْمَجِيدِ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ خُصَيْفَةَ، عَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ، أَنَّ رَجُلًا، سَأَلَ عَبْدَ الرَّحْمَنِ التَّيْمِيَّ عَنْ صَلَاةِ طَلْحَةَ فَقَالَ: إِنْ شِئْتَ أَخْبَرْتُكَ عَنْ صَلَاةِ عُثْمَانَ قَالَ: قُلْتُ: لَأَغْلِبَنَّ اللَّيْلَةَ عَلَى الْمَقَامِ، فَقُمْتُ فَإِذَا بِرَجُلٍ يُزَاحِمُنِي مُتَقَنِّعًا، فَنَظَرْتُ فَإِذَا عُثْمَانُ، قَالَ: فَتَأَخَّرْتُ عَنْهُ فَصَلَّى فَإِذَا هُوَ يَسْجُدُ سُجُودَ الْقُرْآنِ حَتَّى إِذَا قُلْتُ: هَذِهِ هَوَادِي الْفَجْرِ، فَأَوْتَرَ بِرَكْعَةٍ لَمْ يُصَلِّ غَيْرَهَا
Musnad Syafi'i 390: Abdul Majid mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Yazid bin Khushaifah, dari As-Saiib bin Yazid: Ada seorang lelaki bertanya kepada Abdurrahman At-Taimi tentang shalat yang dilakukan oleh Thalhah, maka berkatalah Abdurrahman, “Jika kamu suka, aku akan menceritakan kepadamu tentang shalat yang dilakukan oleh Utsman.” Abdurrahman At-Taimi melanjutkan kisahnya, “Aku berkata (kepada diriku sendiri), 'Aku benar-benar akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai maqam malam ini. Akhirnya aku berhasil berdiri padanya. Tetapi tiba-tiba ada seorang lelaki memakai penutup wajah mendesakku, maka aku memperhatikannya, dan ternyata dia adalah Utsman .” Abdurrahman At-Taimi melanjutkan kisahnya, “Maka aku mundur darinya, lalu ia shalat dan ternyata ia melakukan sujud, yakni sujud Al Qur'an (sujud Tilawah); hingga ketika aku katakan, 'Pertanda waktu fajar telah datang', maka ia shalat Witir satu rakaat tanpa melakukan shalat lain lagi.” 395 (musnad_syafii)