{"id":39,"date":"2022-06-28T06:32:00","date_gmt":"2022-06-28T06:32:00","guid":{"rendered":"https:\/\/shulfialaydrus.id\/mns\/2022\/06\/28\/hukum-bayi-tabung-atau-sewa-rahim\/"},"modified":"2022-06-28T06:32:00","modified_gmt":"2022-06-28T06:32:00","slug":"hukum-bayi-tabung-atau-sewa-rahim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/2022\/06\/28\/hukum-bayi-tabung-atau-sewa-rahim\/","title":{"rendered":"Hukum Bayi Tabung Atau Sewa Rahim."},"content":{"rendered":"<div>Hukum Bayi Tabung Atau Sewa Rahim.&nbsp;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Hukum bayi tabung dalam Islam menjadi sebuah hal yang wajib dicari tahu bagi seorang istri dan suami yang akan melaksanakan prosedurnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) kini menjadi pilihan beberapa pasangan suami istri untuk mendapatkan keturunan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Prosedur ini dilakukan dengan cara mempertemukan sel telur dan sperma di luar tubuh.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Apabila pembuahan berhasil, terbentuklah embrio yang kemudian ditransfer ke rahim ibu.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Hingga kini, program bayi tabung masih menjadi pro dan kontra di masyarakat. Beberapa ada yang menganggap bahwa bayi tabung adalah sesuatu yang haram.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Lantas, bagaimana pandangan hukum bayi tabung dalam agama Islam? Begini penjelasannya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Dalam jurnal Al Mawarid dijelaskan, apabila inseminasi buatan atau bayi tabung dilakukan saat masih berada dalam ikatan suami istri, maka metode tersebut diperbolehkan oleh kebanyakan ulama kontemporer sekarang ini.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Majelis Ulama Indonesia (MUI) sendiri sudah mengeluarkan fatwa soal Hukum Bayi Tabung.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Dalam fatwa dinyatakan jika bayi tabung berasal dari sperma dan sel telur pasangan suami istri sah menurut hukum, maka mubah atau diperbolehkan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Hal ini bisa terjadi karena masuk ke dalam ikhtiar yang didasari kaidah agama, yaitu untuk memperoleh keturunan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Adapun hukum bayi tabung dalam Islam harus memenuhi persyaratan, berupa :<\/div>\n<div><\/div>\n<div>* Dilaksanakan atas ridho suami dan istri<\/div>\n<div>* Inseminasi akan dilaksanakan saat masih berada dalam status suami istri<\/div>\n<div>* Dilaksanakan sebab keadaan yang darurat supaya bisa hamil<\/div>\n<div>* Perkiraan dari dokter yang kemungkinan besar akan memberikan hasil dengan cara memakai metode tersebut<\/div>\n<div>* Aurat perempuan hanya diperkenankan dibuka saat keadaan darurat dan tidak lebih dari keadaan darurat<\/div>\n<div>* Selain itu, hukum bayi tabung dalam Islam juga menyarankan bahwa tenaga medis yang membantu adalah dokter perempuan atau muslimah apabila memungkinkan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Namun jika tidak, maka dilakukan oleh dokter perempuan non muslim.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Cara lain adalah dilakukan oleh dokter laki-laki muslim yang sudah bisa dipercaya dan jika tidak ada pilihan lain maka dilakukan oleh dokter non muslim laki-laki.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Hukum bayi tabung dalam Islam juga menjelaskan bahwa prosedur ini bisa menjadi tindakan haram, apabila melaksanakannya tak sesuai kaidah di atas.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Selain itu, tindakan yang membuatnya menjadi prosedur yang diharamkan antara lain :&nbsp;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>1. Mengeluarkan Sperma dengan Cara Muhtaram.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Melansir Fatwa NU, mani muhtaram adalah mani yang keluar atau dikeluarkan dengan cara yang dilarang oleh syari. Alhasil, hukum bayi tabung menjadi diharamkan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Putusan forum Munas NU 1981 ini didasarkan pada hadits yang dikutip dari Tafsir Ibnu Katsir dan Kitab Hikmatut Tasyri\u2019 wa Falsafatuh.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Berikut ini adalah kutipan hadits dari Tafsir Ibnu Katsir:<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u0639\u064e\u0646\u0650 \u0627\u0628\u0652\u0646\u0650 \u0639\u064e\u0628\u0651\u064e\u0627\u0633\u064d \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0644\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0630\u064e\u0646\u0652\u0628\u064d \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u0650\u0631\u0652\u0643\u0650 \u0623\u064e\u0639\u0652\u0638\u064e\u0645\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0646\u064f\u0637\u0652\u0641\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e\u0636\u064e\u0639\u064e\u0647\u064e\u0627 \u0631\u064e\u062c\u064f\u0644\u064c \u0641\u0650\u064a\u0652 \u0631\u064e\u062d\u0650\u0645\u064d \u0644\u0627\u064e \u064a\u064e\u062d\u0650\u0644\u0651\u064f \u0644\u064e\u0647\u064f&nbsp;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Artinya:<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cDari Ibnu Abbas, ia berkata, \u201cRasulullah SAW bersabda, \u2018Tidak ada dosa yang lebih besar setelah syirik daripada mani yang ditempatkan seorang laki-laki (berzina) di dalam rahim perempuan yang tidak halal baginya,\u201d (Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur\u2019an Al-\u2018Azhim, Kairo, Darul Hadits: 2003).<\/div>\n<div><\/div>\n<div>2. Memilih Jenis Kelamin Anak Sesuai Keinginan.&nbsp;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Selanjutnya, hukum bayi tabung juga menjelaskan tentang haramnya prosedur tersebut bila orangtua melakukannya hanya untuk mendapatkan jenis kelamin keturunan sesuai dengan keinginan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Terutama jika tindakan tersebut tanpa hal yang darurat atau mendasar, hal ini juga tidak diperbolehkan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Hal ini dikarenakan untuk mempunyai anak sebetulnya masih memungkinkan namun tetap tidak boleh keluar dari cara yang sudah dibenarkan yaitu inseminasi alami.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Ditambah lagi dengan inseminasi, ada beberapa pelanggaran yang sudah dilakukan sehingga hanya boleh keluar dari inseminasi alami apabila mengalami keadaan yang darurat saja.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>3. Istri dalam Masa Iddah.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Hukum bayi tabung dalam Islam selanjutnya, diharamkan bila seorang wanita\/istri melakukan prosedur tersebut dalam masa iddah.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Ini karena sang suami yang memiliki sperma sudah wafat sehingga pernikahan pun juga sudah berakhir.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Jika masa inseminasi tetap dilakukan pada masa iddah, maka hal tersebut menjadi pelanggaran.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Melansir MUI, hal ini akan menimbulkan masalah yang pelik, baik dalam kaitannya dengan penentuan nasab maupun dalam hal kewarisan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>4. Ovum dan Sperma dari Orang Lain.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Hukum bayi tabung dalam Islam adalah haram untuk mendapatkan donor sperma atau ovum dari pasangan selain suami istri sah.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Karena itu statusnya sama dengan hubungan kelamin antar lawan jenis di luar pernikahan yang sah (zina).<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Berdasarkan kaidah Sadd az-zari\u2019ah, yaitu untuk menghindari terjadinya perbuatan zina sesungguhnya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>5. Menitipkan Rahim.&nbsp;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Bayi tabung dari pasangan suami-istri dengan titipan rahim istri yang lain.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Misalnya, dari istri kedua dititipkan pada istri pertama. Nah, ini hukumnya haram berdasarkan kaidah Sadd az-zari\u2019ah.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang rumit dalam kaitannya dengan masalah warisan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Khususnya antara anak yang dilahirkan dengan ibu yang mempunyai ovum dan ibu yang mengandung kemudian melahirkannya, dan sebaliknya.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Itu hukum bayi tabung dalam pandangan Islam.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Di Indonesia sendiri, kita harus mengikuti fatwa dari MUI dan NU sebagai lembaga keagamaan yang dinaungi negara.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Website : http:\/\/www.shulfialaydrus.com\/ atau https:\/\/shulfialaydrus.wordpress.com\/<\/div>\n<div>Instagram : http:\/\/www.instagram.com\/shulfialaydrus\/<\/div>\n<div>Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi<\/div>\n<div>Telegram : https:\/\/telegram.me\/habibshulfialaydrus\/<span style=\"white-space: pre;\">\t<\/span><\/div>\n<div>Telegram Majelis Nuurus Sa&#8217;aadah : https:\/\/telegram.me\/majlisnuurussaadah\/<\/div>\n<div>LINE : shulfialaydrus<span style=\"white-space: pre;\">\t<\/span><\/div>\n<div>Facebook : Muhammad Shulfi Al \u2018Aydrus atau&nbsp;<\/div>\n<div>http:\/\/www.facebook.com\/shulfialaydrus\/<\/div>\n<div>http:\/\/www.facebook.com\/habibshulfialaydrusofficial\/<\/div>\n<div>Facebook Fanpage : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al \u2018Aydrus atau http:\/\/www.facebook.com\/shulfialaydrusofficial\/<\/div>\n<div>Group Facebook : Majelis Nuurus Sa\u2019aadah atau https:\/\/www.facebook.com\/groups\/160814570679672\/<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Donasi atau infak atau sedekah.&nbsp;<\/div>\n<div>Bank BRI Cab. JKT Joglo.&nbsp;<\/div>\n<div>Atas Nama : Muhamad Shulfi.<\/div>\n<div>No.Rek : 0396-01-011361-50-5.&nbsp;<\/div>\n<div><span style=\"white-space: pre;\">\t<\/span><\/div>\n<div>Penulis ulang : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al \u2018Aydrus, S.Kom.&nbsp;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u0645\u062d\u0645\u062f \u0633\u0644\u0641\u0649 \u0628\u0646 \u0623\u0628\u0648 \u0646\u0648\u0627\u0631 \u0627\u0644\u0639\u064a\u062f\u0631\u0648\u0633<\/div>\n<div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hukum Bayi Tabung Atau Sewa Rahim.&nbsp; Hukum bayi tabung dalam Islam menjadi sebuah hal yang&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-39","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-amalan-dan-ilmu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}