Berbonus (Di Bangun) Rumah di Surga.
Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu ‘Anhu, berkata: Aku mendengar Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا بَنَى اللَّه لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّة
membangunkan untuknya satu rumah di surga.” (Muttafaq ‘alaih)
hadits Mu’adz bin Anas Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam bersabda:
قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ حَتَّى يَخْتِمَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ بَنَى
اللَّهُ لَهُ قَصْرًا فِي الْجَنَّةِ
sampai menghatamkannya sebanyak sepuluh kali niscaya Allah bangunkan untuknya
istana di surga.” (HR Ahmad dari Mu’adz bin Anas Al Juhani)
Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu ‘Anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam bersabda:
مَاتَ وَلَدُ الْعَبْدِ قَالَ اللَّهُ لِمَلَائِكَتِهِ قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي
فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ فَيَقُولُونَ نَعَمْ
فَيَقُولُ مَاذَا قَالَ عَبْدِي فَيَقُولُونَ حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ فَيَقُولُ
اللَّهُ ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْدِ
kepada MalaikatNya, “Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?” Mereka
berkata, “Benar.” Allah berfirman, “kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?”
Mereka menjawab, “Benar.” Allah berfirman, “Apa yang diucapkan oleh hamba-Ku?”
Mereka berkata, “Ia memuji-Mu dan mengucapkan istirja’ (Innaa Lilaahi Wa Innaa
Ilaihi Raaji’uun).” Allah berfirman, “Bangunkan untuk hamba-Ku rumah di surga
dan namai ia Rumah Pujian.” (HR. Al-Tirmidzi dan beliau menghasankannya)
Membaca doa masuk pasar.
Umar bin al-Khathab Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
bersabda:
دَخَلَ السُّوقَ فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ
لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ
بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ
أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ
أَلْفِ دَرَجَةٍ وَبَنَى لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU, YUHYII, WAYUMIITU, WAHUWA HAYYUN LAA YAMUUTU,
BIYADIHIL KhOIRU, WAHUWA ‘ALAA KULLI SyAI-IN QADIIR” niscaya Allah
menuliskan baginya sejuta kebaikan, menghapuskan darinya sejuta kejelekan,
mengangkat derajatnya hingga sejuta derajat, dan membangunkan untuknya rumah di
surga”.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Al-Hakim)
‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
سَدَّ فُرْجَةً بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتاً فِي الْجَنَّةِ وَ رَفَعَهُ بِهَا
دَرَجَةً
bangunkan untuknya rumah di surga dan mengangkat derajatnya dengan perbuatannya
itu.” (HR. Al-Muhamili dalam Amaalinya)
Menjaga shalat-shalat sunah rawatib dua belas rakaat.
Ummu Habibab Radhiyallahu ‘Anha, berkata: Aku Mendengar Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam bersabda,
صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ
بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ
dibangunkan untuknya rumah di surga.” (HR. Muslim)
12 raka’at itu adalah empat rakaat sebelum Dzuhur & dua rakaat sesudahnya,
dua raka’at sesudah maghrib, dua rakaat setelah ‘Isya, dan dua rakaat sebelum
Shubuh sebagaimana yang terdapat dalam hadits ‘Aisyah dalam Sunan At Tirmidzi
dan Ibnu Majah)
صلى الله عليه وسلم: {مَنْ صَلَّى الضُّحَى ثِنَتيْ عَشرةَ رَكْعَةً إيمانا
واحْتِسَابا كَتَبَ الله لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ
أَلْفِ سَيِّئَةٍ ورَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ وَبَنى الله لَهُ بَيْتا في
الجَنَّةِ وَغَفَرَ الله لَهُ ذُنُوبَه كُلَّها
Muhammad saww. bersabda : “Barangsiapa mengerjakan shalat dhuha sebanyak
duabelas roka’at dengan iman dan mengharapkan pahala, maka Allah Ta’ala
menetapkan baginya sejuta kebaikan, menghapus daripadanya sejuta kejelekan,
mengangkat baginay sejuta derajat, dan Allah membangunkan baginya sebuah rumah
disurga dan Allah mengampuni dosa-dosa orang itu seluruhnya.”. (Kitab Lubabul
Hadits – Al Imam Al Hafidh Jalaluddin Abdurrahman bin Abi Bakar As Suyuthiy)
Iman, islam, hijrah dan berjihad fi sabilillah.
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
زَعِيمٌ وَالزَّعِيمُ الْحَمِيلُ لِمَنْ آمَنَ بِي وَأَسْلَمَ وَهَاجَرَ بِبَيْتٍ
فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ وَأَنَا زَعِيمٌ لِمَنْ
آمَنَ بِي وَأَسْلَمَ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ
الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى غُرَفِ
الْجَنَّةِ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَلَمْ يَدَعْ لِلْخَيْرِ مَطْلَبًا وَلَا مِنْ
الشَّرِّ مَهْرَبًا يَمُوتُ
شَاءَ أَنْ يَمُوتَ
berhijrah dengan sebuah rumah di pinggir surga, di tengah surga, dan surga yang
paling tinggi. Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk Islam dan
berjihad dengan rumah di pinggir surga, di tengah surga dan di surga yang
paling tinggi. Barangsiapa yang melakukan itu, ia tidak membiarkan satupun kebaikan,
dan lari dari semua keburukan, ia meninggal, di mana saja Dia kehendaki untuk
meninggal.” (HR. Al Nasai, Ibnu Hibban dan Al Hakim)
Abu Umamah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam bersabda:
زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ
مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِى وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ
مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِى أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَه
saja yang meninggalkan perdebatan berkepanjangan meskipun ia dalam posisi yang
benar, juga sebuah rumah di tengah jannah bagi siapa saja yang meninggalkan
berbohong walaupun ia sedang bercanda, serta sebuah rumah di puncak jannah bagi
siapa saja yang berakhlak mulia.”(HR. Abu D awud, At Tirmidzi, dan Ibnu Majah)
Berziarah Kekubur Orang Alim.
وعن علي بن أبي طالب أنه قال:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَنْ زَارَ عَالِما أيْ فِي قَبْرِهِ ثُمَّ
قَرَأَ عِنْدَهُ آيةً مِنْ كِتَابِ الله أعْطَاهُ الله تَعَالَى بِعَدَدِ
خطَوَاتِهِ قُصُورا فِي الجَنَّةِ وَكَانَ لَهُ بِكُلِّ حَرْفٍ قَرَأَهُ عَلَى
قَبْرِهِ قَصْرٌ في الجَنَّةِ مِنْ ذَهَبٍ»، كذا في رياض الصالحين
Dari Ali bin Abu Thalib ra. bahwasanya ia
berkata : Rasulullah saww. bersabda : “Orang yang mengunjungi kubur orang alim,
lalu ia membacakan ayat-ayat dari kitab Allah, maka Allah Ta’ala menjadikan
padanya setiap langkahnya satu gedung disurga, ia juga memperoleh pahala setiap
huruf yang dibacanya atas kuburnya itu satu gedung di surga dari emas.”
Demikian disebutkan dalam Riyadhus Sholihin. (Kitab Tanqihul Qaul – Asy Syeikh
Muhammad Nawawi bin Umar Al Banteniy)
Maksudnya kita menziarahi orang alim (berilmu
agama khususnya) dan para Wali Allah yang telah meninggal dunia lalu kita
membacakan ayat-ayat suci Al ‘Qur’an, Tahlil dan dzikir, dll yang pahalanya
dihadiahkan kepada orang alim atau Wali Allah tersebut maka mendapatkan manfaat
seperti hadits tersebut diatas.
: http://shulfialaydrus.blogspot.co.id/ atau https://shulfialaydrus.wordpress.com/
: @shulfialaydrus
Majelis Nuurus Sa’aadah : @majlisnuurussaadah
: @shulfialaydrus dan @shulfi
: @habibshulfialaydrus
Majelis Nuurus Sa’aadah : @majlisnuurussaadah
BBM : D45BD3BE
BBM Channel Majelis Ta’lim Nuurus Sa’aadah : C003BF865
: https://www.facebook.com/habibshulfialaydrus/
Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau
https://www.facebook.com/groups/160814570679672/
atau infak atau sedekah.
BRI Cab. JKT Joglo.
Nama : Muhamad Shulfi.
: 0396-01-011361-50-5.
dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.
سلفى بن أبو نوار العيدروس