Keutamaan
Surat At Taubah ayat 128-129.
فَإِنْ
تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ
تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
FAIN
TAWALLAU FAQUL HASBIYALLAAHU LAA ILAAHA ILLAA HUWA ALAIHI TAWAKKALTU WAHUWA
RABBUL ARSyIL ‘AZhIIM.
Artinya:
“Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah
Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan
Dia adalah Tuhan yang memiliki ´Arsy yang agung”.
Syekh
Ahmad Zarruq Al Fasiy Al Maghribiy (wafat 899 Hijriyah) Radhiyallahu Anhu dalam
kitabnya Syarh Hizb Al Bahr mengatakan: “Siapa saja yang membacanya di
waktu pagi (ba’da Shubuh), akan diberikan kecukupan perkara dunia dan akhirat
sampai sore (ashar). Siapa yang membacanya di sore hari, maka akan dicukupkan
urusan dunia dan akhiratnya sampai shubuh. Keutamaan ini banyak disebutkan
hadis-hadis Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Salah satunya hadis
riwayat Imam Abu Daud:
عن
أبي الدرداء رضي اللّه عنه قال : من قال إذا أصبح وإذا أمسى : حسبي اللّه لا إله
إلا هو ، عليه توكلت وهو رب العرش العظيم سبع مراتٍ ، كفاه اللّه ما أهمَّه صادقاً
كان بها أو كاذباً
Artinya:
Dari Abu Ad Darda’ radhiyallahu bahwa siapa siapa saja yang mengucapkan dzikir
tersebut di shubuh dan sore hari sebanyak tujuh kali, maka Allah akan memberi
kecukupan bagi urusan dunia dan akhiratnya yang ia hajati baik dia percaya atau
tidak. (Sunan Abi Daud hadis No.5081)
Dicatatkan
oleh Syekh Abu Ishaq Al Hamudiy Rahimahullah dalam kitabnya Raudhul Azhar Fi
Fadhail Al Qur’an Wa Manafi’ Al Adzkar: “Ada sekelompok pasukan yang
diutus ke Romawi untuk berperang, di tengah jalan salah satu dari mereka
mengalami kecelakaan di mana kakinya patah, kemudian kawan-kawannya membawanya
istirahat di bawah pohon besar untuk mengobatinya, lantaran pasukan tersebut
diperintahkan agar sampai di Romawi tepat waktu, akhirnya kawan-kawannya
sepakat meninggalkan si korban lalu mengikatkan kudanya di bawah pohon serta
memberikan persedian bekal makanan dan minuman secukupnya mengingat akan ada
pasukan gelombang kedua yang akan datang menyusuri jalan dan menemukan si
korban.
Ketika
ditinggal oleh rombongan, di malam harinya ia bermimpi ada yang mendatangi
dirinya dan berkata: Coba kau letakan tangan kananmu di bagian yang terluka
kemudian baca 7 kali:
فَإِنْ
تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ
تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
FAIN
TAWALLAU FAQUL HASBIYALLAAHU LAA ILAAHA ILLAA HUWA ALAIHI TAWAKKALTU WAHUWA
RABBUL ARSyIL ‘AZhIIM.
Setelah
bangun dari mimpi tersebut ia membacanya 7 kali, dengan izin Allah Ta’ala kaki
yang patah menjadi sehat sedia kala. Dan ia langsung bergegas menaiki kudanya dengan
kencang sehingga ia dapat menyusul rombongan kawan-kawannya.
Dalam
kitab Mujarrabat Imam Muhammad As Sanusiy radhiyallahu anhu mengutip sebuah
riwayat:
من
قرأ
لَقَدْ
جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ
عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ
اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ
الْعَظِيمِ
لم
يمت في ذلك اليوم وفي رواية لم يقتل او يضرب بحديد
Artinya:
Siapa saja yang membaca:
لَقَدْ
جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ
عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ
اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ
الْعَظِيمِ
LAQOD
JAA-AKUM ROSUULU(N/M) MIN ANFUSIKUM ‘AZIIZUN ‘ALAIHI MAA ‘ANITTUM HARIIShUN
‘ALAIKUM BIL MU-MINIINA RO-UUFU(N/R) ROHIIM(UN), FAIN TAWALLAUU FAQUL
HASBIYALLAHU LAA ILAAHA ILLA HUWA ‘ALAIHI TAWAKKALTU WA HUWA ROBBUL ‘ARSyIL
‘AZhIIM(I).
Artinya
: Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat
terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan)
bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika
mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku,
tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah
Tuhan yang memiliki Arasy yang agung”. (QS. At Taubah : 128-129)
Dengan
izin Allah Ta’ala, orang yang membacanya tidak akan mati di hari itu. Dalam
riwayat lain disebutkan di hari ia membacanya ia tidak akan mati dalam keadaan
terbunuh atau terkena benda yang terbuat dari besi.
Disebutkan
juga oleh Imam Abul Hasan Ali Al Qurthubiy rahimahullah dalam kitab Kanzul
Asrar, Ada orang shalih berumur 70 tahun telah lama mengalami sakit parah dan
sudah berobat kemana saja belum kunjung sembuh sehingga ia menyangka kematian
sebentar lagi mendatanginya, namun ketika beliau mendengar fadhilah surat At
Taubah 128-129 secara istiqamah ia amalkan ayat:
لَقَدْ
جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ
عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ
اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ
الْعَظِيمِ
LAQOD
JAA-AKUM ROSUULU(N/M) MIN ANFUSIKUM ‘AZIIZUN ‘ALAIHI MAA ‘ANITTUM HARIIShUN
‘ALAIKUM BIL MU-MINIINA RO-UUFU(N/R) ROHIIM(UN), FAIN TAWALLAUU FAQUL
HASBIYALLAHU LAA ILAAHA ILLA HUWA ‘ALAIHI TAWAKKALTU WA HUWA ROBBUL ‘ARSyIL
‘AZhIIM(I).
Artinya
: Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat
terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan)
bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika
mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku,
tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah
Tuhan yang memiliki Arasy yang agung”. (QS. At Taubah : 128-129)
Barokah
ayat tersebut meniscayakan beliau panjang umur. Ketika beliau berusia 130
tahun, Allah menghendaki beliau wafat, sehingga di malam harinya beliau
bermimpi di datangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan memanggilnya:
Wahai fulan sampai kapan kau bertahan dengan kondisi demikian, berapa lama lagi
waktu untuk kita berjumpa?”, ketika bangun tidur, orang shalih itu tidak
mau lagi membaca ayat 128-129 surat At Taubah sehingga di pagi harinya beliau
meninggal.
Habib
Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus berkata : Alfaqir pernah bermimpi, di
dalam mimpi alfaqir, alfaqir melihat rumah seseorang sedang dirampok/dimaling,
lalu alfaqir menolong orang yang sedang dirampok tersebut, dan alfaqir
berkelahi dengan rampok tersebut, alfaqir disaat itu tertusuk, singkat cerita
maling/rampok tersebut tertangkap dan lalu terus diadili dipengadilan, tetapi
dalam keadaan sekarat (akibat ditusuk) alfaqir bukan dibawa kerumah sakit
tetapi malah dibawa ke pengadilan untuk menjadi saksi, dalam keadaan
sekarat/mau mati dipengadilan untuk menjadi saksi, alfaqir melihat dibelakang
alfaqir ada seorang kakek yang berkata kepada alfaqir untuk membaca surat At
taubah ayat 128-129 maka engkau tidak akan mati hari ini.
Asy
Syaikh Ahmad Ad Dairobi di dalam kitabnya Fathul Mulk Al Majid Al Mu’allaf Li
Naf’il ‘Abid Wa Qom’i Kulli Jabbarin ‘Anid berkata :
Barangsiapa
membaca dua ayat di atas (surat At taubah ayat 128-129), maka ia tidak akan
mati di hari ketika ia membacanya. Hal ini sebagaimana hadits dari Rasulullah
SAW. yang disebutkan dalam sebuah riwayat, “Maka ia tidak akan dibunuh dan dipukul
dengan besi.” Demikian pula apabila di baca pada malam hari. Apabila ajal telah
datang, maka dengan kehendak Allah ia akan lupa membacanya.
Dikisahkan
ada seorang wanita yang sudah bosan hidup dikarenakan umurnya sudah cukup tua
lebih dari 120 tahun, lalu dia mengkonsultasikannya kepada orang-orang alim
maupun yang mempunyai ilmu hikmah, disebutkan amalan-amalannya kepada setiap
orang yang ditanyanya agar Allah segera mencabut nyawanya, lalu ada seorang
yang mengetahui dari amalan nenek tersebut yaitu selalu membaca surat At taubah
ayat 128-129, lalu orang yang mengetahui tersebut mengatakan kepada nenek itu
agar meninggalkan untuk membaca ayat tersebut, agar Allah mencabut ruhnya,
singkat cerita akhirnya sama nenek tersebut tidak diamalkan lagi surat tersebut,
tidak beberapa lama akhirnya meninggallah nenek tersebut dengan khusnul
khotimah.
Jadi
dengan sering membaca setiap hari ayat tersebut maka Allah akan memperpanjang
umur kita, dengan lantaran Allah ingin mencabut ruh kita maka Allah akan melupakan
kepada seseorang dari membaca ayat tersebut bagi mereka yang sering
mendawamkannya dengan istiqomah setiap harinya, dengan begitu kita bisa
mempersiapkan diri untuk memenuhi panggilan-Nya bila kita sudah istiqomah
membacanya tetapi suka lupa (lupa bacaannya) dengan membaca ayat itu
kemungkinan umur kita sudah tidak akan lama lagi.
Dan
masih banyak lagi cerita dari karomah/manfaat dari dasyatnya ayat tersebut.
Alfaqir
(Habib Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus) ijazahkan amalan tersebut
diatas bagi siapa saja yang mau mengamalkannya, Amalan tersebut dibaca setiap
Habis Sholat Subuh sebanyak 7x dan setiap habis Sholat Maghrib sebanyak 7x,
atau dibaca sebanyak 7x setiap habis sholat lima waktu, bila dibaca sehabis
sholat lima waktu sebanyak 7x, selain dipanjangkan umur maka insya Allah, Allah
jadikan yang lemah menjadi kuat, yang punya hutang dimudahkan sama Allah dalam
membayarnya, yang hina bisa menjadi mulia, yang rezekinya seret dibanyakkan
rezekinya, mudah dikabulkan hajatnya, dan diberikan keselamatan.
Adapun
sanad Muttashil (Bersambung) kepada Imam Muhammad Bin Yusuf As Sanusiy
Radhiyallahu Anhu yang Alfaqir miliki sebagai berikut:
الحبيب
محمد سلفى بن أبو نوار العيدروس عن الحاج رزقي ذو القرنين بن اصمت البتاوي عن
الشيخ العلامة المحدث سيدي عبد الرحمن بن محمد عبد الحي الكتاني عن والده الشيخ
العلامة الحافظ سيدي محمد عبد الحي بن محمد عبد الكبير الكتاني الادريسي الحسني
المغربي عن الشيخ محمد بن محمد المقري التلمساني عنالشيخ محمد بن عبد الرحمن بن
جلال عن الشيخ ابي عثمان سعيد المنوي التلمساني الشهير بالكفيف عن الشيخ الامام
محمد بن يوسف السنوسي التلمساني رضي الله عنه
Keutamaan
besar yang datang dari panduan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, ajarkan
kaum muslimin untuk mendawaminya setiap pagi dan sore hari agar dengan
mengamalkannya keberkahan Al Qur’an selalu Allah Taala limpahkan kepada kita.
Website
: http://shulfialaydrus.blogspot.co.id/ atau
https://shulfialaydrus.wordpress.com/
Instagram
: @shulfialaydrus
Instagram
Majelis Nuurus Sa’aadah : @majlisnuurussaadah
Twitter
: @shulfialaydrus dan @shulfi   
Telegram
: @habibshulfialaydrus
Telegram
Majelis Nuurus Sa’aadah : @majlisnuurussaadah
Pin
BBM : D45BD3BE
Pin
BBM Channel Majelis Ta’lim Nuurus Sa’aadah : C003BF865
Facebook
: https://www.facebook.com/habibshulfialaydrus/
Group
Facebook : Majelis Nuurus Sa’aadah atau
https://www.facebook.com/groups/160814570679672/
Donasi
atau infak atau sedekah.
Bank
BRI Cab. JKT Joglo.
Atas
Nama : Muhamad Shulfi.
No.Rek
: 0396-01-011361-50-5.
Penulis
dan pemberi ijazah : Muhammad Shulfi bin Abunawar Al ‘Aydrus, S.Kom.
محمد
سلفى بن أبو نوار العيدروس

5 thoughts on “Keutamaan Surat At Taubah ayat 128-129.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *