Dalil
diperbolehkannya membuat sesuatu yang baru didalam Islam yang tidak
bertentangan dengan syariat (Al Qur’an dan Hadits).
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ
وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَابْنُ حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ
يَعْنُونَ ابْنَ جَعْفَرٍ عَنْ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ
مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ
تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا
Telah
menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah bin Sa’id dan Ibnu Hujr,
mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Isma’il yaitu Ibnu Ja’far dari
Al ‘Ala dari bapaknya dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam telah bersabda: “Barangsiapa mengajak kepada kebaikan,
maka ia akan mendapat pahala sebanyak pahala yang diperoleh orang-orang yang
mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Sebaliknya, barang
siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapat dosa sebanyak yang
diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka
sedikitpun.” (HR. Muslim No. 4831, Abu Daud No.3993, At Tirmidzi No.2598,
Ibnu Majah No.202, Ahmad No.8795 dan Ad Darimi No.512)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ
حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ الْحَكَمِ عَنْ أَبِي جُحَيْفَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَنَّ
سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كَانَ لَهُ أَجْرُهُ وَمِثْلُ
أُجُورِهِمْ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ سَنَّ
سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهُ وَمِثْلُ
أَوْزَارِهِمْ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْئًا
Telah
menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya berkata, telah menceritakan kepada
kami Abu Nu’aim berkata, telah menceritakan kepada kami Isma’il dari Al Hakam
dari Abu Juhaifah ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa membuat sunnah kebaikan kemudian dikerjakan oleh orang
setelahnya, maka ia akan mendapatkan seperti pahala mereka tanpa mengurangi
pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa membuat satu sunnah jelek, kemudian
dikerjakan oleh orang setelahnya, maka dia akan menanggung seperti dosa orang
yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.” (HR. Ibnu
Majah No.203, 199, Muslim No.4830,  Ahmad
No.18367,  18387,  18404, dan Ad Darimi No.511)
Dan masih
banyak dalil yang lainya yang hampir sama dengan dalil tersebut diatas.
Penulis :
Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus.

محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس

Group Majelis Nuurus-Sa’aadah : http://www.facebook.com/groups/160814570679672/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *