{"id":170,"date":"2020-06-10T23:07:00","date_gmt":"2020-06-10T23:07:00","guid":{"rendered":"https:\/\/shulfialaydrus.id\/mns\/2020\/06\/10\/manaqib-al-qutb-al-habib-husien-bin-abubakar-al-aydrus-habib-keramat-luar-batang\/"},"modified":"2020-06-10T23:07:00","modified_gmt":"2020-06-10T23:07:00","slug":"manaqib-al-qutb-al-habib-husien-bin-abubakar-al-aydrus-habib-keramat-luar-batang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/2020\/06\/10\/manaqib-al-qutb-al-habib-husien-bin-abubakar-al-aydrus-habib-keramat-luar-batang\/","title":{"rendered":"Manaqib Al Qutb Al Habib Husien bin Abubakar Al \u2018Aydrus (HABIB KERAMAT LUAR BATANG)."},"content":{"rendered":"<div>Manaqib Al Qutb Al Habib Husien bin Abubakar Al \u2018Aydrsur (HABIB KERAMAT LUAR BATANG).<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Al Imam Husein Abu Bakar Alaydrus yang terkenal dengan kramat Luar Batang, lahir di desa Ma&#8217;ibad, Migrab, dekat Hazam, Hadhramaut, Yaman Selatan. Datang di Betawi sekitar tahun 1746&nbsp; M. Berdasarkan cerita, bahwa beliau&nbsp; wafat di Luar Batang, Betawi, tanggal 24&nbsp; Juni 1756 M. bertepatan dengan 17 Ramadhan 1169 Hijriyah dalam usia lebih dari 30 tahun ( dibawah 40 tahun ). Jadi diduga sewaktu tiba di Betawi&nbsp; berumur 20 tahun. Habib Husein bin Abubakar Alaydrus memperoleh ilmu tanpa belajar atau dalam istilah Arabnya \u201c Ilmu Wahbi \u201c , yaitu pemberian dari Allah tanpa belajar dahulu.&nbsp;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Silsilah beliau : Habib Husein bin Abubakar bin Abdullah bin Husein bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Husein bin Abdullah al-Aydrus bin Abubakar Al-Sakran bin Abdurrahman Assaqqaf bin Muhammad Maula Al-Dawilah&nbsp; bin Ali bin Alwi bin Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khala\u2019 Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin \u2018Ubaidillah bin Ahmad Al- Muhajir bin \u2018Isa bin Muhammad An- Naqib bin Ali-\u2018Uraidhi bin Ja&#8217;far Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Thalib suami Fatimah Az- Zahra binti Rasulullah shalallahu \u2018alaihi wasalam.&nbsp;&nbsp;<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Al-imam<br \/>\nHusein Bin Abu Bakar Alaydrus memiliki silsilah yang sampai kepada Baginda<br \/>\nRasulullah SAW. Beliau dilahirkan di sebuah desa yang bernama Ma\u2019ibad,<br \/>\nHadhramaut Yaman Selatan, dan pada usianya yang ke 11 tahun, beliau ditinggal<br \/>\nwafat oleh ayahnya.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Selepas<br \/>\nmangkatnya ayahnya, Al-imam Husein Bin Abu Bakar Alaydrus hijrah ke kota Tarim,<br \/>\ndan ternyata di pintu kota Tarim telah menunggu seorang wali besar, yaitu<br \/>\nQuthbil Irsyad, Al-imam Abdullah Bin Alwy Alhaddad, yang langsung menyambut<br \/>\nkedatangan dari Al-imam Husein Bin Abu Bakar Alaydrus. Setelah tiba di kota<br \/>\nTarim, beliau didampingi oleh Al-Imam Abdullah Bin Alwy Alhaddad langsung<br \/>\nberziarah kepada Sayyidina Faqih Muqaddam Al\u2019imam Muhammad Bin Ali Ba\u2019alawy,<br \/>\nSayyidina Abdurrahman Bin Muhammad Assegaf dan Datuk Beliau Sayyidina Abdullah<br \/>\nAlaydrus Akbar. Al-imam Abdullah Bin Alwy Alhaddad mengatakan kepada beliau<br \/>\nbahwa semalam kakekmu, Sayyidina Abdullah Alaydrus Akbar datang kepadaku dan<br \/>\nmengabarkan tentang kedatanganmu wahai Husein.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Al-imam<br \/>\nHusein Bin Abu Bakar Alaydrus menimba ilmu kepada Quthbil Irsyad, Al-imam<br \/>\nAbdullah Bin Alwy Alhaddad, dan menurut cukilan dari Alhabib Ali Bin Husein<br \/>\nAlattas dalam kitabnya Taajul A\u2019rasy mengatakan bahwa Al-imam Husein Bin Abu<br \/>\nBakar Alaydrus sebelum hijrah ke Indonesia, beliau telah mendapatkan mandat<br \/>\nkepercayaan dari guru beliau Al-imam Abdullah Bin Alwy Alhaddad untuk<br \/>\nmelaksanakan da\u2019watul islam.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Al<br \/>\nImam Husein bin Abu Bakar Alaydrus kemudian hijrah ke India dan Asia Timur<br \/>\nkemudian sampai di Indonesia, khususnya pulau Jawa tepatnya di Pelabuhan Sunda<br \/>\nKelapa, lalu setibanya di Pelabuhan Sunda Kelapa, beliau diusir kembali oleh<br \/>\npenjajah Belanda. Akhirnya dengan bantuan para Muhibbin di malam hari dengan<br \/>\nmenggunakan sekoci beliau tiba kembali di Pelabuhan Sunda Kelapa. Beliau kemudian<br \/>\nberda\u2019wah di tanah Batavia ini dan pada saat itu penjajah Belanda sangat<br \/>\nsensitif kepada para ulama karena di Sunda Kelapa ini masih ada bekas-bekas<br \/>\npertempuran Sunda Kelapa yang berada di bawah pimpinan dari Sunan Gunung Jati<br \/>\nAl-imam Syarif Hidayatullah dan Fatahillah, sehingga penjagaannya sangat ketat<br \/>\ndan berakibat pada dicurigainya Al-Habib Husein Bin Abu Bakar Alaydrus sebagai<br \/>\npemberontak, akhirnya beliau dimasukkan ke dalam penjara, yang berada di<br \/>\nsekitar Glodok.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Perjuangan<br \/>\nda\u2019wah Al-imam Husein Bin Abu Bakar Alaydrus sangatlah luar biasa, dan salah<br \/>\nsatu karomah beliau adalah di pagi hari beliau berada di dalam penjara<br \/>\nsementara anehnya menjelang maghrib beliau sudah tidak ada di dalam penjara,<br \/>\nbeliau menyampaikan da\u2019wah-da\u2019wahnya di musholla dan masjid-masjid, sehingga<br \/>\nmembuat takut para sipir penjara dan akhirnya kepala sipir penjara tersebut<br \/>\nmeminta agar Habib Husein keluar saja dari dalam penjara tapi beliau menolaknya<br \/>\nsampai akhirnya beliau keluar dari penjara dengan keinginannya sendiri.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Pada<br \/>\nsuatu ketika di dalam perjalanan da\u2019wahnya, Al-imam Husein Bin Abu Bakar<br \/>\nAlaydrus melihat seorang tentara Belanda yang memang memiliki akhlak yang baik<br \/>\nterhadap beliau, di mana tentara Belanda ini selalu menegur dan ramah terhadap<br \/>\nBeliau. Akhirnya Habib Husein memanggilnya dan mengatakan bahwa tentara Belanda<br \/>\ntersebut kelak akan menjadi Gubernur, di Batavia. tentara Belanda tersebut<br \/>\nberkata sambil tertawa \u201cmana mungkin aku menjadi seorang Gubernur\u201d. Selang<br \/>\nbeberapa bulan kemudian sang tentara Belanda tersebut dipanggil ke negerinya<br \/>\ndan kembali ke Batavia untuk dipercaya menjadi Gubernur.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Sang<br \/>\ntentara Belanda yang kini telah menjadi Gubernur teringat akan Habib Husein dan<br \/>\nmenemui beliau seraya ta\u2019jub atas perkataan dari Habib Husein dan sebagai balasannya<br \/>\nTentara ini memberikan hadiah berupa uang, bahkan emas, tetapi semuanya ditolak<br \/>\noleh Habib Husein. Karena Gubernur tersebut memaksa, Akhirnya Al-habib Husein<br \/>\nBin Abu Bakar Alaydrus berkata bahwa jika Engkau ingin memberiku hadiah, maka<br \/>\nberikanlah aku tanah yang berada di luar pelabuhan Sunda Kelapa yang saat itu<br \/>\nsedang surut. Tentara belanda tersebut kaget dan berkata percuma bila Aku<br \/>\nberikan tanah tersebut, sebentar lagi air akan naik dan daratan itu akan<br \/>\nterendam air laut. Al-habib Husein berkata \u201cbila Engkau berikan sekarang, maka<br \/>\nmulai saat ini air tidak akan pernah pasang bahkan hingga yaumil qiyamah\u201d..<br \/>\nAllahu Akbar.. sehingga akhirnya diberikanlah tanah tersebut.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Al-habib<br \/>\nHusein Bin Abu Bakar Alaydrus memiliki tanah \u00b1 10 hektar dan di atas tanah<br \/>\ntersebut, kemudian pertama kali yang dibangun oleh Al-imam Husein Bin Abu Bakar<br \/>\nAlaydrus adalah Masjid, kemudian rumah beliau yang saat ini menjadi tempat<br \/>\npusaranya beliau. Dan semenjak itu, dipatok tanah-tanah tersebut yang besarnya<br \/>\n\u00b1 sampai 10 hektar dengan pilar dan batang-batang sehingga daerah ini dikenal<br \/>\ndengan sebutan \u201cLuar Batang\u201d, disebabkan diluar pelabuhan Sunda Kelapa<br \/>\nmuncullah batang-batang. &nbsp;Di sini beliau bersama salah satu muridnya Haji<br \/>\nAbdul Qodir yang merupakan penterjemahnya mengajarkan kepada murid-muridnya<br \/>\nyang datang dari Banten, Indramayu, Cirebon, Tuban Gresik dan pelosok-pelosok<br \/>\nkota lain di Indonesia.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Dalam<br \/>\najaran Islam karomah di maksudkan sebagai&nbsp;<i>khariqun lil adat<\/i>&nbsp;yang<br \/>\nberarti kejadian luar biasa pada seseorang wali Allah. Karomah merupakan<br \/>\ntanda-tanda kebenaran sikap dan tingkah laku seseorang, yang merupakan anugrah<br \/>\nAllah karena ketakwaannya, berikut ini terdapat beberapa karomah yang dimiliki<br \/>\noleh Al Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus atau yang kita kenal Habib Luar<br \/>\nBatang, seorang wali Allah yang lahir di Jasirah Arab dan telah ditakdirkan<br \/>\nwafat di Pulau Jawa, tepatnya di Jakarta Utara.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Habib<br \/>\nHusain adalah seorang imam yang utama dan seorang alim yang se\u00adnantiasa<br \/>\nmengamalkan ilmunya.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Suatu<br \/>\nketika ia pergi dari Hadhramaut ke Jawa dengan tujuan ke kota Jakarta de\u00adngan<br \/>\nmaksud berdagang. Tetapi per\u00adtolongan Allah menariknya ke medan dak\u00adwah.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Pada<br \/>\nawalnya orang-orang belum mau mengikutinya. Tetapi setelah mere\u00adka merasakan<br \/>\n&nbsp;keberkahannya dan me\u00adnyaksikan hal-hal di luar kebiasaan pada dirinya,<br \/>\nbarulah orang-orang mendatangi\u00adnya dari mana saja. Maka Habib Husain pun<br \/>\nmenyeru mereka ke jalan Allah dan meng\u00adingatkan mereka tentang hari Kiamat.<br \/>\nBanyak orang yang masuk Islam lewat tangannya, bahkan setelah ia wafat.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Para<br \/>\npejabat pemerintah setempat pun segan terhadapnya dan menghor\u00admati\u00adnya, baik<br \/>\nketika ia masih hidup mau\u00adpun setelah wafatnya. Mereka sering membawakan<br \/>\nhadiah-hadiah dan nazar-nazar, tetapi ia sendiri tidak mempeduli\u00adkan\u00adnya.<br \/>\nTerkadang ia jauhi dan ia ting\u00adgalkan pemberian itu, agar diambil oleh orang<br \/>\nyang membutuhkannya.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Mengapa<br \/>\nbegitu? Habib Husain tidak membutuhkannya, karena ia seorang yang selalu<br \/>\nberibadah, hidup seadanya, berlaku zuhud, dan banyak tenggelam da\u00adlam<br \/>\nmusyahadah (menyaksikan de\u00adngan mata bathin) Tuhannya.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Ia<br \/>\nmengasingkan diri dari orang-orang di pinggir laut di suatu tempat yang ke\u00admudian<br \/>\ndinamakan \u201cLuar Batang\u201d, lokasi yang berada di luar batas Pelabuhan Sunda<br \/>\nKelapa saat itu. Di situ pula ia membangun masjid, dan setelah wafat ia pun<br \/>\ndimakamkan di situ.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Habib<br \/>\nHusain wafat pada tanggal 17 Ramadhan 1169 H\/27 Juni 1756 M. Se\u00adjak itu setiap<br \/>\nhari makam Luar Batang se\u00adlalu dipenuhi para peziarah yang berda\u00adtangan dari<br \/>\nberbagai pelosok.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Di<br \/>\nsebelah timur makam Habib Hu\u00adsain terdapat makam murid terdekat Ha\u00adbib Husain<br \/>\ndari kalangan pribumi sekali\u00adgus penerjemahnya, yakni Haji Abdul Qadir. Sumber<br \/>\nlain mengatakan, ia seorang dari etnis Tionghoa yang sudah masuk Islam. Ada<br \/>\nketerang\u00adan yang mengatakan bahwa Habib Husain pernah berkata demikian, \u201cBarang<br \/>\nsiapa tidak menziarahi Haji Abdul Qadir, tidak diterima ziarah\u00adnya.\u201d<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Demikian<br \/>\nyang dituturkan oleh Habib Husain bin Ali Al-Attas (Habib Ali Bungur) dalam<br \/>\nkarya monumentalnya, Tajul A\u2018ras, jilid II halaman 391-393.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Ada<br \/>\nbanyak kisah yang dituturkan orang mengenai karamah Habib Husain Al-Aydrus ini.<br \/>\nDi antaranya suatu ketika seorang opsir Belanda lewat di depan Habib Husain.<br \/>\nTanpa dinyana, Habib me\u00admanggil orang itu lalu menepuk pundak\u00adnya dan berkata,<br \/>\n\u201cAnda harus kembali ke negeri Anda. Anda akan menjadi orang besar.\u201d<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Perwira<br \/>\nitu hanya bisa tertegun. Te\u00adtapi lantaran cerita karamah Habib Hu\u00adsein sudah<br \/>\ntermasyhur di kalangan ma\u00adsyarakat Betawi, ia pun menuruti saran\u00adnya.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Dan<br \/>\nbetul saja, tak lama kemudian terdengar kabar bahwa ia telah diangkat menjadi<br \/>\nseorang gubernur. Maka, seba\u00adgai ungkapan rasa terima kasih, sang gubernur baru<br \/>\nitu datang lagi ke Batavia hanya untuk bertemu Habib Husain buat memberikan<br \/>\nhadiah khusus, yang bentuk dan jenisnya terserah Habib. Tetapi se\u00adsampainya di<br \/>\nsana, ternyata Habib me\u00adnolak segala pemberian itu.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Akhirnya,<br \/>\nkarena didesak terus, Habib Husain memilih satu kawasan tempat tinggal sebagai<br \/>\npusat dakwah, yang tak lain adalah Luar Batang. Konon, dulunya kawasan yang<br \/>\ndimiliki Habib itu seluas 30 hektare, tetapi kemudian dibagi-bagi\u00adkan kepada<br \/>\nwarga sekitar. Sejak itu, Luar Batang menjadi salah satu basis Islam di bumi<br \/>\nJayakarta.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Kini,<br \/>\nLuar Batang menjadi kawasan padat penduduk. Bahkan karena dekat pantai, kawasan<br \/>\nitu terkesan kumuh. Tetapi toh tempat itu tak pernah sepi pengunjung.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Tidak<br \/>\nsedikit peziarah yang \u201cbermu\u00adkim\u201d di sana hingga berbulan-bulan demi<br \/>\nmendapatkan keberkahan sang habib. Bahkan di antara mereka banyak juga yang<br \/>\ndatang dari luar Jawa dan manca\u00adnegara, seperti Timur Tengah, Eropa, dan<br \/>\nAfrika.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Makam<br \/>\nyang tak pernah sepi itu kian ramai jika malam Jum\u2019at tiba. Begitu juga pada<br \/>\nperingatan Maulid Nabi dan haul wafat sang habib (karena wafat pada bulan<br \/>\nRamadhan, peringatan haulnya di\u00adadakan pada bulan Syawwal). Hingga kini,<br \/>\nsebagian besar rombongan Wali\u00adsanga yang datang dari arah timur men\u00adjadikan<br \/>\nmakam Habib sebagai \u201cbonus\u201d ziarah setelah berziarah ke wali kesem\u00adbilan, yakni<br \/>\nmakam Sunan Gunung Jati, di Cirebon.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Kalau<br \/>\nkemudian makam Habib Hu\u00adsain menjadi salah satu tujuan para pe\u00adziarah, itu tak<br \/>\nlain karena keagungan Ha\u00adbib Husain, baik budi pekerti maupun ilmu pengetahuan<br \/>\nagamanya. Ia adalah dai be\u00adsar di kawasan Batavia abad ke-18 hingga Islam<br \/>\ntersebar luas di sana.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Jika<br \/>\npada abad ke-18 tokoh habaib yang sangat terkenal adalah Habib Husain bin Abu<br \/>\nBakar Al-Aydrus, pada abad ke-19 setidaknya ada dua nama yang sangat menonjol.<br \/>\nYakni Habib Ahmad bin Muhammad Bin Hamzah Al-Attas, yang mendirikan Masjid<br \/>\nZawiyah di Pekojan, dan Habib Utsman bin Abdul\u00adlah Bin Yahya, yang<br \/>\npopularitasnya tak perlu dikomentari lagi. Keduanya hidup kurang lebih semasa<br \/>\ndi tempat yang tidak terlalu berjauhan meskipun tidak didapat\u00adkan keterangan<br \/>\nmengenai hubungan an\u00adtara keduanya.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">1.<br \/>\nMenjadi mesin pemintal.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Di<br \/>\nmasa belia, ditanah kelahirannya yaitu di daerah Hadhramaut \u2013 Yaman Selatan,<br \/>\nHabib Husein berguru pada seorang Alim Shufi. Di hari-hari libur ia pulang<br \/>\nuntuk menyambang ibunya.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Pada<br \/>\nsuatu malam ketika ia berada di rumahnya, ibu Habib Husein meminta tolong agar<br \/>\nia bersedia membantu mengerjakan pintalan benang yang ada di gudang. Habib<br \/>\nHusein segera menyanggupi, dan ia segera ke gudang untuk mengerjakan apa yang<br \/>\ndi perintahkan oleh ibunya. Makan malam juga telah disediakan. Menjelang pagi<br \/>\nhari, ibu Husein membuka pintu gudang. Ia sangat heran karena makanan yang<br \/>\ndisediakan masih utuh belum dimakan husein. Selanjutnya ia sangat kaget melihat<br \/>\nhasil pintalan benang begitu banyaknya. Si ibu tercengang melihat kejadian ini.<br \/>\nDalam benaknya terpikir bagaimana mungkin hasil pemintalan benang yang<br \/>\nseharusnya dikerjakan dalam beberapa hari, malah hanya dikerjakan kurang dari<br \/>\nsemalam, padahal Habib Husein dijumpai dalam keadaan tidur pulas disudut<br \/>\ngudang.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Kejadian<br \/>\nini oleh ibunya diceritakan kepada guru thariqah yang membimbing Habib Husein.<br \/>\nMendengar cerita itu maka ia bertakbir sambil berucap : \u201c sungguh Allah berkehendak<br \/>\npada anakmu, untuk di perolehnya derajat yang besar disisi-Nya, hendaklah ibu<br \/>\nberbesar hati dan jangan bertindak keras kepadanya, rahasiakanlah segala<br \/>\nsesuatu yang terjadi pada anakmu.\u201d<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">2.<br \/>\nMenyuburkan Kota Gujarat.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Hijrah<br \/>\npertama yang di singgahi oleh Habib Husein adalah di daratan India, tepatnya di<br \/>\nkota Surati atau lebih dikenal Gujarat. Kehidupan kota tersebut bagaikan kota<br \/>\nmati karena dilanda kekeringan dan wabah kolera.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Kedatangan<br \/>\nHabib Husein di kota tersebut di sambut oleh ketua adat setempat, kemudian ia<br \/>\ndibawa kepada kepala wilayah serta beberapa penasehat para normal, dan Habib<br \/>\nHusein di perkenalkan sebagai titisan Dewa yang dapat menyelamatkan negeri itu<br \/>\ndari bencana.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Habib<br \/>\nHusein menyangupi bahwa dengan pertolongan Allah, ia akan merubah negeri ini<br \/>\nmenjadi sebuah negeri yang subur, asal dengan syarat mereka mengucapkan dua<br \/>\nkalimat syahadat dan menerima Islam sebagai agamanya. Syarat tersebut juga<br \/>\nmereka sanggupi dan berbondong-bondong warga di kota itu belajar agama Islam.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Akhirnya<br \/>\nmereka di perintahkan untuk membangun sumur dan sebuah kolam. Setelah<br \/>\npembangunan keduanya di selesaikan, maka dengan kekuasaan Allah turun hujan<br \/>\nyang sangat lebat, membasahi seluruh daratan yang tandus. Sejak itu pula tanah<br \/>\nyang kering berubah menjadi subur. Sedangkan warga yang terserang wabah<br \/>\npenyakit dapat sembuh, dengan cara mandi di kolam buatan tersebut. Dengan<br \/>\ndemikian kota yang dahulunya mati, kini secara berangsur-angsur kehidupan<br \/>\nmasyarakatnya menjadi sejahtera.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">3.<br \/>\nMengislamkan tawanan.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Setelah<br \/>\ntatanan kehidupan masyarakat Gujarat berubah dari kehidupan yang kekeringan dan<br \/>\nhidup miskin menjadi subur serta masyarakatnya hidup sejahtera, maka Habib<br \/>\nHusein melanjutkan hijrahnya ke daratan Asia Tenggara untuk tetap mensiarkan<br \/>\nIslam. Beliau menuju pulau Jawa, dan akhirnya menetap di Batavia. Pada masa itu<br \/>\nhidup dalam jajahan pemerintahan VOC Belanda.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Pada<br \/>\nsuatu malam Habib Husein dikejutkan oleh kedatangan seorang yang berlari<br \/>\npadanya karena di kejar oleh tentara VOC. Dengan pakaian basah kuyub ia meminta<br \/>\nperlindungan karena akan dikenakan hukuman mati. Ia adalah tawanan dari sebuah<br \/>\nkapal dagang Tionghoa.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Keesokan<br \/>\nharinya datanglah pasukan tentara berkuda VOC ke rumah Habib Husein untuk<br \/>\nmenangkap tawanan yang dikejarnya. Beliau tetap melindungi tawanan tersebut,<br \/>\nsambil berkata : \u201cAku akan melindungi tawanan ini dan aku adalah jaminannya.\u201d<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Rupanya<br \/>\nucapan tersebut sangat di dengar oleh pasukan VOC. Semua menundukkan kepala dan<br \/>\nakhirnya pergi, sedangkan tawanan Tionghoa itu sangat berterima kasih, sehingga<br \/>\nakhirnya ia memeluk Islam.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">4.<br \/>\nMenjadi Imam di Penjara.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Dalam<br \/>\nmasa sekejab telah banyak orang yang datang untuk belajar agama Islam. Rumah<br \/>\nHabib Husein banyak dikunjungi para muridnya dan masyarakat luas. Hilir<br \/>\nmudiknya umat yang datang membuat penguasa VOC menjadi khawatir akan menggangu<br \/>\nkeamanan. Akhirnya Habib Husein beserta beberapa pengikut utamanya ditangkap<br \/>\ndan di masukan ke penjara Glodok. Bangunan penjara itu juga dikenal dengan<br \/>\nsebutan \u201cSeksi Dua.\u201d<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Rupanya<br \/>\ndalam tahanan Habib Husein ditempatkan dalam kamar terpisah dan ruangan yang<br \/>\nsempit, sedangkan pengikutnya ditempatkan di ruangan yang besar bersama tahanan<br \/>\nyang lain.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Polisi<br \/>\npenjara dibuat terheran-heran karena ditengah malam melihat Habib Husein<br \/>\nmenjadi imam di ruangan yang besar, memimpin shalat bersama-sama para<br \/>\npengikutnya. Hingga menjelang subuh masyarakat di luar pun ikut bermakmum. Akan<br \/>\ntetapi anehnya dalam waktu yang bersamaan pula polisi penjara tersebut melihat<br \/>\nHabib Husein tidur nyenyak di kamar ruangan yang sempit itu, dalam keadaan<br \/>\ntetap terkunci.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Kejadian<br \/>\ntersebut berkembang menjadi buah bibir dikalangan pemerintahan VOC. Dengan<br \/>\nsegala pertimbangan akhirnya pemerintah Belanda meminta maaf atas penahanan<br \/>\ntersebut, Habib Husein beserta semua pengikutnya dibebaskan dari tahanan.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">5.<br \/>\nSi Sinyo menjadi Gubernur.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Pada<br \/>\nsuatu hari Habib Husein dengan ditemani oleh seorang mualaf Tionghoa yang telah<br \/>\nberubah nama Abdul Kadir duduk berteduh di daerah Gambir. Disaat mereka<br \/>\nberistirahat lewatlah seorang Sinyo (anak Belanda) dan mendekat ke Habib<br \/>\nHusein. Dengan seketika Habib Husein menghentakan tangannya ke dada anak<br \/>\nBelanda tersebut. Si Sinyo kaget dan berlari ke arah pembantunya.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Dengan<br \/>\ncepat Habib Husein meminta temannya untuk menghampiri pembantu anak Belanda<br \/>\ntersebut, untuk menyampaikan pesan agar disampaikan kepada majikannya, bahwa<br \/>\nkelak anak ini akan menjadi seorang pembesar di negeri ini.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Seiring<br \/>\nberjalannya waktu, anak Belanda itu melanjutkan sekolah tinggi di negeri<br \/>\nBelanda. Kemudian setelah lulus ia di percaya di angkat menjadi Gubernur<br \/>\nBatavia.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">6.<br \/>\nCara Berkirim Uang.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Gubernur<br \/>\nBatavia yang pada masa kecilnya telah diramal oleh Habib Husein bahwa kelak<br \/>\nakan menjadi orang besar di negeri ini, ternyata memang benar adanya. Rupanya<br \/>\nGubernur muda itu menerima wasiat dari ayahnya yang baru saja meninggal dunia.<br \/>\nDi wasiatkan kalau memang apa yang dikatakan Habib Husein menjadi kenyataan<br \/>\ndiminta agar ia membalas budi dan jangan melupakan jasa Habib Husein.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Akhirnya<br \/>\nGubernur Batavia menghadiahkan beberapa karung uang kepada Habib Husein. Uang<br \/>\nitu diterimanya, tetapi dibuangnya ke laut. Demikian pula setiap pemberian uang<br \/>\nberikutnya, Habib Husein selalu menerimanya, tetapi juga dibuangnya ke laut.<br \/>\nGubernur yang memberi uang menjadi penasaran dan akhirnya bertanya mengapa uang<br \/>\npemberiannya selalu di buang ke laut. Dijawabnya oleh Habib Husein bahwa uang<br \/>\ntersebut dikirimkan untuk ibunya ke Yaman.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Gubernur<br \/>\nitu dibuatnya penasaran, akhirnya diperintahkan penyelam untuk mencari karung<br \/>\nuang yang di buang ke laut, walhasil tak satu keeping uang pun diketemukan.<br \/>\nSelanjutnya Gubernur Batavia tetap berupaya untuk membuktikan kebenaran<br \/>\nkejadian ganjil tersebut, maka ia mengutus seorang ajudan ke negeri Yaman untuk<br \/>\nbertemu dan menanyakan kepada ibu Habib Husein.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Sekembalinya<br \/>\ndari Yaman, ajudan Gubernur tersebut melaporkan bahwa benar adanya. Ibu Habib<br \/>\nHusein telah menerima sejumlah uang yang di buang ke laut tersebut pada hari<br \/>\ndan tanggal yang sama.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">7.<br \/>\nKampung Luar Batang.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Makam<br \/>\nLuar Batang Gubernur Batavia sangat penuh perhatian kepada Habib Husein. Ia<br \/>\nmenanyakan apa keinginan Habib Husein. Jawabnya : \u201cSaya tidak mengharapkan<br \/>\napapun dari tuan.\u201d Akan tetapi Gubernur itu sangat bijak, dihadiahkanlah<br \/>\nsebidang tanah di kampung baru, sebagai tempat tinggal dan peristirahatan yang<br \/>\nterakhir.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Habib<br \/>\nHusein meninggal pada hari kamis tanggal 17 Ramadhan 1169 atau bertepatan<br \/>\ntanggal 27 Juni 1756 M. sesuai dengan peraturan pada masa itu bahwa setiap<br \/>\norang asing harus di kuburkan di pemakaman khusus yang terletak di Tanah Abang.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Sebagai<br \/>\nmana layaknya, jenasah Habib Husein di usung dengan kurung batang (keranda).<br \/>\nTernyata sesampainya di pekuburan jenasah Habib Husein tidak ada dalam kurung<br \/>\nbatang. Anehnya jenasah Habib Husein kembali berada di tempat tinggal semula.<br \/>\nDalam bahasa lain jenasah Habib Husein keluar dari kurung batang, pengantar<br \/>\njenasah mencoba kembali mengusung jenasah Habib Husein ke pekuburan yang<br \/>\ndimaksud, namun demikian jenasah Habib Husein tetap saja keluar dan kembali ke<br \/>\ntempat tinggal semula.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Akhirnya<br \/>\npara pengantar jenasah memahami dan bersepakat untuk memakamkan jenasa Habib<br \/>\nHusein di tempat yang merupakan tempat rumah tinggalnya sendiri. Kemudian orang<br \/>\nmenyebutnya \u201cKampung Baru Luar Batang\u201d dan kini dikenal sebagai \u201cKampung Luar<br \/>\nBatang.\u201d<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Selama<br \/>\nbeberapa waktu beliau berada di Banten dan seperti kebiasaan beliau di mana pun<br \/>\nberada selalu yang utama adalah berdakwah, demikian juga pada saat di Banten<br \/>\nbeliau melakukan dakwah tidak kenal waktu siang dan malam. Setelah berdakwah di<br \/>\nBanten beliau melanjutkan perjalanan dakwahnya ke Cirebon, dalam perjalanan<br \/>\ndakwahnya di Cirebon ini beliau Al Imam Habib Husein Abubakar Alaydrus menikah<br \/>\ndengan seorang Syarifah dari al bin Yahya yang bernama Aminah kemudian<br \/>\nmelahirkan seorang putri yang diberi nama Fatimah.&nbsp;<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<i><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Syarifah<br \/>\nFatimah binti al Imam Habib Husein Abubakar al Aydrus<\/span><\/i><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">&nbsp;terus kemudian<br \/>\ndinikahkan dengan Sayyid Thoha bin Yahya yang bergelar As Sayyid Tofur juga<br \/>\nSayyid Nakur seorang Guru Besar yang di akui ilmuwan dan keshalihannya yang<br \/>\nmenjadi guru juga panutan sultan, para Adipati dan Senopati di wilayah Jawa dan<br \/>\nkarena itu beliau diberi gelar oleh keraton dengan nama Kanjeng Raden<br \/>\nTumenggung Ronggo Prawiro Kusumo sekaligus the Riau dikenal sebagai bapak umat<br \/>\ndi wilayah Asia Afrika karena sebelum menetap di Mataram beliau pernah tinggal<br \/>\ndi Pakistan, India dan Malaysia Penang.&nbsp;<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Dari<br \/>\npernikahan Sayyid Thoha bin Yahya dengan Sarifah Fatimah binti al Imam Habib<br \/>\nHusein Abubakar Al Aydrus melahirkan empat Putra yaitu: &nbsp;&nbsp;<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">1.<br \/>\nAs Sayyid Al Syarif Hasan bin Toha bin Yahya dengan gelar Kanjeng Raden Tumenggung<br \/>\nSoemodiningrat seorang Senopati Mataram. yang di makamkan di Semarang, terkenal<br \/>\njuga dengan Kramat Jati. &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;<i><o:p><\/o:p><\/i><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">2.<br \/>\nAs Sayyid Al Syarif Husein dengan gelar Sayid Kramat Gunung Tugel beliau<br \/>\nseseorang yang menjadi panutan dan guru beberapa ulama besar pada saat<br \/>\nitu.&nbsp;<i><o:p><\/o:p><\/i><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">3.<br \/>\nAs Sayyid Al Syarif Alwi yang berdomisili di Majalengka dan mempunyai pondok<br \/>\npesantren serta ribuan Santri.<i><o:p><\/o:p><\/i><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">4.<br \/>\nSyarifah Alawiyah\/Aliyah yang bergelar Raden Ayu Dewi Notokusumo (nantinya<br \/>\nmenjadi istri Sri sultan Hamengkubuwono II).&nbsp;<i>&nbsp; &nbsp; &nbsp;<br \/>\n&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;<o:p><\/o:p><\/i><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Sekembalinya<br \/>\nAl Imam Habib Husein Abubakar Alaydrus ke daerah Sunda Kelapa yang dikenal<br \/>\ndengan Luar Batang akhirnya beliau berdomisili di tanah yang diberikan oleh<br \/>\nGubernur Batavia saat itu dan meneruskan dakwah di sana sampai wafat beliau Al<br \/>\nImam Habib Husein Abubakar Alaydrus. Dan pada saat itu Sayid Thoha dan keluarga<br \/>\nkemudian berdomisili di daerah Depok Semarang dan bersama Adipati Semarang<br \/>\nwaktu itu yaitu Raden Kertoboso atau Sayid Abdullah membantu perjuangan<br \/>\nPangeran Mangkubumi untuk mendirikan Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat yang<br \/>\nakhirnya dengan bantuan banyak pihak dan terutama dukungan Sayid Thoha dan<br \/>\nbeberapa Adipati berdirilah Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Pangeran<br \/>\nMangkubumi naik tahta dengan gelar Sri Sultan Hamengkubuwono I.&nbsp;<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Setelah<br \/>\nbeberapa lama tinggal di Semarang Sayid Thoha kemudian tinggal lagi di Penang<br \/>\ndan beberapa waktu kemudian Sayid Thoha mendengar bahwa Sri Sultan Hamengku<br \/>\nBuwono I dibuang ke Penang oleh Belanda, mendengar hal tersebut membuat Sayid Thoha<br \/>\nsangat prihatin dan marah. Kemudian Sayid Thoha membuat surat yang ditujukan<br \/>\nkepada Thomas Stanford Raffles yang isinya agar segera mengembalikan Sri Sultan<br \/>\nHamengkubuwono I ke Mataram dan apabila Sir Thomas Stamford Raffles tidak mau<br \/>\nmaka Sayid Thoha bersama pasukannya akan mengobarkan peperangan di Asia<br \/>\nAfrika.&nbsp;<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Sir<br \/>\nThomas Standford Raffles mendengar permintaan dari Sayid Thoha tidak punya<br \/>\npilihan lain yaitu mengembalikan beliau Sri Sultan Hamengkubuwono I ke Tanah<br \/>\nMataram. Dan Sri Sultan Hamengkubuwono I sendiri meminta kepada Sayid Thoha<br \/>\nagar diantar oleh beliau ke Tanah Mataram.&nbsp;<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Dan<br \/>\nbegitu sampai di Mataram Sayid Thoha dinikahkan dengan salah seorang putri dari<br \/>\nSri Sultan Hamengkubuwono I karena memang dari sisi usia Sayid Thoha jauh lebih<br \/>\nmuda dari Sri Sultan Hamengkubuwono I, dan akhirnya Sayid Thoha kembali<br \/>\nmendiami Depok Semarang kemudian beliau meneruskan pondok pesantren ayahanda<br \/>\nbeliau, yaitu Sayid Muhammad bin Qodhi bin Yahya yang hingga akhirnya hayatnya<br \/>\ndimakamkan di Terboyo Semarang yang terkenal dengan Kanjeng Kyai Ageng Terboyo<br \/>\nsedangkan teman perjuangan beliau yaitu Kanjeng Adipati Semarang Kanjeng<br \/>\nAdipati Terboso atau Sayid Abdulloh atau lebih dikenal dengan Kyai Bustaman<br \/>\ndimakamkan di Breroto Semarang.&nbsp;<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Putra<br \/>\nputri beliau as-Sayyid Thoha bin Muhammad al-Qadhi bin Yahya antara lain :<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Dengan<br \/>\nistri&nbsp;<i>Syarifah Aisyah binti Al Imam Hasan bin Imam Abdulloh bin Hasan<br \/>\nAl Idrus Mau ladoh<\/i>&nbsp;melahirkan :<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-list: l2 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;\">\n<!--[if !supportLists]--><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: Arial; mso-themecolor: text1;\"><span style=\"mso-list: Ignore;\">1.<span style=\"font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><!--[endif]--><span dir=\"LTR\"><\/span><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">As<br \/>\nSayid Al Syarif Abdulloh&nbsp;<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-list: l2 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;\">\n<!--[if !supportLists]--><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: Arial; mso-themecolor: text1;\"><span style=\"mso-list: Ignore;\">2.<span style=\"font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><!--[endif]--><span dir=\"LTR\"><\/span><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">As<br \/>\nSayid Al Syarif Abdurrahman&nbsp;<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-list: l2 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;\">\n<!--[if !supportLists]--><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: Arial; mso-themecolor: text1;\"><span style=\"mso-list: Ignore;\">3.<span style=\"font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><!--[endif]--><span dir=\"LTR\"><\/span><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">As<br \/>\nSayid Al Syarif Muhammad&nbsp;<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-list: l2 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;\">\n<!--[if !supportLists]--><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: Arial; mso-themecolor: text1;\"><span style=\"mso-list: Ignore;\">4.<span style=\"font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><!--[endif]--><span dir=\"LTR\"><\/span><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">As Sayid<br \/>\nAl Syarif Ahmad al Akbar&nbsp;<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-list: l2 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;\">\n<!--[if !supportLists]--><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: Arial; mso-themecolor: text1;\"><span style=\"mso-list: Ignore;\">5.<span style=\"font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><!--[endif]--><span dir=\"LTR\"><\/span><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">As<br \/>\nSayid Al Syarif Yasin&nbsp;<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-list: l2 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;\">\n<!--[if !supportLists]--><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: Arial; mso-themecolor: text1;\"><span style=\"mso-list: Ignore;\">6.<span style=\"font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><!--[endif]--><span dir=\"LTR\"><\/span><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">As<br \/>\nSayid Al Syarif Sholeh Kramat Sedo Laut<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-list: l2 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;\">\n<!--[if !supportLists]--><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: Arial; mso-themecolor: text1;\"><span style=\"mso-list: Ignore;\">7.<span style=\"font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><!--[endif]--><span dir=\"LTR\"><\/span><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">As<br \/>\nSayid Al Syarif Abubakar&nbsp;<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-list: l2 level1 lfo1; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;\">\n<!--[if !supportLists]--><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: Arial; mso-themecolor: text1;\"><span style=\"mso-list: Ignore;\">8.<span style=\"font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><!--[endif]--><span dir=\"LTR\"><\/span><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Syarifah<br \/>\nAlwiyah<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Dengan&nbsp;<i>Istri<br \/>\nSyarifah Fatimah Binti Abubakar Alaydrus<\/i>&nbsp;melahirkan :<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;\">\n<!--[if !supportLists]--><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: Arial; mso-themecolor: text1;\"><span style=\"mso-list: Ignore;\">1.<span style=\"font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><!--[endif]--><span dir=\"LTR\"><\/span><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">As<br \/>\nSayid Al Syarif Ali meninggal di Banten dan dimakamkan di daerah Tanara<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;\">\n<!--[if !supportLists]--><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: Arial; mso-themecolor: text1;\"><span style=\"mso-list: Ignore;\">2.<span style=\"font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><!--[endif]--><span dir=\"LTR\"><\/span><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">As<br \/>\nSayid Al Syarif yang bergelar Kanjeng Raden Tumenggung Senopati Agung Wedono<br \/>\nLebet Soemodiningrat<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;\">\n<!--[if !supportLists]--><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: Arial; mso-themecolor: text1;\"><span style=\"mso-list: Ignore;\">3.<span style=\"font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><!--[endif]--><span dir=\"LTR\"><\/span><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">As<br \/>\nSayid Al Syarif Husein<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;\">\n<!--[if !supportLists]--><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: Arial; mso-themecolor: text1;\"><span style=\"mso-list: Ignore;\">4.<span style=\"font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><!--[endif]--><span dir=\"LTR\"><\/span><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">As<br \/>\nSayid Al Syarif Alwi meninggal di Majalengka&nbsp;<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Dengan&nbsp;<i>Istri<br \/>\nRaden Ayu Dewi Notokusumo binti Sri Sultan Hamengkubuwono I<\/i>&nbsp;melahirkan<br \/>\n:&nbsp;<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-list: l0 level1 lfo3; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;\">\n<!--[if !supportLists]--><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: Arial; mso-themecolor: text1;\"><span style=\"mso-list: Ignore;\">1.<span style=\"font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><!--[endif]--><span dir=\"LTR\"><\/span><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">As<br \/>\nSayid Al Syarif Hamid \/ Abdul Hamid<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-list: l0 level1 lfo3; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;\">\n<!--[if !supportLists]--><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: Arial; mso-themecolor: text1;\"><span style=\"mso-list: Ignore;\">2.<span style=\"font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><!--[endif]--><span dir=\"LTR\"><\/span><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">As<br \/>\nSayid Al Syarif Ahmad Assegror bergelar Raden Soemonegoro \/ Raden Soemodirjo<br \/>\nmeninggal di Jepara<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-list: l0 level1 lfo3; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;\">\n<!--[if !supportLists]--><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: Arial; mso-themecolor: text1;\"><span style=\"mso-list: Ignore;\">3.<span style=\"font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><!--[endif]--><span dir=\"LTR\"><\/span><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Syarifah<br \/>\nFatimah<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-list: l0 level1 lfo3; tab-stops: list .5in; text-indent: -0.25in;\">\n<!--[if !supportLists]--><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: Arial; mso-themecolor: text1;\"><span style=\"mso-list: Ignore;\">4.<span style=\"font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><\/span><\/span><!--[endif]--><span dir=\"LTR\"><\/span><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Syarifah<br \/>\nAliyah bergelar Raden Ayu Panji<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Putra-putra<br \/>\ndari Sayid Thoha selain dibina langsung oleh ayahandanya juga kemudian<br \/>\ndiberangkatkan ke sumber-sumber ilmu ke wilayah Asia Afrika khususnya Haromai,<br \/>\nHadramaut, Mesir dan India. Dan tidak satupun dari putra putri beliau yang<br \/>\ntidak menjadi alim dan semua menjadi wali quthub.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Al<br \/>\nImam Habib Husein Abu Bakar Alaydrus mempunyai istri seorang Syarifah bernama<br \/>\nAminah keturunan bin Yahya kemudian menurunkan satu putri bernama Fatimah yang<br \/>\ndipersunting kerabat Prawiro Kusumo yang saat itu sedang mendapat tugas khusus<br \/>\ndari Kerajaan Mataram untuk melihat kondisi prajurit Kerajaan Mataram yang<br \/>\ndikirim ke Teluk Jakarta setelah melakukan pengepungan di Batavia. Setelah<br \/>\nmereka menikah mereka kemudian menurunkan seorang putri yang menjadi salah satu<br \/>\nistri selir dalem Sri Sultan Hamengkubuwono II yang dan Raden Ayu Dewi<br \/>\nNotokusumo. Dan setelah menjadi istri Sri Sultan Hamengkubuwono II kemudian<br \/>\nmelahirkan beberapa putri dan salah seorang putri beliau yang bernama Bendoro<br \/>\nRaden Ayu Nitinegoro dan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono II dinikahkan dengan<br \/>\nHabib Hasan bin Thoha bin Muhammad bin Toha bin Yahya, karena pada waktu itu<br \/>\nHabib Hasan bin Toha bin Yahya atau yang lebih dikenal dengan Syekh Kramat Jati<br \/>\nmerupakan Panglima Perang Mataram yang tiada duanya dan tanpa tanding juga sangat<br \/>\nsetia kepada Sri Sultan Hamengkubuwono II sehingga beliau diberi gelar Raden<br \/>\nTumenggung Senopati Agung Wedono Lebet Ngayogyakarta Soemodiningrat, dan dari<br \/>\nketurunan Habib Hasan bin Muhammad bin Toha bin Yahya ini Syiar Islam<br \/>\nberkembang di wilayah Kerajaan Mataram, khususnya perkembangan thariqot di<br \/>\nlingkungan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan beberapa kerajaan di Tanah<br \/>\nJawa.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Al-Imam<br \/>\nHusein Bin Abu Bakar Alaydrus Wafat pada Malam 17 Ramadhan, akan tetapi mengapa<br \/>\nacara haul dari beliau diperingati setiap hari Ahad di akhir bulan Syawwal?<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Karena<br \/>\nini merupakan ijtima\u2019 dari para ulama dan habaib yang saat itu berada di bawah<br \/>\npimpinan Mufti Betawi yaitu Alhabib Utsman Bin Abdullah Bin Yahya. Di mana para<br \/>\npenjajah saat itu masih menguasai dan transportasi yang sangat sulit sekali<br \/>\nserta bertepatan dengan keadaan orang-orang yang sedang berpuasa, sehingga<br \/>\ndiputuskanlah oleh para ulama dan habaib agar pelaksanaan Haul Al-imam Husein<br \/>\nBin Abu Bakar Alaydrus diadakan pada akhir Ahad bulan Syawwal, di mana setelah<br \/>\norang-orang melaksanakan silaturrahim lebaranan barulah kembali berkumpul dan<br \/>\nbersilaturrahim di pusara beliau untuk memperingati Haulnya Al-imam Husein Bin<br \/>\nAbu Bakar Alaydrus.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Inilah<br \/>\nsekelumit tentang perjalanan dan perjuangan dari Al-imam Husein Bin Abu Bakar<br \/>\nAlaydrus. Semoga Allah semakin mengangkat derajat beliau dan semoga kita semua<br \/>\nmendapatkan curahan keberkahan, rahasia-rahasia dan ilmu serta karomah dari<br \/>\nAl-imam Husein Bin Abu Bakar Alaydrus.. Amin Ya Robbal Alamin.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Catatan<br \/>\n:<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Pengalaman<br \/>\nmasa lampau, tersiar khabar bahwa Al-Habib Husein membuang sejumlah uang ke<br \/>\nlaut di daerah \u201cPasar Ikan\u201d. Tidak henti-hentinya para pengunjung menyelami<br \/>\ntempat itu. Dengan bukti nyata, mereka mendapatkannya, sedangkan pada waktu<br \/>\nitu, untuk dapat bekerja masih sukar di peroleh. Satu-satunya mata pencaharian<br \/>\nyang mudah dikerjakan ialah, menyelam di laut. Dengan demikian, bangkitlah<br \/>\nkeramaian dikawasan kota tersebut, sehingga timbullah istilah \u201cMencari Duit ke<br \/>\nKota\u201d<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">Penutup.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">1.<br \/>\nPerayaan-perayaan tahunan di Makam Keramat Luar Batang.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<i><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">a.<br \/>\nPerayaan\/peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, pada minggu terakhir di<br \/>\nbulan Rabi\u2019ul Awwal.<o:p><\/o:p><\/span><\/i><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<i><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">b.<br \/>\nPerayaan\/peringatan haulnya Al-Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus Keramat Luar<br \/>\nBatang pada minggu terakhir di bulan Syawal.<o:p><\/o:p><\/span><\/i><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<i><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">c.<br \/>\nPerayaan \u201cakhir ziarah\u201d pada bulan Sya\u2019ban, yaitu pada 3 (tiga) hari atau 7<br \/>\n(tujuh) hari menjelang bulan suci Ramadhan.<o:p><\/o:p><\/span><\/i><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">2.<br \/>\nSumber Riwayat ini di peroleh dari :<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<i><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">a.<br \/>\nNara Sumber, sesepuh keluarga Al-Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus ialah<br \/>\nAlmarhumah Syarifah Muznah binti Husein Alaydus, kakak kandung Al-Habib Abu<br \/>\nBakar bin Husein Alaydrus, diceritakan kembali oleh penulis, semoga Allah SWT<br \/>\nmemberikan rahmat dan Maghfirah-Nya\u2026.Amiin.<o:p><\/o:p><\/span><\/i><\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"background: white; line-height: normal; margin-bottom: 0in;\">\n<i><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; mso-fareast-font-family: &quot;Times New Roman&quot;; mso-themecolor: text1;\">b.<br \/>\nDiktat sejarah Kampung Luar Batang, oleh Pemerintah Daerah Khusus Ibukota<br \/>\nJakarta\/Dinas Museum dan Sejarah, 1982\/1983<o:p><\/o:p><\/span><\/i><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-themecolor: text1;\">Website :<br \/>\nhttp:\/\/shulfialaydrus.blogspot.co.id\/ atau<br \/>\nhttps:\/\/shulfialaydrus.wordpress.com\/<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-themecolor: text1;\">Instagram : @shulfialaydrus <o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-themecolor: text1;\">Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-themecolor: text1;\">Telegram : @shulfialaydrus<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-themecolor: text1;\">Telegram Majelis Nuurus Sa&#8217;aadah :<br \/>\nhttps:\/\/telegram.me\/habibshulfialaydrus<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-themecolor: text1;\">LINE : shulfialaydrus<span style=\"mso-tab-count: 1;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-themecolor: text1;\">Facebook : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar<br \/>\nAl \u2018Aydrus<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-themecolor: text1;\">Group Facebook : Majelis Nuurus Sa\u2019aadah atau<br \/>\nhttps:\/\/www.facebook.com\/groups\/160814570679672\/<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-themecolor: text1;\">Donasi atau infak atau sedekah. <o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-themecolor: text1;\">Bank BRI Cab. JKT Joglo. <o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-themecolor: text1;\">Atas Nama : Muhamad Shulfi.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-themecolor: text1;\">No.Rek : 0396-01-011361-50-5. <o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-themecolor: text1;\"><span style=\"mso-tab-count: 1;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 0in;\">\n<span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-themecolor: text1;\">Penulis ulang : Muhammad Shulfi bin Abunawar<br \/>\nAl \u2018Aydrus, S.Kom. <o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 0in;\">\n<span dir=\"RTL\" face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" lang=\"AR-SA\" style=\"color: black; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-themecolor: text1;\">\u0645\u062d\u0645\u062f \u0633\u0644\u0641\u0649 \u0628\u0646 \u0623\u0628\u0648 \u0646\u0648\u0627\u0631 \u0627\u0644\u0639\u064a\u062f\u0631\u0648\u0633<\/span><span face=\"&quot;Arial&quot;,sans-serif\" style=\"color: black; font-size: 12pt; line-height: 107%; mso-themecolor: text1;\"><o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manaqib Al Qutb Al Habib Husien bin Abubakar Al \u2018Aydrsur (HABIB KERAMAT LUAR BATANG). Al&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-170","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-amalan-dan-ilmu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/170","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=170"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/170\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=170"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=170"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=170"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}