{"id":1793,"date":"2020-08-10T23:14:00","date_gmt":"2020-08-10T23:14:00","guid":{"rendered":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/2020\/08\/10\/makna-di-balik-ucapan-kembali-ke-rahmatullah-dan-semoga-meninggalnya-husnul-khatimah\/"},"modified":"2020-08-10T23:14:00","modified_gmt":"2020-08-10T23:14:00","slug":"makna-di-balik-ucapan-kembali-ke-rahmatullah-dan-semoga-meninggalnya-husnul-khatimah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/2020\/08\/10\/makna-di-balik-ucapan-kembali-ke-rahmatullah-dan-semoga-meninggalnya-husnul-khatimah\/","title":{"rendered":"Makna di Balik Ucapan &#8220;Kembali ke Rahmatullah&#8221; dan &#8220;Semoga Meninggalnya Husnul Khatimah&#8221;."},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\">Makna<br \/>\ndi Balik Ucapan &#8220;Kembali ke Rahmatullah&#8221; dan &#8220;Semoga<br \/>\nMeninggalnya Husnul Khatimah&#8221;.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\">Kematian<br \/>\nadalah sebuah kata yang sudah akrab di telinga. Kita sangat sering mendengar<br \/>\nkata ini terlepas dari apakah kita suka mendengarnya atau tidak. Bagi sebagian<br \/>\natau mungkin banyak dari kita, kata ini sedikit manakutkan. Walaupun kejadian<br \/>\nkematian adalah sebuah keniscayaan, tetapi tetaplah sebagian kita merasa bahwa<br \/>\nsebaiknya kata ini tidak perlulah didiskusikan. Jika kita merupakan bagian dari<br \/>\norang orang ini, maka mungkin perlu dipertanyakan tingkat kecerdasan kita.<br \/>\nMengapa, karena definisi cerdas dari Nabi Muhammad SAW adalah mereka yang mau<br \/>\nmengingat, membicarakan (mendiskusikan) tentang kematian dan kemudian<br \/>\nmempersiapkan diri menghadapinya.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\">Terkadang,<br \/>\nkabar kematian yang kita dengar dari seseorang adalah:<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\">\u201cTelah<br \/>\nkembali ke Rahmatullah, bapak\/ibu\/sdr\/sdri kita pada hari A karena sakit,<br \/>\nmisalnya\u201d<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\">Apa<br \/>\nyang salah dengan kalimat ini?<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\">Jika kita<br \/>\nmemperhatikan makna dari kata-kata ini, maka kembali ke Rahmatullah berarti<br \/>\nkembali ke Rahmatnya Allah. Apa makna ucapan ini? Ketika kita mengucapkan<br \/>\nkembali ke Rahmatullah bagi seseorang yang telah meninggal, maka itu berarti<br \/>\nkita telah yakin bahwa orang itu akan masuk surga.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\">Mengapa<br \/>\ndemikian? karena ukuran masuk tidaknya seseorang ke surganya Allah adalah<br \/>\nRahmat Allah, sesuai dengan sabda nabi Muhammad SAW:<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\">\u201cTidak<br \/>\nada amalan seorangpun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan<br \/>\nmenyelamatkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari<br \/>\nAllah\u201d (HR. Muslim no. 2817)<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\">Jadi<br \/>\nketika kita mengucapkan kembali ke Rahmatullah, maka saya khawatir, kita sudah<br \/>\nbersikap kurang sopan kepada Allah.. karena kita sudah mendahului ketetapan<br \/>\nAllah. Tidak ada seorang pun dari kita yang bisa haqqul yaqin apakah kita akan<br \/>\nmasuk surganya Allah atau nerakaNya kecuali nabi dan beberapa sahabatnya yang<br \/>\nsudah dijamin oleh Allah untuk masuk surga. Selebihnya wallahu a\u2019lam.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\">Jadi<br \/>\npada saat mengabarkan kematian seseorang, ada baiknya kita tidak mengucapkan<br \/>\nkata kata itu tetapi cukup (misalnya) dengan kata kata: \u201ctelah meninggal dunia<br \/>\nsi A pada hari A karena sakit (misalnya).<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\">Jikapun<br \/>\nkita tetap ingin mengucapkan kata kata itu, maka tambahkanlah sesudah kabar kematian<br \/>\nitu dengan kata semoga: \u201cSemoga dia kembali ke Rahmatullah\u201d. Artinya disini<br \/>\nkita berharap semoga dia yang meninggal itu mendapatkan Rahmat Allah.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\">Nah<br \/>\nsekarang, ketika mendengar kabar kematian seperti di atas, maka umumnya kita<br \/>\nakan berucap \u201cInnalillahi wa inna ilaihi rojiun\u201d (sesungguhnya kami milik Allah<br \/>\ndan kepadaNya lah kami kembali \/ QS. 2:156) kemudian biasa ditambahkan \u201csemoga<br \/>\n(meninggalnya) Husnul khotimah\u201d dan seterusnya.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\">Sekali<br \/>\nlagi kata \u201csemoga (meninggalnya) Husnul Khatimah\u201d ini agak kurang tepat.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\">Jika<br \/>\ntujuan kita mengucapkan kata-kata itu adalah untuk menghibur kepada keluarga<br \/>\nyang ditinggalkan, maka tidak ada yang salah dengan kata-kata itu karena<br \/>\nkata-kata itu merupakan ucapan pengharapan (hiburan) kepada keluarga yang<br \/>\nditinggalkan agar dia yang meninggal itu pada akhir hidupnya Husnul Khatimah.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\">Apakah<br \/>\nucapan pengharapan itu ada manfaatnya untuk orang yang meninggal, sayang sekali<br \/>\nTIDAK, mengapa? Karena kematian telah menemuinya. Terlepas dari apakah dia<br \/>\nmemang meninggal dengan Husnul Khatimah atau Su\u2019ul Khatimah. Jadi bagi orang<br \/>\nyang meninggal, ucapan itu sia-sia.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\">Jadi<br \/>\njika kita ingin mendoakan orang yang meninggal itu, kita bisa melakukannya<br \/>\ndengan ucapan doa bagi orang yang meninggal, misalnya:<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\">\u201cYa<br \/>\nAllah, ampuni dan rahmatilah dia. Selamatkanlah dan maafkanlah dia. Berilah<br \/>\nkehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air,<br \/>\nes, dan embun\u2026 dst. (HR. Muslim)<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\">Atau<br \/>\ndoa lainnya.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\">Ucapan<br \/>\nsemoga meninggalnya Husnul Khatimah sebaiknya hanya diucapkan bagi kita yang<br \/>\nmasih hidup bukan kepada orang yang telah meninggal. Karena dengan ucapan itu,<br \/>\nkita berharap (yang seharusnyalah diiringi dengan usaha dan doa) agar pada saat<br \/>\nkematian menemui kita, kita bisa meninggal dengan Husnul Khotimah.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\">Mungkin<br \/>\nkita bisa mengucapkan itu pada orang yang sedang sakit atau pada keluarga orang<br \/>\nyang sakit, tetapi masalahnya adalah dengan mengucapkan itu, kita akan diduga<br \/>\nkeras mendoakan orang yang sakit itu cepat mati dan ini akan cukup menyakitkan<br \/>\nbagi orang yang sakit itu atau bagi keluarganya walaupun tidak ada yang salah<br \/>\ndengan kata-kata itu.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\">Juga<br \/>\nhati-hatilah dalam berdoa atau mengucapkan kata HUSNUL, dalam kalimat HUSNUL<br \/>\nKHATIMAH (<span dir=\"RTL\" lang=\"AR-SA\">\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u062a\u0650\u0645\u064e\u0629<\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span>). Untuk diketahui<br \/>\nbahwa, HUSNUL asal katanya adalah \u201cHASAN (<span dir=\"RTL\" lang=\"AR-SA\">\u062d\u0633\u0646<\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span>)\u201d<br \/>\nyang berarti BAIK. \u201cHUSNUL\u201d berarti TERBAIK. Jadi makna dari kalimat \u201cHUSNUL<br \/>\nKHATIMAH (<span dir=\"RTL\" lang=\"AR-SA\">\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u062a\u0650\u0645\u064e\u0629<\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span>)\u201d adalah : \u201cMENINGGAL<br \/>\nDI SAAT (dalam keadaan) YANG TERBAIK\u201d.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\">Lalu<br \/>\nbagaimana jika ditulis dan dibaca dengan \u201cKHUSNUL KHATIMAH (<span dir=\"RTL\" lang=\"AR-SA\">\u062e\u064f\u0633\u0652\u0646 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u062a\u0650\u0645\u064e\u0629<\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span>)\u201d \u2013 \u201cKHUSNUL\u201d dengan menggunakan huruf Kho<br \/>\n(<span dir=\"RTL\" lang=\"AR-SA\">\u062e<\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span>), artinya TERHINA atau TERENDAH. Maka<br \/>\nmakna kalimat \u201cKHUSNUL KHATIMAH (<span dir=\"RTL\" lang=\"AR-SA\">\u062e\u064f\u0633\u0652\u0646 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u0627\u062a\u0650\u0645\u064e\u0629<\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span><span dir=\"LTR\"><\/span>)<br \/>\nadalah \u201cMENINGGAL DISAAT (dalam keadaan) DIHINAKAN atau DIRENDAHKAN. <o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\">Astaghfirullahal<br \/>\n\u2018Azhiim, jauh sekali maknanya kalau kita salah mengucapkan atau salah<br \/>\nmenulisnya. <o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-themecolor: text1;\">Website : <\/span><span><span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\"><a href=\"http:\/\/www.shulfialaydrus.com\/\">http:\/\/www.shulfialaydrus.com\/<\/a><\/span><\/span><span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-themecolor: text1;\"> atau <\/span><span><span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\"><a href=\"https:\/\/shulfialaydrus.wordpress.com\/\">https:\/\/shulfialaydrus.wordpress.com\/<\/a><\/span><\/span><span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-themecolor: text1;\"> <o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-themecolor: text1;\">Instagram : @shulfialaydrus <o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-themecolor: text1;\">Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-themecolor: text1;\">Telegram : @shulfialaydrus<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-themecolor: text1;\">Telegram Majelis Nuurus Sa&#8217;aadah : <\/span><span><span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\"><a href=\"https:\/\/telegram.me\/habibshulfialaydrus\">https:\/\/telegram.me\/habibshulfialaydrus<\/a><\/span><\/span><span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-themecolor: text1;\"> <o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-themecolor: text1;\">LINE : shulfialaydrus<span style=\"mso-tab-count: 1;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-themecolor: text1;\">Facebook : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar<br \/>\nAl \u2018Aydrus<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-themecolor: text1;\">Group Facebook : Majelis Nuurus Sa\u2019aadah atau<br \/>\n<\/span><span><span style=\"font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;\"><a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/groups\/160814570679672\/\">https:\/\/www.facebook.com\/groups\/160814570679672\/<\/a><\/span><\/span><span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-themecolor: text1;\"> <o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-themecolor: text1;\">Donasi atau infak atau sedekah. <o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-themecolor: text1;\">Bank BRI Cab. JKT Joglo. <o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-themecolor: text1;\">Atas Nama : Muhamad Shulfi.<o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-themecolor: text1;\">No.Rek : 0396-01-011361-50-5. <o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-themecolor: text1;\"><span style=\"mso-tab-count: 1;\">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <\/span><o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-themecolor: text1;\">Penulis : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al<br \/>\n\u2018Aydrus, S.Kom. <o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<span dir=\"RTL\" lang=\"AR-SA\" style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-themecolor: text1;\">\u0645\u062d\u0645\u062f \u0633\u0644\u0641\u0649 \u0628\u0646 \u0623\u0628\u0648 \u0646\u0648\u0627\u0631 \u0627\u0644\u0639\u064a\u062f\u0631\u0648\u0633<\/span><span style=\"color: black; font-family: &quot;Arial&quot;,sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-themecolor: text1;\"><o:p><\/o:p><\/span><\/div>\n<div style=\"margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;\">\n<\/div>\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Makna di Balik Ucapan &#8220;Kembali ke Rahmatullah&#8221; dan &#8220;Semoga Meninggalnya Husnul Khatimah&#8221;. Kematian adalah sebuah&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1793","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ilmu-dan-amalan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1793","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1793"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1793\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1793"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1793"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1793"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}