{"id":49,"date":"2022-03-23T23:08:00","date_gmt":"2022-03-23T23:08:00","guid":{"rendered":"https:\/\/shulfialaydrus.id\/mns\/2022\/03\/23\/wasiat-dan-nasihat-habib-ahmad-bin-hasan-al-atthas\/"},"modified":"2022-03-23T23:08:00","modified_gmt":"2022-03-23T23:08:00","slug":"wasiat-dan-nasihat-habib-ahmad-bin-hasan-al-atthas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/2022\/03\/23\/wasiat-dan-nasihat-habib-ahmad-bin-hasan-al-atthas\/","title":{"rendered":"Wasiat dan Nasihat Habib Ahmad bin Hasan Al-Atthas."},"content":{"rendered":"<div>Wasiat dan Nasihat Habib Ahmad bin Hasan Al-Atthas.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Habib Ahmad bin Hasan Al-Atthas berkata kepada salah seorang muridnya :<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cInsya Allah ucapanku yang kau tulis dan kumpulkan akan memberikan manfaat yang besar. Dan usahamu ini lebih bermanfaat dan langgeng daripada mencatat karomah-karomah yang terjadi. Karomah yang berlangsung hanya saat itu saja dan akan dilupakan dengan berjalannya waktu. Namun, manfaat ucapanku ini Insya Allah Ta\u2019ala akan abadi. Orang yang menghargai ucapanku belum datang, mereka adalah orang-orang masa depan\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Habib Ali bin Hasan Al-Atthas (Penulis buku Al-Qirthos fi Manaqibil \u2018Atthas):&nbsp;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cDi antara hal yang mendorongku untuk menulis buku ini (Al-Qirthos fi Manaqibil \u2018Atthas) adalah apa yang disebutkan pengarang kitab A\u2019malut Tarikh : Barangsiapa menulis seorang wali Allah swt. maka kelak di hari kiamat ia akan bersamanya. Dan barangsiapa membaca nama seorang wali Allah swt. dalam kitab Tarikh dengan rasa cinta, maka ia seakan-akan menziarahinya. Dan barangsiapa menziarahi wali Allah swt., maka semua dosanya akan diampuni Allah swt., selama ia tidak mengganggu seorang muslim pun dalam perjalanannya\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Habib Ahmad bin Hasan Al Atthas berkata :<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cSesungguhnya terlalu memfasih-fasihkan bacaan adalah bid\u2019ah. Andaikata salaf membaca Al-Qur\u2019an seperti mereka yang suka memfasih-fasihkan bacaannya, tentu mereka tidak dapat menghatamkan Al-Qur\u2019an dalam semalam\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cImam Ghazali juga pernah berkata bahwa hudhur dan khusyu\u2019 dalam membaca Al-Qur\u2019an tidak mungkin dapat dirasakan oleh orang yang membaca Al-Qur\u2019an dengan terlalu memfasihkan huruf dan memberi tekanan berlebihan pada tasyjid-tasyjidnya. Andaikata kalian curahkan seluruh konsentrasi kalian untuk merenungkan makna rahmat, pujian, rububiyyah, kekuasaan Allah swt. (Al-Malik) penghambaan, permohonan, permohonan hidayah, shirotol mustaqim yang ada dalam Fatihah, maka itu lebih baik\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cJika kau membaca ayat sajdah dan pada saat itu kau berada di tempat yang tidak layak untuk sujud, maka bayangkanlah seakan-akan dirimu berada di tempat yang mulia, seperti Masjidil Haram atau Masjid-masjid lainnya. Setelah itu sujudlah dengan hatimu. Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam bukunya yang berjudul Al-Ghunyah mengatakan :\u201dJika kau berdiri mengerjakan sholat, maka bayangkanlah seakan-akan kau sedang menghadap Ka\u2019bah dan saksikanlah Ka\u2019bah itu dengan hatimu. Niscaya kau akan meningkat ke maqom yang lain\u201d.&nbsp;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cSetiap zaman ada 124.000 wali dan setiap wali mewarisi hal dari Nabi saw., di antara mereka ada yang tahu dirinya wali, tapi ada juga yang tidak tahu\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cAmal dan niat sholeh akan menyebabkan timbulnya kewibawaan pada diri seseorang. Ia akan tampak beda dengan orang lain, ucapannya didengar dan bermanfaat, Sebaliknya, amal dan niat buruk akan menyebabkan pelakunya diselimuti kegelapan\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cManusia punya dua sayap yang dapat ia gunakan untuk terbabg ke tempat yang mulia, yaitu Niat dan Himmah (semangat, tekad). Sedangkan penghuni zaman ini berpijak pada salah satu diantara keduanya. Ada yang memiliki niat, tapi tidak memiliki himmah. Ada yang himmahnya besar, tapi belum memiliki niat. Jika seseorang punya niat, kemudian memperoleh himmah, maka Allah swt akan memperhatikannya dan akan menyampaikannya pada tujuan. Niat itu sebelum himmah dan himmah sebelum amal\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Imam Junaid rhm. berkata : \u201dBarangsiapa membuka bagi dirinya satu pintu niat baik, maka Allah swt membukakan baginya 70 pintu taufiq. Dan barang siapa membukakan untuk dirinya satu pintu niat buruk, maka Allah swt membukakan untuknya 70 pintu khidzlan (dorongan untuk bermaksiat)\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cThoriqoh salaf Alawiyin adalah zhohirnya Ghazaliah dan bathinnya Syazaliah. Jika seseorang berkonsentrasi pada amal, maka ia akan mengerjakan amal tanpa ruh. Namun, jika ia meninggalkan amal dan banyak berharap kepada Allah swt, ia akan miskin amal saleh\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cIkutilah salaf! Barangsiapa ingin beribadah kepada Allah swt, hendaknya bertanya bagaimana cara salaf beribadah. Barangsiapa ingin mengajar atau belajar, memberi manfaat atau mengambil manfaat, maka hendaknya ia bertanya bagaimana cara salaf melakukan semua itu, dan tidak mengikuti jalan pikirannya sendiri\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cDi dunia ini aku tidak pernah iri kepada seorang wali, raja atau lainnya, aku hanya iri kepada orang yang mengikuti salaf dan meneladani Nabi saw. Kebaikan terletak dalam mengikuti salaf shaleh, mempelajari buku-buku mereka, dan meneladani ibadah, adab, akhlaq dan perilaku mereka. Orang yang mengikuti salaf tidak akan salah dan lelah\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cKerjakanlah shalat karena Allah swt memerintahkannya. Jadikanlah makna segala sesuatu sebagai tujuanmu. Jangan jadikan cara pengucapan huruf (makhraj) dan sejenisnya sebagai pusat perhatianmu dalam sholat. Tapi amati dan renungkan (tadabbur) makna ayat yang kau baca. Apa yang menghalangimu untuk merenungkan makna basmalah, arti rahmat ayat pertama dan makna syukur. Renungkan tentang Pemberi nikmat dan Pemelihara alam, makna rahmat di ayat ke tiga, makna raja dan penguasa, makna ibadah, pertolongan, hidayah, shirotol mustaqim dan orang-orang yang berjalan diatasnya, yaitu orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah swt. Renungkan tentang orang-orang yang berpaling, yakni orang-orang yang dimurkai Allah swt.\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cMusibah pertama yang menimpa masyarakat adalah peremehan mereka terhadap usaha menghafal Al Qur\u2019an. Musibah kedua adalah berpalingnya mereka dari buku-buku salaf\u201d.&nbsp;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cIlmu yang bermanfaat adalah ilmu yang tidak akan meninggalkanmu di dunia maupun di akhirat. Ilmu adalah Alat. Meskipun ilmu itu baik, tapi hanyalah alat, bukan tujuan. Ilmu digunakan hanya untuk mencapai tujuan. Ilmu harus diiringi adab, akhlaq dan niat-niat shaleh. Ilmu demikian inilah yang dapat mengantarkan seseorang kepada maqam-maqam yang tinggi\u201d.&nbsp;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cPelajarilah ilmu, tanamkan dalam hati niat untuk mengamalkannya, maka Allah swt. akan mengembalikan semua yang hilang dari kalian\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cJika kau membaca sesuatu dan tidak dapat memahaminya, atau hatimu tidak hadir sewaktu membacanya, maka ulangila lagi di waktu yang lain. Sebab setiap waktu memilki rahasia yang berbeda\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cBarang siapa mendahulukan ikhlas sebelum amal, maka ia tidak akan bisa beramal. Tapi hendaknya ia beramal, kemudian menuntut dirinya untuk ikhlas. Seseorang tidak seharusnya menuntut kesempurnaan, baik dari dirinya sendiri maupun orang lain. Sebab jika ia menuntut kesempurnaan dari dirinya, ia tidak akan beramal. jika ia menuntut kesempurnaan dari orang lain, ia tidak akan memandang mulia seorang pun, ia bahkan akan memandang rendah semua orang\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cSetiap kebajikan terasa berat bagi \u201cNAFS\u201d. Tapi jika dipaksakan, ia akan terbiasa dan dapat mengerjakannya dengan mudah. Sebagian orang jika melihat \u201cNAFS\u201dnya benci pada perbuatan baik, ia mengikuti \u201cNAFS\u201dnya dan cenderung kepadanya. Ia selalu berbuat demikian, hingga tidak mampu lagi berbuat baik. Akhirnya, hatinya menjadi keras. Sebenarnya jika hati mau menghadap Allah swt., Allah swt akan menghadap kepadanya. Jika berpaling, Allah swt. pun akan berpaling darinya. Sifat \u201cNAFS\u201d adalah suka menentang dan mudah bosan. Jika kau membiasakannya dengan kebaikan, ia akan menjadi baik, tapi jika kau membiasakannya dengan keburukan, ia akan menjadi buruk\u201d<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cManusia hendaknya menyibukkan \u201cNAFS\u201dnya dengan amal-amal yang bermanfaat baginya. \u201cNAFS\u201d akan terbiasa dengan apa yang dibiasakan kepadanya. Orang yang terbiasa banyak bicara, menghadiri majelis yang penuh kelalaian dan permainan, maka hatinya merasa berat untuk membaca Al-Qur\u2019an\u201d.&nbsp;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cHati yang bersih siap menerima karunia-karunia Allah swt., Sedang hati yang kotor tidak dapat menampung karunia Allah swt.\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cHati manusia seperti Baitul Ma\u2019mur. Setiap hari ada 70.000 malaikat yang thawaf mengelilinginya hingga hari kiamat. Dalam 24 jam hati 70.000 bisikan dan setiap bisikan dipegang oleh seorang malaikat\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cOrang yang berharta, hendaknya banyak berderma dan bersedekah di jalan Allah swt., yang berilmu, hendaknya mencurahkan semua tenaganya untuk mengajar, yang mempunyai kedudukan, hendaknya berusaha mendamaikan orang-orang yang dizhalimi, yang berdagang dan menekuni pekerjaan lainnya, hendaknya jujur kepada kaum muslimin dan melakukan pekerjaannya dengan sempurna\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cHendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang disempitkan rezekinya hendaknya memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah swt. kepadanya. Allah swt. tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah swt\/ berikan kepadanya. Allah swt. kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.(QS Ath-Thalaq, 65:7)\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cDi dunia ini manusia harus memiliki empat sifat :<\/div>\n<div><\/div>\n<div>1. Sabar terhadap yang dibenci dan disukai.<\/div>\n<div>2. Melayani dengan baik dan memuaskan hati orang yang baik maupun jahat.<\/div>\n<div>3. Memiliki akal yang dapat membedakan segala sesuatu.<\/div>\n<div>4. Memilki niat shaleh dalam semua hal agar tercapai keinginannya.\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cJika seseorang ingin memperoleh rasa takut kepada Allah swt., maka hendaknya ia melihat orang yang memilki rasa takut. Jika ingin khusyu\u2019 maka hendaknya ia melihat orang yang khusyu\u2019, manusia adalah magnet untuk dirinya dan orang lain, manusia biasanya mencuri watak orang yang dilihatnya\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cHanya prasangka baik kepada Allah swt. dan hamba-hambanyalah yang dapat membuka pintu-pintu kebajikan\u201d.&nbsp;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cDua hal yang tidak ada sebuah kebaikan pun yang dapat mengungguli keduanya, yaitu prasangka baik kepada Allah swt. dan prasangka baik kepada makhluk Allah swt. Dan dua hal yang tidak ada sebuah keburukan yang dapat mengunggulinya, yaitu prasangka buruk kepada Allah swt. dan prasangka buruk kepada makhluk Allah swt.\u201d (Al-Hadits)\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cSetiap orang memiliki 360 urat. Ada urat yang akan mendorongnya untuk berbuat kebaikan, dan ada yang akan menggerakkannya untuk berbuat kejahatan. Jika melihat orang shaleh, urat-urat kebaikan akan menggerakkannya untuk berbuat baik. Jika melihat orang durhaka, maka urat-urat keburukannya akan menggerakkannya untuk berbuat jahat\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cOrang yang mudah iri, menyangka bahwa semua orang iri, orang yang suka bermaksiat menyangka bahwa semua orang suka bermaksiat, dan orang yang shaleh menyangka semua orang gemar berbuat kebaikan\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cJika kau memandang seorang yang shaleh dan istiqomah, khusyu\u2019 dan wara\u2019, lalu kau bandingkan akhlaqmu dengan akhlaqnya, amalmu dengan amalnya, keadaanmu dengan keadaannya, maka kau akan mengetahui aib dan kekuranganmu, setelah itu akan mudah bagimu untuk memperbaiki ucapan dan perbuatanmu yang salah, lahir maupun batin, itulah sebabnya kita dianjurkan untuk bergaul dengan orang-orang yang shaleh dan mulia, serta dilarang bergaul dengan selain mereka, sebab watak seseorang akan mencuri watak orang lain. Jika tidak kau temukan teman duduk yang shaleh, pelajarilah buku, sifat, riwayat hidup dan semua prilaku kaum sholihin\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cAda dua orang yang tidak boleh kau pegang pendapatnya, yaitu orang yang selalu mengikuti kata hatinya dan orang yang tidak melaksanakan pendapatnya sendiri\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cJangan berselisih dengan anakmu dan jangan pula bersikap keras kepadanya. ajak dan perintahkan untuk berbuat kebaikan, jika ia tidak patuh, jauhilah dia dengan santun dan penuh perhatian\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cHabib abu Bakar bin Abdullah Al Atthas dahulu melarang seseorang bergaul dengan Ahli bid\u2019ah, orang-orang yang aqidahnya menyimpang dan orang-orang yang merendahkan kaum sholihin, Para Wali dan Ulama. jika melewati tempat yang ada orang-orang yang memiliki salah satu sifat di atas, beliau menutupi kepalanya dan berjalan dengan cepat\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cSholatlah di belakang orang yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah, dan sholatkanlah orang yang mengucapkan Laa ilaaha illalloh. (Al Hadits) \u201c.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cOrang-orang di zaman akhir ini lebih mengutamakan harta mereka dibanding diri mereka sendiri, mereka kikir dan tidak memperdulikan apa yang menimpa mereka, mereka abaikan Hak Allah swt., Allah swt. pun lalu menundukkan mereka di bawah kekuasaan orang yang tidak mengasihi mereka. adapun orang-orang terdahulu, mereka menjadikan harta mereka sebagai perisai dan pelindung dari segala bencana\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cJika seseorang senantiasa taat, maka Allah swt. akan memberinya rejeki, Allah swt. tidak akan membiarkannya begitu saja tanpa harta, Allah swt. telah memberi kalian rejeki, tapi kalian menghambur-hamburkan rejeki itu bukan pada tempatnya. Tunaikanlah kewajiban zakat, janganlah kalian kurangi\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cSegala kesedihan yang dapat hilang dengan uang, bukanlah kesedihan\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cJika dalam hatimu terlintas bisikan buruk atau ajakan untuk bermaksiat, angkatlah kepalamu ke langit lalu ucapkan :\u201dAllah\u2026.. dengan satu nafas. Perbuatan ini akan membakar dan menghapus dengan seketika bisikan-bisikan buruk dalam hati. Hikmah dari menengadahkan kepala ke langit adalah karena setan tidak dapat mendatangi manusia dari atas kepalanya. Allah Ta\u2019ala berfirman : \u201cKemudian Saya (iblis) akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka.(QS Al-A\u2019raf, 7:17). Allah swt. tidak mengatakan bahwa iblis akan mendatangi mereka dari atas\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u201cHabib Ahmad bin Hasan Al Atthas selalu membaca surat Al-Waqiah di waktu Ashar. Beliau berkata :\u201dSayyidil Wujud (Nabi Muhammad saw.) lah yang memerintahkanku untuk membacanya di waktu Ashar\u201d.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>(Dikutip dari buku \u201cSekilas tentang Habib Ahmad bin Hasan Al-Atthas; Novel Muhammad Al-Aydrus)<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Website : http:\/\/www.shulfialaydrus.com\/ atau https:\/\/shulfialaydrus.wordpress.com\/<\/div>\n<div>Instagram : http:\/\/www.instagram.com\/shulfialaydrus\/<\/div>\n<div>Twitter : @shulfialaydrus dan @shulfi<\/div>\n<div>Telegram : https:\/\/telegram.me\/habibshulfialaydrus\/<span style=\"white-space: pre;\">\t<\/span><\/div>\n<div>Telegram Majelis Nuurus Sa&#8217;aadah : https:\/\/telegram.me\/majlisnuurussaadah\/<\/div>\n<div>LINE : shulfialaydrus<span style=\"white-space: pre;\">\t<\/span><\/div>\n<div>Facebook : Muhammad Shulfi Al \u2018Aydrus atau http:\/\/www.facebook.com\/habibshulfialaydrusofficial\/<\/div>\n<div>Facebook Fanpage : Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al \u2018Aydrus atau http:\/\/www.facebook.com\/shulfialaydrusofficial\/<\/div>\n<div>Group Facebook : Majelis Nuurus Sa\u2019aadah atau https:\/\/www.facebook.com\/groups\/160814570679672\/<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Donasi atau infak atau sedekah.&nbsp;<\/div>\n<div>Bank BRI Cab. JKT Joglo.&nbsp;<\/div>\n<div>Atas Nama : Muhamad Shulfi.<\/div>\n<div>No.Rek : 0396-01-011361-50-5.&nbsp;<\/div>\n<div><span style=\"white-space: pre;\">\t<\/span><\/div>\n<div>Penulis : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al \u2018Aydrus, S.Kom.&nbsp;<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\u0645\u062d\u0645\u062f \u0633\u0644\u0641\u0649 \u0628\u0646 \u0623\u0628\u0648 \u0646\u0648\u0627\u0631 \u0627\u0644\u0639\u064a\u062f\u0631\u0648\u0633<\/div>\n<div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wasiat dan Nasihat Habib Ahmad bin Hasan Al-Atthas. Habib Ahmad bin Hasan Al-Atthas berkata kepada&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-49","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-amalan-dan-ilmu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/shulfialaydrus.com\/mns\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}